Onno W Purbo: “Ada Baiknya Kita Memboikot Produk Luar Negeri Yang Tidak Open Source” (Menanggapi Usulan Ane’ Boikot Produk Microsoft)

onno-w-purbo

Keluh kesah Bung Onno terkait keberadaan Microsoft yang makin merajalela, akhirnya ane tanggapin dalam wawancara singkat pagi hari tadi (dari jam 02.00 hingga jam 6.44 WIB). Maksudnya ane kirim doi email, dan jam enam pagi uda dapet balesannya, Bro..!)

😛

Ente kenal kan sama Onno W Purbo ? (Belum kenal juga gak papa kok..!)

Ia lebih senang disebut “Penulis Teknologi Informasi”. Rendah hati dan penuh inspirasi. Beda jauh sama yang sangat terkenal ituh. Pakar Telematika yang jago memperhatikan foto artis lagi mandi dan gosok gigi.

Sang Penulis ane anggep figur yang altruis, sedangkan si Pakar ane rasa cuma narsis.

😀

Bagi ane, Bung Onno sungguh nasionalis dan memberikan semangat juang bagi perkembangan teknologi negeri ini. Maka, ane sampaikan pada ente semua hasil bincang-bincang kami via surat elektronik.

Selamat pagi Pak Onno, Perkenalkan, saya Mas Kopdang, pengelola blog kopidangdut http://kopidangdut.wordpress.com/ dan http://kopdang.com. Saya tertarik dengan keluhan Bapak, dan rencananya akan saya tuangkan dalam blog saya.

Blog saya dibaca oleh kalangan mahasiswa, dan pekerja pemula (tapi juga banyak yang tua..! hehehe). Dapatkah Bapak berkenan menjawab beberapa pertanyaan dari saya, sebagai berikut:

Apakah netbook itu?

Biar enak saya cuplik definisi dari http://en.wikipedia.org/wiki/Netbook

“A netbook (a portmanteau of Internet and notebook) is a class of laptop computer designed for wireless communication and access to the Internet.[1]

Primarily designed for web browsing and e-mailing, netbooks “rely heavily on the Internet for remote access to web-based applications”[2] and are targeted increasingly at cloud computing users who require a less powerful client computer.[3]. Netbooks typically run either Linux or Windows XP operating systems [2] rather than more resource-intensive operating systems like Windows Vista[4]. The devices range in size from below 5 inches[5] to over 13,[6], typically weigh 2 to 3 pounds (~1kg) and are often significantly cheaper than general purpose laptops.[2]”

kalau di terjemahkan menggunakan translate.google.com menjadi

“Sebuah netbook (sebuah koper dari Internet dan notebook) adalah satu kelas laptop komputer yang dirancang untuk komunikasi nirkabel dan akses ke
Internet. [1]

Dirancang terutama untuk web browsing dan e-mail, netbooks “sangat bergantung di Internet jauh untuk akses ke aplikasi berbasis web “[2] dan
bertarget semakin di awan komputasi pengguna yang memerlukan kurang kuat
komputer klien. [3]. Netbooks biasanya berjalan baik Linux atau Windows XP
sistem operasi [2] lebih daripada sumber-operasi intensif
sistem seperti Windows Vista [4]. Perangkat dari berbagai ukuran di bawah 5 inci [5] untuk lebih dari 13, [6], biasanya weigh 2-3 pounds (~ 1kg) dan
sering signifikan lebih murah daripada tujuan umum laptop. [2] “

Apakah prosesor atom itu dan apa bedanya dengan “centrino” dan “pentium”..?

Biar enak saya cuplik dari http://en.wikipedia.org/wiki/Intel_Atom

“Intel Atom is the brand name for a line of x86 and x86-64 CPUs (or microprocessors) from Intel, previously code-named Silverthorne and Diamondville processors, designed for a 45 nm CMOS process and intended for use in MIDs, smart phones and ultra-mobile PCs meant for third world countries and other portable and low-power applications. Ultimately, it ended up being a preferred processor for netbooks. Because they were targeted for low power consumption rather than performance the Intel Atoms benchmark significantly lower than processors designed for laptop and desktop use. The rough benchmark used by Intel is that the Atoms have about “half the performance” of a(Dothan-512 core) Celeron processors. [1] According to the website Toms Hardware, the processor performs worse than a Celeron 900 MHz processor and slightly better than a Pentium III 1.0 GHz processor. [2]”

kalau di terjemahkan menggunakan translate.google.com

“Intel Atom adalah merek nama untuk sederet x86 dan x86-64 CPU (atau microprocessors) dari Intel, sebelumnya bernama kode-Silverthorne dan Diamondville prosesor, dirancang untuk CMOS proses 45 nm dan ditujukan untuk digunakan dalam MIDs, ponsel pintar dan ultra mobile PC dimaksudkan untuk dunia ketiga negara-negara lainnya dan portable dan rendah daya aplikasi. Akhirnya, ia akhirnya menjadi pilihan untuk prosesor netbooks. Karena bertarget untuk konsumsi daya rendah daripada performa Intel atom patokan signifikan lebih rendah dari prosesor dirancang untuk laptop dan menggunakan desktop. Kasar patokan yang digunakan oleh Intel adalah bahwa atom memiliki tentang “setengah kinerja” dari (512 Dotan-core) Celeron prosesor.[1]
Menurut situs web TomS Hardware, prosesor berkinerja lebih buruk daripada
sebuah Celeron 900 MHz processor dan sedikit lebih baik dari Pentium III 1,0 GHz
prosesor. [2] “

Menurut Bapak, apakah sistem bundling antara paket netbook dan os microsoft merupakan bentuk monopoli?

yang masalah disitu adalah mereka tidak memberikan pilihan netbook kosong
buat orang seperti saya yang mau pakai linux di netbook tsb ..

Di saya ada EeePC yang lama ..
itu isinya linux … makanya saya heran sekarang koq gak ada yang linux atau yang kosong, semua isinya Windows XP home yang biasanya juga akan di format oleh pengguna-nya ..

kalau Netbook yang dijual sekarang ada pilihan linux atau kosongan yang harganya harusnya lebih murah sekitar Rp. 500.000-1 juta-an tentunya saya juga tidak akan complain ..

Apakah produk Mac Book yang menggunakan OS leopold juga bisa dikatakan monopoli?

Hmm.. apakah ada pilihan lain yang lebih murah untuk MacBook?
maklum saya belum masuk kelas Mac saya masih pakai laptop / netbook kacangan .. saya lebih banyak pakai laptop buatan Indonesia :)) .. maklum lah rakyat biasa ..

Apakah arti dari ““Indonesia, Go Open Source!”?

biar enak ini cuplikan dari http://id.wikipedia.org/wiki/IGOS

IGOS adalah sebuah gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka di Indonesia yang dinamakan Indonesia, Go Open Source.

Referensi lain yang patut di baca adalah
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Sejarah_Internet_Indonesia:IGOS
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Sejarah_Internet_Indonesia
http://www.igos.web.id/

Apa konsekwensi logis bila praktek penjualan dilakukan secara bundling? Bukankah perusahaan handphone melakukan hal ini dengan operator tertentu?

konsekuensi yang terjadi adalah pilihan dari si pengguna menjadi lebih sempit ..yang menyebalkan jika ternyata ada solusi yang lebih murah atau lebih cocok bagi pengguna jadi tidak
bisa di peroleh karena di bundling ..

sekarang ini selular masih banyak pilihan walaupun ada yang melakukan bundling ..bayangkan kalau semua operator selular melakukan bundling wah duh pusing kepala pastikan ..

itu yang terjadi dengan Netbook kemarin di Megabazar semua netbook yang mau saya beli
dari beberapa vendor semua di bundling Windows tidak ada yang kosongan atau linux
wah ya pening langsung kepala saya ..

Sejauh mana Pak Onno berpendirian terkait perkembangan software/Os open source, dan seberapa vital dukungan pemerintah?

Pemerintah terutama teman-teman di MENRISTEK termasuk paling gigih untuk mendukung open source salah satu yang paling menonjol pada saat ini Buku pelajaran komputer di SMA
dari RISTEK, DIKNAS & KOMINFO bisa di ambil gratis di http://opensource.telkomspeedy.com/bse/e-buku/
semua menggunakan open source

Buku Pelajar komputer untuk SMP & SMK masih dalam tahap penulisan. Insya Allah akan di berikan pada rakyat Indonesia pada tanggal 20 Mei 2009 Hari Pendidikan Nasional ..

Soal Microsoft ..Coba kita tanya ke diri kita masing-masing kita membayar US$100 untuk OS Windows kita membayar US$300-400 untuk Microsoft Office. Apakah kita bangsa Indonesia bisa membuat OS Windows & Microsoft Office?

Saya yakin kita sampai kapanpun selalu menjadi konsumen ..

Parah-nya dengan bundling milyar-an rupiah / bulan dari Indonesia dipaksa masukan ke Microsoft! Kalau kita tahu jumlah uang dari republik ini yang masuk ke microsoft & rangking Indonesia di asia pacific dalam menjadi sumber pemasukan ke microsoft .. pasti kita akan sedih ..

Berbeda dengan open source / Linux. OS ini free, gratis, kalaupun bayar paling media & ongkos kirim.

Anda bisa ambil gratis linux di
http://kambing.ui.edu
http://www.ubuntu.com

anda bisa membeli DVD / CD-nya di
   *  http://juragan.kambing.ui.edu/
   * http://toko.baliwae.com/
   * http://www.gudanglinux.com/
   * http://www.warunglinux.com/
   * http://www.tokoku-online.com

yang lebih gila lagi anda dapat membuat sendiri linux dengan source yang tersedia di http://www.kernel.org
ilmu menggunakan & membuat linux sangat terbuka di
http://www.tldp.org
http://www.ubuntu-id.org
http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/

Banyak karya bangsa Indonesia di dunia open source yang diakui oleh dunia & menjadi contoh bagi banyak negara salah satu yang paling menonjol adalah teknologi Next Generation Network & 4G yang secara gratis bisa kita ambil di http://www.briker.org

Apakah kita perlu melakukan tindakan ekstrim, misalnya memboikot produk microsoft?

Kalau anda tahu berapa jumlah uang republik ini yang tersedot ke amerika untuk Microsoft
anda pasti akan berfikir seperti itu ..sementara rakyat Indonesia banyak yang hidup menderita,
kena lumpur, tidak bisa menyekolahkan anak dll ..

dunia komputer dipaksa untuk menyetor uang ke negara maju dalam jumlah besar .. yang sebetulnya dapat digunakan untuk kesejahteraan bangsa ini ..

Apa yang bapak harapkan dari kejadian ini?

Sebetulnya kalau kita mau berfikir skala bangsa Indonesia sebetulnya Microsoft yang membutuhkan Indonesia! bukan sebaliknya ..


Semoga kita sadar akan itu ..
Merdeka!!

Terima kasih. Jawaban Bapak akan saya olah menjadi feature dalam blog dan segera saya kirimkan linknya kepada Bapak.

Terima kasih. Salam hangat,

Mas Kopdang.

 

artikel terkait: 

Surat Pembaca: Onno W Purbo

11 Comments

  1. rame neh…. tuntut juga donk symbian & blackberry (yg monopoli os di henpon/pda phone), google & yahoo (nggak mau kasih tau algoritma searchingnya)…. kita bikin aja OS bikinan rakyat… apa bisa ya, rakyat kita masih jaman batu di dunia it

  2. Butuh sebuah pengorbanan baik semua kalangan. dengan itikad baik untuk perubahan “Change”. Sebenarnya bisa…bisa aja…apa sih yang ndak mungkin di dunia ini. Kalau kita belajar banyak tentang awal dan majunya bisnis2 dunia, pasti bisa diambil hikmahnya.
    Seperti Nokia, Sony, Samsung, banyak lagi deh ….. tinggal kita semua mau bersikap dan bersatu. Hematnya kita bisa, tapi butuh kemauan, keuletan dan sabar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s