Komentar Ane Tentang Politikana.com

Sampai sekarang ane tidak tertarik registrasi di politikana.com (http://politikana.com/). Ane pikir momentum politikana sudah lewat dengan amburadulnya pemilu, dan di sisi lain diskusi dalam politikana tak memberi pengaruh apa-apa.

Ya. Pemilu adalah klimaks perjudian politik negeri ini. Bila pemilu saja penuh dengan kericuhan dan dugaan intrik yang sulit dibuktikan, maka dunia politik negeri ini sejatinya persis apa yang dikatakan Gus Dur. Penuh dengan anak taman kanak-kanak.

Apalagi desas-desus yang beredar bahwa susunan menteri akan terdiri dari (hampir) seluruh perwakilan partai politik.

Ini jelas-jelas jualan sapi glonggongan, bukan lagi politik dagang sapi.

Dan politikana.com sekadar berwacana. Berusaha menaikkan traffic tanpa ada upaya statement “berkelas”.

Hal lain yang menurut ane kurang baik, adalah penggunaan pseudonym dari member-nya, baik yang berkomentar maupun yang menulis artikel.

Urusan politik adalah urusan serius yang rentan dengan risiko hukum. Seharusnya para “penggembira” menggunakan nama sungguhan, demi menunjukkan sikap jantan dan rasa tanggung jawab atas apa yang telah ia tulis atau ia komentari.

Ada baiknya belajar dari the huffington post.com ( http://huffingtonpost.com/) yang tetap menggunakan blogger, wartawan, dan narasumber mumpuni sebagai informasi awal, dan baru diadakan diskusi via komentar.

Karena bila tidak, postingan akan banyak berisi dugaan, komentar subyektif, debat kusir, stengah-setengah, dan kurang dapat dipertanggungjawabkan.

Bolehlah mengembangkan web 2.0, namun untuk urusan politik, sepertinya harus tetap dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan dalam setiap artikel, komentar dan diskusi.

Itu saja.

Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
https://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~

3 Comments

  1. saya bukan bermaksud membela politikana, karena saya juga jarang banget akses ke sana walau punya akun. cuma dari paparan enda waktu mengenalkan web itu, saya sepakat bahwa politik bukan cuma praktis seperti yg kita kenal (misal pemilu dan teknisnya), tapi termasuk urusan transportasi, birokrasi paspor atau ktp, dan sebagainya. kebetulan memang isu politik praktis paling digandrungi😀

  2. Walah ternyata disituh tombolnyah…😀

    Gw blom nengok politikana.com, tapi klo emang kaya gitu justru malah bisa menimbulkan konflik dan bisa bikin rusuh. Curiga komen2nya kaya di detk.com…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s