Inggris Yang Arogan

Inggris Yang Arogan: Tanggapan terhadap Artikel Gordon Brown di Harian bendera_britania-554x443Kompas Berjudul  “Pengadilan Memalukan di Burma”

 

Sejak lahir nama ane Kopdang. Suatu saat, oleh temen-temen, ane dipanggil Ganteng (entah kenapa). Lalu ketika ane sadar bahwa ane gak ganteng-ganteng amat, maka ane minta orang-orang manggil ane Kopdang saja. Karena itu memang nama ane. Tapi temen-temen ane sebagian kecil tetep manggil ane Ganteng. Padahal yang punya nama ane. Tapi ia (temen ane itu), tetap bersikukuh memanggih Ganteng buat ane, walaupun ane sudah secara resmi mengumumkan bahwa nama ane adalah kopdang.

😯

 

Temen ane itu adalah Negara Inggris. Dan Ane adalah Negeri Myanmar.

Coba deh ente baca koran Kompas pagi ini. Dalam kolom Opini (hal. 6 terbitan 13/8), Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown menulis dengan judul besar: “Pengadilan Memalukan di Burma”.

Tanpa melihat isinya, saya justru mengecam gaya arogan Inggris. Kenapa? Karena nama negara itu adalah Myanmar, bukan Burma lagi.

Burma dulu ada karena Inggris menjajah Myanmar. Burma diambil dari Burmese, suku mayoritas negeri Myanmar. Jadi bayangkan saja Inggris menamakan negeri kita dengan sebutan Indies atau Jawa.

Betapa konyolnya gaya Inggris.

😛

**

Pertanyaan lanjutan:

Untuk apa Perdana Menteri membuat pernyataan resmi di koran-koran nasional negeri Asing?

Propaganda?

Bukannya congkak bukannya sombong. Bulan Juli kemarin saya bertandang ke Myanmar selama tujuh hari. Bayangan saya tentang Myanmar yang menakutkan, penuh tank, tentara berbaris siaga, sama sekali tidak ada dan tak terbukti (ternyata).

Justru jalanan di little India yang menakjubkan, nasi biryani yang murah dan bikin kenyang, menandaskan pratta, dan suasana nyaman tak ada pencopet, perempuan jalan hingga malam adalah hal yang biasa, menunjukkan bahwa negeri Myanmar (kota Yangon) Aman.

Dan maaf, … pengemis tak ada sama sekali.

Selidik-punya selidik, gaji pegawai dan gaji rata-rata di sana tak tinggi-tinggi amat. Ak lebih dari sejuta. Hanya saja, bagi seorang Polisi dengan pangkat Kapten, misalnya, bergaji 800 ribu rupiah. Namun, untuk kesehatan, pendidikan anak-anaknya dan sembako, semuanya telah ditanggung dan dibantu oleh Pemerintah.

Yap. Internet memang susah. Kalau tidak salah baru ada CDMA dan GSM belum masuk. Motor tak boleh masuk pusat Kota Yangon. Ini justru membuat jalanan lengang (bandingkan dengan Jakarta).

Bensin dibatasi 14 liter sehari. Selebihnya, boleh beli dengan harga tanpa subsidi. Jalanan biasa-biasa saja. Semua bisa tertawa. Emonstrasi? Boleh juga.. hanya saja harus di tempat yang telah disediakan dan dimintakan izin sebelumnya.

Lalu masalahnya apa?

Yap. Semua karena China. Myanmar adalah halaman belakang Negara China. Dari Myanmar lah pasokan gas China didapat. Tanpa kehadiran China, Myanmar tak ada apa-apanya. Karena China adalah sodara tua Myanmar.

Rupanya, negeri Barat (Inggris dan Amerika), sungguh tak suka China, dan siapapun yang bergandeng tangan dengannya.

Selama mereka tak mendapatkan keuntungan yang sama.

**

Myanmar-adalah  Myanmar, yang punya kedaulatan sama dengan negeri lainnya dalam semangat Asean.

Dan Myanmar bukanlah Burma.

Brown tak perlu susah payah menulis satu-dua artikel demi mewujudkan kepentingan Inggris di sana.

Merdeka!!!

Artikel terkait:

(+) NayPyiTaw

(+) Yangon

(+) Senja di Myanmar

8 Comments

    1. maaf bung kopdang,

      saya berseberangan dengan anda. menurut saya, Junta Militer di Myanmar memang sudah melebihi batas kewajaran. based on parade.com, Myanmar Junta leader is no. 3rd worst dictators of 2008, see as follow :

      Parade’s 10 Worst Dictators of 2008
      1. Kim Jong-Il, North Korea
      2. Omar Al-Bashir, Sudan
      3. Than Shwe, Burma (Myanmar)
      4. King Abdullah, Saudi Arabia
      5. Hu Jintao, China
      6. Robert Mugabe, Zimbabwe
      7. Sayyid Ali Khamenei, Iran
      8. Pervez Musharraf, Pakistan
      9. Islam Karimov, Uzbekistan
      10. Isayas Afewerki, Eritrea

      Karena itu diperlukan perubahan besar di Myanmar, akan tetapi tampaknya Junta tetap tidak mau memberi kebebasan kepada Aung San Suu Kyi, terutama menjelang Pemilu 2010.

      menurut saya, walaupun sebenarnya Myanmar terlihat cukup makmur, tidak ada pengemis, dll, dll, akan tetapi Myanmar menyimpan potensi yang jauh lebih besar dari itu. mineral resources mereka sangat kaya. emas, minyak, dll. semuanya saat ini dikontrol oleh Pemerintah Junta.

      Sangat disayangkan, pemimpin2 besar jaman dahulu dari Myanmar, seperti U Thant (yang sempat menjabat sebagai Sekjen PBB) tidak ada yang meneruskan jejaknya.

      ps : kebetulan sahabat saya adalah WN Myanmar, dan kami sering bertukar pendapat.

      1. Berseberangan gak papa Bung.
        Tinggal kasih jembatan, kita bisa tukaran tempat.😀

        Yap. Secara obyektif, Myanmar memang terkungkung dari dunia Internasional dan pemerintahan non-demokratis junta militer sangan dominan dalam pri kehidupan masyarakatnya.

        tapi pokok tulisan saya bukan itu.
        pokok tulisannya adalah Inggris yang arogan. Tak menghormati Myanmar, dengan tetap menyebutnya Burma.

        Bung HPA menulis:
        “menurut saya, walaupun sebenarnya Myanmar terlihat cukup makmur, tidak ada pengemis, dll, dll, akan tetapi Myanmar menyimpan potensi yang jauh lebih besar dari itu. mineral resources mereka sangat kaya. emas, minyak, dll. semuanya saat ini dikontrol oleh Pemerintah Junta.”

        Yap. betul donk kalau kekayaan negara yang kontrol penguasa. Mosok yang kontrol negeri Inggris atau Amerika. Jangan-jangan karena mereka gak boleh menikmati jadi dimusuhi?

        Myanmar adalah kawan baik China. Betapa pun Inggris menekan Myanmar, selama China masih merangkul Myanmar, maka sia-sia usaha Inggris.
        Tidak jaman lagi menghukum negara lain dengan berbagai sanksi.

        Cobalah pendekatan yang lebih manusiawi dan bersahabat. Langkah pertama, hormati kedaulatan negeri itu. Sebut nama negeri itu dengan nama yang ingin negeri itu dipanggil.

        Wahai Gordon, negeri indah dimana Mandalay tersenyum merekah, adalah Myanmar. Bukan Burma.
        😀

  1. Behhh…. model commentnya kok bisa begono mas??? Keren euuu…
    masih wordpress[dot]com kah???

    Oiya, inggris mentang-mentang pernah njajah dimana-mana jadi sok tau tuh… Ini gara-gara syu khi itu bukan ya???

    1. Hehehe..
      Sampeyan belum dapat menangkap suasana batin tulisan saya, Mas..

      Sebutan dalam forum resmi, jurnal, artikel bahkan ucapan kepala negara, berbeda dengan sebutan dalam percakapan kita sehari-hari.

      Itu saja.
      🙂

      Terima kasih sudah sudi berkomentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s