Apakah Kita Cinta Negeri Ini?

Semua ada maqamnya. Ada tempatnya. Positioning, kata orang bisnis.

Tapi ada yang lebih akurat untuk hal ini: proporsional dan kontekstual.

Bila semua pihak saling berlomba-lomba lari mencapai garis finish, lantas tak ada penonton dan tak ada wasit, maka namanya bukan lagi lomba..melainkan lari dari kenyataan.

Sekarang, bahkan semua beramai-ramai mempertanyakan sikap Presiden Republik Indonesia. Entah kenapa semenjak Presiden RI ketiga BJ Habibie, dilanjutkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid, kemudian Presiden Megawati Soekarno Putri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kewibawaan Presiden tak sehebat zaman Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.

Bahkan Presiden Abdurrahman Wahid yang biasa disebut Gus Dur digantikan Ibu Megawati lewat pemakzulan. Impeachment.

Sedih. Prihatin. Bangsa yang besar dan akan terus besar terancam dikerdilkan.
Energi dihabiskan untuk terus saling menyalahkan. Saling serang. Saling tidak percaya. Saling curiga.

Malaysia, Singapura dan negeri tetangga lainnya sudah melaju penuh akselerasi menuju Negara Gemah ripah loh jinawi. Sedangkan Indonesia berputar-putar seperti berada di labirin tak berujung.

Apakah ini yang dinamakan ongkos demokrasi?

Boleh saja kita menaruh curiga jangan-jangan ini adalah pengkerdilan yang disengaja. Grand design yang sistematis meluluhlantakkan sendi-sendi keguyuban bangsa. Negeri Gotong royong yang tinggal sejarah. Entah berpijak pada prinsip apa.

Saling mengejek ideologi, saling menuduh kepercayaan yang dianut, proses pri kehidupan yang makin lama-makin mereduksi kekayaan moral, bathin terlebih kekayaan alam dan sumber daya manusia Indonesia.

Bagaimana mau jadi bangsa unggul jika tak ada jiwa kebersamaan. Indonesia sudah bukan lagi Indonesia yang bersatu. Melainkan Indonesia tak bertuan yang menjadi gugusan pulau tempat tawuran. Namun, di sisi lain, negeri asing berlomba-lomba menjarah kekayaan negeri ini dan menghabiskan kantong rakyat dengan pola konsumsi yang tak tahu diri.

Bukan zamannya lagi kita terus menerus berdiam diri untuk dikerdilkan. Bangsa ini bangsa yang besar, Kawan..

Semoga, kita semakin paham di mana kita berdiri. Semakin sadar tantangan masa depan yang makin menantang, bukan lagi urusan perseorangan, kelompok tertentu, umat tertentu. Masalah kita, adalah masalah bersama. Masalah negeri nyiur melambai. Negeri subur makmur. Negeri yang terlampau lama tertidur.

Kawan, kita bangsa yang Merdeka. Bukan bangsa para koruptor. Bukan bangsa kuli. Bukan bangsa kaum fakir. Bukan bangsa terjajah. Kita adalah ANAK INDONESIA, yang memiliki kewajiban melahirkan anak-cucu penuh martabat.

Bangsa besar yang mampu bersatu, mampu menegakkan keadilan tanpa perlu mengorbankan pri kemanusiaan yang adil dan beradab.

Kita cinta diri sendiri? Cinta keluarga sendiri? Cinta kelompok sendiri? Cinta partai sendiri? Cinta umat agama sendiri? Semoga tidak!
Karena kita Cinta tumpah darah Indonesia.

Apakah Anda cinta negeri ini?

INDONESIA,
4:21:48 PM Sat, Nov 21, 2009

5 Comments

  1. makanya itu aku ga mau ikutan nyindir, ngecam, ngatain…apalagi hujat mereka yg sedang memimpin yg kini sedang ramai di ranah twitter, aku ga lebih baik dr mereka. protes & ngecam tanpa solusi juga ga berarti😉

  2. Makanya sebagai warga negara kesatuan RI yang cerdas di kehidupan bangsa dan negara, mohon ta’ at kepada Tuhan dan utusan-Nya ! Sehingga sejahtera lagi aman atas terhindarkan dari musibah akan datang sekonyong-konyong berupa malapetaka lagi bencana.

  3. Makanya sebagai warga negara kesatuan RI yang cerdas di kehidupan bangsa dan negara, mohon ta’at kepada Tuhan dan utusan-Nya ! Sehingga sejahtera lagi aman atas terhindarkan dari musibah akan datang sekonyong-konyong berupa malapetaka lagi bencana.

  4. Sengaja tanggap di ulang biar save dalam hatimu jika tidak suka hapus satu di antara dua komentar yang sama sebagai jatuh pilihan dalam hatimu, ma’ af.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s