Iklan
 

Prita, maukah kamu jadi bintang iklan rumah sakit?

Saya cuma iseng. Bayangkan bahwa sekarang perlawanan cerdas sudah darurat dibutuhkan untuk tidak memperdalam masalah.

Prita.
New york times sudah membahasnya. Kisah perlawanannya melawan omni hospital makin ramai dan tak berkesudahan.

Ada cara terbaik, yang win-win solution.
Cari saja rumah sakit mahal yang berani menjadikan Prita bintang iklan. Bayarannya cukup Rp204juta.

red cross

kotak nyawa

Prita cukup tampil dengan mengatakan:
“Rumah sakit ini, jauh lebih baik..”

Ringkas, mengena, baik, dan tidak tendensius.

Rumah sakit yang lain itu sebaiknya rumah sakit swasta skala internasional, yang mampu dan cukup cerdas memanfaatkan momen ini.

Lantas, gerakan koin untuk keadilan?
Silahkan saja tanyakan pada penggagasnya mau diapakan.

Biasanya kaum influencer, punya banyak cara kreatif, selain menarik perhatian..

😀

Iklan

6 Responses to Prita, maukah kamu jadi bintang iklan rumah sakit?

  1. papabonbon berkata:

    bener juga yah. rumah sakit yg lain kemana ? kok belum nengok prita, hehehe 🙂

  2. deshi berkata:

    Genius!jadi mbak Prita bisa bayar uang tuntutan pake duit hasil jd bintang iklan 😀

  3. Dwan berkata:

    Goblok !! ga lucu !! mudah-mudahan kmu atau keluarga kamu yang terkena musibah seperti mbak prita..jadi pengen tau kmu bisa melucu atau punya ide nulis kek gini lagi di kepalamu

    kalau mau melucu atau ngasi informasi mohon yang segar-segar bung.. jangan ngebanyol basi begini !!

  4. numpang lewat berkata:

    mas kopdang, yang namanya komunikasi yg bener tu maksud dan isi pesan si penyampai pesan bisa diserap oleh si penerima pesan tanpa distorsi.

    kalau terjadi distorsi, maka letak kesalahan pertama adalah pada penyampai pesan.

    bukannya anda meminta maaf pada dwan, anda malah berbalik menyalahkan orang yg anda anggap salah. ini nggak adil.

    maaf saya sok ngajarin. mestinya kata pertama anda dalam membalas dwan itu adalah “maaf”, selanjutnya silahkan sampaikan dengan tepat. biarlah orang lain bilang anda “goblok”, itu buat introspeksi anda saja. tapi anda dinilai pengunjung bukan dari komentar orang lain, melainkan dari kedewasaan anda merespon.

    empati kudu terasah dalam mengetik, terutama dalam hal penderitaan yang dialami orang lain.

    ngemeng2, empati itu bagian dari kedewasaan juga, loh, mas kopdang.

  5. tehsruput berkata:

    semoga kita bertambah dewasa dalam menyikapi suatu permasalahan …
    gak nyambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: