Keluh Kesah Pegawai Swasta

Ia menyebut dirinya “Rain” (21th), ingin berbagi sbb:

permisi…
sekedar berbagi sedikit mengenai apa yang terjadi pada saya saat ini..
saya seorang karyawan swasta yang baru sekitar 4 bulan bekerja di salah satu perusahaan swasta terkemuka di Indonesia yang bertaraf internasional..
umur saya baru 21 tahun dan sangat bersyukur ketika mendapat panggilan kerja dari perusahaan disaat saya baru satu bulan diwisuda..sungguh peluang yang baik untuk menjauh dari label “Sarjana Pengangguran”..

Pada awalnya saya bercita-cita ingin jadi PNS yang merupakan profesi favorit di lingkungan tempat tinggal saya, tetapi ternyata keinginan untuk bisa hidup mandiri telah mengalahkan harapan awal saya sehingga ketika ada kesempatan dari perusahaan swasta maka tanpa berpikir panjang saya langsung memanfaatkannya..

Bahkan ketika ada lowongan CPNS, saya sama sekali tidak mencuri-curi kesempatan untuk berebut kursi panas PNS..

Namun akhir-akhir ini saya merasa jenuh dengan pekerjaan saya sekarang ini, hal ini disebabkan berbagai alasan antara lain jam kerja yang “LUAR BIASA”, suasana kerja yang penuh tekanan dan sikap rekan-rekan kerja yang saling menjatuhkan dan masih banyak lagi yang lainnya, sungguh menyebalkan…
kadang-kadang saya merasa iri dengan teman-teman yang baru terangkat jadi PNS, walaupun gaji mereka lebih kecil dari gaji saya tapi waktu mereka untuk berkumpul dengan keluarga, pacar, dan waktu santai sering membuat saya ingin teriak sekencang-kencangnya..

Dilain sisi timbul perasaan dilema dibenak saya, bertahan di Swasta atau memilih PNS..

Masalahnya gaji yang saya peroleh sekarang sudah lebih dari cukup bahkan untuk seorang bujang seperti saya, kemudian untuk beralih ke PNS tentunya bukan hal yang mudah karena harus mengikuti prosedur yang berbelit-belit, blum lagi tradisi uang pelicin dalam setiap perekrutan CPNS ( teman saya sudah mengakui keberhasilannya diCPNS karena “DUIT” ).. sungguh dunia yang kejam, apalagi seperti yang saya alami sekarang..
ingin rasanya kembali ke masa-masa kuliah yang penuh keceriaan, kebersamaan, dan suka cita tanpa harus pusing dengan dunia kerja…

ini pengalaman singkat saya, yang mungkin bisa jadi bahan renungan dan referensi bagi teman-teman terutama bagi calon2 sarjana yang akan menghadapi dunia kerja untuk dapat memilih langkah selanjutnya..

terakhir saya mengharapkan masukan dari teman-teman mengenai tulisan saya ini..

Terima kasih,
Good Luck..

##
Mas kopdang:
Luar biasa. Sepertinya bukan hanya Rain yang punya problema mirip atau bahkan sama terkait situasi lingkungan di tempat kerja.

Ada komentar dari teman-teman?

3 Comments

  1. saya 21 tahun. dan saya PNS. dan saya tinggal di Jakarta, sementara keluarga saya tinggal di semarang.
    setiap pulang kerja jam 5 sore saya harus segera terbirit2 ke kampus karena saya masih harus melanjutkan studi (saya belom sarjana lho mas, ya gara2 jadi PNS ini). pulang kuliah balik lagi ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan yg ditinggal jam 5 tadi. minimal pulang ke rumah jam 10 malem.

    gak jauh beda kan? disyukuri saja apa yg sudah dicapai, ndak selamanya jadi PNS itu enak dan nggak ada kerjaan. eniwe, biaya yg saya keluarkan dalam rangka menjadi PNS cuma 100ribu saja kok, untuk beli formulir dan biaya ujian masuk sekolah tinggi a******** negara.🙂

  2. kok tidak ada yg comment??

    memang para calon sarjana, hendaknya segera membuat pandangan ke depan untuk mengambil langkah selanjutnya dalam memasuki dunia kerja.

    membuat keputusan dan mengambil pilihan agar tidak salah langkah, mensyukuri apa yang sudah diperoleh tentu harus dilakukan.

    tetapi alangkah baiknya klo masing2 para calon sarjana sudah mengetahui hendak bekerja dimana dan berprofesi di lingkungan seperti apa.

    pilihan kita membentuk masa depan kita walo dalam beberapa kasus terdesak oleh keadaan ‘sulit mendapat pekerjaan’ membuat kita menggadaikan apa yng menjadi tujuan semula, menerima pekerjaaan apapun asalkan bisa kerja aja udah syukur.

    tapi eniwei, dari pengalaman saya menentukan tujuan awal is a must. biar bingung melangkah.

  3. Kayaknya nasib pekerja swasta di manapun sama ya mas..

    Saya juga merasa kerja di perusahaan sy spt robot mas, ga pernah kenal waktu, kenal lingkungan rumah, apalagi sama keluarga..

    oh ya, kebetulan sy ini marketing mas, saya sdh kerja selama 17 tahun di tpt kerja sy ini, tapi yg sy dilemakan selama ini, yaitu gaji mas, rasanya mau nangis sekencang2nya apabila saat habis bln tiba, selalu kecewa & kecewa, mungkin kalo mo jujur, gaji sy sama tukang ojegpun pasti kalah banyak mas..

    saya sedih, ternyata kerja dgn jabatan lumayan blm tentu membawa kenikmatan, bersyukurlah buat mas.. teruskan bekerja, mumpung msh sendir, jgn sampai bernasib seperti sy mas… pilu banget deh rasanya, dunia ga ada indah2nya… pahit & getir sangat terasa…

    from :
    Blackdays10@twitter

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s