Kepergian dan Makna Kesehatan

sehat

a way to a healthy life

Apa makna di balik kepergian?

Kemarin Michael D Ruslim, Presdir Astra tiada. Usianya baru 56th. Lantas saya teringat juga dengan mBah Surip yang beberapa waktu yg lalu telah tiada. Mereka memiliki persamaan: “Meninggal saat di puncak karir”. Saya menulis status itu di twitter. Ouw, rupanya banyak yang me-retweet (RT), seperti yg dilakukan @beritalifestyle -nya okezone.com (http://lifestyle.okezone.com/)

Beberapa saat yang lalu pun, saya mendapat kabar bahwa Mertua ndorokakung baru saja meninggal dunia. Inna lilali wa inna ilaihi Rojiun.

Lantas, mengapa kita tak sedini mungkin berhati-hati dengan kesehatan kita? Ketika pada akhirnya semua kejayaan, kemakmuran, dan segala hal keduniawian sirna-pudar-oleh ketakberdayaan kita melawan takdir.

Ya. Umur di tangan Tuhan, Namun kesehatan, ada prosentase sebagian dari kita sendiri yang menentukan. Tidur yang kurang, merokok berbungkus-bungkus, nenggak minutan asoy beralkohol, stress oleh beban pekerjaan, jarang berolah raga, dan terutama “tidak ikhlas”.. itu semua sekadar pemicu kondisi kesehatan yang tidak prima.

Sudah saatnya kita tak terlena, bahwa tubuh perlu juga untuk diperjuangkan. Jaga kesehatan, jaga pikiran dan terutama: jaga perbuatan.

😀

Iklan