8 Blogger Bicara Tentang “Dunia Berbagi”


Selamat Datang Di Dunia Berbagi

 

 

Apa yang anda bayangkan dengan dunia saat ini? Apakah sesuatu yang penuh materi, dengan sifat banal, dipenuhi pendaki karir, dan melupakan sifat yang ilahiah?

Tentu tidak salah. Berbagai aspek kehidupan menunjukkan kecenderungan itu.

Tapi apa salahnya bila berbagi adalah suatu kebutuhan. Tentu saja berbagi dalam hal yang baik-baik saja. Kalau berbagi keburukan malah nantinya kita terjerumus dalam kehidupan nerakawi. Bahaya! Hihihi..

Nah, berikut ini adalah beberapa penggalan pendapat mereka beberapa narablog tentang ngeblog. Sebuah kebiasan, pekerjaan, hobby, atau kelakuan yang bikin kecanduan? Namun yang jelas, ngeblog bagi mereka adalah suatu media untuk berbagi.

Mereka terdiri dari sosok manusia yang tak pernah tinggal diam. Jiwanya selalu gelisah. Geli-geli basah? Ah, ndak juga. Saya yakin, andaikan pun blog tak pernah diketemukan, mereka punya caranya sendiri untuk memberoikan sesen-dua sen pencerahan, baik lewat guyon, tulisan ringan, berbobot, puitis, ndakik-ndakik, hingga penuh gejolah proggresif revolusioner.. halah! Bisa jadi bila blog tak ditemukan, mereka akan menjadi vandalis yang melukis jalanan dengan tulisan indah dan penuh makna.

Selamat menikmati. Lanjutkan membaca “8 Blogger Bicara Tentang “Dunia Berbagi””

Iklan

beragam pilihan memperoleh informasi


Ada lintas berita. Ada juga bataviase. Juga tak kalah menariknya: urbanesia.

Semuanya bagusssss.

Lintas berita, adalah pengumpul informasi dunia sosial media. Sedangkan bataviase lebih sebagai perangkum di ranah media cetak. Sedangkan urbanesia, adalah pencari jejak dunia nyata via mayantara.

🙂

Tembakau Indonesia


Twitter pagi ini banyak membahas tentang Muhammadiyah yg mendapat bantuan Rp5miliar utk program anti-rokok dari Bloomberg.

Hasilnya, setiap pertemuan resmi ormas tersebut, kepulan asap rokok dilarang ada. Hebat bukan?

Berdasarkan data dari The Tobacco Atlas; Campaign for Tobacco-Free Kids; Bloomberg initiatives: dan Philip Morris International, Indonesia memiliki 62,1% pria merokok. Indonesia juga dikenal sebagai pasar tembakau (rokok) paling terbuka lebar untuk perusahaan-perusahaan rokok saat ini. Produsen rokok bisa beriklan di TV dan mensponsori tim olahraga (djarum kudus) serta konser (a mild live, dan konser besoaar lainnya).

Perjuangan anti tembakau saat ini memili pendana besar yaitu Bloomberg/Gates. Sudah 178 grant senilai $125juta atau setara Rp1,2trilyun di 38 negara di Indonesia.

Hal yang menarik adalah dari Indonesia, penerima grant adalah seorang gadis manis, berkaca mata, masih 25 tahun, berjilbab, lulusan fakultas hukum bernama Dina Kania. (@kunelz). Sayang, twitternya tidak digunakan dengan optimal.

Ia datang seorang diri ke rapat tahunan Altria, produsen rokok terbesar dunia untuk menyatakan kekhawatirannya pada Camilleri, CEO Philip Morris, si produsen Marlboro (rokok kesukaan @ndorokakung). Ya, tentu saja ia datang bersama dengan aktivis lainnya dr seluruh belahan dunia. Aktivis yang mengenakan kain chiffon hitam dari ujung kaki hingga rambut, untuk melambangkan: ke-ma-tia-an.

Ketika Kania selesai berbicara, Camilleri mengatakan padanya bahwa semestinya ia senang perusahaan Philip Morris membeli Sampoerna karena mereka akan bersikap etis. Sedikit beralasan, karena setiap tahun, Philip Morris memberikan kesempatan kepada seluruh warga dari manapun bertanya padanya, dan CEO akan menjawabnya. Persis seperti kontes ketahanan layaknya Pansus Century. Dan dalam forum inilah Kania diberi kesempatan berbicara langsung dengan sang CEO.

Tapi apa boleh buat, Philip Morris lebih pintar. Mereka memasarkan produknya dengan dana iklan, pemasaran kreatif yang menyasar kepada perokok muda. Konser musik, kompetisi olah raga, hingga yayasan pendidikan yg memberikan beasiswa.

Tapi Kania cukup pintar, saat Alicia Keys akan manggung di Indonesia, lekas-lekas ia mengontak manajemen Keys. Maka, Kania menjadikan pihak Keys tahu keterlibatan Sampoerna dalam konsernya. Hasilnya: Penyanyi itu mengancam membatalkan konser kecuali produsen rokok itu mau mundur.

Hebat Kania!

Ps: sebagian tulisan hasil membaca sebuah artikel di Business Week edisi Mei 2009.

Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
https://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~