Hutang Bulan April


Ini adalah tulisan hutang. Supaya April tidak nihil dari postingan.

Untuk kali ini kita bicara apa?
Apakah kita hendak bicara social media? Perkara cinta? Bicara influenza? Atau bicara politik nusantara maupun mayantara.

Untuk yang pertama mungkin ada baiknya kita bicara social media. Apa ya? Apalagi kalau bukan twitter yang makin oye saja! Semua suka semua ceria!

Lihat saja bagaimana si pakar politik bisa berdebat sengit dengan wartawan junior. Atau penulis naskah film yang jujur ngaku gay bicara bonek lantas dicaci-maki tapi tetap santai saja sesantai Shania. “Santaaaai saja..”.

Itulah dunia maya. Jagad tanpa batas tergantung kecepatan koneksi dan daya pikat. Tapi yang utama: kreatifitas.

Ya. Cuma yang kreatif yang bertahan. Kreatif dalam berpolitik, dalam berbicara, kreatif dalam ngelawak. Kreatif dalam mengambil sikap.

Lihat saja @fiksimini yang menarik minat para penulis untuk memaknai kata dengan cermat. Diurai dengan penuh ketelitian. Irit huruf, kata dan tentu saja tanda baca.

Ya sudahlah.
Lebih enak cukupkan saja. Tulisan ini cuma petanda. Bukan apa-apa. Bahwa April, selain saya berulang tahun, menunggu anak kedua, juga makin aktif di mayantara. Sayangnya bukan di blog ini. Tapi di sana. Di akun twitter yang itu.

Selamat malam.
Wiken ini saya masih harus berkerja.

++

Iklan