Tewas Lagi

Lagi. Lagi dan lagi. Anak bangsa ditembaki dengan legalisasi antek teroris. Sebelumnya, saya mohon izin mengumpat: “Guoblok itu densus. Guoblok itu polisi. Guoblok itu Kapolri!”

Anak kecil, belum bisa memancing, belum bisa bawa jaring, langkah gampang: gunakan Potasium. Orang desa bilang “diportas”. Iya, diracun! Semua klepek-klepek.

Persis apa yang dilakukan densus salep 88 dengan dar-der-dor ala koboi. Membabi gak pakai buta. Cuma membabi! Ya, apa? Ada masalah? Mau dibilang teroris juga? Ah, makin guoblok aja densus!

Saya menulis dalam keadaan kesal. Lihat di tipi BHD bangga anak buahnya menghilangkan nyawa orang. Edan! Dunia macam apa ini? Lebih mending nonton Anang sang raja hoki yang dengan mulus dipelak-peluk Syahrini.

Iya, tidak semua warga setuju pelabelan teroris bisa seenaknya dicap pada setiap jidat warga. Pekerjaan intelejen pun seharusnya bukan dijadikan komoditi politik. Silahkan bunuh warga indonesia yang kamu anggap salah tapi tak perlu digembar-gemborkan.

Bunyi dalam laporan! Bukan dalam pemberitaan. Bahkan kerja sama dengan menjual informasi. Tayangan langsung via tivi.

Memangnya teroris kayak chelsea vs liverpool?

Densus 88 ke laut aje. Kesal? Tapi tulisan gak bikin hilangnya nyawa orang kan?

Payah.. Tak secuil pun rasa hormat tersemat padamu.

Terima kasih.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s