Perihal KeIndonesiaan Kita

Mungkin klise, tapi tak apalah. Berapa sih orang kaya Indonesia?

Berdasarkan survey, orang kaya Indonesia sekitar 6% dari total jumlah penduduknya. Ya kira-kira 12juta-an orang lah. Jumlah ini melebihi jumlah warga Singapura.

Jumlah penduduk Indonesia yg kaya banget?

Maksudnya adalah yg kekayaannya lebih dari 1juta USD atau di atas 9 milyar. Kira-kira ada 24000 orang. Banyak bukan? Ya lumayanlah.

Tapi ya itu, kita hanya melihat jumlah orang kaya. Padahal pendapatan per kapita kita baru 48juta pertahun alias 4 juta per bulan. Ini seperduabelas pendapatan per kapita Singapura yang mencapai 500jutaan lebih per tahun.

Perdapatan per kapita pun menjebak. Mengapa? Seperti yg diutarakan oleh Naseem Taleb dalam bukunya Black Swan, atau buku-buku yang lain seperti Outliers-nya Malcolm Gladwell bahwa ada satu dua orang bahkan ratusan yang kekayaannya di atas rata-rata. Jauh di atas rata-rata. Merek yang mendongkrak perdapatan per kapita ini.
Mereka adalah puncak dari puncak dalam teori pareto. Sekelompok orang yang menguasai hampir keseluruhan kekayaan suatu negara. Hidup seperti teratai. Musim kemarau bisa hidup di lumpur, musim penghujan bisa hidup tenang di atas permukaan air. Mereka tak kasat mata. Tidak terlalu suka popularitas. Yang penting kenyang dan happy.🙂 tidak suka main facebook, yahoo! mim, twitter, apalagi lingkedIn.

Lantas gerak roda ekonomi bangsa dimulai darimana?

Kesalahan masa lalu adalah ketika Era Soeharto meyakini sangat mengenai “trickle down effect”, yaitu kaum berpunya, apalagi konglomerat, akan menciptakan industri yang pada turunannya menciptakan lapangan kerja dan kemaslahatan umat jelata.

Preeet! Fakta membuktikan lain.

Di dalam teori manapun, termasuk sejarah, membuktikan bahwa kelas menengah adalah penghubung dan penggerak segala pri kehidupan.

Tidak kaya-tidak miskin. Tidak apolitis, tidak melulu pekerja, namun juga tidak melulu pengusaha. Mereka selalu gelisah. Intelektualitas dan kemakmuran dijadikan barang yang disegani.

Maka usaha menuju kemakmuran tidak hanya bisa dilihat secara sepenggal. Berbanggalah kita dianggap anomali dengan kemajuan di dunia maya. Penetrasi yang cukup besar oleh masyarakat, dianggap sebagai pelecut kereta intelektualitas dan kemakmuran.

Berterimakasih pada hape china, facebook dan twitter, serta RPM konten yang tak jadi, karena itulah salah satu modal pembangunan lahir batin. Lebay ya? Hihi.

Lihat, techcrunch bingung dengan kita. Koprol dibeli Yahoo!. Super swarm terjadi di dunia foursquare dan bikin bingung dunia maya tingkat dunia. Negeri dengan segala macam berita miring masih bisa muncul berita baik. Tegak.

Ekonomi kreatif yang makin cihuy. Dunia prakarya, sosial budaya yang kaya, batik yang mendunia, adalah salah satu kekayaan yang begitu berharga bagi kita.

Jangan loyo deh kayaknya. @Pandji dengan nasional.is.me sudah menggugah kita. Indonesia itu kaya, hanya saja kita belum yakin benar dengan kekayaan kita.

Mari kita bergandengan tangan. Ajak tetangga kita untuk yakin akan kemajuan bangsa. Maju dunia akhirat. Tentu saja, dengan iklim politik demokrasi yang semoga makin sehat.

Bidang pertanian masih banyak yang perlu dibenahi. Bidang pendidikan masih perlu diurus, dan terutama, kedewasaan dalam berpolitik dan berkewarganegaraan.

Bekerja, belajar, dan berdoa.

Semoga kita jaya!

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s