Apa Kabar Century?

Catat! Ini adalah tulisan dengan pendapat pribadi. Penulis tidak dalam kapasitas Pegawai Bank Indonesia.🙂

Apa kabar Century? Dengan segala daya dan upaya, judul besar kasus Century bukan lagi mengenai siapa yang patut dipersalahkan, namun akan lebih elok menjadi apa yang dapat dilakukan?

Salah satu jawabannya adalah Pengembalian asset (asset recovery). Lantas apa yang dapat dilakukan Pemerintah dan Manajemen Bank? Menelusuri aset di dalam negeri maupun di luar negeri? Bagaimana caranya? Ada yang tahu?

Sejatinya Pemerintah telah membentuk Tim Terpadu untuk melakukan penelusuran aset ini dan berupaya melakukan pengembalian aset. Salah satu caranya adalah dengan pelaksanaan Mutual Legal Assistance (MLA) yang dilakukan dan dipimpin oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dalam pelaksanaan MLA ini, Tim Terpadu telah berkoordinasi dengan lebih dari 10 negara yang diduga merupakan tempat aset-aset PT Bank Century berada dan sebagaian juga merupakan aset milik pengurus dan pemilik PT Bank Century, Tbk yang lama (Robert Tantular Cs).

Salah satu negara yang menanggapi secara positif adalah Swiss.  Tapi perlu diingat bahwa MLA pada umumnya, dan khususnya versi Swiss berjalan dalam pondasi hukum pidana, terutama adanya dugaan delik Korupsi, dimana negara yang ditempatkan dananya dapat melakukan upaya pengembalian aset apabila secara sah dan meyakinkan dan dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Negara setempat (Indonesia) para pemilik aset merupakan terpidana dan dimuat dalam amar putusan untuk pengembalian aset yang dimilikinya.

Lantas apakah Peradilan Pidana  dalam kasus PT Bank Century, Tbk telah usai? Kalau tidak salah, Pengadilan terkait dugaan Korupsi (Pengadilan in absentia) dengan terdakwa Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi telah divonis, namun mengenai apa amar putusannya, belum diketahui secara pasti. Ada yang tahu? (Kalau tidak salah masing-masing divonis 15 tahun penjara)

Di lain pihak, Manajemen Bank Century, sekarang berganti nama menjadi Bank Mutiara, juga telah melakukan beberapa upaya pengembalian aset Bank Century, misalnya dengan mengajukan turut serta dalam sengketa security asset yang  penempatan dananya  sebesar USD 156juta di Dresdner Bank (saat ini berganti menjadi LGT Bank) dengan atas nama Telltop Holding. Putusan Pengadilan Tinggi Zurich, Swiss tanggal 29 Oktober 2010 yang pada pokoknya mengabulkan permohonan penitipan dari LGT Bank (d/h Dresdner Bank) atas dana security deposit  sebesar USD156juta atas nama Telltop Holdings, Ltd. 

Masih ada babak selanjutnya di mana manajemen Bank Mutiara akan bertarung dengan Tarquin limited untuk memperebutkan aset senilai USD 156juta. Tentu saja, ada hal lain yang dapat ditempuh, misalnya melalui akta perdamaian win-win solution. Atau setidaknya untuk menghemat waktu dengan proses arbitrase. Hal tersebut disesuaikan dengan rencana divestasi Pemerintah terhadap kepemilikannya di PT Bank Century, Tbk.  Tapi apa boleh buat. Berdamai justru akan merepotkan.

Kok repot?

Ya, karena di sisi lain Pemerintah gencar menindaklanjuti kesepakatan MLA dengan Pemerintah Swiss dalam forum G to G untuk mendapatkan aset PT Bank Century, Tbk, maka setiap gerak manajemen bank seyogyanya harus seiring sejalan dengan apa yang sedang diupayakan oleh Pemerintah walau berbeda ranah medan pertempuran. Manajemen Bank Mutiara punya kewenangan penuh untuk  sekuat tenaga berjuang  mendapatkan seluruh aset yang (diklaim) dimilikinya dan tidak membaginya sepeserpun kepada Tarquin Limited.

Tapi apa boleh bikin, posisi sementara ini angin sepertinya berhembus pada pihak Tarquin. Jika hingga tanggal 2 Maret 2011 Bank Mutiara tidak mengajukan gugatan kepada Tarquin Limited, otomatis aset sebesar USD 156juta akan diserahkan kepada Tarquin, mengingat bahwa Tarquin Limited hingga saat ini memilik hak gadai atas security asset tersebut. Namun jangan berkecil hati, dengan penggunaan Hukum Inggris apabila dapat dibuktikan bahwa ada itikad tidak baik antara Tarquin Limited dan Telltop terhadap asset itu (dugaan hubungan entitas bisnis di antara keduanya), maka aset dapat diberikan kepada Bank Mutiara.

Semoga..

Eh iya, apa ya yang sedang dilakukan anggota DPR?

Mungkin mereka sedang melobbi Kantor Akuntan Publik mana yang sanggup melakukan forensic audit PT Bank Century, Tbk semenjak periode 2000-an hingga sekarang. Semoga saja, ini melalui tender yang benar, walaupun sejatinya pelaksanaan audit ini mubazir dan mengada-ada mengingat telah dilakukan oleh BPK, Bank Indonesia dan ieternal bank.

Bagi saya ni sekadar tata cara penundaan yang dianggap sebagian anggota DPR elegan, walau tak perlu dan hanya menghambur-hamburkan uang negara.

Demikian.

🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s