merokok, brainstorming, crowdsoucing atau mediaide


http://mashable.com/2011/08/25/dell-brand-suggestion-box/

coba deh kamu baca tulisan yg link-nya aku tulis di atas.

inspirasi, ide, untuk terus berkembang itu, terutama ide yang baik, adalah sesuatu yang lumrah, namun yang tidak lumrah adalah bagaimana orang-orang berusaha dengan sekuat daya upaya menciptakan ide tersebut.

hal ini aku alami sendiri setelah beberapa minggu ini coba ikut berperan menjadi kontributor peneroka.com yang mana setiap harinya aku berusaha menulis di situs tersebut berupa tulisan feature dan susahnya minta ampun walaupun hanya 5 -7 paragrap panjangnya.

orang jaman dulu, pake alesan cari ilham dengan merokok, ngelamun, atau apapun itu yang sekiranya dapat memunculkan ide tulisan atau ide karya lainnya.

kayaknya sih itu uda enggak jaman ya?

sekarang orang mengumpulkan ide dengan menampung ide ide tersebut secara apik dan terkelola dengan baik. mirip kotak suara, bedanya ini merupakan sumbang saran yang dapat ditindaklanjuti menjadi karya.

kalau seno gumira ajidarma sih enak. dia bilang bahkan daun jatuh pun bisa menjadi kalimat dan jika dikembangkan malah bisa jadi cerpen. jika ada kemauan yang kuat, berawal dari melihat daun jatuh bisa jadi novel!

tapi itu kan dia, yang idenya mungkin segudang.

bagi saya melihatnpercakapan ringan, tayangan iklan, melihat wajah orang lalu lalang bisa memanggil ide untuk muncul.

namun masih terasa sulit untuk mengubah banyaknya ide untuk dikembangkan menjadi karya yang “sesuatu” dan butuh energi serta kesabaran yg luar biasa.

Sent from my iPad

Iklan

Moral Hazard Penjaminan LPS


LPS muncul menjamin simpanan masyarakat. Walau tidak terapkan blanket guarantee moral hazard masih saja membayangi manakala fee yang dibebankan pada masing-masing bank tidak berdasarkan pada faktor risiko.

Idealnya fee atau sebutlah asuransi bagi dana pihak ketiga yang dikelola nasabah, harus diperhitungkan seperti asuransi pada umumnya, yaitu dengan logika bahwa bank yang sehat akan membayar fee lebih kecil, mempertimbangkan faktor risiko bank tersebut bermasalah lebih kecil.

Jika bank kecil dengan peer group kelas anak bawang dibebankan fee yang lebih besar, apakah tidak memberatkan bank tersebut?

tidak!

setiap bank harus berjuang untuk meningkatkan kinerjanya dan terus menumbuhkan rasa percaya bagi nasabah sehingga faktor risiko berdasarkan tingkat kesehatan bank dapat diperbaiki. setiap bank bergulat dengan nasibnya sendiri.

Tentu saja ini masih terkendala dengan monopoli data tingkat kesehatan bank yang hanya dimiliki oleh Bank Indonesia selaku otoritas perbankan. Rahasia? Ya. Akan jauh lebih mulia jika ada koordinasi dan perjanjian NDC antara BI dan LPs mengenai tingkat kesehatan bank sehingga LPS dapat secara cermat dan akurat memberikan nilai fee atas simpanan masyarakat pada masing-masing bank.

Untungnya hingga saat ini bank yang dikategorikan too big to be fail, dan memiliki dampak signifikan jika bermasalah masih “terkesan” adem ayem. Mereka rela nilai rapot bagusnya disamaratakan dengan bank kecil yang masih dengan gaya lama, manajemen kuno, asas kekeluargaan dan berisiko tinggi.

apalagi jika menengok keberadaan BPR (rural bank), yang seakan-akan memiliki suatu jaminan bahwa apapun kejadiannya, dana simpanan masyarakat akan dijamin LPs selama bunga simpanan dan jumlah simpanan sesuai ketentuan LPS.

Ini sama saja antara perokok dan pria yang hidup sehat membayar nilai polis yang sama.

Perlu ada keberanian untuk mengubah cara ini.

Sent from my iPad

Apakah Rekrutmen Bank Indonesia Sudah Baik?


APa pendapat kamu?

Ini pendapat saya, sebagai salah satu otokritik:
1. Pada dasarnya sudah baik dengan mengumumkan penerimaan karyawan melalui media nasional sehingga secara luas dan tbuka lebar dapat diikuti semua pihak.
2. Penggunaan media online dan tes online masih perlu diperbaiki, terutama kesiapan dari penyelenggara pihak ketiga atau vendor.
3. Proses yang cukup lama dari pengumuman hpenerimaan hingga tahap akhir sejak Oktober 2010 hingga Agustus 2011 (10 bulan) sangat menyita energi.
4. Pengumuman tahap akhir dengan memasukkan nomor pendaftaran tidak menyiratkan keterbukaan secara menyeluruh. Belum 100% transparan.

Demikian.
Bagaimana pendapat kamu?

Sent from my iPad

Lomba Foto Bank Indonesia


Hadiah pemenang pertama 10juta!

Kriteria Lomba Foto Bank Indonesia

  1. Lomba terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (gratis).
  2. Setiap peserta dapat menyerahkan foto cetak warna atau hitam putih hasil karya sendiri dengan ukuran sisi terpendek 20 cm dan sisi terpanjang maksimal 30 cm, jumlah foto yang diserahkan tidak dibatasi.
  3. Foto belum pernah memenangkan lomba di berbagai event sebelumnya. Panitia berhak menggugurkan pemenang apabila terbukti foto pernah menjadi pemenang dan kepada yang bersangkutan diwajibkan mengembalikan seluruh hadiahnya kepada panitia.
  4. Pada sisi belakang setiap foto agar ditempelkan kertas dengan informasi sebagai berikut:
  • judul foto
  • nama peserta dan nomor identitas (KTP/SIM)
  • nomor telp dan/atau HP
  • alamat email (jika ada)
  1.  Olah digital sewajarnya diperbolehkan, namun bukan merupakan penggabungan foto dan/atau HDR.
  2. Foto yang dikirimkan tidak diperkenankan mengandung unsur provokatif,pornografi dan SARA. Panitia berhak untuk mendiskualifikasikan file foto yang dianggap mengandung unsur-unsur tersebut.
  3. Panitia tidak bertanggung jawab terhadap adanya tuntutan pihak lain ataspenggunaan fasilitas, lokasi, model, dan obyek lainnya dalam foto yang dikirimkan.
  4. Foto diterima paling lambat 22 Agustus 2011, pukul 13.00 WIB di sekretariat panitia¬†dengan alamat:¬†Sdri. Evi ElizaBank Indonesia (DINT/PTLN) –¬†Menara Sjafruddin Prawiranegara lantai 4¬†Jl. MH. Thamrin No.2 Jakarta Pusat 10350.Telp.021-3818294
  5. Pemenang akan diumumkan pada bulan September 2011 di website Bank Indonesiadan berbagai media komunitas fotografi. Pemenang wajib menunjukkan identitas diri yang masih berlaku dan menyerahkan file hires atau negative film.
  6. Hadiah sudah termasuk kompensasi atas penggunaan foto-foto pemenang apabilafoto tersebut digunakan untuk kepentingan Bank Indonesia. Pemenang dapatmengkomersialkan hasil karyanya kembali setelah 2 tahun dari pengumumanpemenang lomba ini.
  7.  Keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  8. Dengan mengikuti lomba foto ini, peserta telah memahami dan menyetujui segalahak dan kewajibannya.
  9. Informasi lomba Sdr. Dedy Sutardi HP. 0878-76901942

Informasi ini juga dapat dilihat pada situs Bank Indonesia

(http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Berita/lomba_foto_bi_hutri_66.htm)