Psikologis Suasana Kerja

Beberapa hari yang lalu, saya tidak masuk kerja selama 4 hari. Sakit. Faringitis akut dan gejala tipes, kata dua dokter yang memeriksa kondisi kesehatan saya.

Baru senin kemarin saya masuk. Tak diduga, beberapa karyawan lain juga ternyata sakit. Saya jadi bertanya-tanya, apakah kondisi fisik sangat dipengaruhi beban pekerjaan dan banyaknya pikiran yang berkecamuk?

Untuk sementara ini saya duga: Yes.

Berpikir sebetulnya menguras energi yang cukup banyak. Apalagi jika ditambah beban pekerjaan yang setiap hari bukannya berkurang, melainkan semakin bertumpuk. Stress? Belum sejauh itu tapi akan menuju ke arah sana.

Kesehatan itu Penting.

Katena terkalu penting, terkadang malah tidak dihayati. Beban pekerjaan yang menumpuk, jam kerja yang berlebihan, terlambat makan, kurang minum, posisi duduk yang salah, suasana kerja yang kurang menyenangkan bisa menjadi pemicu dan faktor utama seorang karyawan banyak pikiran.

Maka dari itu, sepertinya kita harus menata ulang cara kerja kita agar lebih efektif. Juga menghilangkan kebiasaan buruk untuk habiskan waktu untuk mengobrol dan diobrol.

Suasana kerja harus dibuat sedemikian rupa sehingga para karyawan betah. Jangan lupa persoalan sosial yang berkecamuk. sistem promosi dan mutasi dapat menimbulkan perpecahan jika tidak dilakukan secara hati hati.

mirip pahala dan dosa.
karyawab bagus, beri penghargaan. karyawan rusuh, ya kenakan sanksi saja. mudah bukan?

Sent from my iPad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s