demo buruh


apa itu demo? kenapa buruh mesti demo jika yang mereka cari adalah kesejahteraan? buruh kasar hanya memiliki skill terbatas. tidak banyak. hanya ala kadarnya. tapi kesungguhan dan kinerjanya bisa dikatakan powerful.  nasib? nah ini dia. dari dulu pos kota sudah membahasnya.

demo buruh apalagi dengan aksi mogok, dapat disederhanakan sebagai “unjuk rasa” atas situasi yang ada. demo sebenernya adalah kebuntuan atas aspirasi yang seharusnya disampaikan melalui kanal manajemen. lewat atasan, lewat mandor atau lewat bagian personalia.

lantas mengapa terjadi?

satu hal yang perlu disampaikan bahwa aksi mogok bukan saja hanya terjadi di negeri indonesia atau negeri dunia ketiga. juga berlaku di negeri pertama. aksi mogok pekerja bandara di prancis, atau aksi mogok para penulis naskah di hollywood, dan masih banyak lagi aksi mogok lainnya.

aksi mogok seharusnya segera ditangkap oleh pemerintah. mereka hrus bergerak, karena aksi mogok intinya caper. cari perhatian. minta diurus, minta ada pihak lain yang mengurusi nasib mereka juga. pemerintah sudah semestinya tanggap. memiliki keberpihakan.

entahlah apa kerja partai buruh jika bukan di musim pemilu. seharusnya partai politik menjaga dan mengawal kepentingan konstituennya. ada celah politis, sekaligus menambah kans. toh simbiosis mutualisme. partai butuh suara, masyarakat butuh didengar.

buruh ada di posisi yang lemah.

zaman hedonis, penuh dengan keperluan materialis, maka buruh yang tidak memiliki modal akan selalu dinomorduakan. tugas dari pemerintah untuk berpihak pada mereka. bukan berarti menekan pengusaha. bukan. tapi fairness. cukup junjung tinggi itu.

dari putaran roda ekonomi aksi mogok itu merugi. pengusaha rugi, buruh rugi, masyarakat rugi, jalanan macet, roda kegiatan terhenti, walau sejenak.

tapi itu memang salah satu manusia terus menjalani sisi kemanusiaannya. kehidupan harus jalan terus. buruh harus menghidupi keluarga. pengusaha juga. tapi intinya: semua ingin sejahtera.

penindasan belum sampai ada, tapi jika kesejahteraan karyawan ditekan sedemikian rupa. ya salam.

revolusi dimulai di meja makan. tapi berakhirnya peradaban karena warga yang tak lagi kerasan.

Iklan