Bulan Puasa

Seberapa sering puasa hadir dalam kehidupan kita? puasa ramadan, tentu saja. Setiap tahun. sebulan penuh. Karena puasa adalah kewajiban.

lantas bagaimana dengan puasa dalam artian lain. menahan sesuatu. tidak hanya soal menahan sesuatu dari makan-minum namun juga kepada keinginan-keinginan printilan yang menghiasi keseharian kita. Misalnya saja perlukah kita memiliki sepatu sedemikian banyak. baiklah. tidak banyak. hanya beberapa.  dua pasang untuk kerja, dua pasang untuk olahraga, sepasang untuk santai, satu lagi untuk renang. wajar? masih wajar sepertinya. bagi sebagian dari kita.

bagaimana dengan tas. sedemikian banyak tas kita miliki. untuk kerja saja ada lima. untuk berpergian tiga. untuk jalan-jalan empat. untuk arisan sepuluh. ah masa sih segitunya? fakta berbicara.

sisi material yang mulai mendarah daging dalam kehidupan, memang agak mencemaskan. jika kita tilik dari sisi kewajaran karena fungsi, bisa jadi begitu banyak alasan pembenaran. karena menyesuaikan lingkungan. karena kepraktisan. karena keindahan. karena saya mampu. karena tas adalah bagian dari syarat tampil prima.

koleksi. ini bisa jadi menjadi alasan utama pembenaran. karena koleksi duduk manis bersama hobi. jika sudah hobi maka perlu disematkan kata wajar. yang berlebihan menjadi kewajaran. yang kemahalan menjadi untuk dan atas nama hobi sebagai sesuatu yang patut dimiliki. kepuasan batin.

jadi ini soal refleksi sebetulnya. kemarin saya menghitung kaos oblong saya sudah berjejalan dalam lemari. satu-dua-tiga-blablabla.. delapan belas! padahal kaos oblong itu kaos oblong yang bukan untuk tidur. itu kaos oblong jalan-jalan. lain lagi dengan kaos oblong yang enak buat diajak bobo. untungnya celana jins saya cuma dua. itupun yang satu tak tahu rimbanya. hilang ditelan tumpukan cucian.

bagaimana dengan cd? nah ini juga penyakit lainnya. saya begitu kalap untuk soal cd musik. duta suara begitu bahagia jika saya datang. satu-dua, tidak. ada 4 dus. ini belum termasuk saya membeli secara daring dengan mengunduh musik di iTunes.

masih ada hal lain? yap. buku. begitu banyak buku yang terbeli namun sempat tersentuh. Selalu membayangkan hal-hal menyenangkan yang dapat dilalui bersama buku  ketika tangan saya menimang buku, membaca ringkasan sampul belakang dan mencermati harganya. mahal tapi berilmu. ilmu tiada batasnya. beli saja. kan enak bisa sembari tidur-tiduran. kenyataannya: bahkan masih dengan sampul plastik. bukan sampul plastik buku dengan bandrol harga lho ya. tapi dengan plastik kresek gramedia atau gunung agung. bahkan dikeluarkan dari itu pun belum.

__

memang soal kebutuhan manusia [patut diperjuangkan. singkatnya sandang, pangan, papan. bekerja untuk beli beras sudah begitu jarang terdengar. gaji itu buat ke salon, beli pulsa, tagihan cicilan gawai, bensin non-subsidi, cicilan mobil, belikan kerudung, belikan kosmetik, dan apalagi? isi sendiri.

seberapa tinggikah kita pada standar hidup. makan di warteg dengan fine dining tentu saja beda. soal selera. soal harga. soal prioritas. makan abuba, holycow, outback tentu saja beda. pizza hut, dominos, express, atau pizza e bira tentu juga beda. bahkan soal gawai dari evercross, mito, xiaomi, oppo, samsung, nokia, hingga iphone. ini semua ada rupa dan harga.

__

sandang pangan papan.

pendidikan bagaimana? pendidikan swasta. apakah juga sebuah tindakan yang berlebihan? untuk menulis hal ini saya agak malas. mungkin Anda bisa membrikan tambahan. Silakan.

 

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s