whatsapp

dulu bbm grup yang begitu dominan sebagai media jejaring pertemanan. teman smp, sma, kuliah, sepermainan, klab hobi kumpul dalam bbm grup ini. kira-kira sejak 2008 hingga 2012. lantas berangsur-angsur seiring semakin mudahnya akses internet, murah, lancar dan menjamurnya gawai layar sentuh yang didominasi sistem operasi android maka aplikasi whatsapp menggantikan bbm grup ini.

bb tinggal kenangan. whatsapp lebih menjanjikan. ringan dan mudah. apalagi terintegrasi dengan nomor gawai kita.

seperti biasa, bahasa lisan, kebiasaan kongkow dan senang bercanda terakomodir hampir sempurna dengan whatsapp ini. akhirnya, semua grup pindah ke whatsapp.

cetang cetung tiada henti.

apalagi jika seluruh grup aktip. teman sepermainan bawel. temen alumni kuliah apalagi. belum teman rekan kerja. kalau terus diladeni kita tiada henti merespon setiap notifikasi.

bagaimana kita harus menyikapinya? klise: perlakukan dengan bijak. padahal ya itu tadi, sembari tidur-tiduran kita dapat melepas rindu. sembari di kamar mandi kita bisa ketawa-ketiwi. dunia.. oh dunia. kapan lagi kamu berhenti menebar racun dunia.

jika kita anggap sarana ini adalah ajang silaturahmi, maka whatsapp menjadi sesuatu yang begitu membantu. namun tentu saja, noise yang ditimbulkan dapat mengganggu ritme kerja, ritme bercengkrama secara langsung.

mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

tapi apa boleh buat, demikian adanya.

salam cetang cetung
kopdang.
yang baru saja dipaksa masuk grup whatsapp jaman kuliah. šŸ˜

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s