orang bank

jadi orang bank itu sepertinya menyenangkan. rapi, wangi, murah senyum dan “dekat” dengan uang.

maka ndak aneh jika sebagian anak muda lulusan kinyis-kinyis perguruan tinggi negeri maupun suwasta menginginkan icip-icip menjadi orang bank.

kaum pria berdasi dan wangi. necis lagi!
kaum perempuan dengan polesan wajah yang aduhai dahsyatnya.

tapi jika hanya menampilkan tampilan luar memang seperti itu. menyenangkan. padahal dibalik keindahan orang bank terdapat potensi yang besar untuk pelan-pelan masuk dalam terali penjara.

amanah. uang.

dua kata yang sensitif.
melebihi sensitifitas puncak payudara jelita.

perhatikan pelan-pelan undang-undang perbankan, baik syariah maupun konvensional. semua ketentuannya memiliki sanksi pidana. terutama jika kita bermain-main soal pembukuan.

susah banget.
target tinggi bank diimbangi bonusnya yang besar.
tapi mau ndak mau kejujuran harus lebih diutamakan.

lebih baik hidup aman. daripada hidup tak bisa tidur semalaman.

mengapa bisa begitu?
coba saja pelajari pasal 46 hingga 50a UU perbankan yaitu UU. No.7 tahun 1992 yang telah diubah dengan UU. No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan.

baca dulu. terus,
nanti kita lanjutkan ya diskusinya

salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s