Dering Hape

Beberapa hari yang lalu hape saya berdering di waktu jam makan siang. Saya tengok dan nomor yang tidak saya kenal. Saya diamkan. Berhenti sendiri. Lalu berdering lagi. Begitu terus berulang kali.

Esok harinya saya mengikuti sebuah rapat di pinggiran kota jakarta. Saat meeting hape saya berdering dengan nomor yang sama kemarin. Saya angkat. Ternyata yang menelpon adalah orang yang duduk dua korsi di sebelah saya.

“Oh kirain hapenya rusak. Bisa diangkat juga toh”.

Saya ndak paham maksud dia. Dia menganggap bahwa kewajiban bagi setiap insan untuk angkat telpon demi sopan santun. Saya malah lebih menjaga privasi. Jika memang hendak menghubungi saya, kenapa tidak sms dahulu dan perkenalkan diri. Sehingga jika saya tahu itu siap, saya dapat pertimbangkan untuk angkat telpon atau tidak.

Hingga saat ini saya tidak tahu nama Bapak itu.

 

salam,

 

Iklan