Blog Vs Vlog


Dahulu, ngeblog begitu menyenangkan. Menjadi platform utama dalam berbagi. Saling bertukar ide dan berkunjung ke blog sahabat.

Setelah munculnya media sosial seperti facebook dan twitter, blog mulai terpinggirkan. Alasannya sederhana: Untuk apa menulis panjang jika singkat lebih menarik?

Maka blog mulai kehilangan daya tariknya. Dari uraian panjang sudah dikalahkan oleh kultweet. Uraian singkat dikalahkan oleh update status dalam facebook atau tweet dalam twitter. Pun susah diviralkan.

Bahkan sekarang kata-kata tak semenarik meme dan gambar bergerak (GIF).  Vlog lebih sering dikunjungi. Youtube menjadi media utama. Iklan mulai bermuara kepada platform berbagi video ini.

Apakah lantas blog mati?

Seharusnya tidak. Jangan-jangan blog harus kembali menjadi uraian panang namun dengan banyak media. Dia tidak hanya uraian panjang dan dalam tentang suatu hal lewat kata-kata, melainkan juga dilengkapi dengan video, audio, dan survey jika perlu.

Misalkan dalam vlog soal wisata ke Bali. Ada kelebihan vlog dimana nuansa liputan menjadi hidup, namun tidak rinci dan ditangkap secara mantap. Dalam blog, vlog bisa secukupnya, namun nama warung makan, menu, harga, hingga peta, bisa ditampilkan dalam blog. Bukankah lebih komprehensif?

dan hemat kuota.

Hehehe.

 

Iklan