Demokrasi Kopidangdut


Demokrasi itu “menopause masyarakat barat”. Sebuah idea yang ditawarkan selepas revolusi. Sebuah istilah yang dinasbihkan Baudrillard.

 

Lalu apakah kita mau menjalankan masa-masa menopause itu? Gairah yang hilang dimakan usia?

Lanjutkan membaca “Demokrasi Kopidangdut”

Iklan

Gencar Hutang


ccccApakah kamu merasakan hal yang sama dengan saya, bahwa untuk mengajukan kartu kredit semain mudah, semakin murah dan semakin mewah?

1. mudah:

bahkan hanya dengan fotokopi identitas, dan fotokopi kartu kredit yang sudah ada di bank lain, dan mengisi aplikasi, kamu sudah dianggap memenuhi syarat, untuk selanjutnya dilakukan proses klarifikasi.

2. murah:

kartu kredit ditawarkan dengan tanpa iuran tahunan, bahkan hingga seumur hidup.

3. mewah:

sekarang, yang ditawarkan minimal platinum. betul?

inilah kecanggihan para pemasar. melihat kesempatan terakhir di tahun ini bahwasanya (jika tidak salah) pengguna kartu kredit akan dibatasi maksimal hanya 2 kartu di tahun 2013, maka berlomba-lombalah dibuat 3 hal tadi. mudah, murah dan mewah.

ada yg berani menampik?

Kapurung Karo Edy


Maaf, untuk posting kali ini saya gunakan bahasa cirebon pasar. 🙂

Jadi ceritae kuh mengkenen. Isun ditugasnang ning sulawesi, tepate sih ning Makassar. eh beli ding, dudu Makassar. Masih adoh sing Makassar. Ari beli salah sih aran kotae kuh Palopo. Nah ning kana makanan khase dudu nasi jamblang. Arane apa ya, isun rada kelalen. Nasi lengko tah? dudu. empal gentong? dudu.

Oh iya, arane kapurung. isie kaya lem. kiyen sih jare isun sih gampang pisan gawee. tingal aci dipai bayem karo terong, garem, karo pecin. Tapi ternyata beda. kuwen digawe e sing sagu. tapi rasae sih pada bae karo lem glukol. 😛

Nah, sing rada kaget kuh pas isun dolan eh, ternyata ana wong tuwa, logate logat wong cerbon. Pas ditakon aslie wong endi, deweke njawab: cerbon! kita wong pancuran. DUAR!! padahal isun kan pas ning cerbon suwe ning kedawung karo cangkring siji..

palopo kuh 8 jam sing makassar, lah bisa bisae nemu wong cerbon kesasar nih kampung palopo. ya wis, kaya sedulur bae, isun langsung dipai minum, teh, anak wadone.. eh beli ding. minum karo jaburan bae.

jadi ceritae kuh, Pak Edy pengsiyunan pulisi. deweke wis pindah ning sulawesi awit tahun 63. hahaha! terus tugas ning palopo, makassar, pokoke mah pindah pindah. terus kepincut nokayu asli palopo, ya wis… kawin.

la lah, beli disangka pisan. deweke seneng udubilah. pas arep dipoto deweke beli gelem. dikira isun kuh beli gelem kenapa, eh ternyata deweke arepan salin dikit. kayae sih klambi lebaran sing dinggo. hihihi.

cekrek!

Segera Hapus akun Twitter Anda!


ini serius. Dijamin kehidupan anda akan normal lagi. Tidur teratur, keluarga mendapat perhatian lagi, dan terutama menjaga kesehatan jiwa dan raga.

Dahulu facebook bikin masalah, lantas group BBM, lantas twitter.

Saya punya akun twitter lebih dari lima soalnya.

Semua saya lepas semua. Enggak diutak-atik lagi hingga detik ini. Hidup serasa di surga.

🙂

Berani Kopidangdut


Jadilah pemberani.

Berani tidak ada batasnya seperti kejujuran. Karena jalan lurus takkan berujung. Berani dan jujur butuh energi sangat tinggi.

Jadilah penjilat.

Jadi penjilat itu enak, membual sedikit, rendahkan diri dan buat senang orang lain, maka kamu layak mendapat apa yang kamu inginkan. Mirip kamu ngambil jalan pintas saat berkendara. Saat selamat kamu merasa benar, padahal kamu melanggar peraturan dan menyebabkan banyak pengendara lain kerepotan. JIka kamu mau jadi penjilat silakan. Toh kesuksesan, kegagalan, semua ada di pundak kamu. Tuhan akan membiarkan. Kecuali kamu disyanag, belum apa-apa sudah ditegur dengan berbagai cobaan.

Jadilah orang jujur.

Honesty is the best solution.

Jika kamu sudah mentok, maka ambil jalan kejujuran saja. Dimarahi ya enggak papa. itu memang risiko yang akhirnya ditanggung. Tapi hati kamu tetap semulia intan. Kamu akan selamat secara batin. Kamu orang merdeka sesuai dengan cita-cita Bapak Bangsa.

Jangan malu dengan kenyataan. Jadilah manusia apa adanya. Jika kamu bercita-cita jadi dewa ya silakan. Bicara yang mengawang-awang. Bicara mengenai hal-hal mulia tanpa kerja nyata.

Berani. Berani dan berani.

Hidup sekali, lalu mati.

Jadi suami harus berani. Jadi lelaki harus berani. Jadi karyawan harus berani. Jadi buruh harus berani. Jadi bos apalagi. Jadi pemimpin apalagi.

Khusus bagi kamu yang merasa memimpin sesuatu, apalagi sebuah negeri yang seharusnya gemah ripah loh jinawi cuma ada satu kalimat:

“Berani atau banci”..

Bank Indonesia di Persimpangan Jalan


Saya kerja di Bank Indonesia. Gede, sayang enggak ada ATM-nya. 🙂

Persimpangan jalan? Iya, karena BI akan disunat dengan melepaskan kewenangan pengawasan perbankan yang siap-siap dilebur bersama Bapepam-LK untuk mengawasi lembaga keuangan bank dan non bank, yang meliputi industri asuransi, bank, pasar modal, hingga pasar becek semacam perusahaan leasing.

Central Banker yang akan Menjadi Ojekers.

Bagi saya, status central banker begitu membanggakan. Central Banker itu bergengsi. Apa buktinya? ya buktinya saya, yang merasa (terlalu) bangga dengan ke-central banker-an saya. Sayang-seribu sayang status ini harus dilepas. Pengawas bank diharapkan bergabung dengan OJK, otoritas jasa keuangan. Siapa yang mau?

Saya? tidak mau.

Ada yang bilang Bank Indonesia itu negara dalam negara, terlalu pongah dengan menerbitkan uang yang beredar, mengatur laju inflasi, mengatur kestabilan rupiah, juga ngurusi sistem pembayaran, dan terakhir ngurusi bank. Kebanyakkan!

Ah, siapa bilang.

Jika ada bank kolaps, apa iya masalah ditimpakan pada pengawas? tentu tidak!

Pihak yang paling bertanggung jawab atas kelangsungan hidup bank adalah seluruh pengurus bank itu sendiri. mereka harus mati-matian menjaga kelangsungan usaha. Buat siapa?

Buat MASYARAKAT dong! yang rela menyisihkan uangnya untuk ditabung alih alih buat foya-foya. Uang itu lah yang selanjutnya diputar bank untuk investasi dalam bentuk kredit dan surat-surat berharga.

Bank yang benar yaitu bank yang amanah, yang tidak lupa kucing akan kumisnya. Tahu bahwa uangnya adalah hasil jerih payah masyarakat. Tahu kalau uang itu adalah uang yang harus dikembalikan saat pemilik membutuhkan. Jadi, bank harus menjadi penjaga amanah yang baik. Jika ada yang beranggapan bahwa bank berguna untuk menyalurkan kredit, tidak sepenuhnya benar. Toh, renternir pun boleh memberikan kredit.

Bank menjadi istimewa karena ia boleh menghimpun dana masyarakat.

__

Kembali ke masalah OJK. Siapa yang akan percaya pada OJK jika lembaga itu tidak jelas juntrungannya mau berjenis kelamin apa? Lelaki, waria, atau nenek nenek setengah tua?

Tarik ulur kepentingan, menjadi pangkal-ujung-pangkal-badan-ujung dan  mbuhlah *ruwet*

Otoritas Jasa Keuangan katanya dipicu oleh kegagalan Bank Indonesia dalam menata industri perbankan. Siapa bilang? Lantas mengapa Pemerintah juga ngebet banget ingin ikut dalam proses penerbitan uang rupiah? dipicu oleh apa?

Apa ndak sekalian aja fungsi “lender of the last resort” diambil pemerintah. Eh tunggu dulu pemerintah yang mana ya? Apakah bisa dibuktikan saat ini kita memiliki pemerintah, misalnya lembaga eksekutif dan legislatif yang eksis dan dihayati benar oleh warga? saya rasa tidak, dan saya semakin ragu soal ini. :p

Urusan bank itu urusan rumit namun juga mudah. Asal kompeten dan berintegritas, semuanya lancar. Sayangnya bank banyak dihuni para banker yang “greedy”, mau gampang kaya, mau terkenal, mau ikut mencicipi tampuk kekuasaan, misalnya dari Dirut jadi Menkeu lah gitu. 🙂

Bank jika dihuni para petualang yang semuanya serba numpang, ya susah deh. Bank yang benar-benar menjalankan proses intermediasi dengan menyalurkan secara konsekwen dana masyarakat untuk kepentingan masyarakat? emang ada?

Saya jadi bertanya-tanya, sebetulnya pemerintah ingin mengubah konstelasi industri perbankan dan sistem stabilitas keuangan itu atas desakan siapa?

Untuk apa sesuatu yang sedang tumbuh berjalan sesuai dengan rel-nya harus dikulik dan diutak-atik demi kepentingan sesaat.

Sesaat? iya sesaat dan sesat!

Banyak bank hanya menjadi korban mesin politik memperebutkan kue durjana bernama kekuasaan. Bank Bali, Bank century, bank global, dan bank-bank lainnya selalu bermasalah manakala pemilihan umum akan dilangsungkan.

__

Ada baiknya Bank Indonesia juga berbenah diri. Jangan terlalu asik bermasturbasi dengan teori-teori tak membumi yang diimpor dari swiss sana. Juga dengan banyakanya orang pinter yang mau sekolah, padahal cuma cari uang saku tambahan dan enak mengenyam pendidikan luar negeri. Bank Indonesia harus bekerja. Jangan hanya numpang hidup. Jadi assets dan hindari bersikap malas yang menjadikannya liabilities.

Apakah pegawai Bank Indonesia baik-baik semua? Tegas saya jawab tidak!

Namun saya yakin dan percaya, bahwa itupun sudah sangat baik dibandingkan dengan institusi lainnya yang warnanya serba abu-abu. Bukan berarti suka korupsi, tapi kekembungan menenggak minuman penuh konspirasi. (opo tho iki?).

Selamat malam,

Jika tersinggung jangan diambil hati. Cukup diambil hikmahnya saja.

Hihihihi..

Karir88: tanpa hoki, karir hanyalah mimpi?


Berdasarkan hail survey atas tulisan di sini: https://kopidangdut.org/2011/04/20/artikel-lowongan-pekerjaan/ yang ditanggapi secara jernih dan konsekuen oleh pembaca sejumlah 567 suara, terutama oleh Sdr. Maula di sini: https://kopidangdut.org/2011/04/20/artikel-lowongan-pekerjaan/#comment-27931

Ya. saya juga suka agak bingung kalau blog makin campur aduk. Makanya perlahan-lahan soal lowongan pekerjaan akan saya alihkan, termasuk tips-tips terkait karir.

Nah, kebetulan pas ada rejeki, saya coba beli lagi akun domain baru dan sekaligus jasa webhostingnya. Belum jadi sih, tapi proses buatnya boleh juga kok disambangi, jika perlu sekalian kasih komentar dan jadi anggota ya?  GRATIS!  🙂

Domain ini akan saya khsuskan sebagai forum diskusi terkait karir. Bisa dimulai pembagiannya berdasarkan kronologi seseorang: misal: Fresh Graduate, Social Climber dan terakhir Self Esteem kali ya. Ya terserah juga sih mau kasih pembagiannya bagaimana.

Atau bisa juga bikin thread khusus terkait bidang karir yang teman-teman geluti, misal: Perbankan, IT, Oil company, PNS 🙂 atau terserah lah apa lainnya.

Rencananya sih seluruhnya pakai konsep Generated User Content, yang mana isinya dari kita oleh kita dan untuk kita. Ya, mirip kaskus gitu lah. Forum. Fora, malah. Fora artinya banyak forum. Jamak.

Ya, yang penting mah eksekusi dulu deh, soal konsep bisa bareng-bareng dikembangin berdasarkan masukkan dan perkembangannya.

Siiip lah.

Oiya, ini alamat forum dimaksud, termasuk seluruh informasi terkait kesempatan lowongan kerja akan saya limpahkan ke sana.

ini alamatnya:

karir88.com

Satu lagi, ada yang bisa atau jago desain grafis gak? bikin logonya karir88 sebagai proyek baru, lucu juga kan ya? 🙂

Investasi dan Asuransi Lewat Bank.


Aku suka kalau bank menulis misalnya seperti contoh di bawah ini, dengan jelas, untuk mengedukasi masyarakat bahwa produk investasi dan asuransi itu tidak dijamin oleh lembaga penjamin dan penuh risiko.

Ini contoh dislaimer yg tercantum pada situs bank of america. http://bankofamerica.com//

Investment and insurance products:

•Are Not FDIC Insured •Are Not Bank Guaranteed •May Lose Value •Are Not Deposits •Are Not Insured by Any Federal Government Agency •Are Not a Condition to Any Banking Service or Activity

© 2011 Bank of America Corporation. All rights reserved.

FDIC itu mirip LPS kalau di sini. Pengumuman model seperti ini penting untuk mengetahui secara pasti risiko yang dihadapi masyarakat.

Hanya tabungan dan deposito yang dijamin pemerintah, itu pun tidak seluruhnya, hanya jumlah tertentu dengan ketentuan pendapatan bungan tertentu pula. Batasan ini berubah-ubah, sesuai dengan ketentuan LPS.

Produk perbankan banyak, juga termasuk produk jasa perbankan yang seolah-olah adalah murni dari bank, yang sesungguhnya hanya lah program kerjasama dengan pihak ketiga. Misal “Bancasurance, Investasi dana pendidikan dan asuransi”.

Para pemilik dana, ada baiknya berhati hati. Jangan sampai, saat untung ada diem, saat buntung anda baru sibuk kesana kemari.  ke semua pihak.

Menabung itu baik. Jauh lebih baik lagi jika untuk investasi. Namun jangan lupa: hati-hati.

🙂

Project Harta Bangsa


Berapa sih jumlah harta negeri ini yg dibawa kabur ke luar negeri? iya, misalnya harta hasil korupsi, merampok, penggelapan pajak, pidana lain dan kejahatan lainnya. Coba deh kita bayangin berapa duit itu harta keluar saat koruptor pun kabur ke Luar Negeri?

Atau bisa jadi koruptornya ada di sini, tapi hartanya? ilang entah ke mana?

Bagaimana kalau diskusi tentang semua hal itu. Kita bisa sama-sama diskusi tentang Stolen Asset Recovery initiative yang digagas World Bank, atau kerjaannya UNCAC: The UN convention against corruption, dan jangan kuatir, aku juga belum tahu itu semua, dan kita sama-sama belajar.  Juga mengenai proses penyitaan aset di luar negeri itu bagaimana/ toh kayaknya sampe negeri ini ada dan berdiri, para koruptor satu dua orang  sih masih berkeliaran dan ngumpetin duitnya di Luar Negeri. Gimana?   Tertarik dan Menantang bukan?

Kalo tertarik, komentar di sini aja ntar aku invite sesuai alamat email kamu untuk diskusi lebih lanjut dan semoga menghasilkan sesuatu.

Aku uda bikin sih blog untuk project ini. silakan tengok ke http://hartabangsa.wordpress.com/

Apalagi kalau kamu kerja di PPATK, Kementerian Hukum dan HAM, Deplu, yang punya pengetahuan tentang ini, bisa berkenan untuk berbagi ilmunya.

Sip lah. Makasih ya.

Beda Pendapat? Mari Kita Diskusikan


Bila mengemis itu diharamkan, apakah mengemis jabatan juga bagian dari yang haram itu?

Bila hal terbaik adalah sikap ramah dan senyuman, lantas mengapa terkadang kita respek pada “lawan” atau “musuh” dibandingkan kepada teman kita secara diam-diam? Karena dia lebih jujur dan bersikap ksatria?

Banyak hal yang dapat dipertanyakan, dan lebih banyak lagi yang perlu diperdebatkan. Banyak fakta yang hambar dan banyak prinsip yang diabaikan. Lalu kita sibuk mengulang ingatan, menyusun alasan dan pada akhirnya mengejar kepentingan.

Pernahkah Anda diam sejenak. Mewaktu dan membatu. Tak berproses, tak hidup barang sebentar namun juga tak mati. Bukan malas pun bukan giat. Tak melamun dan tak berpikir. Tak eling juga tak edan. Sekadar melepas kemanusiaan Anda.

Tak berperan sebagai angka Nomor Induk Pegawai, tidak berdiri sebagai suami, tidak berakting sebagai Guru. Tidak memikirkan obsesi, cita-cita, masa lalu, dan keinginan jangka pendek yang membelenggu. Biar kejujuran apa adanya, tanpa bungkus, gincu dan manipulasi semu yang meniadakan esensi kedirian kita.

Jabatan itu palsu, popularitas itu semu.

Beda Pendapat? Mari kita Diskusikan..

🙂

Apa Kabar Century?


Catat! Ini adalah tulisan dengan pendapat pribadi. Penulis tidak dalam kapasitas Pegawai Bank Indonesia. 🙂

Apa kabar Century? Dengan segala daya dan upaya, judul besar kasus Century bukan lagi mengenai siapa yang patut dipersalahkan, namun akan lebih elok menjadi apa yang dapat dilakukan?

Salah satu jawabannya adalah Pengembalian asset (asset recovery). Lantas apa yang dapat dilakukan Pemerintah dan Manajemen Bank? Menelusuri aset di dalam negeri maupun di luar negeri? Bagaimana caranya? Ada yang tahu?

Sejatinya Pemerintah telah membentuk Tim Terpadu untuk melakukan penelusuran aset ini dan berupaya melakukan pengembalian aset. Salah satu caranya adalah dengan pelaksanaan Mutual Legal Assistance (MLA) yang dilakukan dan dipimpin oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dalam pelaksanaan MLA ini, Tim Terpadu telah berkoordinasi dengan lebih dari 10 negara yang diduga merupakan tempat aset-aset PT Bank Century berada dan sebagaian juga merupakan aset milik pengurus dan pemilik PT Bank Century, Tbk yang lama (Robert Tantular Cs).

Salah satu negara yang menanggapi secara positif adalah Swiss.  Tapi perlu diingat bahwa MLA pada umumnya, dan khususnya versi Swiss berjalan dalam pondasi hukum pidana, terutama adanya dugaan delik Korupsi, dimana negara yang ditempatkan dananya dapat melakukan upaya pengembalian aset apabila secara sah dan meyakinkan dan dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Negara setempat (Indonesia) para pemilik aset merupakan terpidana dan dimuat dalam amar putusan untuk pengembalian aset yang dimilikinya.

Lantas apakah Peradilan Pidana  dalam kasus PT Bank Century, Tbk telah usai? Kalau tidak salah, Pengadilan terkait dugaan Korupsi (Pengadilan in absentia) dengan terdakwa Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi telah divonis, namun mengenai apa amar putusannya, belum diketahui secara pasti. Ada yang tahu? (Kalau tidak salah masing-masing divonis 15 tahun penjara)

Di lain pihak, Manajemen Bank Century, sekarang berganti nama menjadi Bank Mutiara, juga telah melakukan beberapa upaya pengembalian aset Bank Century, misalnya dengan mengajukan turut serta dalam sengketa security asset yang  penempatan dananya  sebesar USD 156juta di Dresdner Bank (saat ini berganti menjadi LGT Bank) dengan atas nama Telltop Holding. Putusan Pengadilan Tinggi Zurich, Swiss tanggal 29 Oktober 2010 yang pada pokoknya mengabulkan permohonan penitipan dari LGT Bank (d/h Dresdner Bank) atas dana security deposit  sebesar USD156juta atas nama Telltop Holdings, Ltd. 

Masih ada babak selanjutnya di mana manajemen Bank Mutiara akan bertarung dengan Tarquin limited untuk memperebutkan aset senilai USD 156juta. Tentu saja, ada hal lain yang dapat ditempuh, misalnya melalui akta perdamaian win-win solution. Atau setidaknya untuk menghemat waktu dengan proses arbitrase. Hal tersebut disesuaikan dengan rencana divestasi Pemerintah terhadap kepemilikannya di PT Bank Century, Tbk.  Tapi apa boleh buat. Berdamai justru akan merepotkan.

Kok repot?

Ya, karena di sisi lain Pemerintah gencar menindaklanjuti kesepakatan MLA dengan Pemerintah Swiss dalam forum G to G untuk mendapatkan aset PT Bank Century, Tbk, maka setiap gerak manajemen bank seyogyanya harus seiring sejalan dengan apa yang sedang diupayakan oleh Pemerintah walau berbeda ranah medan pertempuran. Manajemen Bank Mutiara punya kewenangan penuh untuk  sekuat tenaga berjuang  mendapatkan seluruh aset yang (diklaim) dimilikinya dan tidak membaginya sepeserpun kepada Tarquin Limited.

Tapi apa boleh bikin, posisi sementara ini angin sepertinya berhembus pada pihak Tarquin. Jika hingga tanggal 2 Maret 2011 Bank Mutiara tidak mengajukan gugatan kepada Tarquin Limited, otomatis aset sebesar USD 156juta akan diserahkan kepada Tarquin, mengingat bahwa Tarquin Limited hingga saat ini memilik hak gadai atas security asset tersebut. Namun jangan berkecil hati, dengan penggunaan Hukum Inggris apabila dapat dibuktikan bahwa ada itikad tidak baik antara Tarquin Limited dan Telltop terhadap asset itu (dugaan hubungan entitas bisnis di antara keduanya), maka aset dapat diberikan kepada Bank Mutiara.

Semoga..

Eh iya, apa ya yang sedang dilakukan anggota DPR?

Mungkin mereka sedang melobbi Kantor Akuntan Publik mana yang sanggup melakukan forensic audit PT Bank Century, Tbk semenjak periode 2000-an hingga sekarang. Semoga saja, ini melalui tender yang benar, walaupun sejatinya pelaksanaan audit ini mubazir dan mengada-ada mengingat telah dilakukan oleh BPK, Bank Indonesia dan ieternal bank.

Bagi saya ni sekadar tata cara penundaan yang dianggap sebagian anggota DPR elegan, walau tak perlu dan hanya menghambur-hamburkan uang negara.

Demikian.

🙂

Patembayan


Beberapa waktu lalu, saya coba mengamati data statistik pengunjung. Salah satu yang mengherankan saya adalah bahwa posting tentang “Patembayan” dan “Paguyuban” sangat banyak. Adapun yang saya maksud ini postingan ini: https://kopidangdut.org/2007/09/26/320/

Lantas saya jadi berpikir, jika Anda mengetik kata “patembayan” di search engine seperti google dan bing, maka yang pertama kali muncul dan di daftar paling atas adalah blog ini, maka kajian mengenai paguyuban maupun patembayan sangat sedikit.

Atau jangan-jangan Anda pun tak tahu artinya? 🙂

Paguyuban itu sejatinya ya memang seperti banyak perkumpulan di belahan Nusantara. Nuansa kekeluargaan tanpa melibatkan urusan materi. 

Sedangkan Patembayan merupakan kegiatan, aktivitas dari kelompok masyarakat dengan motif dan mengikutsertakan materi.

Contohnya Apa? 

Paguyuban: Kelompok Pengajian, Kelompok Sepakbola di Kampung, Karang Taruna, Kelompok Pecinta Alam.

Patembayan: Perusahaan, Perkumpulan MLM, Asosiasi Pedagang Ketoprak Wilayah Tebet.

Jadi? Sudah Pahamkan?

Kalau tak ada aral merintang, saya akan kupas deh perihal paguyuban dan patembayan ini dengan lebih mendalam. Kenapa? Karena ini begitu khas Indonesia.

🙂

Terima kasih.

credit: http://www.flickr.com/photos/adamjackson/4198765687/sizes/s/in/photostream/

Berita di Detikcom: Hampir 80% Pegawai Bank Indonesia Menolak OJK


Wah apakah benar?
tulisan dari Herdaru Purnomo – detikFinance
Jakarta – Mayoritas pegawai Bank Indonesia (BI) menyatakan penolakannya untuk bergabung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) mengungkapkan dari 473 responden pegawai BI, 76,98% menyatakan menolak bergabung dengan OJK.

“Hasil survei dengan responden sebanyak 473, dimana 61% responden-nya dari jumlah pengawas bank di Kantor Perwakilan, yang menyatakan untuk menolak bergabung di OJK sebanyak 76,98%,” ujar Ketua IPEBI, Agus Santoso kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (02/12/2010).

Agus juga mengungkapkan, hanya sebanyak 14,3% bersedia untuk ditempatkan di OJK dan sisanya 9,89% lebih memilih untuk pensiun.

“Survei ini dilakukan sejak bulan Maret 2010,” tambahnya.

Agus menyampaikan, hasil survei ini disampaikan secara resmi kepada Tim Panitia Khusus RUU OJK DPR-RI ddalam pertemuan pagi tadi di Hotel Aryaduta, Jakarta.

“Kami IPEBI merasa datang kerumah rakyat dan mendapatkan perhatian dan kasih sayang luar biasa. Semoga harapan-harapan itu tidak saja didengar namun dapat dipahami dalam proses penyusunan bentuk koordinasi yang tepat dalam membangun kestabilan sistem keuangan nasional kita,” ungkapnya.

Agus menambahkan, menyatakan karyawan BI bukan menolak OJK namun yang ditolak adalah bila OJK disusun tidak sesuai kebutuhan.

“Dimana bila OJK disusun bukan atas dasar kebutuhan nyata yang urgensinya jelas maka kita tolak,” tukasnya.

Aspirasi Karyawan Bank Indonesia ini diterima langsung oleh Ketua Tim Pansus OJK Nusron Wahid pada pukul 09.00 sampai pukul 10.00 di Hotel Aryaduta.

Gayus, Wig dan Merapi


Adakah hubungannya antara tiga kata di atas? Saya tak tahu pasti. Namun yang jelas, ketiga kata tersebut sedang hangat-hangatnya diperbincangkan warga.

Gayus begitu menggoda. Ganteng sih nggak, tapi kalau dilihat dari jumlah duitnya yang masih belum jelas juga berapa jumlahnya, siapa yang tak penasaran. Gayus bikin ulah lagi. Semakin mempersulit posisi Ditjen Pajak. Apa kata dunia?

Ia jalan-jalan di saat masa tahanannya masih berlaku. di ranah twitter, ia dianggap sebagai “the nekat traveller”. Konyol sekaligus lucu. Keluar kandang tapi kok di tempat keramaian.
Entahlah apakah ini berhubungan dengan kehadiran Bakrie di pertandingan tenis di saat yang bersamaan.

Apalagi saat dia ketahuan menggunakan piranti mengelabui warga: Wig. Hihihi. Apa sih yang dpikirkan Gayus dengan sebuah wig. Seberapa hebatkah khasiatnya sehingga ia dengan percaya diri menikmati tenis (atau malah tidak menikmatinya?), dan berada di kerumunan massa.

Ulahnya yang membuat heboh ini tentu saja merepotkan. Bukan rahasia lagi bahwa masa tahanan memang masa yang penuh keragu-raguan. Dengan negosiasi dan angpau sejumlah tertentu orang boleh hilir mudik dengan lasan periksa kesehatan dan alasan lainnya. Tapi apa ya tidak terpikir bahwa Gayus adalah persona istimewa.

Gedung Pajak di manapun akan disebut sebagai gedungnya Gayus. Guyonan anak kecil gak lagi bicara harta karun untuk menunjukkan kepemilikkan uang yang cukup. “ih, Gayus lho..tumben dompet lo tebel, traktir dooong..”.

Wig bukan sesuatu yang menutupi wajah. Ia hanya penghilang ciri khas. Gayus dan orang-orangnya lupa, bahwa wajahnya sudah begitu melekat di hati warga. Ia fenomena. Anak pajak yang kaya raya. Hebat bukan?

Seketika itu juga kita lupa, bahwa masih saja ada warga yang berjuang demi masa depannya. Merapi masih menggelora. Masih mengeluarkan dahak dan sedikit batuk-batuk. Merapi kalah suara dari Mas berwig itu.

Bagaimana pun juga, inilah Indonesia. Penuh cerita romantika. Bahkan yang tak mungkin ada di negeri lainnya. Indonesia, tanah pusaka. Namun juga penuh cerita ria jenaka.

Tembakau Indonesia


Twitter pagi ini banyak membahas tentang Muhammadiyah yg mendapat bantuan Rp5miliar utk program anti-rokok dari Bloomberg.

Hasilnya, setiap pertemuan resmi ormas tersebut, kepulan asap rokok dilarang ada. Hebat bukan?

Berdasarkan data dari The Tobacco Atlas; Campaign for Tobacco-Free Kids; Bloomberg initiatives: dan Philip Morris International, Indonesia memiliki 62,1% pria merokok. Indonesia juga dikenal sebagai pasar tembakau (rokok) paling terbuka lebar untuk perusahaan-perusahaan rokok saat ini. Produsen rokok bisa beriklan di TV dan mensponsori tim olahraga (djarum kudus) serta konser (a mild live, dan konser besoaar lainnya).

Perjuangan anti tembakau saat ini memili pendana besar yaitu Bloomberg/Gates. Sudah 178 grant senilai $125juta atau setara Rp1,2trilyun di 38 negara di Indonesia.

Hal yang menarik adalah dari Indonesia, penerima grant adalah seorang gadis manis, berkaca mata, masih 25 tahun, berjilbab, lulusan fakultas hukum bernama Dina Kania. (@kunelz). Sayang, twitternya tidak digunakan dengan optimal.

Ia datang seorang diri ke rapat tahunan Altria, produsen rokok terbesar dunia untuk menyatakan kekhawatirannya pada Camilleri, CEO Philip Morris, si produsen Marlboro (rokok kesukaan @ndorokakung). Ya, tentu saja ia datang bersama dengan aktivis lainnya dr seluruh belahan dunia. Aktivis yang mengenakan kain chiffon hitam dari ujung kaki hingga rambut, untuk melambangkan: ke-ma-tia-an.

Ketika Kania selesai berbicara, Camilleri mengatakan padanya bahwa semestinya ia senang perusahaan Philip Morris membeli Sampoerna karena mereka akan bersikap etis. Sedikit beralasan, karena setiap tahun, Philip Morris memberikan kesempatan kepada seluruh warga dari manapun bertanya padanya, dan CEO akan menjawabnya. Persis seperti kontes ketahanan layaknya Pansus Century. Dan dalam forum inilah Kania diberi kesempatan berbicara langsung dengan sang CEO.

Tapi apa boleh buat, Philip Morris lebih pintar. Mereka memasarkan produknya dengan dana iklan, pemasaran kreatif yang menyasar kepada perokok muda. Konser musik, kompetisi olah raga, hingga yayasan pendidikan yg memberikan beasiswa.

Tapi Kania cukup pintar, saat Alicia Keys akan manggung di Indonesia, lekas-lekas ia mengontak manajemen Keys. Maka, Kania menjadikan pihak Keys tahu keterlibatan Sampoerna dalam konsernya. Hasilnya: Penyanyi itu mengancam membatalkan konser kecuali produsen rokok itu mau mundur.

Hebat Kania!

Ps: sebagian tulisan hasil membaca sebuah artikel di Business Week edisi Mei 2009.

Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
https://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~

Ekonomi Periuk Nasi


Lama ga ngga ngeblog, karena lebih sering ngetwit. Sama ya? Hihi.

ngeblog itu sebetulnya bisa lebih mengasyikkan dalam merangkai logika dan menyusun struktur dalam berpikir.

“Halah, ngeblog kok njlimet banget to?”

Biar ringkas, sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Sekalian curhat, apa salahnya belajar mengemukakan pendapat lewat ngeblog dengan disertai argumentasi yang kuat.

Kalau ngetwit, pilihan kata lebih utama. Kudu ngirit kata untuk menyampaikan sebuah gagasan. Atau dua buah. Semuanya bermanfaat bagi kita dalam melatih komunikasi tertulis.

“Lantas kalau ada menteri komunikasi menyampaikan ralat, banyolan via twitter hingga berjilid-jilid, bagaimana?”

Boleh saja dan kita harus bersyukur sehingga kita diberi contoh komunikasi efektif itu seperti apa, yang blunder itu bagaimana, dan yang (maaf) kampungan juga bagaimana.

Hal yang menggelikan justru muncul dari pilihan kata pak tifatul ( http://twitter.com/tifsembiring ) yang entah karena kurang percaya diri atau jengah dengan followers-nya yang doyang ngeritik dengan menuliskan:

“Kalau tidak suka jangan baca”.

Bingung ga? Kalau saya super-duper bingung. Logika berpikir yang aneh.

1) Tidak suka dengan siapa? Atau apa? Tulisannya atau @tifsembiring nya? 2) Bagaimana tidak baca, lha wong timeline-nya sekonyong-konyong masuk kok. 3) Bukannya kalau sudah baca, baru bisa bilang tidak suka?

Bukannya yang lebih tepat itu seperti ini:

1) Yang tidak suka tulisan ini jangan comment.
2) Yang tidak suka saya unfollow saja.
3) Yang sudah terlanjur baca kalau garing ya sudah.
4) Kalau tidak suka saya ga perlu komentar.
5) Saya ga suka kamu. Kamu mau apa. Suka-suka gw mau nulis apa.

Mungkin nomer 5 ini yang harusnya dilontarkan Pak Menteri komunikasi yang merasa asyik ini.

Akhir kata, saya jadi ingat kata-kata mendiang Asmuni, yang cukup satu kata menyatakan kata pengakhir sekaligus berarti tak dapat ditolong lagi:

“Wassalam”.

Jakarta, 11:57:43 AM Sun, Feb 28, 2010