Iklan
 

Tembakau Indonesia

Maret 14, 2010

Twitter pagi ini banyak membahas tentang Muhammadiyah yg mendapat bantuan Rp5miliar utk program anti-rokok dari Bloomberg.

Hasilnya, setiap pertemuan resmi ormas tersebut, kepulan asap rokok dilarang ada. Hebat bukan?

Berdasarkan data dari The Tobacco Atlas; Campaign for Tobacco-Free Kids; Bloomberg initiatives: dan Philip Morris International, Indonesia memiliki 62,1% pria merokok. Indonesia juga dikenal sebagai pasar tembakau (rokok) paling terbuka lebar untuk perusahaan-perusahaan rokok saat ini. Produsen rokok bisa beriklan di TV dan mensponsori tim olahraga (djarum kudus) serta konser (a mild live, dan konser besoaar lainnya).

Perjuangan anti tembakau saat ini memili pendana besar yaitu Bloomberg/Gates. Sudah 178 grant senilai $125juta atau setara Rp1,2trilyun di 38 negara di Indonesia.

Hal yang menarik adalah dari Indonesia, penerima grant adalah seorang gadis manis, berkaca mata, masih 25 tahun, berjilbab, lulusan fakultas hukum bernama Dina Kania. (@kunelz). Sayang, twitternya tidak digunakan dengan optimal.

Ia datang seorang diri ke rapat tahunan Altria, produsen rokok terbesar dunia untuk menyatakan kekhawatirannya pada Camilleri, CEO Philip Morris, si produsen Marlboro (rokok kesukaan @ndorokakung). Ya, tentu saja ia datang bersama dengan aktivis lainnya dr seluruh belahan dunia. Aktivis yang mengenakan kain chiffon hitam dari ujung kaki hingga rambut, untuk melambangkan: ke-ma-tia-an.

Ketika Kania selesai berbicara, Camilleri mengatakan padanya bahwa semestinya ia senang perusahaan Philip Morris membeli Sampoerna karena mereka akan bersikap etis. Sedikit beralasan, karena setiap tahun, Philip Morris memberikan kesempatan kepada seluruh warga dari manapun bertanya padanya, dan CEO akan menjawabnya. Persis seperti kontes ketahanan layaknya Pansus Century. Dan dalam forum inilah Kania diberi kesempatan berbicara langsung dengan sang CEO.

Tapi apa boleh buat, Philip Morris lebih pintar. Mereka memasarkan produknya dengan dana iklan, pemasaran kreatif yang menyasar kepada perokok muda. Konser musik, kompetisi olah raga, hingga yayasan pendidikan yg memberikan beasiswa.

Tapi Kania cukup pintar, saat Alicia Keys akan manggung di Indonesia, lekas-lekas ia mengontak manajemen Keys. Maka, Kania menjadikan pihak Keys tahu keterlibatan Sampoerna dalam konsernya. Hasilnya: Penyanyi itu mengancam membatalkan konser kecuali produsen rokok itu mau mundur.

Hebat Kania!

Ps: sebagian tulisan hasil membaca sebuah artikel di Business Week edisi Mei 2009.

Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
https://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~

Iklan

Ekonomi Periuk Nasi

Februari 28, 2010

Lama ga ngga ngeblog, karena lebih sering ngetwit. Sama ya? Hihi.

ngeblog itu sebetulnya bisa lebih mengasyikkan dalam merangkai logika dan menyusun struktur dalam berpikir.

“Halah, ngeblog kok njlimet banget to?”

Biar ringkas, sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Sekalian curhat, apa salahnya belajar mengemukakan pendapat lewat ngeblog dengan disertai argumentasi yang kuat.

Kalau ngetwit, pilihan kata lebih utama. Kudu ngirit kata untuk menyampaikan sebuah gagasan. Atau dua buah. Semuanya bermanfaat bagi kita dalam melatih komunikasi tertulis.

“Lantas kalau ada menteri komunikasi menyampaikan ralat, banyolan via twitter hingga berjilid-jilid, bagaimana?”

Boleh saja dan kita harus bersyukur sehingga kita diberi contoh komunikasi efektif itu seperti apa, yang blunder itu bagaimana, dan yang (maaf) kampungan juga bagaimana.

Hal yang menggelikan justru muncul dari pilihan kata pak tifatul ( http://twitter.com/tifsembiring ) yang entah karena kurang percaya diri atau jengah dengan followers-nya yang doyang ngeritik dengan menuliskan:

“Kalau tidak suka jangan baca”.

Bingung ga? Kalau saya super-duper bingung. Logika berpikir yang aneh.

1) Tidak suka dengan siapa? Atau apa? Tulisannya atau @tifsembiring nya? 2) Bagaimana tidak baca, lha wong timeline-nya sekonyong-konyong masuk kok. 3) Bukannya kalau sudah baca, baru bisa bilang tidak suka?

Bukannya yang lebih tepat itu seperti ini:

1) Yang tidak suka tulisan ini jangan comment.
2) Yang tidak suka saya unfollow saja.
3) Yang sudah terlanjur baca kalau garing ya sudah.
4) Kalau tidak suka saya ga perlu komentar.
5) Saya ga suka kamu. Kamu mau apa. Suka-suka gw mau nulis apa.

Mungkin nomer 5 ini yang harusnya dilontarkan Pak Menteri komunikasi yang merasa asyik ini.

Akhir kata, saya jadi ingat kata-kata mendiang Asmuni, yang cukup satu kata menyatakan kata pengakhir sekaligus berarti tak dapat ditolong lagi:

“Wassalam”.

Jakarta, 11:57:43 AM Sun, Feb 28, 2010


Negeri Pancasila: Anak-anak yang dipelihara oleh cuaca?

Januari 11, 2010

“Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya” (Ali bin Abi Thalib ra)

Sebetulnya siapa sih yang harus menjaga anak-anak? Orang tuanya, negara atau orang berpunya?Anak-anak yang statusnya berubah menjadi “terlantar” itu bagaimana bisa?

Dalam hukum, ada istilah “mumayiz”. Belum baligh. Siapa yang bertanggung jawab atas pri kehidupannya? Orang tua kan?

Lantas ada juga istilah hak alimentasi yaitu hak anak mendapatkan pengasuhan orang tua. Bukannya begitu aturan mainnya selama ini? Lantas kalau orang tuanya sendiri tak bisa menghidupi dirinya sendiri apa yang dapat diharapkan dari mereka padahal hobby-nya sesuai cita-citanya: Bikin keluarga besar.

Boleh-boleh saja konstitusi berkata: Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Nyatanya? Untuk memelihara keberlangsungan tata negara yang tertib saja sulit. Bagaimana mampu mengurusi hal-hal lainnya?

Lantas muncul cerita ngeri yang lain. Episode kekerasan berlanjut ke bab selanjutnya. Sodomi dan mutilasi kembali mencuat. Ingatan menerawang kembali sebuah nama: Robot Gedeg. Ingat?

Mengapa kisah-kisah pilu macam ini terus saja menghiasi wajah negeri ini?

Ya! Di negeri maju gemah ripah loh jinawi pun tak steril dari dunia kriminal. Pasti ada saja jalan bagi kekerasan menemukan mangsanya. Tapi apa iya kita tak mau berubah, minimal mencegah dan meminimalisir potensi ke arah timbulnya kekerasan tadi.

Jadilah orang tua yang murni dan konsekwen. Bukankah sudah diperingatkan bahwasanya persiapan ekonomi sebelum memiliki buah hati sangat dianjurkan? Bayi laki-laki 2 ekor kambing. Satu kambing bagi bayi jelita. Bukankah itu bermakna bahwa perencanaan dan persiapan adalah mutlak adanya?

Budaya saling tolong menolong di kota besar tanpa ikatan sejarah yang sama, latar belakang ekonomi yang berbeda, jurang pendidikan yang menganga adalah modal dasar bagi kota antah berantah penuh daki kejahatan di sana-sini.

Haruskah kita berbuat sesuatu atau berdiam diri.

Perlukah pemerintah sampai melakukan tindakan represif mengambil atau bahkan merenggut hak pengasuhan orang tua jika terbukti tak mampu. Lantas mau dibawa kemana anak-anak ini?

Apakah negara mampu melakukannya?

Lingakaran setan makin jelas. Orang tua miskin. Akses yang terbatas pada sumber-sumber penghidupan, akses sosial, kesehatan, pendidikan, melahirkan keturunan yang cacat sosial sejak dilahirkan.

Tapi anehnya di satu sisi, sebagian keluarga memiliki akses sosial yang obesitas. Apapun, dimanapun, mau apapun ia mampu. Tinggal tunjuk, hanya mengerdipkan mata, maka semua terjadi.

Keluarga yang termajinalkan secara sosial tak memiliki kemampuan untuk mandiri. Apakah ini yang dinamakan negeri fakir? Ketika diberi makan pagi hari, sore hari mereka tak mampu mencari sendiri?

Atau jangan-jangan cuma hasil dari karakter bangsa yang dimanja ketertindasan, kemalasan dan berharap pada “iba”?

Sungguh malang nasib kita.

Negeri pancasila. Itu saja. Tanpa membawa efek apa-apa..

>Apakah ente punya usul atau pendapat?


Keluh Kesah Pegawai Swasta

Januari 10, 2010

Ia menyebut dirinya “Rain” (21th), ingin berbagi sbb:

permisi…
sekedar berbagi sedikit mengenai apa yang terjadi pada saya saat ini..
saya seorang karyawan swasta yang baru sekitar 4 bulan bekerja di salah satu perusahaan swasta terkemuka di Indonesia yang bertaraf internasional..
umur saya baru 21 tahun dan sangat bersyukur ketika mendapat panggilan kerja dari perusahaan disaat saya baru satu bulan diwisuda..sungguh peluang yang baik untuk menjauh dari label “Sarjana Pengangguran”..

Pada awalnya saya bercita-cita ingin jadi PNS yang merupakan profesi favorit di lingkungan tempat tinggal saya, tetapi ternyata keinginan untuk bisa hidup mandiri telah mengalahkan harapan awal saya sehingga ketika ada kesempatan dari perusahaan swasta maka tanpa berpikir panjang saya langsung memanfaatkannya..

Bahkan ketika ada lowongan CPNS, saya sama sekali tidak mencuri-curi kesempatan untuk berebut kursi panas PNS..

Namun akhir-akhir ini saya merasa jenuh dengan pekerjaan saya sekarang ini, hal ini disebabkan berbagai alasan antara lain jam kerja yang “LUAR BIASA”, suasana kerja yang penuh tekanan dan sikap rekan-rekan kerja yang saling menjatuhkan dan masih banyak lagi yang lainnya, sungguh menyebalkan…
kadang-kadang saya merasa iri dengan teman-teman yang baru terangkat jadi PNS, walaupun gaji mereka lebih kecil dari gaji saya tapi waktu mereka untuk berkumpul dengan keluarga, pacar, dan waktu santai sering membuat saya ingin teriak sekencang-kencangnya..

Dilain sisi timbul perasaan dilema dibenak saya, bertahan di Swasta atau memilih PNS.. Baca entri selengkapnya »


Garuda Puasa Minum

Januari 4, 2010

eagles

burung garuda

Apa pendapat Anda?

###
Minggu, 03/01/2010 16:37 WIB
Tak Angkut Bos Freeport, Garuda Tak Diberi BBM di Timika -Indra Subagja – detikNewsJakarta –

Garuda dengan nomor penerbangan GA 652 rute Jakarta-Denpasar- Timika-Jayapura tidak diberi bahan bakar saat mendarat di Bandara Timika, Papua. Persoalannya hanya karena pilot pesawat itu menolak mengangkut rombongan bos PT Freeport dari Jayapura.

“Rombongan Presdir PT Freeport itu seharusnya naik pesawat GA 653, bukan pesawat GA 652. Kita sudah menjelaskan itu tidak memungkinkan, karena masing-masing sudah ada dokumen dan pesawat sendiri,” jelas Kepala Humas PT Garuda Indonesia, Pujobroto, saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (3/1/2009).

Pujo menjelaskan, pesawat GA 652 semestinya tidak ke Jayapura, namun ke Timika, sesuai dengan rute penerbangan yakni dari Denpasar ke Timika.

“Karena cuaca di Timika tidak memungkinkan saat hendak mendarat, jadi pergi ke Jayapura lebih dahulu. Setelah cuaca baik, kemudian baru ke Timika,” terangnya.

Nah, saat di Jayapura itulah, rombongan Presdir PT Freeport menginginkan untuk ikut bersama pesawat GA 652, padahal tiket yang mereka kantongi untuk pesawat GA 653.

“Itu tidak memungkinkan, rombongan itu mempunyai dokumen sendiri. Dan tentu itu juga akan membuat delay lebih panjang,” ujar Pujo.

Pesawat yang dipiloti Kapten Manotar Napitupulu itu kemudian berangkat dengan tidak mengangkut rombongan PT Freeport. Namun kemudian, setibanya di Timika dan hendak kembali di Denpasar, mereka tidak diberi izin untuk mengisi BBM.

“Padahal Kapten Manotar sudah menjelaskan kepada pihak Bandara Timika mengenai alasan tidak diangkutnya rombongan PT Freeport. Tapi di pihak bandara tidak mengerti,” terangnya. (ndr/nrl)

###

Makin hebat khan negeri ini?
😀


Seperti Apakah Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum itu?

November 24, 2009

SBY dalam pidatonya, Senin malam, 23 November 2009:

“Khusus untuk menyukseskan gerakan Pemberantasan Mafia Hukum, saya sedang mempersiapkan untuk membentuk Satuan Tugas di bawah Unit Kerja Presiden yang selama 2 tahun kedepan akan saya tugasi untuk melakukan upaya Pemberantasan Mafia Hukum.

Saya sungguh mengharapkan dukungan dan kerja sama dari semua Lembaga Penegak Hukum, dari LSM dan Media Massa, serta dari masyarakat luas. Laporkan kepada Satgas Pemberantasan Mafia Hukum jika ada yang menjadi korban dari praktik-praktik Mafia Hukum itu, seperti pemerasan, jual-beli kasus, intimidasi dan sejenisnya.” ..

Mafia hukum. Seperti apakah mafia hukum itu? Bila kita cermati mafia hukum itu apakah ada? Apa yang mau diberantas? Orangnya atau perbuatannya?

Mengapa tidak dimulai dengan memberhentikan Susno Duadji, Abdul Hakim Ritonga, Bambang Hendarso Danuri, dan Hendarman Supandji, serta mengusut tuntas Anggodo cs.

APA SIKAP MASYARAKAT

Percayalah, bahwa kepercayaan masyarakat kepada SBY semakin luntur, walaupun sejatinya itu bukanlah yang diharapkan masyarakat Indonesia.

Logikanya sederhana. Rekomendasi Tim 8 yang ia bentuk sendiri pun tidak dilaksanakan dengan tegas melalui perintah langsung yang jelas kepada aparat penegak hukum di bawah dirinya untuk segera mengundurkan diri, atau melakukan penghentian kasus.

Untuk apalagi membuat “kue kekuasaan” baru di bawah kendali dirinya.

Tim 8 yang ada saja sudah mendapatkan reaksi antipati oleh Penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan, lantas apa jadinya Satgas Mafia Hukum ini?

Menciptakan posisi baru? Mengalihkan perhatian? Berusaha menentramkan jiwa-jiwa yang haus rasa keadilan dengan menciptakan “gimmick” tak jelas lainnya?

Sudahlah..

Bereskan saja dengan runut permasalahan ini dengan menguraikan satu-persatu, sehingga kekusutan benangnya mulai dapat diketahui. Mana pangkal mana ujung.

KUE KEKUASAAN BARU

Apakah orang media, LSM, dan sebagian aparat penegak hukum diminta untuk menyertakan orang-orangnya dalam Satgas ini?

Apakah tidak cukup dengan memberikan tambahan kursi “wakil menteri”..?

Pembentukan satgas ini adalah pembungkaman secara halus terhadap gejolak masyarakat yang penuh dinamika aspirasi.

Dua tahun keberadaan mafia hukum justru ingin melemahkan kontrol masyarakat untuk berhadapan langsung dengan Presiden dalam menyuarakan keluh kesah rasa keadilan yang sudah babak belur tak berbentuk.

Sudahlah Bapak Presiden. Masyarakat sudah lelah untuk sekadar beradu argumentasi, berlomba menganalisis maksud pernyataan khas Bapak yang retoris dan sulit dimaknai dengan jelas, dan disuguhi macam-macam lembaga karbitan.

Ada baiknya dengarkan apa yang mereka keluhkan, bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap beberapa individu di lingkungan Kepolisian dan Kejaksaan sudah pada ambang batas toleransi.

Copot mereka. Jadikan pejabat-pejabat itu duta besar negara sahabat di Afrika. Minta maaf lah pada Masyarakat dan seraya dengan itu menertibkan tokoh-tokoh partai Demokrat, para sponsor dan penyumbang dana yang akan makin rakus, atas ke-GR-an mereka merasa berjasa mendanai keberhasilan pada Pemilu 2009 kemarin.

Hapus fitnah dengan bukti nyata.

Pastikan pembangunan jembatan Jawa Sumatra bukan sekadar proyek balas budi. Pastikan individu-individu pejabat nista dilengserkan dengan penuh keyakinan, bahwasanya:

“Orang terbaik Bangsa masih banyak yang dapat bicara, mengapa harus mempertahankan sumber daya mafia yang ada..?”

Jadikan kepemimpinan Anda di periode kedua, adalah masa keemasan Bangsa Indonesia menuju masyarakat berpendidikan yang unggul dan sejajar dengan warga negara dunia lainnya.

Bukan saatnya lagi kita bermain tikus dan kucing, cicak dan buaya, apalagi seakan-akan ada fitnah yang ingin mencelakakan Anda.

Semuanya semata-mata karena rasa cinta kami pada Tanah Tumpah Darah Indonesia!

Maka, urungkan niat untuk membentuk tim satgas “mafia hukum”. Karena sesungguhnya, demokrasi mungkin memang harus meminta biaya yang mahal. Namun, ketegaran jiwa, sikap ksatria, akan dicatatat sepanjang sejarah peradaban manusia.

Sekali lagi: Minta maaflah kepada rakyat, sehingga apa pun hasilnya nanti, perasaan dendam, tidak suka dan dengki perlahan-lahan luruh dalam tidur malam dengan mimpi-mimpi yang begitu indah, tanpa perlu basah..

Satgas?

Lebih baik dananya dihabiskan untuk kesejahteraan masyarakat luar Pulau Jawa.

😛

Terima kasih 🙂

Indonesia, 12:31:00 AM, Tue, Nov 24, 2009


Apakah Kita Cinta Negeri Ini?

November 21, 2009

Semua ada maqamnya. Ada tempatnya. Positioning, kata orang bisnis.

Tapi ada yang lebih akurat untuk hal ini: proporsional dan kontekstual.

Bila semua pihak saling berlomba-lomba lari mencapai garis finish, lantas tak ada penonton dan tak ada wasit, maka namanya bukan lagi lomba..melainkan lari dari kenyataan.

Sekarang, bahkan semua beramai-ramai mempertanyakan sikap Presiden Republik Indonesia. Entah kenapa semenjak Presiden RI ketiga BJ Habibie, dilanjutkan oleh Presiden Abdurrahman Wahid, kemudian Presiden Megawati Soekarno Putri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kewibawaan Presiden tak sehebat zaman Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.

Bahkan Presiden Abdurrahman Wahid yang biasa disebut Gus Dur digantikan Ibu Megawati lewat pemakzulan. Impeachment.

Sedih. Prihatin. Bangsa yang besar dan akan terus besar terancam dikerdilkan.
Energi dihabiskan untuk terus saling menyalahkan. Saling serang. Saling tidak percaya. Saling curiga.

Malaysia, Singapura dan negeri tetangga lainnya sudah melaju penuh akselerasi menuju Negara Gemah ripah loh jinawi. Sedangkan Indonesia berputar-putar seperti berada di labirin tak berujung.

Apakah ini yang dinamakan ongkos demokrasi?

Boleh saja kita menaruh curiga jangan-jangan ini adalah pengkerdilan yang disengaja. Grand design yang sistematis meluluhlantakkan sendi-sendi keguyuban bangsa. Negeri Gotong royong yang tinggal sejarah. Entah berpijak pada prinsip apa.

Saling mengejek ideologi, saling menuduh kepercayaan yang dianut, proses pri kehidupan yang makin lama-makin mereduksi kekayaan moral, bathin terlebih kekayaan alam dan sumber daya manusia Indonesia.

Bagaimana mau jadi bangsa unggul jika tak ada jiwa kebersamaan. Indonesia sudah bukan lagi Indonesia yang bersatu. Melainkan Indonesia tak bertuan yang menjadi gugusan pulau tempat tawuran. Namun, di sisi lain, negeri asing berlomba-lomba menjarah kekayaan negeri ini dan menghabiskan kantong rakyat dengan pola konsumsi yang tak tahu diri.

Bukan zamannya lagi kita terus menerus berdiam diri untuk dikerdilkan. Bangsa ini bangsa yang besar, Kawan..

Semoga, kita semakin paham di mana kita berdiri. Semakin sadar tantangan masa depan yang makin menantang, bukan lagi urusan perseorangan, kelompok tertentu, umat tertentu. Masalah kita, adalah masalah bersama. Masalah negeri nyiur melambai. Negeri subur makmur. Negeri yang terlampau lama tertidur.

Kawan, kita bangsa yang Merdeka. Bukan bangsa para koruptor. Bukan bangsa kuli. Bukan bangsa kaum fakir. Bukan bangsa terjajah. Kita adalah ANAK INDONESIA, yang memiliki kewajiban melahirkan anak-cucu penuh martabat.

Bangsa besar yang mampu bersatu, mampu menegakkan keadilan tanpa perlu mengorbankan pri kemanusiaan yang adil dan beradab.

Kita cinta diri sendiri? Cinta keluarga sendiri? Cinta kelompok sendiri? Cinta partai sendiri? Cinta umat agama sendiri? Semoga tidak!
Karena kita Cinta tumpah darah Indonesia.

Apakah Anda cinta negeri ini?

INDONESIA,
4:21:48 PM Sat, Nov 21, 2009


Tentang RUU Rahasia Negara

September 15, 2009

Judul di atas lagi anget-angetnya.

Sejatinya bagi ane’ itu sekadar bisnis. Ya, karena politik juga adalah bisnis. Kekuatan utamanya adalah “kompromi”.

Rancangan UU ini sudah ada sejak awal tahun 2000, tapi apa daya, masa itu segala hal yang berbau negara, apalagi yang beda tipis dengan “non sipil” sangat tak polpuler.

“Mengapa kok sekarang ada lagi dan digodog?”

Berikut ini adalah analisis ane’
Silahkan klik di sini:
http://mas.kopdang.com/?p=14

Salam,
12:40:13 AM , Tue, Sep 15, 2009

**************************
masih betah pakai BlackBerry®


Inggris Yang Arogan

Agustus 13, 2009

Inggris Yang Arogan: Tanggapan terhadap Artikel Gordon Brown di Harian bendera_britania-554x443Kompas Berjudul  “Pengadilan Memalukan di Burma”

 

Sejak lahir nama ane Kopdang. Suatu saat, oleh temen-temen, ane dipanggil Ganteng (entah kenapa). Lalu ketika ane sadar bahwa ane gak ganteng-ganteng amat, maka ane minta orang-orang manggil ane Kopdang saja. Karena itu memang nama ane. Tapi temen-temen ane sebagian kecil tetep manggil ane Ganteng. Padahal yang punya nama ane. Tapi ia (temen ane itu), tetap bersikukuh memanggih Ganteng buat ane, walaupun ane sudah secara resmi mengumumkan bahwa nama ane adalah kopdang.

😯

 

Temen ane itu adalah Negara Inggris. Dan Ane adalah Negeri Myanmar.

Coba deh ente baca koran Kompas pagi ini. Dalam kolom Opini (hal. 6 terbitan 13/8), Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown menulis dengan judul besar: “Pengadilan Memalukan di Burma”.

Tanpa melihat isinya, saya justru mengecam gaya arogan Inggris. Kenapa? Karena nama negara itu adalah Myanmar, bukan Burma lagi.

Burma dulu ada karena Inggris menjajah Myanmar. Burma diambil dari Burmese, suku mayoritas negeri Myanmar. Jadi bayangkan saja Inggris menamakan negeri kita dengan sebutan Indies atau Jawa.

Betapa konyolnya gaya Inggris.

😛 Baca entri selengkapnya »


Komentar Ane Tentang Politikana.com

Agustus 9, 2009

Sampai sekarang ane tidak tertarik registrasi di politikana.com (http://politikana.com/). Ane pikir momentum politikana sudah lewat dengan amburadulnya pemilu, dan di sisi lain diskusi dalam politikana tak memberi pengaruh apa-apa.

Ya. Pemilu adalah klimaks perjudian politik negeri ini. Bila pemilu saja penuh dengan kericuhan dan dugaan intrik yang sulit dibuktikan, maka dunia politik negeri ini sejatinya persis apa yang dikatakan Gus Dur. Penuh dengan anak taman kanak-kanak.

Apalagi desas-desus yang beredar bahwa susunan menteri akan terdiri dari (hampir) seluruh perwakilan partai politik.

Ini jelas-jelas jualan sapi glonggongan, bukan lagi politik dagang sapi.

Dan politikana.com sekadar berwacana. Berusaha menaikkan traffic tanpa ada upaya statement “berkelas”.

Hal lain yang menurut ane kurang baik, adalah penggunaan pseudonym dari member-nya, baik yang berkomentar maupun yang menulis artikel.

Urusan politik adalah urusan serius yang rentan dengan risiko hukum. Seharusnya para “penggembira” menggunakan nama sungguhan, demi menunjukkan sikap jantan dan rasa tanggung jawab atas apa yang telah ia tulis atau ia komentari.

Ada baiknya belajar dari the huffington post.com ( http://huffingtonpost.com/) yang tetap menggunakan blogger, wartawan, dan narasumber mumpuni sebagai informasi awal, dan baru diadakan diskusi via komentar.

Karena bila tidak, postingan akan banyak berisi dugaan, komentar subyektif, debat kusir, stengah-setengah, dan kurang dapat dipertanggungjawabkan.

Bolehlah mengembangkan web 2.0, namun untuk urusan politik, sepertinya harus tetap dengan penuh hikmah dan kebijaksanaan dalam setiap artikel, komentar dan diskusi.

Itu saja.

Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
https://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~


Perkenalkan Author blog kopidangdut lainnya: Lolita Moorena

Agustus 7, 2009

Senang rasanya punya tambahan kawan penulis untuk blog kopidangdut.

Ia pintar, cantik dan cantik.
🙂

Banget!
(“Halah opo seh..”)

Nama puan itu Lolita Moorena. Teman sekantor yang bertugas di Bandung.

Sebetulnya sudah lama akan saya ajak untuk bergabung menjadi author- bukan sekadar guest blogger- blog ini. Namun karena rasa takut saya ide ini akan mengganggu masa orientasinya, maka yang lebih penting adalah kesabaran saya hingga ia siap untuk dimintai bantuan.

“Terima kasih ya mBak..”

Ingin mengetahui lebih jauh tentang ia?
Googling saja dengan key word : “lolita moorena”.

Tengkyuuuuu…

🙂

besar, maka
Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
https://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~


Things You Really Need to Know about Facebook.

Agustus 5, 2009

Sungguh menarik (setidaknya bagi saya)melalui email yang beredar dan mampir di inbox saya. Entah siapa yang menulis. Terima kasih buat penulisnya.

Intinya sih terkait himbauan dan “wanti-wanti” dengan masalah kewenangan “kepemilikan-dan kebendaan” kita sebagai pengguna akun facebook.

Isi emailnya sebagai berikut:

Things You Really Need to Know about Facebook.

Facebook sudah mendunia dan mewabah!

Blackberry bisa dijual laku keras jugagara-gara Facebook. Facebook menyalip kepopuleran aplikasi sejenis di dunia maya.

Namun berikut ada beberapa hal-hal yang perlu diketahui dan dipertimbangkan:

1.Facebook adalah aplikasi web yang tujuannya untuk komunikasi sosial.

2.Facebook adalah PEMILIK semua isinya( http://www.facebook.com/terms.php?ref=pf )

Nah berikut adalah kekeliruan yang sering kalian pikir benar:

Semua posting saya di Facebook account saya adalah milik saya!
Ini adalah salah besar. Memang kalian bisa mengkontrol siapa yang bisa akses terhadap postingan kalian. Kalian bisa mengatur siapa yang bisa baca blog saya, siapa yang bisa lihat photo saya dan sebagainya. Tetapi apapun yang sudah upload ke Facebook sudah menjadi hak milik (property) dari Facebook.

Facebook berhak melakukan apa saja terhadap isi yang sudah kita upload. Jika kita upload photo anak-anak kita. Maka suatu ketika ada iklan produk bayi yang photonya anak kita ya jangan kaget. Kalau para bajul upload photo bugil dan kinky dan meski hanya diset yang bisa akses diri sendiri, jangan kaget kalau photo itu suatu saat muncul dalam bentuk iklan kondom.

Kok bisa? Ya bisa! Karena Facebook punya hak menjual semua isi Facebook. Makanya, jangan posting sesuatu yang isinya benar-benar private.
Jangan post photo keluarga, photo anak-anak, dsb yang punya nilai kenangan. Jangan post sesuatu yang punya nilai hak cipta milik anda. Misalnya ada yang mengarangbuku lalu post di Facebook. Facebook berhak menjual buku anda! Karena denganpost di Facebook anda menyatakan itu milik Facebook!
Satu hal lagi yang crucial: Kalau anda post sesuatu di facebook lalu menghapusnya, jangan berpikir bahwa anda sudah benar-benar menghapusnya. Apa pun yang sudah di post di facebookitu sudah menjadi milik facebook dan mereka simpan. Kalau anda menghapus,itu hanya menghapus access di account anda saja. Physically, postingan anda still there!

Penasaran sama “terms” dari facebook?
Lengkapnya sebagai berikut:

Sharing Your Content and Information

You own all of the content and information you post on Facebook, and you can control how we share your content through your privacy and application settings. In order for us to use certain types of content and provide you with Facebook, you agree to the following:

1. For content that is covered by intellectual property rights, like photos and videos (“IP content”), you specifically give us the following permission, subject to your privacy and application settings: you grant us a non-exclusive, transferable, sub-licensable, royalty-free, worldwide license to use any IP content that you post on or in connection with Facebook (“IP License”). This IP License ends when you delete your IP content or your account (except to the extent your content has been shared with others, and they have not deleted it).

2. When you delete IP content, it is deleted in a manner similar to emptying the recycle bin on a computer. However, you understand that removed content may persist in backup copies for a reasonable period of time (but will not be available to others).

3. We always appreciate your feedback or other suggestions about Facebook, but you understand that we may use them without any obligation to compensate you for them (just as you have no obligation to offer them).

**
Ini menarik untuk dicermati, terutama bagi “orang hukum”. Apakah upload dapat dikategorikan sebagai “levering” atau “penyerahan” atau peralihan hak atas hak kebendaan subjek hukum?

Coba nanti kita sama-sama menelaahnya.

Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
https://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~


UU No.24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan

Juli 31, 2009

semboyan

  

 

 

 

Mumpung bentar lagi Agustusan, yang biasanya dari desa, kampung, kota, dusun sampai puncak gunung dimeriahkan dengan berbagai acara, maka sengaja saya tampilkan tempelan di atas. Baca entri selengkapnya »


Saat Menjadi Pohon Dalam Defile Menyambut Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 di Kantor

Juli 27, 2009

Karena pohonnya keren dan ganteng apalagi lebih mirip Bima dibanding pohon pepaya berbuah tiga, maka tim ane juara Satu!

Hahahahaha…
I Love You Full…
😀

Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
https://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~
image001r


Privatisasi

Juli 25, 2009

privatization

Mas, privatisasi, washington concensus, dan neo liberalisasi itu opo tho?

Mana nih yang ditanya? Privatisasi apa neolib nya?

Privatisasi deh.. Apaan tuh?

Gini, ndul. Awalnya ada pemikiran di Barat sono bahwa BUMN harus “dikomersialisir” dan dibuat layaknya perusahaan swasta.

Barat? Siapa tuh?

Ya, itu. Mereka yang menghuni Downing Street. No 10. Mereka mulai mengkaji soal “korporatisasi” BUMN.

Wah, berarti negara Barat ya yang pertama gagas?

Hooh. Tapi beberapa orang penting seperti Margaret Thatcher dan Keith Joseph justru beranggapan itu saja belum cukup. Pengelolaan BUMN secara profesional, berorientasi profit, dan dikelola dengan baik bukan itu yang dituju. Baca entri selengkapnya »


Ganti Desain Ah..

Juli 17, 2009

Bosan dengan yang dulu dan coba untuk cari theme untuk blog yang simpel tapi powerful.

Untuk sementara pilih “treba” seperti sekarang ini.

Temanyanya warna coklat redup, suram, kayak suasana Mega Kuningan hingga sekarang.

“Turut prihatin dengan peristiwa pemboman JW Marriot dan Ritz. Mbok yao daripada main sebom, mending main pluncur, ster atau kuda..”

🙂
Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
https://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~


Calon Kabinet Blackmagic

Juli 13, 2009

barack-obama-blackberry2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Apa perbedaan antara Barack Obama dibandingkan salah satu pemimpin kita?” Baca entri selengkapnya »


Wangi Di Buntut

Juli 6, 2009

Kalau diminta bagian mana dari pesawat yang menjadi favorit ane, maka jawabannya bagian belakang alias buntut.

Iya buntut.

Lebih ke belakang lagi dari letak lavatory. Isinya bahan makanan dan minuman, tapi yang terpenting: wangi.

Tentu saja wangi para pramugari yang kinyis-kinyis mental mentul itu.

Di sana ane bisa minum red wine ditemani cekikikan mbakyu pramugari. Syukur-syukur dapat nomor telepon, jadi bisa dilanjut untuk kopi darat.

Yap! Benar-benar kopidarat. Sungguhan kopidarat! Baca entri selengkapnya »