Blogger Sahabat Museum

November 30, 2008

                       

Olim miminise iubavit – selalu menyenangkan mengenang hal-hal yang telah lewat.

 

Maka ketika kantor saya melaksanakan kenduri dan diskusi bertempat di Museum Bank Indonesia –Jakarta Kota, pribahasa latin tersebut terasa sangat tepat.

 

Unik memang, ketika diskusi dengan judul “Pemanfaatan Media Online sebagai Sarana Pembelajaran dengan Kemasan Marketing Online” dengan banyak nuansa kekinian-bahkan masa depan, dikupas dan didiskusikan dalam salah satu ruangan dalam museum. Seakan-akan menandakan kerelaan “masa lalu” untuk menyambut “masa depan”.

 

Diskusi ini dihadiri oleh Ninok Leksono, redaktur senior Kompas, Ibu Amalia E. Maulana, Senior Research & Integrated Marketing Communication Consultant, dan Enda Nasution. Baca entri selengkapnya »


Guestblogger : Sylvia Damayanti Amril

Oktober 15, 2008

 

Maaf, ini bukan postingan mengenai Sultan. Apalagi polemik talik ulur pemilihan Gubernur Jogja. Sama sekali bukan. Berikut ini adalah tulisan dari Sylvia Damayanti Amril, psikolog lulusan Universitas Indonesia.

 

Bilamana memungkinkan Sylvia akan menulis rutin satu artikel pada setiap minggunya dan berkenan menjawab pertanyaan seputar karir, pengambangan diri dan semesta kehidupan!

 

Selamat menikmati. Salam kopidangdut.

Mas Kopdang

 

 

Leadership For Beginner

Oleh Sylvia DA*

 

 

dari Suara Pembaruan dot com

dari Suara Pembaruan dot com

 

 

 

 

 

Kepemimpinan merupakan obyek yang terdengar usang dan aus akibat terlalu sering diperbincangkan. Tapi layaknya jins, semakin belel semakin enak dipakai. Dari diskusi dan teori yang berkepanjangan, satu hal yang disepakati dan tiada yang memungkiri bahwa kepemimpinan krusial bagi eksistensi dan kemajuan manusia sebagai individu, sebagai kelompok, sebagai bagian dari lingkaran masyarakat dan organisasi dan bagi kemajuan suatu peradaban.

 

Mari berkiblat pada aliran positivistik –setiap orang memiliki peluang untuk berkembang di setiap aspek kehidupan. Dengan kata lain setiap orang memiliki kualitas kepemimpinan, tinggal bagaimana setiap individu “melakukan sesuatu” untuk mengoptimalkan derajat kepemimpinan yang sudah dimiliki.

 

Siapa yang menyangka bahwa seorang la petit corporal (kopral kecil) macam Bonaparte bisa memimpin Perancis menuju kejayaannya. Atau seorang Winston Churchill yang sempat tidak naik kelas bisa mengeluarkan gagasan-gagasan brilyan demi kemaslahatan bangsa dan perdamaian dunia. Tentunya ada suatu awal bagi sesuatu yang besar.  Lompatan kecil untuk sebuah lompatan kuantum.

 

Kiat-kiat kepemimpinan yang berikut ini akan dijelaskan sebenarnya berangkat dari kualitas yang disampaikan oleh guru-guru manajemen terkemuka dunia. Hanya saja porsinya dikecilkan agar muat dicerna secara ringan namun tetap bergizi. Menurut Warren Bennis, Peter Drucker, John Kotter dan Max DePree ada beberapa inti sari pemimpin yang sukses yang coba dielaborasi dengan kiat-kiat praktis untuk mengasahnya:

 

Baca entri selengkapnya »


WASP

Oktober 14, 2008

Apakah isu WASP (dahulu saya menyebutnya WAP) masih berlaku bagi perjalanan politik dunia barat seperti Inggris dan Amerika? Ketika pada ujungnya yang dibutuhkan adalah sekadar White, Anglo-Saxon dan Protestan…?

Bagi ane’ itu adalah sebuah momok yang menakutkan. Ketika kemungkinan berdemokrasi pada akhirnya berujung pada pilihan tertentu dan tak ada pilihan lain.

Begitu akan sangat menarik dan mendobrak mitos WASP itu, bilamana pada akhirnya tanggal 4 November bulan depan, warga Amerika mayoritas memilih Obama dibandingkan McCain. Hal ini menunjukkan Obama, dipilih oleh warga Amerika yang rasional dan berlandaskan akal sehat untuk membangun peradaban dunia yang lebih baik, mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada masyarakat kelas menengah.

Kita lihat saja bersama-sama, sejauh mana negera yang gembar-gembor meneriakkan demokrasi dapat menerapkannya sendiri.

Lha Indonesia sendiri bukannya JAMUL..?

Apaan tuh..

Jawa, Muslim, dan Lelaki..

😛

Hahaha, bukannya untuk “lelaki” sudah didobrak oleh ibu Megawati..? Dan “Jawa” sudah dibuktikan tidak berlaku oleh BJ Habibie?

Kalau “muslimnya?”

ehh…..

Emang ada yang berani..?
😆


Perihal Tes Diskusi Kelompok (FGD)

September 27, 2008

contoh diskusi

contoh diskusi

Perihal Tes Diskusi Kelompok (FGD)

FGD Test alias Focus Group Discussion atau lebih dikenal dengan (“Ujian Diskusi Kelompok(Selanjutnya disebut FGD”)adalah salah satu tahap ujian dalam proses seleksi penerimaan calon pegawai/karyawan pada sebuah perusahaan atau instansi yang sedang trend saat ini.

Apa sih FGD itu..?

FGD adalah sebuah pengkondisian situasi dimana para peserta FGD dikelompokkan dengan jumlah tertentu (antara 4-10 orang) dengan diberikan satu atau lebih pokok tema bahasan.

Bagaimana FGD berlangsung..?

Biasanya Panitia atau tim penguji akan memberikan informasi secukupnya baik lisan maupun tertulis yang berisi sebuah Cerita dengan suatu inti masalah dan pilihan-pilihan yang dapat dipilih oleh peserta.

Kemudian peserta diskusi diminta untuk memulai diskusi untuk memecahkan masalah tersebut bersama-sama dengan teman diskusi dalam satu kelompok. Perserta diharapkan dapat memberikan pendapat, pertanyaan, sanggahan dan solusi pemecahan masalah atas tema bahasan yang diberikan panitia.

Apa biasanya yang didiskusikan dalam sebuah FGD..?

Tema yang biasanya diberikan adalah:Berita terkini mengenai suatu isu, seperti isu politik, ekonomi atau pendidikan. Dimungkinkan juga mengenai situasi dengan perumpamaan para peserta merupakan korban suatu bencana dengan diberikan pilihan-pilihan solusi. Setiap peserta diharapkan dapat memberikan pendapat atas pilihannya dan dapat ditanggapi oleh peserta lain.

Apa yang dinilai dari FGD..?

FGD dimaksudkan untuk dapat menilai masing-masing peserta dalam menghadapi simulasi masalah. Bagaimana peserta dapat memebrikan pendapat, sangghana atau pertanyaan dan solusi yang diambil. Cara komunikasi yang efektif dan efisien sangat dibutuhkan dalam FGD ini.

Baca entri selengkapnya »


Bolehkan Prajurit TNI Nyoblos Saat Pemilu..?

Juli 29, 2008

Logika itu terkadang dibolak-balik dan terkesan “betul”.

Kalau memang TNI adalah netral, maka memang sudah seharusnya TNI tidak memihak pada salah satu parpol, capres dalam pemilu legislatif maupun pemilu pemilihan presiden tahun 2009 nanti.

Namun, TNI itu tentu saja terdiri dari prajurit-prajurit tangguh dengan level kepangkatan yang berbeda-beda. Mereka tentu saja [seharusnya punya hak berpolitik], punya pilihan sendiri.

Sebagai konsekuensi dihapusnya dwi-fungsi TNI, dan pemisahan antara TNI dan Polri, harus diimbangi dengan pemenuhan kembali HAK SUARA bagi seluruh prajurit TNI. Karena mereka adalah juga warga negara Indonesia. Baca entri selengkapnya »


Presiden Indonesia 2009?Ane Kayaknya Tahu Siapa Dia…

Juli 26, 2008

Strategi menjadi Orang Nomor Satu

Barack Obama, belum menjadi Presiden pun sudah menjadi idola. Caranya berburu dana kampanye, popularitas yang dijual lewat media konvensional dan media maya, pribadinya yang dijual rapi dan menarik perhatian semua warga Amerika, latar-belakangnya yang bersentuhan dengan Indonesia, seakan-akan Barack Obama adalah bagian dari kita.

Kita sedikit lupa. Ia belum jadi “siapa-siapa”yang kita nantikan. Amerika masih milik Bush, belum Obama. Baru di bulan November nanti kita akan menyaksikan apakah Obama memang benar-benar digdaya dan membawa angin perubahan bagai Amerika, dan dunia.

Tapi kita tentu saja kagum pada ia. Seorang senator yang mengumumkan tidak akan memakai dana publik untuk kampanye Presiden, dan ia memilih menggalang dana lewat dunia maya. Dan ternyata berhasil!

SENJATA RAHASIA

Adalah Blue State Digital, senjata rahasia Obama. Hanya dengan biaya jasa konsultasi dan pelayanan lainnya sebesar 1,1 juta US dollar, Obama mampu menggalang dana sebesar $200 juta lewat online, 2 juta dukungan lewat telepon dan ada 850.000 pengunjung setiap harinya yang mengeklik situs barackobama.com serta 50.000 kali acara kampanye Obama digelar [berita dilansir oleh BusinessWeek 16 Juli 2008]. Dan yang terpenting, ia mengalahkan istri mantan Presiden, Hillary Clinton yang kalah dan meninggalkan banyak hutang untuk dana kampanye yang dihabiskan.

Coba bandingkan Blue State Digital ini dengan Fox Indonesia, yang menghantarkan Soetrisno Bachir [SB] hadir di mana-mana, dalam berbagai kesempatan dan media. Sebulan, ongkos yang dikeluarkan sebesar 40 milyar rupiah. Alamak..! Baca entri selengkapnya »


Antara Anggun, Piyu, Kua Etnika dan Mulan Jameela

Juni 30, 2008

Knowledge Economy
Ekonomi berbasis pengetahuan. Sumber penghidupan yang berasal dari kemampuan mengolah gagasan, kesadaran, keterampilan dan kreativitas, budaya suatu individu maupun komunitas.

Sejatinya, gagasan ekonomi sebagai suatu idea, sebagai satu sikap dan sebagai suatu gaya hidup adalah bukan hal baru bagi manusia Indonesia.

Berangkat dari kelompok manusia proto melayu. Meluruh dan saling melengkapi ketika menetap di gugusan nusantara. Manusia-manusia tangguh yang hidup berburu. Perkakas-perkakas diciptakan. Lalu masa berburu tergantikan dengan kebiasaan menetap lebih lama. Bercocok tanam mulai dilakukan. Terciptalah berbagai alat rumah tangga hingga perhiasan yang tercipta di masa perundagian.

Konon katanya baru di abad keempat salah satu kelompok kecil manusia nusantara sudah masuk dalam masa sejarah. Penandaan dari baca tulis. Engkau baca-engkau tulis. Aku baca dan aku tulis. Engkau baca kembali dan engkau tulis lagi. Maka menjelmalah kita menjadi manusia sejarah. Manusia segala zaman yang akan terus terkenang. Baca entri selengkapnya »


Industri Irrasional Nusantara

Juni 19, 2008

INDUSTRI KREATIF NUSANTARA

Saya pikir masalah indutri kreatif sebagai perwujudan ekonomi berbasis pengetahuan sudah lama dilakukan oleh bangsa ini.

Memang betul, untuk menuju nilai ekonomis sebesar-besarnya, kita belum terlalu mengarah ke sana, walaupun sudah banyak dilakukan.

Salah satu contoh nyata dan terlupa dalam paguyuban kreativitas [dan bukannya patembayan kreatifitas] adalah sebagai berikut:

Pojok kanan, aktor kondang dalam kesempatan \

Kelompok sandiwara, ludruk, teater kampung sudah mengurat akar sedari dulu. Mungkin, semenjak sungai Bengawan Solo belum mengalir sampai jauh.

😛

Untuk hitung-hitungan ekonomis, aktivitas paguyuban ini memang tidak dapat dikatakan baik, namun sebagai sebuah gaya hidup sekaligus kultur budaya masyarakat, posisi sandiwara tradisional, ludruk, teater kampung mutlak adanya.

Baca entri selengkapnya »


PERANAN MAHASISWA SEBAGAI INTELIGENSIA

Mei 31, 2008

KONSEP CENDEKIAWAN, KEKUASAAN, DAN POLITIK MASYARAKAT JAWA

Saya membuka jendela. Kulihat dunia. Jendela dunia. Prisma. Dengan judul besar “Cendekiawan dan Politik”. Terbitan LP3ES. Lalu saya tiba-tiba pusing. Terlelap. Bermimpi.

ZAAAAP…

Dalam mimpi saya bertemu perempuan cantik. Saya raih ia. ZAAAAP. Tiba-tiba menghilang..! Muncul asap putih. Dari baunya ini bukan asap djiesamsoe yang saya suka. Asap berangsur menghilang dan di hadapan hadir seseorang yang pernah saya kenal wajahnya. Mirip Gie. Ya! Gie yang saya lihat di film Riri Riza. Oh bukan! Ia kakak Gie. Soe Hok Djin. Arief Budiman..! Saya sapa ia.

Halo Bung Arief

Yap.

Boleh saya tanya-tanya Anda? Baca entri selengkapnya »


Ihwal Kantuk dan Lelap

Mei 26, 2008

Ketika Kumbakarna akhirnya memutuskan tetap membela Alengka, maka itu adalah perwujudan kebangkitannya dalam menunjukkan rasa patriotisme dan cinta cinta tanah airnya.

 

Namun, yang perlu dicatat adalah kebangkitannya pun bermakna lahiriah, karena sebelum berperang melawan Rama dan pasukan bedhesnya, Bung Kumba memang sedang tertidur lelap dan lelapnya hingga berbulan-bulan.

 

Utusan Rahwana membangunkan Kumbakarna dengan menggiring gajah agar menginjak-injak badannya serta menusuk badannya dengan tombak, kemudian saat mata Kumbakarna mulai terbuka, utusannya segera mendekatkan makanan ke hidung Kumbakarna. Setelah menyantap makanan yang dihidangkan, Kumbakarna benar-benar terbangun dari tidurnya. 

 

Setelah bangun, Kumbakarna menghadap Rahwana. Ia mencoba menasihati Rahwana agar mengembalikan Sita dan menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan kakaknya itu adalah salah. Rahwana sedih mendengar nasihat tersebut sehingga membuat Kumbakarna tersentuh. Tanpa sikap bermusuhan dengan Rama, Kumbakarna maju ke medan perang untuk menunaikan kewajiban sebagai pembela negara.

 

Dalam petikan wiracarita tersebut  termaktub bahwasanya sehabis tidur panjang, Bung Kumba, menasehati Rahwana tentang perlunya segera menyerahkan Dewi Sinta. Biar sumber masalah selesai. Tak ada perang. Tak ada yang terluka. Mungkin, ia pun tak perlu repot-repot memeras keringat untuk maju ke medan laga dan meneruskan tidurnya.

 

Tidur. Kantuk. Mengantuk. Kebutuhan lahiriah dan perwujudan betapa lemahnya makhluk Tuhan. Apakah ada yang sanggup tak tidur selama berminggu-minggu, Bung?

Baca entri selengkapnya »


Seimbang

Mei 23, 2008

Hidup itu seperti sekotak coklat, kata emaknya Forrest Gump.

“Life’s a box of chocolates, Forrest. You never know what you’re gonna get.”

Ada juga yang bilang kalau hidup itu sekadar rehat minum. Lain lagi yang berpendapat bahwa hidup itu adalah perjuangan. Bagi saya hidup itu seperti balon. Mengkilat, menarik namun getas. Terlalu kencang bisa bahaya, terlalu lembek malah tidak menarik. Harus pas. Proporsional. Seimbang.

Bicara soal seimbang, balon itu volume udara yang terkandung di dalamnya selalu tetap, kecuali balon karbitan dan balon yang bocor. Bila kita pencet satu sisi, maka akan mengelembung di sisi lainnya. Tekan sana, muncul sini. Pletot sini, mumbul sana. Volume yang tetap, hanya bentuknya yang akan acakadut.

Sama halnya dengan permainan jungkat-jungkit anak TK. Satu naik-maka yang satu turun. Kecuali ada anak TK yang obesitas, hanya mampu menikmati jungkat-jungkit dengan lawan dua temannya lain yang berbadan ceking. Ada lawan yang sepadan. Itu yang dibutuhkan.

Merokok pun harus ada lawannya, yaitu api. Rokok tak nikmat tujuh turunan bila di ujungnya tak tersulut api, mau sampai kempot pun. Rokok rupanya perlu api, walau itu mengahabisinya. Demonstran butuh lawan yang mendengarkan. Mana ada mahasiswa yang nekat teriak-teriak hingga turun berok, bila dia berdiri menghadap laut, kecuali menurutnya ratu kidul telah menaikkan BBM semena-mena.

Bila ada kawan, maka biar hidup kita seimbang  carilah lawan. Dengan catatan lawan kita sepadan. 

Begitu pun situasi pri kehidupan manusia Indonesia, dengan segala gundah-gulananya. Bila memang harga-harga harus naik tanpa kecuali dan susah diturunkan, maka sebaiknya kita mencari sesuatu yang memang bisa diturunkan.

Maka dengan prinsip seimbang, maka kenaikan harga harus diimbangi dengan penurunan Bapak-bapak itu. Tak usah saya tunjuk siapa dia.

Makan bakso sama emak di pinggir kali
kok rasanya pedas khas sambal melayu?
Ah Bapak kalau memang minyak naik lagi
Apa boleh buat ane’ ajak Bapak turun yuk.. 
😀


Solitude Kopidangdut

April 1, 2008

bikinannya Papabonbon

Dengan penuh rasa syukur,Ketika kedekatan kita kemarin, di saat kuliah adalah sebuah rutinitas, kita sendiri-sendiri mencari teman sepermainan yang berbeda.

Ketika saat ini kita melepuh dalam panasnya ritme hidup di dunia masing-masing rasa kangen itu timbul…
Kangen akan persamaan asal sekolah, persamaan memori, persamaan senasib sebagai pekerja pemula..dan tentunya persamaan atas semangat meretas hari esok…

Lalu dibuatlah momen-momen mungil diantara kita..lewat perjumpaan tak sengaja pada acara teman-teman kita, acara kumpul bareng teman satu kelompok, acara reuni satu kota, juga pada hari bahagia di hari raya..  

Juga hari ini,
Dengan sungguh-sungguh sengaja kutulis ini, yang sesungguhnya adalah sekadar upaya menyambung rasa, mengingat kisah di lampau semu yang sayup-sayup tetap nikmat untuk diresapi..

Satu titik dalam hidup, akan tetap sebuah titik di hidupnya itu..
Namun tiada suatu kesalahan apabila titik-titik ini menjadi rangkaian garis, menjadi rangkaian lingkaran, kurva, segitiga atau apapun yang sekiranya bisa membikin kita untuk bisa lebih bahagia di saat senja..

Baca entri selengkapnya »


Paguyuban Patembayan

September 26, 2007

Paguyuban adalah sistem hubungan masyarakat yang bukan berdasarkan motif ekonomi. Rukun tetangga, rukun warga, perkumpulan ibu-ibu senam aerobik tingkat RW, klub badminton bapak-bapak, kegiatan karang taruna.

Atau mengambil contoh ekstrim: perkumpulan pemuda penggemar vodka dan bir di malam hari, adalah contoh dari paguyuban. 

Patembayan adalah sistem hubungan masyarakat yang justru berdasarkan motif ekonomi. Perseroan Terbatas adalah salah satu contohnya. 

Kalo ibu-ibu arisan, masuk kemana, Mas?

Nah, ini pertanyaan bagus. Arisan memang sejatinya menggunakan uang dan memiliki motif ekonomi, namun justru hal utama dari arisan adalah kebersamaan. Mau bukti? Yang gak dateng, waloupun hasil kocokannya “DAPET”, tapi dianggap batal. Ini menunjukkan bahwa kehadiran lebih diutamakan.  Bukan begitu? 

Nah kalo Koperasi, Mas?

Kalo koperasi masuk ke dalam domain patembayan donk! Walaupun memang untuk dan berazaskan kekeluargaan, namun motif utamanya tentu saja ekonomi. Mensejahterakan anggotanya. 

Nah Kalo Blog ini masuk mana Mas?


Emha Bersahabat Dengan Flash Gordon

Juni 28, 2007

Santri tanpa sarung; haji tanpa peci; kiai tanpa sorban; dai tanpa mimbar; mursyid tanpa tarekat; sarjana tanpa wisuda; guru tanpa sekolahan; aktivis tanpa LSM; pendemo tanpa spanduk; politisi tanpa partai; wakil rakyat tanpa dewan; pemberontak tanpa senjata; ksatria tanpa kuda; saudara tanpa hubungan darah…”  Baca entri selengkapnya »


Hidup Bermartabat ataukah Hidup Berkualitas ?

Juni 26, 2007

Peranan media dalam menyorongkan slogan hidup berkualitas agaknya telah terlanjur salah kaprah diartikan kebanyakan orang menjadi mengarah kepada gaya hidup hura-hura (Hedonist) dan konsumtif. 

Baca entri selengkapnya »


4 Blog Favorit

Juni 22, 2007

Kemarin adalah hari yang bersejarah bagi blog ini.  

Dalam sehari, sudah dapat menembus 200 penge-klik. Tepatnya 243 hits. Mungkin bagi sebagian blogger sudah biasa, tapi bagi saya yang sebetulnya baru awal Mei 2007 ini bergabung dalam keluarga besar wordpress, merasa bahagia setara. 

Kalau dirunut, blog sudah saya kenal bertahun-tahun lalu. Tahun 2000 awal. Namun dulu hanya sebatas kontributor, bukan founder atau Administrator. Blog “hanyakata” yang ngekos di blogspot, blog “savouco” (Save Our Country) yang numpang di tempat yang sama, pernah saya sumbang. Kedua blog tersebut digawangi oleh Astrid Reza, mantan pemred on/off, terbitan AKY-Jogja sekaligus cerpenis handal. Waktu itu dia masih “orang baru” di Jogja sepulangnya dari Armidale-Australia.  

Sekarang, saya mulai ikut berinteraksi dengan blogger kawakan yang sudah malang-melintang sampe keplintir di jagad blog Indonesia. 

4 Blogger yang saya harus sampaikan terima kasih adalah: Baca entri selengkapnya »