Iklan
 

Demokrasi Kopidangdut

Juni 3, 2016

Demokrasi itu “menopause masyarakat barat”. Sebuah idea yang ditawarkan selepas revolusi. Sebuah istilah yang dinasbihkan Baudrillard.

 

Lalu apakah kita mau menjalankan masa-masa menopause itu? Gairah yang hilang dimakan usia?

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Project Harta Bangsa

Maret 9, 2011

Berapa sih jumlah harta negeri ini yg dibawa kabur ke luar negeri? iya, misalnya harta hasil korupsi, merampok, penggelapan pajak, pidana lain dan kejahatan lainnya. Coba deh kita bayangin berapa duit itu harta keluar saat koruptor pun kabur ke Luar Negeri?

Atau bisa jadi koruptornya ada di sini, tapi hartanya? ilang entah ke mana?

Bagaimana kalau diskusi tentang semua hal itu. Kita bisa sama-sama diskusi tentang Stolen Asset Recovery initiative yang digagas World Bank, atau kerjaannya UNCAC: The UN convention against corruption, dan jangan kuatir, aku juga belum tahu itu semua, dan kita sama-sama belajar.  Juga mengenai proses penyitaan aset di luar negeri itu bagaimana/ toh kayaknya sampe negeri ini ada dan berdiri, para koruptor satu dua orang  sih masih berkeliaran dan ngumpetin duitnya di Luar Negeri. Gimana?   Tertarik dan Menantang bukan?

Kalo tertarik, komentar di sini aja ntar aku invite sesuai alamat email kamu untuk diskusi lebih lanjut dan semoga menghasilkan sesuatu.

Aku uda bikin sih blog untuk project ini. silakan tengok ke http://hartabangsa.wordpress.com/

Apalagi kalau kamu kerja di PPATK, Kementerian Hukum dan HAM, Deplu, yang punya pengetahuan tentang ini, bisa berkenan untuk berbagi ilmunya.

Sip lah. Makasih ya.


Apa Kabar Century?

Januari 26, 2011

Catat! Ini adalah tulisan dengan pendapat pribadi. Penulis tidak dalam kapasitas Pegawai Bank Indonesia. 🙂

Apa kabar Century? Dengan segala daya dan upaya, judul besar kasus Century bukan lagi mengenai siapa yang patut dipersalahkan, namun akan lebih elok menjadi apa yang dapat dilakukan?

Salah satu jawabannya adalah Pengembalian asset (asset recovery). Lantas apa yang dapat dilakukan Pemerintah dan Manajemen Bank? Menelusuri aset di dalam negeri maupun di luar negeri? Bagaimana caranya? Ada yang tahu?

Sejatinya Pemerintah telah membentuk Tim Terpadu untuk melakukan penelusuran aset ini dan berupaya melakukan pengembalian aset. Salah satu caranya adalah dengan pelaksanaan Mutual Legal Assistance (MLA) yang dilakukan dan dipimpin oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Dalam pelaksanaan MLA ini, Tim Terpadu telah berkoordinasi dengan lebih dari 10 negara yang diduga merupakan tempat aset-aset PT Bank Century berada dan sebagaian juga merupakan aset milik pengurus dan pemilik PT Bank Century, Tbk yang lama (Robert Tantular Cs).

Salah satu negara yang menanggapi secara positif adalah Swiss.  Tapi perlu diingat bahwa MLA pada umumnya, dan khususnya versi Swiss berjalan dalam pondasi hukum pidana, terutama adanya dugaan delik Korupsi, dimana negara yang ditempatkan dananya dapat melakukan upaya pengembalian aset apabila secara sah dan meyakinkan dan dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Negara setempat (Indonesia) para pemilik aset merupakan terpidana dan dimuat dalam amar putusan untuk pengembalian aset yang dimilikinya.

Lantas apakah Peradilan Pidana  dalam kasus PT Bank Century, Tbk telah usai? Kalau tidak salah, Pengadilan terkait dugaan Korupsi (Pengadilan in absentia) dengan terdakwa Hesham Al Waraq dan Rafat Ali Rizvi telah divonis, namun mengenai apa amar putusannya, belum diketahui secara pasti. Ada yang tahu? (Kalau tidak salah masing-masing divonis 15 tahun penjara)

Di lain pihak, Manajemen Bank Century, sekarang berganti nama menjadi Bank Mutiara, juga telah melakukan beberapa upaya pengembalian aset Bank Century, misalnya dengan mengajukan turut serta dalam sengketa security asset yang  penempatan dananya  sebesar USD 156juta di Dresdner Bank (saat ini berganti menjadi LGT Bank) dengan atas nama Telltop Holding. Putusan Pengadilan Tinggi Zurich, Swiss tanggal 29 Oktober 2010 yang pada pokoknya mengabulkan permohonan penitipan dari LGT Bank (d/h Dresdner Bank) atas dana security deposit  sebesar USD156juta atas nama Telltop Holdings, Ltd. 

Masih ada babak selanjutnya di mana manajemen Bank Mutiara akan bertarung dengan Tarquin limited untuk memperebutkan aset senilai USD 156juta. Tentu saja, ada hal lain yang dapat ditempuh, misalnya melalui akta perdamaian win-win solution. Atau setidaknya untuk menghemat waktu dengan proses arbitrase. Hal tersebut disesuaikan dengan rencana divestasi Pemerintah terhadap kepemilikannya di PT Bank Century, Tbk.  Tapi apa boleh buat. Berdamai justru akan merepotkan.

Kok repot?

Ya, karena di sisi lain Pemerintah gencar menindaklanjuti kesepakatan MLA dengan Pemerintah Swiss dalam forum G to G untuk mendapatkan aset PT Bank Century, Tbk, maka setiap gerak manajemen bank seyogyanya harus seiring sejalan dengan apa yang sedang diupayakan oleh Pemerintah walau berbeda ranah medan pertempuran. Manajemen Bank Mutiara punya kewenangan penuh untuk  sekuat tenaga berjuang  mendapatkan seluruh aset yang (diklaim) dimilikinya dan tidak membaginya sepeserpun kepada Tarquin Limited.

Tapi apa boleh bikin, posisi sementara ini angin sepertinya berhembus pada pihak Tarquin. Jika hingga tanggal 2 Maret 2011 Bank Mutiara tidak mengajukan gugatan kepada Tarquin Limited, otomatis aset sebesar USD 156juta akan diserahkan kepada Tarquin, mengingat bahwa Tarquin Limited hingga saat ini memilik hak gadai atas security asset tersebut. Namun jangan berkecil hati, dengan penggunaan Hukum Inggris apabila dapat dibuktikan bahwa ada itikad tidak baik antara Tarquin Limited dan Telltop terhadap asset itu (dugaan hubungan entitas bisnis di antara keduanya), maka aset dapat diberikan kepada Bank Mutiara.

Semoga..

Eh iya, apa ya yang sedang dilakukan anggota DPR?

Mungkin mereka sedang melobbi Kantor Akuntan Publik mana yang sanggup melakukan forensic audit PT Bank Century, Tbk semenjak periode 2000-an hingga sekarang. Semoga saja, ini melalui tender yang benar, walaupun sejatinya pelaksanaan audit ini mubazir dan mengada-ada mengingat telah dilakukan oleh BPK, Bank Indonesia dan ieternal bank.

Bagi saya ni sekadar tata cara penundaan yang dianggap sebagian anggota DPR elegan, walau tak perlu dan hanya menghambur-hamburkan uang negara.

Demikian.

🙂


UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas: Sudah Saatnya Kita Ciptakan dan Atur Saja Teleportasi

Januari 11, 2010

malem

lalin malem hari

Transportasi tentu saja beda dengan teleportasi. Transportasi melibatkan perpindahan fisik melalui ruang dan waktu sedangkan teleportasi merupakan perpindahan fisik yang dapat menembus ruang (dan mungkin) waktu.

Transportasi membutuhkan kendaraan biar cepat sampai ke tujuan. Motor, Mobil, Pesawat, dan becak merupakan contoh alat transportasi. Khusus motor, mobil dan becak, mereka akan banyak berjumpa dan berinteraksi di jalanan. Belum bila disebutkan juga sepeda, bajaj, bemo, delman, dan transportasi aneh bin ajaib lainnya. Kecepatan, kecanggihan, harga tiap kendaraan berbeda. Bila ingin lebih jauh lagi, pola pendidikan para pengendara pun berbeda. Baca entri selengkapnya »


Saya Suka Ruhut Sitompul

Januari 8, 2010

Kalau Gus Dur masih ada, maka ia akan berujar: “gitu aja kok repot..” Terhadap kelakuan Ruhut Sitompel eh Sitompul. Tapi sayangnya Gus Dur sekarang sedang ongkang-ongkang kaki, nyeruput kopi dan ngerjain Munkar Nakir dengan beribu banyolan tiada tara.

Kalau ane jadi boss mah, Ruhut emang oke. Mana mungkin gag nyaman punya anak buah galak, ngelindungin majikannya, dan berani dicerca, mau jadi korban untuk jadi TOA.

Ia berbakat sebagai Prof, sayangnya prof di sini salah eja. Seharusnya prov. Kependekan dari provokator. Atau ya semacem agitator deh.. Itu juga boleh.

Ruhut itu hebat. Wakil rakyat yang mewakili rakyat entah bagian mana. Ane sendiri bingung.

Sebetulnya dengan gaya bicara, sopan santunnya yang elegan, ia lebih pantas beredar di jam sewa, seputaran kampung melayu tanah abang atau pulogadung. Eits, bukan sebagai sopir tembak lho.. Apalagi kernet, karena dua profesi terakhir itu sangat terhormat (asalkan gak oper penumpang seenak ketiaknya). Ruhut pantas jadi bagian calo penumpang. Tinggal nongkrongin halte, cawe’ pakai tangan, bawain barang sedikit, lantas minta duit. Gag dikasih kernet? Atau duit persenan kurang? Tinggal lempar sendal dan teriak-teriak. Baca entri selengkapnya »


Gurita Cikeas: Sekadar Makanan Ringan Demi Keuntungan?

Desember 28, 2009

Peluncuran Buku Gurita Cikeas

Cara marketing yang ampuh supaya produk cepat laku salah satunya adalah memanfaatkan momen terhadap “trending topics”.

Tentu saja, saat ini yang lagi ramai adalah urusan gurita cikeas.

George Junus Aditjondro memang ahlinya urusan mengintip kekayaan dan kehidupan penguasa.

Dulu ia mempublikasikan tetek bengek keluarga cendana. Sekarang ia berkisah tentang cikeas. Wow! Hobi yang menggiurkan. Intip, hitung, tulis, (kasih bumbu), lantas jual. Apa bedanya dengan infotainment?

Lantas bagaimana substansi dari buku itu, yang katanya sulit ditemui di toko buku? Apakah benar? Apakah fitnah? Atau kah penuh bumbu? Semi-benar (opo iki?)..? Ah, sebelumnya boleh saja kita bertanya: “Apa perlu?”.

Bagi saya ini 100% bermotifkan materialistik alias jualan buku.

Mengapa? Baca entri selengkapnya »


Prita, maukah kamu jadi bintang iklan rumah sakit?

Desember 5, 2009

Saya cuma iseng. Bayangkan bahwa sekarang perlawanan cerdas sudah darurat dibutuhkan untuk tidak memperdalam masalah.

Prita.
New york times sudah membahasnya. Kisah perlawanannya melawan omni hospital makin ramai dan tak berkesudahan.

Ada cara terbaik, yang win-win solution.
Cari saja rumah sakit mahal yang berani menjadikan Prita bintang iklan. Bayarannya cukup Rp204juta.

red cross

kotak nyawa

Prita cukup tampil dengan mengatakan:
“Rumah sakit ini, jauh lebih baik..”

Ringkas, mengena, baik, dan tidak tendensius.

Rumah sakit yang lain itu sebaiknya rumah sakit swasta skala internasional, yang mampu dan cukup cerdas memanfaatkan momen ini.

Lantas, gerakan koin untuk keadilan?
Silahkan saja tanyakan pada penggagasnya mau diapakan.

Biasanya kaum influencer, punya banyak cara kreatif, selain menarik perhatian..

😀


Hikmah Cicak Buaya Dalam Iklim Keterbukaan Informasi

November 3, 2009

Pada tingkatan tertentu, sepertinya kita memang harus berbagi kesusahan. Dapat dibayangkan bila saja Bibit dan Chandra berjalan sendirian, atau Susno berkelahi tanpa teman, mungkin gak terlalu heboh dan tidak ada banyak cerita yang dapat kita ambil hikmahnya.

1. Rahasia sangat dekat dengan kebohongan, karena kerahasiaan akan memberi kesempatan pada ketidakjujuran. Berbeda dengan berksikap transparan, semua pihak tahu, maka bila ada kebohongan akan terkuak dengan cepat. Birokrasi harus terus berusaha bersikap transparan. Bukan materi atau substansi yang memang perlu ada rahasia, tapi pada “proses”.

2. Polisi perlu terus didukung masyarakat. Kekuasaan tanpa dukungan rakyat, sama saja seperti cebok pake tisu. Gak marem dan terus-menerus diikuti perasaan tidak nyaman.

3. Media makin mengambil peranan sebagai kekuatan baru. Apalagi dengan tingkat peradaban yang makin maju dan kemajuan cara berkomunikasi, dalam sekejab informasi tersebar tanpa dapat dikendalikan secara penuh. Hidup new media!

4. Opini publik makin gampang untuk dipancing, namun ya itu tadi, sulit untuk dikendalikan. Kalau untuk beberapa waktu, pengelabuan wacana hangat dengan menghembuskan berita baru yang lebih heboh dan menarik perhatian memang manjur, namun ingat. Nuarani masih ada di sini, Bung!

5. Hikmah terbesar adalah, penguasa tak lagi menganggap remeh masyarakat, terutama kelas menengah yang bekerja, dengan asumsi terdekat lebih berpendidikan, lebih kritis dan terpenting: berani mengambil sikap. Apakah kita perlu bicara substansi?

Maka coba tim pencari fakta Bibit-Chandra dibubarkan saja, dan ganti dengan Tim-tim pencari fakta berikut ini:

1. Kasus Century

2. Kasus Dana Yayasan Kepedulian apa gituh. (ane lupa) yang dewan pembina isinya terdiri dari 4 menteri yang sekarang bercokol.

3. Jangan coba berani-berani BIN dikepalai Polisi. Bakal runyam mulu ntar.

4. Mereview kasus Bank Indonesia dengan melibatkan besan.

Apalagi ya…?


Inggris Yang Arogan

Agustus 13, 2009

Inggris Yang Arogan: Tanggapan terhadap Artikel Gordon Brown di Harian bendera_britania-554x443Kompas Berjudul  “Pengadilan Memalukan di Burma”

 

Sejak lahir nama ane Kopdang. Suatu saat, oleh temen-temen, ane dipanggil Ganteng (entah kenapa). Lalu ketika ane sadar bahwa ane gak ganteng-ganteng amat, maka ane minta orang-orang manggil ane Kopdang saja. Karena itu memang nama ane. Tapi temen-temen ane sebagian kecil tetep manggil ane Ganteng. Padahal yang punya nama ane. Tapi ia (temen ane itu), tetap bersikukuh memanggih Ganteng buat ane, walaupun ane sudah secara resmi mengumumkan bahwa nama ane adalah kopdang.

😯

 

Temen ane itu adalah Negara Inggris. Dan Ane adalah Negeri Myanmar.

Coba deh ente baca koran Kompas pagi ini. Dalam kolom Opini (hal. 6 terbitan 13/8), Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown menulis dengan judul besar: “Pengadilan Memalukan di Burma”.

Tanpa melihat isinya, saya justru mengecam gaya arogan Inggris. Kenapa? Karena nama negara itu adalah Myanmar, bukan Burma lagi.

Burma dulu ada karena Inggris menjajah Myanmar. Burma diambil dari Burmese, suku mayoritas negeri Myanmar. Jadi bayangkan saja Inggris menamakan negeri kita dengan sebutan Indies atau Jawa.

Betapa konyolnya gaya Inggris.

😛 Baca entri selengkapnya »


Selain David Hartanto Widjaja Ternyata Ada Staf NTU Yang Juga Meninggal

Maret 8, 2009

 

Kasus kematian David Hartanto Widjaja perlu dicermati secara serius. Selain beliau, terdapat satu orang lagi dari NTU yang uga meninggal.  Terdapat titik terang, bahwasanya dibalik “cerita” masih ada “fakta” lain yang belum terungkap.

 

http://mediacare.blogspot.com
—– Original Message —– 
From: Christovita Wiloto 
Sent: Saturday, March 07, 2009 5:55 AM
Subject: [mediacare] STOP PRESS: Selain David Hartanto Widjaja, ternyata ada staf NTU yg juga meninggal

Rekan2 sekalian,

Kasus kematian David Hartanto Widjaja semakin misterius setelah ditemukannya banyak kejanggalan antara pemberitaan media Singapura dengan bukti-bukti di TKP. 

Selain itu berita ditemukannya mayat seorang staff NTU EEE membuat kasus ini semakin misterius. Beritanya bisa dibaca di bawah ini. 

Kami menghimbau rekan-rekan media untuk lebih dalam lagi melakukan investigasi kasus ini. Selama ini berita-berita di media Singapura yang ada sangat menyudutkan David dengan pola yang diatur seperti ini:

David anak jenius—-> keranjingan game —-> sampai lupa tugas belajar —-> nilainya jeblok —-> beasiswanya di cabut —-> depresi —-> nekad menusuk profesornya —-> kemudian nekad bunuh diri

Mohon bantuan untuk melakukan check and recheck, serta investigasi lebih dalam. Juga perlu dilakukan REPOSISI persepsi publik yang sudah terlanjur buruk terhadap mahasiswa Indonesia ini. Untuk menjaga citra Indonesia dan perlindungan warga negaranya.

Kita berharap agar pemerintah Singapura dapat segera mengungkap kasus ini. Dan pemerintah Indonesia dapat berperan lebih aktif.

Untuk rekan2 yang prihatin dengan kasus kematian David Hartanto Widjaja, bisa bergabung di Facebook di http://www.facebook.com/group.php?gid=67772059154&ref=ts 

Salam hangat

Christovita Wiloto

——————————————————-
http://singaporeenquirer.sg/?p=2500 

NTU officer found hanged
March 7, 2009 

A NANYANG Technological University infocomm project officer was found hanged in a staff apartment at the NTU campus on Friday night.
Mr Zhou Zheng, 24, a Chinese national from the Division of Information at the School of Electrical and Electronics Engineering (EEE) was pronounced dead in his flat at Block 101C Nanyang Heights at about 10.50 pm. Baca entri selengkapnya »


Pak Menteri Itu Caleg atau Pembantu SBY?

Oktober 7, 2008

 

Tukul aja deh yang jadi menteri...

Tukul aja deh yang jadi menteri...

 

Pak Menteri yang terhormat, ane mau tanya kalau bapak punya PRT di rumah, belum pernah mengajukan resign, makan gaji dari Bapak, lalu meminjam laptop milik anak bapak, pinjam sepeda motor milik anak bungsu Bapak, pinjam mobil milik istri bapak untuk kepentingannya buka usaha warteg di samping rumah, termasuk meminjam nama bapak untuk mencari modal, wara-wiri, bolak sana-bolak sini, dan akhirnya modal tersebut terkumpul dengan nama bapak sebagai peminjamnya, apa yang Bapak akan lakukan ?

 

Lalu Bilamana pembantu itu adalah Bapak Menteri sendiri, apa tanggapan Bapak?

Rupanya benar…Pembantu-pembantu itu adalah:

  • Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Bali nomor urut 1,
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Kalimantan Selatan nomor urut 1.
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Papua nomor urut 1,
  • Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy caleg PKB daerah pemilihan Riau nomor urut 1.
  • Sedangkan Menteri Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault caleg PKS daerah pemilihan Sulawesi Tengah nomor urut 1, dan
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali caleg PPP daerah pemilihan Jawa Barat II nomor urut 1. Baca entri selengkapnya »

Skripsi Hukum Internasional

Oktober 3, 2008

Teman kita Diki menulis demikian dalam kolom komentar blog di sini, sebagai berikut:

 

assalamualaikum…mas…
saya mhsswa hukum internasional…maw curhat bout skripsi nih…
rencananya saya mo kasih masuk judul: Tinjauan Hukum Internasional Pengaruh deklarasi Uni Eropa dalam kasus Munir terhadap Diplomasi Indonesia.
kira2 bagaimana mas? perlu dirubah? mohon masukannya…
oya…kalau mamang relevan..apa rumusan masalahnya yah…
1. bagaimana dampak deklarasi Uni Eropa dalam kasus munir terhadap diplomasi Indonesia ?
2. bagaimana sikap diplomasi Indonesia dalam mengahdapi deklarasi Uni eropa?
skali lg mohon arahannya mas… thenx..
piss..

 

Tanggapan ane’: Baca entri selengkapnya »


Pernyataan Dewan Gubernur Bank Indonesia 12 Februari 2008

Februari 13, 2008

Pernyataan DG 12 Feb 2008 

Kemarin siang (Pukul 13.00 WIB), bertempat di Kantor Pusat Bank Indonesia, Dewan Gubernur Bank Indonesia menyampaikan pernyataan menyikapi berbagai pemberitaan akhir-akhir ini.

Pernyataan ini dibacakan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Bp. Burhanuddin Abdullah dihadapan segenap pegawai BI yang memadati Loby Menara Sjafruddin Prawiranegara. Berikut petikan lengkap dari penyataan tersebut.  

“Ass. Wr. Wb.

Mempertimbangkan makin beratnya tantangan yang harus dihadapi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan serta menyikapi pemberitaan yang berkembang akhir-akhir ini, Dewan Gubernur Bank Indonesia ingin menyampaikan kepada seluruh pegawai Bank Indonesia dan masyarakat luas hal-hal sebagai berikut:

Baca entri selengkapnya »


Saran Skripsi Hukum

Februari 10, 2008

sarjana

Beberapa komentar dan email menanyakan perihal penulisan ilmu hukum (skripsi hukum). Alih-alih bertanya tentang metodologi penelitian, keselarasan antara rumusan masalah-pembahasan dan kesimpulan (plus saran), Sahabat lebih banyak yang bertanya tentang “judul”.  

Saya sedih.

Baca entri selengkapnya »


Pledoi BA

Januari 30, 2008

BA 

Apakah diam masih menjadi emas, Tuan? Tunjukkanlah bahwa langit jingga yang merapus keemasan itu bukan sekadar tanda terbenam, namun tanda bahwa kebenaran yang bersemayam pada waktunya akan terbit dengan terang- benderang…

Berikut di bawah ini cuplikan pernyataan Burhanuddin Abdullah (BA), Gubernur Bank Indonesia terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Seperti kita ketahui bersama, pemberitaan di media hari ini mengenai aliran dana Bank Indonesia termasuk pemberitaan mengenai saya pribadi begitu gencarnya.

Saya merasa sangat terkejut akan hal tersebut, mengingat selama empat tahun perjalanan ini, kita sama-sama meyakini bahwa apa yang telah kita kerjakan dilakukan dengan tulus dan ikhlas untuk mencapai yang sebaik-baiknya.

Tetapi cerita kehidupan tidak seperti itu. Kita tidak merancang masalah-masalah supaya terjadi dan hal ini telah membuat saya merasa masygul.

Namun saya tidak bisa terus-menerus terbawa oleh perasaan seperti itu. Pada akhirnya common sense harus muncul dan kembali dari rasa kemanusiaan kita.

Kalau tadi malam saya tidak tidur sekejap pun, hal ini mungkin merupakan respon tubuh fisik dalam menyikapi apa yang sedang terjadi. Namun saya tetap berusaha untuk mengembalikan common sense saya.  

Baca entri selengkapnya »


Pidana Perbankan: Antara Asas Kolegial dan Vicarious Liability

Desember 28, 2007

Penanganan kasus dugaan tindak pidana di bidang perbankan (tipibank) dalam suatu bank yang berbentuk badan hukum berupa Perseroan Terbatas (PT), perlu dipahami oleh penegak hukum mengenai kewenangan dan tanggung jawab masing-masing organ PT, sehingga batasan tanggung jawab di dalam suatu perbuatan hukum yang memenuhi unsur tipibank dapat dipahami secara tepat dan memudahkan di dalam menentukan para pelaku dugaan tipibank.

Ada perbedaan pandangan para penegak hukum terkait penerapan hukum di dalam penanganan suatu kasus, misalnya dalam hal perbuatan hukum yang dilakukan oleh direksi, dengan beberapa direktur di dalamnya, asas dalam hukum pidana yang menyatakan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya akan kontradiktif dengan asas kolegial dalam hukum perusahaan yang termaktub dalam UU No.40. tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Bagi ahli hukum pidana kecenderungan bahwa hanya pelaku yang secara langsung melakukan “kesalahan” yang akan dipidana dan tidak dapat dialihkan atau dibebankan kepada orang lain. Sedangkan dalam hukum perusahaan, secara jelas dan tegas, setiap pihak memiliki kewenangan dan tanggung jawab masing-masing, sehingga dapat dimungkinkan bahwa karena kewenangannya, suatu pihak, misalnya direksi, harus bertanggung jawab atas nama PT. dalam suatu perbuatan hukum yang telah dilakukan.

Berkembangnya wacana pemberlakuan vicarious liability yang menjadi perhatian sekaligus kekuatiran praktisi perbankan, merupakan kajian menarik dan penting dalam penanganan kasus tipibank. Doktrin yang diadopsi dari common law tersebut menyatakan bahwa

 

“Korporasi/ perusahaan bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan oleh pegawai-pegawainya, agen/perantara atau pihak lain yang menjadi tanggung jawab korporasi. Dengan kesalahan yang dilakukan oleh salah satu individu tersebut, kesalahan itu secara otomatis diatribusikan kepada korporasi. Dalam hal ini korporasi dapat dipersalahkan meskipun tindakan yang dialakukan tersebut tidak disadari atau tidak dapat dikontrol (Prof. Dr. Bismar Nasution, “Kejahatan Korporasi dan pertanggungjawabannya”-2006).  

  Baca entri selengkapnya »


Lowongan PNS: Deplu 2007

Agustus 14, 2007

Ada Yang Ingin Jadi Diplomat DEPLU? 

Departemen Luar Negeri buka lowongan lagi tahun ini. Baca selengkapnya di sini:berita lowongan

Cara yang berbeda

Namun ada perbedaannya dengan tahun-tahun sebelumnya, Deplu juga menjaring calon PNS-nya via kerjasama dengan universitas ternama. Apa ya maksudnya?

Silahkan baca email sahabat Mas Kopdang berikut ini: 

Sedikit menmbahkan info lowongan deplu dari mbak abc  dan mencoba menjawab pertanyaan jeng aaaa, disampaikan sbb:
Baca entri selengkapnya »


Tentang Skripsi Hukum Lagi

Agustus 10, 2007

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat email dari Geri yang menuliskan sebagai berikut: 

Nama saya geri… ambil jurusan hukum… berhubung saya liat blognya mas kopdang dan ngeliat latar belakang mas yang hukum juga… saya mau share sedikit mengenai skripsi saya. Btw skripsi saya mengenai masalah BLBI (perjanjian MSAA yang memuat klausul release n discharge dihubungkan dengan pasal 1320 KUH Perdata) tapi identifikasi masalah (IM) saya ditolak dosen pembimbing karena katanya terlalu mudah buat dianalisis. Yang mau saya tanyain :” kira-kira mas ada alternatif IM lain ga buat skripsi saya tadi (berhubungan dengan masalah keperdataannya)? atau mas ada saran judul buat saya terutama dibidang perbankan atau pasar modal… Nuhun pisan buat jawabannya. Jawaban mas menyelamatkan hidup saya… He…he…”. o ya mas ketinggalan, saya bisa minta UU PT yang baru??? skali lagi Nuhun pisan…. 

Komentar saya:

Coba baca ini dulu (silahkan klik).

Dan ini RUU yang baru disahkan oleh DPR. pjlsruuptfinal.pdf

Dan berhubung, mBak Putri yang pernah saya jawab atas pertanyaannya di blog ini juga telah menulis reply atas jawaban saya dalam postingan ini, maka akan saya muat juga email beliau yang isinya begini: 

Baca entri selengkapnya »