Skripsi Hukum dan Skripsi Pada Umumnya Serta Permasalahannya

Agustus 6, 2007

Inbox gmail Mas Kopdang kedatangan sepucuk surat dari Putri, Mahasiswi Hukum, yang menuliskan pertanyaan sebagai berikut: 

nama saya putri… ambil jurusan hukum… berhubung saya liat blognya mas kopdang yang kayanya enak kalo diajak share dan saya liat latar belakang mas yang hukum juga… saya pengen tanya kira2 topik/kasus apa yang bisa dijadikan bahan skripsi yah… saya lagi binguuung banget untuk menentukan judul skripsi padahal deadline bentar lagi..saya ambil jurusan hukum ekonomi bisnis dan tertarik sekali dengan persaingan usaha dan perusahaan/hal2 yang berbau PT kira-kira mas bisa membantu saya untuk berbagi ide dan kalo dipake sama saya, saya akan banyak2 terima kasih sekali…                                                                   

sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan mohon kiranya dibalas 

wassalam 

Komentar Mas Kopdang: 

Pertama: Maaf, baru saya sempat balas  hari ini. (Surat masuk tanggal 31 Juli).

Kedua: Menurut saya, Putri sebaiknya lebih terfokus pada “rumusan  masalah” terlebih dahulu. Carilah situasi, fenomena, topik di mana ada gap / jurang antara das sein dan das sollen suatu keadaan. Pilihlah topik yang mudah, mampu dibuat dan bermanfaat bagi Putri. 

Mengenai topik, judul dan permasalahan yang akan diambil, silahkan Putri menganalisa keadaan yang paling dekat atau yang sedang nge-trend saat ini. Sehingga akan mudah untuk dipelajari dan mudah untuk dilakukan. Karena Sebetulnya menurut saya, Skripsi itu Cuma terdiri dari 3 hal: 

  1. Menentukan masalah (pertanyaan yang harus dijawab dalam Bab Pembahasan Skripsi) dengan penyesuaian judul terhadap masalah.
  2. Membahas (mencari tahu) tentang aturannya- dan kenyataannya tentang masalah tersebut.
  3. Menyimpulkan hasil pembahasan sesuai rumusan masalah. Sehingga antara masalah, pembahasan dan kesimpulan segaris lurus dan “nyambung”. Sedangkan bonus bagi skripsi itu adalah “saran”, yakni uraian singkat untuk menambal jurang antara qua aturan dan yang terjadi dalam kenyataan sehari-hari [solusi sederhana]

  Contoh paling sederhana, bila diselaraskan dengan hukum ekonomi bisnis adalah: Baca entri selengkapnya »


Tentang UU Penanaman Modal (lagi)

Juni 20, 2007

          SETELAH saya posting-kan masalah UU Penanaman Modal No.25 Tahun 2007 (atau lebih dikenal sebagai UU Investasi), beberapa email masuk dan mengajukan pendapat serta pertanyaan, salah satunya: 

Khusus ttg UU investasi, lmyn jadi bisa ngeliat lebih luas tanpa browsing sana sini hehehehe..matur nuwun..Btw, mau nanya kalo peraturan statusnya masih Perpu udah bisa diimplementasiin blm sih?Soalnya tentang special economic zone di batam tuh masih perpu, nah tevy ditanya udah diimplementasiin blm?mesti jawab apa ya hihihi..kalo perpu udah wajib diimplementasikan, kenapa ada pendapat gini: “semoga Perpu tersebut segera disahkan menjadi UU” tengkyu lagi.. (dari Tevy via email) 

Begini Tevy, Masalah Perpu, perlu saya jelasin sekilas ya: Negera Indonesia secara hukum, (Peraturan mengenai ini lupa, UU-nya lupa) mengatur hirarki peraturan sbb: Baca entri selengkapnya »


Mediasi Perbankan

Juni 18, 2007

JENGKEL dengan bank? Pernah ada masalah dengan bank? Misalnya: kartu ATM hilang dan jumlah uang dalam rekening anda jadi berkurang, transfer salah alamat, dan segudang problem lainnya yang terkait dengan bank?

 nasabah.jpg 

Saat kita membaca koran, di surat pembaca seringkali tertera surat yang menyuarakan aduan betapa lemot-nya bank, nggak becus mengurus rekening kita sehingga kita kehilangan uang, atau sekadar salah-paham yang menimbulkan kerugian materiil bagi kita. 

Eittss, jangan stres dulu, apalagi putus asa! Langkah paling mudah adalah kita mengadukan langsung ke bagian layanan bank tersebut. Setiap aduan secara lisan, baik via telpon atau datang langsung, itu memang aturannya dan bank wajib memberikan keterangan atau jawaban paling lambat 2 hari setelahnya. Itu aturannya. 

Baca entri selengkapnya »


>> Risalah tentang Pro-Kontra RUU Investasi

Juni 15, 2007

images-garuda.jpg

Selamat siang sembari menanti Sholat Jumatan, 

Entah kenapa, tiba-tiba saya diminta orang kedua di kantor saya untuk membuat kajian masalah RUU Investasi. Disposisi disampaikan tadi pagi jam 08.15 WIB dan harus selesai sebelum Jumatan. Gileeee..!

Tapi untungnya saat menuliskan tulisan ini, kajian tsb sudah saya serahkan baik-baik (tanpa menggunakan kaki, muka dilipet ataupun senyum kecut!) kepada Beliau.

Sebagai bahan bacaan dan menambah wawasan kita sebagai bagian dari pejuang kehidupan di bumi pertiwi, maka saya sertakan tulisan ini (sebetulnya bukan tulisan tapi pointers).

Selamat mencicipi…

RUU Investasi (sebutan khalayak ramai untuk RUU Penanaman Modal) telah menjadi Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. 

1. Latar Belakang:

·         Membenahi iklim investasi di Indonesia (market friendly). Baca entri selengkapnya »