Arah Kebijakan Bank Indonesia 2011

Januari 25, 2011

diambil dari situs resmi BI.

Arah Kebijakan Bank Indonesia Tahun 2011

 
 
   
 

Malam ini, Jumat, 21 Januari 2011, Bank Indonesia telah menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Perbankan 2011. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bank Indonesia Bp. Darmin Nasution menyampaikan Arah Kebijakan Bank Indonesia tahun 2011. 

Berikut ikhtisar kebijakan tersebut:

Kita telah melewati masa krisis global 2008/2009 dan boleh dikatakan ekonomi Indonesia selama 2010-2011 berada dalam tahapan transformasi dari pemulihan menuju pertumbuhan yang berkesinambungan melalui penguatan stabilitas.

Sebagai first line of defense, Bank Indonesia senantiasa mengedepankan pengelolaan kebijakan moneter dan perbankan secara berhati-hati (prudent) dan konsisten. Respon kebijakan Bank Indonesia yang telah ditempuh selama 2010 dalam rangka menjaga stabilitas makro dan sistem keuangan. Sebagaimana tema yang diusung pada kesempatan ini, dengan memperkuat stabilitas diharapkan akan menopang proses transformasi ekonomi Indonesia paska krisis global menjadi ekonomi yang tumbuh berkelanjutan (sustainable).

Kebijakan Bank Indonesia selama tahun 2011 akan berbentuk penguatan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial sebagaimana yang telah ditempuh selama tahun 2010. Penguatan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh instrumen yang tersedia untuk kemudian dikalibrasi secara optimal. Instrumen-instrumen dimaksud meliputi:

  1. Kebijakan suku bunga (BI rate) diarahkan agar tetap konsisten terhadap pencapaian sasaran inflasi yang telah ditetapkan, yaitu 5%±1% dan 4,5%±1% pada tahun 2011 dan 2012, dengan mewaspadai risiko tekanan inflasi yang akan meningkat ke depan.
  2. Kebijakan nilai tukar diarahkan untuk membantu pencapaian sasaran inflasi, dengan tetap konsisten pada pencapaian sasaran makroekonomi lain, serta memberikan kepastian bagi dunia usaha. Solusi possible trinity akan berbentuk konfigurasi optimal dari stabilisasi nilai tukar, pengendalian arus modal, dan respon suku bunga. Dengan kata lain, mempertimbangkan berbagai kompleksitas yang dihadapi, Bank Indonesia mensiasati kerangka impossible trinity melalui pemilihan middle ground solution, bukan corner solution.
  3. Operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas domestik diarahkan agar konsisten dan mendukung kebijakan suku bunga dalam pencapaian sasaran inflasi dan pengendalian permintaan domestik.
  4. Kebijakan makroprudensial lalu lintas modal diarahkan untuk mendukung kebijakan nilai tukar, dengan tidak menimbulkan dampak terhadap likuiditas domestik secara berlebihan. Dua dari paket kebijakan yang diterbitkan pada Desember 2010 lalu yaitu kenaikkan giro wajib minimum (GWM) valas dan penerapan kembali batas posisi saldo harian pinjaman luar negeri (PLN) bank jangka pendek, merupakan instrumen makroprudensial yang juga terkait dengan pengelolaan arus modal. Di tengah derasnya modal masuk, kenaikan GWM valas akan memperkuat managemen likuiditas perbankan. Sementara itu, pembatasan posisi saldo harian pinjaman luar negeri bank jangka pendek, akan memperkuat prinsip kehati-hatian dalam mengelola pinjaman luar negeri bank jangka pendek.

Perumusan dan implementasi bauran kebijakan tersebut sangat penting mempertimbangkan keterkaitan stabilitas moneter dan stabilitas keuangan. Bank Indonesia juga akan terus melakukan kalibrasi agar bauran kebijakan yang diambil tetap memberikan hasil optimal antara stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi.

ARAH KEBIJAKAN BANK INDONESIA

Meningkatnya kegiatan ekonomi tahun 2010 ditopang oleh ketahanan dan kinerja sektor perbankan yang positif, tercermin dari terjaganya stabilitas. Financial Stability Index yang mencapai sebesar 1,75 atau jauh lebih rendah dibandingkan pada saat krisis 2007/2008 sebesar 2,43. Fungsi intermediasi juga meningkat meski masih ada peluang untuk lebih tumbuh, risiko kredit masih terjaga (NPL dibawah 5%), permodalan yang memadai (CAR mencapai 16%).

Sebagaimana diketahui Bank Indonesia telah mengeluarkan Paket Kebijakan Desember 2010 dengan sasaran utamanya adalah untuk memperkokoh stabilitas makroekonomi dan meningkatkan intermediasi dan ketahanan perbankan, yaitu:

  1. Kebijakan untuk meningkatkan intermediasi perbankan yang dilakukan guna menjamin ketersediaan pasokan melalui pendalaman pasar, mendorong biaya pinjaman yang lebih efisien, melonggarkan bobot risiko untuk kredit ritel dan KMK serta upaya mengurangi asymmetric information dengan penyediaan data informasi kredit yang lebih akurat dan lengkap. Untuk lebih mendorong keluasan jangkauan dan kedalaman intermediasi, dilakukan upaya-upaya besar melalui program perluasan akses kepada lembaga keuangan (financial inclusion) dan program BPD Regional Champion.
  2. Kebijakan untuk meningkatkan ketahanan bank yang dimaksudkan untuk lebih mendukung pertumbuhan bank, daya saing dan kemampuan dalam menyerap risiko. Untuk mencapainya akan dilakukan penguatan melalui penyempurnaan aturan terkait dengan fit and proper test, peningkatan fungsi kepatuhan bank umum, aktiva tertimbang menurut risiko, dan manajemen risiko terkait kerjasama bisnis Bancassurance.
  3. Kebijakan untuk penguatan kelembagaan, daya saing dan ketahanan bank perkreditan rakyat dan bank syariah yang ditujukan untuk membangun kesetaraan playing field dengan bank konvensional. Upaya ini akan didukung penyempurnaan aturan yang terkait penilaian kualitas aktiva produktif, restrukturisasi pembiayaan bank dan unit syariah, batas maksimum pembiayaan dana BPR syariah, dan perubahan perizinan bank umum menjadi bank syariah.
  4. Kebijakan untuk meningkatkan efektivitas fungsi pengawasan bank yang ditujukan untuk meningkatkan fungsi detektif early warning system dan penerapan macroprudential supervision. Untuk mencapainya dilakukan penyempurnaan aturan-aturan terkait dengan sistem pengawasan bank berdasarkan risiko, penetapan status dan tindak lanjut pengawasan bank (exit policy) dan penilaian tingkat kesehatan bank berdasarkan risiko.

Arah kebijakan ke depan difokuskan pada upaya untuk mentransformasikan kondisi perekonomian dan perbankan paska krisis saat ini, menuju pertumbuhan yang berkesinambungan, melalui:

  1. Pemanfaatan pasokan devisa yang berkesinambungan untuk menutupi kebutuhan impor dan kebutuhan pembiayaan, disamping dapat digunakan untuk memperdalam pasar keuangan serta menopang stabilitas makro, utamanya nilai tukar.
  2. Peningkatan permodalan dan kelembagaan serta daya saing perbankan nasional dengan mempercepat proses konsolidasi untuk menyongsong penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN.
  3. Mendorong pertumbuhan yang produktif dan meningkatkan efisiensi dengan mendorong NIM perbankan ke arah yang lebih rendah, efisien, dan kondusif bagi dunia usaha, termasuk sektor UMKM.
  4. Partisipatif dalam meningkatkan akses dan keterhubungan masyarakat dengan jasa keuangan maupun lembaga perbankan.
  5. Pengembangan Sistem Pembayaran yang diupayakan agar lebih efisien, handal, mudah, dan aman dilakukan dengan menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur, pengembangan sistem, dan penguatan aturan hukum. Upaya pengembangan di bidang Sistem Pembayaran tersebut juga terkait dalam rangka mendorong financial inclusion.
  6. Arah implementasi Arsitektur Perbankan Indonesia (API) dilakukan dengan mendudukkan berbagai jenis bank pada posisi yang tepat, sesuai dengan alasan keberadaannya masing-masing agar satu sama lain dapat saling bersinergi dan mempertimbangkan roadmap API berdasarkan best practice perbankan.
  7. Mempertimbangkan potensi demografis Indonesia dan relatif masih rendahnya akses keuangan masyarakat, Bank Indonesia bersama pemerintah sedang merumuskan strategi nasional keuangan inklusif.
  8. Penguatan tata kelola untuk mencegah pengambilan risiko secara berlebihan bagi eksekutif yang berpotensi memunculkan moral hazard.

 


Perintah Atasan

Januari 18, 2011

Sejauh mana perintah atasan harus ditaati?

Pasti teman-teman yang sudah bekerja memahami maksud pertanyaan di atas. Bahkan di tempat saya bekerja, di mana setiap urusan harus tertulis pun, kegamangan terhadap “perintah atasan” selalu ada. Ya. Beruntunglah saya dengan suasana kerja yang setiap kegiatannya selalu tertulis. Semua disposisi harus ditulis dalam secarik lembar disposisi. Namun nyatanya sebagai kaum jelata, selalu saja ada kebimbangan saat mengintepretasikan perintah tersebut.

Eh tunggu dulu, sebelum mengintepretasikan, apakah sih perintah itu?

“Tolong buatkan risalah pertemuan tadi..”
“Mas, bisa ambilkan buku agenda saya di ruang rapat tadi..”
“Sudah lah, temuan tadi di-drop saja, mereka teman baik kita kok. Saya jamin..”
“Coba buka baju kamu..”. 🙂

Dari 4 perintah tadi, atau mungkin lebih tepat sebagai “permintaan”, mana yang paling cocok di sebut perintah dalam lingkungan kerja?

Ya. Sepakat: Nomer 1.

Untuk kalimat Nomer 2, itu lebih tepat sebagai minta bantuan. Memang bukan tugas utama kita. Tapi toh, bukan berarti harga diri kita tiba-tiba jatuh hanya karena dimintakan tolong atasan mengambilkan buku agendanya yang tertinggal di ruang rapat.

Kalau Nomer 3?

Itu memang perintah atasan, namun semu. Bisa jadi itu karena tidak sesuai dengan apa yang menjadi prinsip utama dalam bekerja seorang Profesional: Integritas dan Kompetensi. Gampangnya mah Jujur dan Mampu.

Jika perintah Nomer 3 di atas disampaikan atasan kepada anak buahnya apa yang dapat diperbuat oleh anak buah?

Saya tak pernah bekerja di instansi militer yang konon katanya ada “garis komando” yang tegas dan keras, bahwa perintah atasan adalah mutlak. Entahlah apakah itu benar adanya atau hanya isapan jempol belaka.

Namun bagi teman-teman dan saya yang bekerja di sebuah lembaga, baik negeri maupun swasta, ada kalanya perintah atasan penuh dengan kepentingan. Bisa saja kita tutup mata, dan ABS (Asal Bapak Senang) dengan menjadi tukang sebut “Yes Sir..!” tanpa ragu tanpa malu, tapi apa itu ya benar dan patut?

1. Kesadaran diri.

Kelemahan dari para pegawai/ anak buah adalah tidak mengetahui secara pasti dan sadar apa yang menjadi kewajiban dan haknya. Dalam bahasa PNS: Tupoksi, Tugas Pokok dan fungsi. Bukan masalah hak kewajiban gaji dan tunjangan lho ya… 🙂

Dengan tidak taunya mereka, maka pegangan satu-satunya yang niscaya akan selalu menjadi acuan adalah “atasan”. Ini berbahaya.

Juga tidak tahunya mereka pada aturan main dalam bisnis proses. Siapa yang bertanggung jawab, apa risikonya, dan apa manfaatnya?

Pegawai Akun Ofiser (AO- Account officer) pada sebuah bank, sejatinya bertanggung jawab pada SOP adanya pemberian kredit dan bukan kepada Kepala Cabang. Bila ada kredit komando atau titipan, bila secara profesional tidak layak, untuk apa juga dipaksakan untuk diproses hingga pencairan? itu namanya kebodohan. Apalagi sampai memalsukan data, mereka-reka jaminan, memalsukan tanda tangan.

Bertanggung jawablah pada jabatan.

2. Kompetensi

“Tidak semua orang baik, cakap dalam bekerja”

Jangan salah. Kamu bisa jadi karyawan terbaik. Namun kamu juga bisa jadi karyawan yang baik. Beda bukan? Karyawan yang terbaik idelanya dia paham akan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Target tercapai, hubungan dengan rekan kerja baik, dengan customer juga oke, dengan boss pun harmonis. Apalagi ia menguasai pekerjaannya.

Apabila kita tidak terlalu paham dengan apa yang dikerjakan, tanya lah teman, rekan, atau senior bahkan atasan yang sekiranya cukup paham tentang permasalahan. Kebodohan dan ketidaktahuan pun dapat mencelakakan.

Bukankah Kanjeng Nabi pun pernah berpesan:

“Tunggulah kehancuran jika suatu urusan tidak dijalankan oleh orang yang mampu?” Kurang lebihnya begitu lah..

maka, baik saja tidak cukup. Senyam-senyum tidak cukup. Patuh saja pun tidak cukup. Anda harus mengetahui apa yang anda kerjakan, perlu apa saja untuk mengerjakan sesuatu tersebut, dan pastikan target waktunya.

Skill, pengalaman, dan pengetahuan harus terus dikembangkan. Orang jawa bilang : LUMINTU. Sustainable, Berkelanjutan. Bahasa Orba: Berkesinambungan.

Jangan pernah merasa jaman SMA jadi murid teladan lalu di kantor Anda akan selalu jadi nomor satu. Jangan merasa pernah jadi Ketua BEM Anda layak selamanya jadi pemimpin. Asah terus. Jangan bosan. Kalau bosan, boleh ganti istri. eh, maap ya ‘A.

3. Berani

Ini yang paling susah.

Kita lama dijajah. Gen sepertinya lebih banyak unsur takut dibandingkan keberanian. Sama atasan hanya bisa bilang. “Baik”…

“Siap…”

“Oke  pak”

Padahal, ada kalanya juga kita perlu pertanyakan kembali. Perlu di-challenge. perlu didiskusikan terlebih dahulu.

Parah apabila tahu bahwa petunjuk, arahan, atau perintah atasan adalah salah, namun kita tetap melakukannya. andaikan pun posisi kita terjepit, sana salah sini salah, dan takut di PHK, berlindunglah kepada Tuhan YME dengan modal kepandaian yang tersisa.

Misal: Diminta membuat sesuatu yang sifatnya kesalahan fatal. Buatlah dahulu dokumen dengan sebaik-baiknya. Atasan akan mengkoreksi sesuai selera. Nah, soft copy konsep simpan baik-baik, juga hard copy dokumen yang menunjukkan coretan atasan untuk memperbaiki sesuai seleranya. Maka itu akan menjadi pegangan anda jika dikemudian hari hal ini dipermasalahkan banyak pihak.

4. Fair

Tidak adil juga kita sebagai anak buah untuk menjelek-jelekkan atasan kita sendiri. Pastikan kita hormati mereka. Jangan pernah menjebak atasan, apalagi melakukan kecurangan pada atasan. Kecuali..

nah..kecualinya, silahkan Anda isi sendiri.

🙂

Jakarta- Pojok Monas,

18 Januari 2010.


Lowongan Bank Indonesia Untuk Jabatan Pengelola Portofolio Muda

Januari 13, 2011

Agak telat sih, tapi kayaknya masih bisa dicoba. 🙂

====

Bank Indonesia mengundang Putra/Putri terbaik lulusan Perguruan Tinggi dalam maupun luar negeri untuk berkarir dan menjadi bagian dari tim kerja yang professional.

Jika Anda seseorang yang memiliki semangat kuat untuk berkembang, dinamis, serta mampu bekerja pada lingkungan yang kompetitif, menyukai tantangan dan berjiwa inovatif, kami mengundang Anda untuk bergabung sebagai:

PENGELOLA PORTOFOLIO MUDA

Persyaratan:

  • Warga Negara Indonesia, dengan usia maksimal 28 tahun (per tanggal 8 Januari 2011)
  • Pendidikan S1 dan/atau S2 dari jurusan: Ekonomi (Manajemen Keuangan/Bisnis, Accounting, Studi Pembangunan); Hukum; Matematika
  • IPK minimal 3.00 dari skala 4.00
  • TOEFL minimal 500 (Institusional) atau IBT score minimal 61
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 1 (satu) tahun di bidang pengelolaan portofolio, treasury, forex trading, pasar modal/sekuritas
  • Bersedia mulai bekerja dalam waktu dekat

Untuk informasi lebih lengkap dan cara melamar, silahkan kunjungi:

http://jobs.experd.com/portfoliomanager

Hanya kandidat terpilih yang akan diundang dalam proses seleksi lebih lanjut

Adapun untuk informasi mengenai fasilitas call center yang disediakan sbb:

Telepon :
021- 96603787
021- 96608663
021- 96578377

Email: jobs@experd.com


Berita di Detikcom: Hampir 80% Pegawai Bank Indonesia Menolak OJK

Desember 2, 2010

Wah apakah benar?
http://www.detikfinance.com/read/2010/12/02/170106/1507815/5/hampir-80-pegawai-bi-tolak-gabung-ojk?f9911023
tulisan dari Herdaru Purnomo – detikFinance
Jakarta – Mayoritas pegawai Bank Indonesia (BI) menyatakan penolakannya untuk bergabung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) mengungkapkan dari 473 responden pegawai BI, 76,98% menyatakan menolak bergabung dengan OJK.

“Hasil survei dengan responden sebanyak 473, dimana 61% responden-nya dari jumlah pengawas bank di Kantor Perwakilan, yang menyatakan untuk menolak bergabung di OJK sebanyak 76,98%,” ujar Ketua IPEBI, Agus Santoso kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (02/12/2010).

Agus juga mengungkapkan, hanya sebanyak 14,3% bersedia untuk ditempatkan di OJK dan sisanya 9,89% lebih memilih untuk pensiun.

“Survei ini dilakukan sejak bulan Maret 2010,” tambahnya.

Agus menyampaikan, hasil survei ini disampaikan secara resmi kepada Tim Panitia Khusus RUU OJK DPR-RI ddalam pertemuan pagi tadi di Hotel Aryaduta, Jakarta.

“Kami IPEBI merasa datang kerumah rakyat dan mendapatkan perhatian dan kasih sayang luar biasa. Semoga harapan-harapan itu tidak saja didengar namun dapat dipahami dalam proses penyusunan bentuk koordinasi yang tepat dalam membangun kestabilan sistem keuangan nasional kita,” ungkapnya.

Agus menambahkan, menyatakan karyawan BI bukan menolak OJK namun yang ditolak adalah bila OJK disusun tidak sesuai kebutuhan.

“Dimana bila OJK disusun bukan atas dasar kebutuhan nyata yang urgensinya jelas maka kita tolak,” tukasnya.

Aspirasi Karyawan Bank Indonesia ini diterima langsung oleh Ketua Tim Pansus OJK Nusron Wahid pada pukul 09.00 sampai pukul 10.00 di Hotel Aryaduta.


Diproteksi: QA Tanya Jawab Seputar Lowongan Bank Indonesia 2009 (PCPM BI)

Oktober 18, 2009

Konten berikut dilindungi dengan kata sandi. Untuk melihatnya silakan masukkan kata sandi Anda di bawah ini:


Lowongan Bank Indonesia 2009

Oktober 15, 2009

logo_biBelum tentu ada, tapi untuk memastikan, coba baca harian KOMPAS tanggal 17 Oktober 2009 ya..

😉

Update terbaru: 16 Oktober 2009 15.40 WIB

BANK INDONESIA membuka kesempatan kepada Putra/Putri terbaik Indonesia untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Pegawai melalui PCPM XXIX dengan proses e-Recruitment (Aplikasi online tanggal 17 s/d 21 Oktober 2009 melalui http://www.rekrutmenbi.com/

P E R S Y A R A T A N :

Warga Negara Indonesia Laki-laki/ Perempuan;

Pendidikan minimal lulusan Strata 1 (S1); dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) baik untuk S1 maupun S2 minimal 3.00 (dari skala 4.00), yang lebih diutamakan dari bidang keilmuan sebagai berikut:

Ekonomi

Manajemen

Hukum

Teknik (Industri, Informatika/ Komputer)

Sosial Ekonomi Pertanian

MIPA (Matematika/ Statistika)

Usia maksimum Per tanggal 1 Oktober 2009:

28 tahun untuk jenjang pendidikan Strata 1 (S1).

31 tahun untuk jenjang pendidikan Strata 2 (S2).

Memiliki kemampuan berbahasa Inggris, ditunjukkan dengan sertifikat ITP TOEFL score minimal 500, atau IELTS minimal 5,5 yang masih berlaku sampai dengan tanggal 1 Oktober 2009. Bagi yang tidak memiliki sertifikat, harus mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia;

Tidak mempunyai Saudara Kandung/ Suami/ Istri yang bekerja sebagai pegawai atau calon pegawai di Bank Indonesia;

Bersedia menjalani ikatan dinas dan atau bersedia melepaskan ikatan dinas dari institusi lain;

Bersedia tidak hamil selama menjalani program pendidikan;

Bersedia ditempatkan di seluruh kantor Bank Indonesia.

Informasi ini telah dipublikasikan melalui Info Terbaru pada website Bank Indonesia dan akan dipublikasikan juga di harian Kompas dan Media Indonesia edisi Sabtu, 17 Oktober 2009.

bonus: Baca entri selengkapnya »


Diproteksi: Perihal MLE-DTI Non Staf Bank Indonesia

Juli 29, 2009

Konten berikut dilindungi dengan kata sandi. Untuk melihatnya silakan masukkan kata sandi Anda di bawah ini:


Saat Menjadi Pohon Dalam Defile Menyambut Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 di Kantor

Juli 27, 2009

Karena pohonnya keren dan ganteng apalagi lebih mirip Bima dibanding pohon pepaya berbuah tiga, maka tim ane juara Satu!

Hahahahaha…
I Love You Full…
😀

Sent from my BlogBerry®
powered by blog kopidangdut
https://kopidangdut.wordpress.com/
~dari urusan serius seperti dangdut hingga hal remeh sekadar politik jenaka~
image001r


THP MLE BI

September 28, 2008

Ya. THP alias Take Home Pay adalah wajar dijadikan “iming-iming” penyemangat kita saat akan melamar suatu pekerjaan. Saya sepakat.

Namun apakah itu penting dan harus diketahui “sebelum waktunya..?”

Awalnya saya menjawab permintaan ini, namun lama-kelamaan saya menganggap keingintahuan kita tentang “hak” tanpa ingin mengetahui tentang “kewajiban” kita sepertinya juga kurang bijak.

Jadi, maaf kalau akhirnya saya memutuskan tak melayani pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya “pribadi” dan masih terlalu dini untuk diketahui.

Maaf dan harap maklum.

Semangat! Karena akhirnya kita pun akan dapat.Bila memang Anda finish hingga tamat (ujian).Ini merupakan jawaban atas banyaknya pertanyaan lewat email.

Salam hangat, MK

Cuplikan beberapa email yang masuk. (Catat, ini hanya sebagian email yang saya tampilkan..) Baca entri selengkapnya »


Perihal Tes Diskusi Kelompok (FGD)

September 27, 2008

contoh diskusi

contoh diskusi

Perihal Tes Diskusi Kelompok (FGD)

FGD Test alias Focus Group Discussion atau lebih dikenal dengan (“Ujian Diskusi Kelompok(Selanjutnya disebut FGD”)adalah salah satu tahap ujian dalam proses seleksi penerimaan calon pegawai/karyawan pada sebuah perusahaan atau instansi yang sedang trend saat ini.

Apa sih FGD itu..?

FGD adalah sebuah pengkondisian situasi dimana para peserta FGD dikelompokkan dengan jumlah tertentu (antara 4-10 orang) dengan diberikan satu atau lebih pokok tema bahasan.

Bagaimana FGD berlangsung..?

Biasanya Panitia atau tim penguji akan memberikan informasi secukupnya baik lisan maupun tertulis yang berisi sebuah Cerita dengan suatu inti masalah dan pilihan-pilihan yang dapat dipilih oleh peserta.

Kemudian peserta diskusi diminta untuk memulai diskusi untuk memecahkan masalah tersebut bersama-sama dengan teman diskusi dalam satu kelompok. Perserta diharapkan dapat memberikan pendapat, pertanyaan, sanggahan dan solusi pemecahan masalah atas tema bahasan yang diberikan panitia.

Apa biasanya yang didiskusikan dalam sebuah FGD..?

Tema yang biasanya diberikan adalah:Berita terkini mengenai suatu isu, seperti isu politik, ekonomi atau pendidikan. Dimungkinkan juga mengenai situasi dengan perumpamaan para peserta merupakan korban suatu bencana dengan diberikan pilihan-pilihan solusi. Setiap peserta diharapkan dapat memberikan pendapat atas pilihannya dan dapat ditanggapi oleh peserta lain.

Apa yang dinilai dari FGD..?

FGD dimaksudkan untuk dapat menilai masing-masing peserta dalam menghadapi simulasi masalah. Bagaimana peserta dapat memebrikan pendapat, sangghana atau pertanyaan dan solusi yang diambil. Cara komunikasi yang efektif dan efisien sangat dibutuhkan dalam FGD ini.

Baca entri selengkapnya »


Perihal Lowongan Bank Indonesia MLE 2008 Non Staff

Agustus 4, 2008

update terkini (21 Agustus 2008):

pengumuman seleksi tahap pertama bisa dilihat di sini:

http://ppm-rekrutmen.com/bi/login.php

silahkan gunakan No. registrasi dan password untuk melihatnya.

+++

Mas Tito mengirimkan email pada saya:

selamat siang siang mas… apa kabarnya..
mas saya mau nanyaa, saya baca bi buka lagi lowongan terutama untuk pengawas bank. yang saya tanyakan di sana tertulis non staff???? maksudnya apa mas, apa yang diterima di sana masuk dalam pola outsourching??

Komentar saya:

KOMPAS Minggu, 3 Agustus 2008: Dibuka juga untuk level Pelaksana [detail lihat KOMPAS kemarin]. Kualifikasi dasar ahli madya (lulus dari Diploma 3).  Pada dasarnya ini berbeda dengan PCPM, namun tentu saja bila lulus akan menjadi bagian dari Pegawai Bank Indonesia dengan hak dan kewajiban yang [hampir] serupa [tentunya sesuai dengan jenjang jabatan yang telah diatur oleh internal Bank Indonesia]. Baca entri selengkapnya »


Pernyataan Dewan Gubernur Bank Indonesia 12 Februari 2008

Februari 13, 2008

Pernyataan DG 12 Feb 2008 

Kemarin siang (Pukul 13.00 WIB), bertempat di Kantor Pusat Bank Indonesia, Dewan Gubernur Bank Indonesia menyampaikan pernyataan menyikapi berbagai pemberitaan akhir-akhir ini.

Pernyataan ini dibacakan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Bp. Burhanuddin Abdullah dihadapan segenap pegawai BI yang memadati Loby Menara Sjafruddin Prawiranegara. Berikut petikan lengkap dari penyataan tersebut.  

“Ass. Wr. Wb.

Mempertimbangkan makin beratnya tantangan yang harus dihadapi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan serta menyikapi pemberitaan yang berkembang akhir-akhir ini, Dewan Gubernur Bank Indonesia ingin menyampaikan kepada seluruh pegawai Bank Indonesia dan masyarakat luas hal-hal sebagai berikut:

Baca entri selengkapnya »


Pledoi BA

Januari 30, 2008

BA 

Apakah diam masih menjadi emas, Tuan? Tunjukkanlah bahwa langit jingga yang merapus keemasan itu bukan sekadar tanda terbenam, namun tanda bahwa kebenaran yang bersemayam pada waktunya akan terbit dengan terang- benderang…

Berikut di bawah ini cuplikan pernyataan Burhanuddin Abdullah (BA), Gubernur Bank Indonesia terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Seperti kita ketahui bersama, pemberitaan di media hari ini mengenai aliran dana Bank Indonesia termasuk pemberitaan mengenai saya pribadi begitu gencarnya.

Saya merasa sangat terkejut akan hal tersebut, mengingat selama empat tahun perjalanan ini, kita sama-sama meyakini bahwa apa yang telah kita kerjakan dilakukan dengan tulus dan ikhlas untuk mencapai yang sebaik-baiknya.

Tetapi cerita kehidupan tidak seperti itu. Kita tidak merancang masalah-masalah supaya terjadi dan hal ini telah membuat saya merasa masygul.

Namun saya tidak bisa terus-menerus terbawa oleh perasaan seperti itu. Pada akhirnya common sense harus muncul dan kembali dari rasa kemanusiaan kita.

Kalau tadi malam saya tidak tidur sekejap pun, hal ini mungkin merupakan respon tubuh fisik dalam menyikapi apa yang sedang terjadi. Namun saya tetap berusaha untuk mengembalikan common sense saya.  

Baca entri selengkapnya »


Pengumuman Hasil Tes Psikiatri dan Tes Kesehatan Bank Indonesia

Januari 22, 2008

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pengumuman itu datang juga.

Baca entri selengkapnya »


Diproteksi: Psikotes Bank Indonesia

November 6, 2007

Konten berikut dilindungi dengan kata sandi. Untuk melihatnya silakan masukkan kata sandi Anda di bawah ini:


Diproteksi: Vendor Panitia PCPM Bank Indonesia Mengecewakan[?]

Oktober 29, 2007

Konten berikut dilindungi dengan kata sandi. Untuk melihatnya silakan masukkan kata sandi Anda di bawah ini:


Diproteksi: Dosen Swasta atau Pegawai Bank Sentral

Oktober 23, 2007

Konten berikut dilindungi dengan kata sandi. Untuk melihatnya silakan masukkan kata sandi Anda di bawah ini:


Prediksi Test Tahap II PCPM XXVIII Bank Indonesia Terkait Kemampuan Umum dan Kemampuan Khusus

September 27, 2007

PENGUMUMAN

(1) Pengumuman hasil seleksi Tahap II (General Aptitude Test) akan dilakukan pada tanggal 4-6 Oktober 2007
 
(2) Terhitung mulai tanggal 24 September 2007 Layanan Call Center sudah dihentikan

Sumber: http://202.182.57.26/index.php/ 

Ada email yang masuk kepada saya dan berbagai komentar yang menanyakan seperti apa Tes Kemampuan Umum dan Kemampuan Khusus. 

Tes Kemampuan Umum dan Tes Kemampuan Khusus itu sama

Ya, karena sama-sama Tes Kemampuan. Yang berbeda adalah keumuman dan kekhususan masing-masing. Hehe. 

Pasti Saudara paham itu umum. Ya, umum berarti semua orang tahu dan paham. Lalu apa yang biasanya diketahui oleh khalayak sehingga semuanya tahu dan paham? Saya menganggap soft skill itu adalah salah satu dari kemampuan umum ini.   Baca entri selengkapnya »