Budaya Berpengetahuan

Januari 16, 2012

 

 

 


Lihatlah apa yang dilakukan Amerika denga Social Science Research Network (http://www.ssrn.com/). Basis pengetahuan yang mumupuni. Dibangun dalam semangat kebersamaan bahwa paper, jurnal yang sifatnya ilmiah dan metodologis sangat berharga untuk menjadi pijakan dasar pengembangan ilmu pengetahuan lainnya.                                                                                                                                                                                          Apa yang saya ketahui dan alami dari beberapa kali kesempatan menelusuri dunia maya adalah bahwa Indonesia, sudah cukup tertinggal dalam berbagai hal, dan terutama budaya pengetahuan.

Setiap penulis saling bahu membahu menelurkan gagasan baru, mengembangkan gagasan lama, dan merevisi gagasan lainnya. Semua dibangun dalam suasana akademis yang kuat, secukupnya, dan sangat bermanfaat.

Atau contoh lainnya adalah apa yang dilakukan oleh komunitas pelajar /mahasiswa hukum di Amerika sana. The Berkeley Electronic Press telah mengembangkan ExpressO, (http://www.bepress.com/ dan http://expressocorp.com/). Sebuah perkawinan yang menggiurkan dan membuat iri banyak pihak. Setiap orang dapat menyampaikan jurnal ilmiahnya kepada banyak universitas dan pusat ilmu pengetahuan yang tersebar di seluruh penjuru Amerika secara daring atau online.

Lihat saja jurnal ini:

http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1019029/

Bepress benar-benar maju. Lihat saja ini:

http://www.bepress.com/allservices.html

Mereka tidak hanya pandai menyimpan, namun memikirkan akurasi dan kualitas jurnal dengan berbagai pelayanan daring yang dapat menyatukan komunitas akademia untuk menyusun artikel, jurnal, paper, menelaah, mengedit dan menjadikannya satu kesatuan jurnal yang teruji secara bersama-sama, untuk selanjutnya dapat diakses oleh setiap orang.

Dari beberapa situs di atas saja saya menjadi paham, bahwa budaya membangun bukan saja terkait dengan kecerdasan individu, namun kesadaran kolektif bersama-sama dari seluruh elemen masyarakat.

memajukan ilmu pengetahuan yang ilmiah menjadi bagian dari unsur pondasi kemajuan peradaban. Mengumpulkan pengetahuan, pemikiran, analisis data, sehingga secara bersama-sama saling mengisi dan membangun.

 

terakhir: menyimpannya baik-baik dan mudak mengaksesnya.

demikian.

 

 

 

 


Deretan Repository Akademis Indonesia

Januari 3, 2012

http://students-blog.undip.ac.id/2011/01/23/top-institutional-repository-indonesia/

Menurut Blog dengan platform plugin buddypress anak anak undip, diketahui bahwa repository Indonesia di bidang akademik cukup lumayan maju.

ini daftarnya:

Top 100 Repository Webometrics:

  1. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Repository (64)
  2. Diponegoro University Institutional Repository (70)
  3. University of Sumatera Utara Repository  (91)
  4. Universitas Muhammadiyah Surakarta Digital Library   (134)
  5. Gunadarma University Repository (172)
  6. Andalas University Repository (192)
  7. Petra Christian University Scientific Repository (352)
  8. Universitas Pelita Harapan Institutional Digital Repository (834)

– Top 100 Institutional Repository Webometrics:

  1. Diponegoro University Institutional Repository (55)
  2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Repository (57)
  3. University of Sumatera Utara Repository  (83)
  4. Universitas Muhammadiyah Surakarta Digital Library   (105)
  5. Gunadarma University Repository (161)
  6. Andalas University Repository (173)
  7. Petra Christian University Scientific Repository (265)
  8. Digital Library of Institut Teknologi Bandung (552)
  9. Universitas Pelita Harapan Institutional Digital Repository (792)