Iklan
 

Pelatihan Kopidangdut

Juli 4, 2011

Jika kamu karyawan perusahaan, maka biasanya secara periodik kamu akan diminta untuk mengikuti pelatihan. Betul?

Lucunya, pelatihan biasanya diikuti oleh karyawan yang jarang bekerja, spesialisasi pelatihan, banyak waktu luang dan itu-itu saja. Betul?

Bagi karyawan yang hobi kerja, pelatihan sulit dilakukan mengingat pekerjaan rutin yang terus bergiliran duduk manis menunggu antrian. Maka, jatuhnya pelatihan itu pada karyawan santai yang memang waktu senggangnya itu melebihi waktu kerjanya. Betul?

__

Padahal pelatihan bagi perusahaan yang bagus, akan masuk dalam KPI. Biasanya sih masuk dalam kolom continuous learing, termasuk di dalamnya coaching and counseling, juga training.

Misalnya saya, sebagai pengawas atau auditor. maka waktu yang tersita banyak dilakukan di “lapangan”. Mirip wartawan, bekerja sebagai reporter akan banyak dihabiskan mencari sumber berita primer atau narasumber. Nah, sebagai auditor, bagaimana mungkin diminta pelatihan yang panjangnya 2 minggu, lokasi dalam kota dan di saat jam kerja. Mimpi kali yeee?

Anehnya, SDM akan cuek beibeh. Mereka pun dikejar target KPI dalam pemenuhan pelaksanaan KPI-nya sendiri untuk memberikan pelatihan kepada masing-masing karyawan.

Idealnya SDM mendata dan menelaah, adanya kesenjangan kompetensi dan beban tugas jabatan. Jika masih banyak hal yang kurang pada diri karyawan, mbok yao itu karyawan diberi pelatihan dan pemenuhan kompetensi. Terserah bentuknya, bisa kursus singkat, program magang, ikut seminar, pelatihan terpusat, dan lain-lainnya.

Namun kenyataannya terkadang gap atau kesenjangan kompetensi memang didata dan ditelaah, sayangnya pada saat gilirannya, program pelatihan yang cocok bagi karyawan tersebut tidak terlaksana karena si karyawan tidak dapat meninggalkan pekerjaan rutin sehari-hari.

Akhirnya, karyawan yang sedang main soliter, sibuk bbm, haha hihi ngetwit, yang bakalan ketiban duren runtuh untuk berangkat pelatihan. Karyawan rajin? kerja mulu…

Betul?

 

 

Iklan

Karir88: tanpa hoki, karir hanyalah mimpi?

April 26, 2011

Berdasarkan hail survey atas tulisan di sini: https://kopidangdut.org/2011/04/20/artikel-lowongan-pekerjaan/ yang ditanggapi secara jernih dan konsekuen oleh pembaca sejumlah 567 suara, terutama oleh Sdr. Maula di sini: https://kopidangdut.org/2011/04/20/artikel-lowongan-pekerjaan/#comment-27931

Ya. saya juga suka agak bingung kalau blog makin campur aduk. Makanya perlahan-lahan soal lowongan pekerjaan akan saya alihkan, termasuk tips-tips terkait karir.

Nah, kebetulan pas ada rejeki, saya coba beli lagi akun domain baru dan sekaligus jasa webhostingnya. Belum jadi sih, tapi proses buatnya boleh juga kok disambangi, jika perlu sekalian kasih komentar dan jadi anggota ya?  GRATIS!  🙂

Domain ini akan saya khsuskan sebagai forum diskusi terkait karir. Bisa dimulai pembagiannya berdasarkan kronologi seseorang: misal: Fresh Graduate, Social Climber dan terakhir Self Esteem kali ya. Ya terserah juga sih mau kasih pembagiannya bagaimana.

Atau bisa juga bikin thread khusus terkait bidang karir yang teman-teman geluti, misal: Perbankan, IT, Oil company, PNS 🙂 atau terserah lah apa lainnya.

Rencananya sih seluruhnya pakai konsep Generated User Content, yang mana isinya dari kita oleh kita dan untuk kita. Ya, mirip kaskus gitu lah. Forum. Fora, malah. Fora artinya banyak forum. Jamak.

Ya, yang penting mah eksekusi dulu deh, soal konsep bisa bareng-bareng dikembangin berdasarkan masukkan dan perkembangannya.

Siiip lah.

Oiya, ini alamat forum dimaksud, termasuk seluruh informasi terkait kesempatan lowongan kerja akan saya limpahkan ke sana.

ini alamatnya:

karir88.com

Satu lagi, ada yang bisa atau jago desain grafis gak? bikin logonya karir88 sebagai proyek baru, lucu juga kan ya? 🙂


Perihal Tes Psikiatri, Tes Kesehatan dan Wawancara

Februari 24, 2011

Biar mantep, jadi ceritanya begini:

Tes Psikiatri.

Dulu namanya tes psikiatri, kalo sekarang munkin ganti jadi psikometri ya? beda gak sama tes psikologi?

beda! tes psikiatri biar tahu kalo yg diuji itu secara fisik dan mental gak ada kelainan jiwa. 🙂 kalo gak salah tes ini biasanya buat Pilot AU. Dulu aku ikut ini. sederhana kok tesnya dan spontan aja. tertulis tapi soalnya banyak. kalo tes psikologi sih lebih pada potensi akademik dan kemampuan berpikir ya? kali tes psikiatri lebih ke kesehatan jiwa deh. aku bukan ahlinya tapi pernah jalanin aja sih.

tes kesehatan:

ya standar lah. dari ukut tinggi badan, berat badan, tes urine, disuruh makan biar tahu gula darah kita, terus tes jantung pake alat ekg ituh, terus tes mata (apa mata duitan ato gak). eh serius ada tes mata kok.

kalo tes gigi sama telinga gak ah. paling tes buta warna. oh oiya sama tes penciuman. jago mencium kebohongan, kecurangan dan korupsi gak. hihi. oiya iya. ini boongan.

tes wawancara.

Lha, ini kayaknya uda pernah dibahas. coba deh cari kunci-kunci dan tips sukses wawancara di blog ini.

😉

demikian.


Perintah Atasan

Januari 18, 2011

Sejauh mana perintah atasan harus ditaati?

Pasti teman-teman yang sudah bekerja memahami maksud pertanyaan di atas. Bahkan di tempat saya bekerja, di mana setiap urusan harus tertulis pun, kegamangan terhadap “perintah atasan” selalu ada. Ya. Beruntunglah saya dengan suasana kerja yang setiap kegiatannya selalu tertulis. Semua disposisi harus ditulis dalam secarik lembar disposisi. Namun nyatanya sebagai kaum jelata, selalu saja ada kebimbangan saat mengintepretasikan perintah tersebut.

Eh tunggu dulu, sebelum mengintepretasikan, apakah sih perintah itu?

“Tolong buatkan risalah pertemuan tadi..”
“Mas, bisa ambilkan buku agenda saya di ruang rapat tadi..”
“Sudah lah, temuan tadi di-drop saja, mereka teman baik kita kok. Saya jamin..”
“Coba buka baju kamu..”. 🙂

Dari 4 perintah tadi, atau mungkin lebih tepat sebagai “permintaan”, mana yang paling cocok di sebut perintah dalam lingkungan kerja?

Ya. Sepakat: Nomer 1.

Untuk kalimat Nomer 2, itu lebih tepat sebagai minta bantuan. Memang bukan tugas utama kita. Tapi toh, bukan berarti harga diri kita tiba-tiba jatuh hanya karena dimintakan tolong atasan mengambilkan buku agendanya yang tertinggal di ruang rapat.

Kalau Nomer 3?

Itu memang perintah atasan, namun semu. Bisa jadi itu karena tidak sesuai dengan apa yang menjadi prinsip utama dalam bekerja seorang Profesional: Integritas dan Kompetensi. Gampangnya mah Jujur dan Mampu.

Jika perintah Nomer 3 di atas disampaikan atasan kepada anak buahnya apa yang dapat diperbuat oleh anak buah?

Saya tak pernah bekerja di instansi militer yang konon katanya ada “garis komando” yang tegas dan keras, bahwa perintah atasan adalah mutlak. Entahlah apakah itu benar adanya atau hanya isapan jempol belaka.

Namun bagi teman-teman dan saya yang bekerja di sebuah lembaga, baik negeri maupun swasta, ada kalanya perintah atasan penuh dengan kepentingan. Bisa saja kita tutup mata, dan ABS (Asal Bapak Senang) dengan menjadi tukang sebut “Yes Sir..!” tanpa ragu tanpa malu, tapi apa itu ya benar dan patut?

1. Kesadaran diri.

Kelemahan dari para pegawai/ anak buah adalah tidak mengetahui secara pasti dan sadar apa yang menjadi kewajiban dan haknya. Dalam bahasa PNS: Tupoksi, Tugas Pokok dan fungsi. Bukan masalah hak kewajiban gaji dan tunjangan lho ya… 🙂

Dengan tidak taunya mereka, maka pegangan satu-satunya yang niscaya akan selalu menjadi acuan adalah “atasan”. Ini berbahaya.

Juga tidak tahunya mereka pada aturan main dalam bisnis proses. Siapa yang bertanggung jawab, apa risikonya, dan apa manfaatnya?

Pegawai Akun Ofiser (AO- Account officer) pada sebuah bank, sejatinya bertanggung jawab pada SOP adanya pemberian kredit dan bukan kepada Kepala Cabang. Bila ada kredit komando atau titipan, bila secara profesional tidak layak, untuk apa juga dipaksakan untuk diproses hingga pencairan? itu namanya kebodohan. Apalagi sampai memalsukan data, mereka-reka jaminan, memalsukan tanda tangan.

Bertanggung jawablah pada jabatan.

2. Kompetensi

“Tidak semua orang baik, cakap dalam bekerja”

Jangan salah. Kamu bisa jadi karyawan terbaik. Namun kamu juga bisa jadi karyawan yang baik. Beda bukan? Karyawan yang terbaik idelanya dia paham akan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Target tercapai, hubungan dengan rekan kerja baik, dengan customer juga oke, dengan boss pun harmonis. Apalagi ia menguasai pekerjaannya.

Apabila kita tidak terlalu paham dengan apa yang dikerjakan, tanya lah teman, rekan, atau senior bahkan atasan yang sekiranya cukup paham tentang permasalahan. Kebodohan dan ketidaktahuan pun dapat mencelakakan.

Bukankah Kanjeng Nabi pun pernah berpesan:

“Tunggulah kehancuran jika suatu urusan tidak dijalankan oleh orang yang mampu?” Kurang lebihnya begitu lah..

maka, baik saja tidak cukup. Senyam-senyum tidak cukup. Patuh saja pun tidak cukup. Anda harus mengetahui apa yang anda kerjakan, perlu apa saja untuk mengerjakan sesuatu tersebut, dan pastikan target waktunya.

Skill, pengalaman, dan pengetahuan harus terus dikembangkan. Orang jawa bilang : LUMINTU. Sustainable, Berkelanjutan. Bahasa Orba: Berkesinambungan.

Jangan pernah merasa jaman SMA jadi murid teladan lalu di kantor Anda akan selalu jadi nomor satu. Jangan merasa pernah jadi Ketua BEM Anda layak selamanya jadi pemimpin. Asah terus. Jangan bosan. Kalau bosan, boleh ganti istri. eh, maap ya ‘A.

3. Berani

Ini yang paling susah.

Kita lama dijajah. Gen sepertinya lebih banyak unsur takut dibandingkan keberanian. Sama atasan hanya bisa bilang. “Baik”…

“Siap…”

“Oke  pak”

Padahal, ada kalanya juga kita perlu pertanyakan kembali. Perlu di-challenge. perlu didiskusikan terlebih dahulu.

Parah apabila tahu bahwa petunjuk, arahan, atau perintah atasan adalah salah, namun kita tetap melakukannya. andaikan pun posisi kita terjepit, sana salah sini salah, dan takut di PHK, berlindunglah kepada Tuhan YME dengan modal kepandaian yang tersisa.

Misal: Diminta membuat sesuatu yang sifatnya kesalahan fatal. Buatlah dahulu dokumen dengan sebaik-baiknya. Atasan akan mengkoreksi sesuai selera. Nah, soft copy konsep simpan baik-baik, juga hard copy dokumen yang menunjukkan coretan atasan untuk memperbaiki sesuai seleranya. Maka itu akan menjadi pegangan anda jika dikemudian hari hal ini dipermasalahkan banyak pihak.

4. Fair

Tidak adil juga kita sebagai anak buah untuk menjelek-jelekkan atasan kita sendiri. Pastikan kita hormati mereka. Jangan pernah menjebak atasan, apalagi melakukan kecurangan pada atasan. Kecuali..

nah..kecualinya, silahkan Anda isi sendiri.

🙂

Jakarta- Pojok Monas,

18 Januari 2010.


Diproteksi: QA Tanya Jawab Seputar Lowongan Bank Indonesia 2009 (PCPM BI)

Oktober 18, 2009

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Lowongan Bank Indonesia 2009

Oktober 15, 2009

logo_biBelum tentu ada, tapi untuk memastikan, coba baca harian KOMPAS tanggal 17 Oktober 2009 ya..

😉

Update terbaru: 16 Oktober 2009 15.40 WIB

BANK INDONESIA membuka kesempatan kepada Putra/Putri terbaik Indonesia untuk mengikuti Seleksi Penerimaan Calon Pegawai melalui PCPM XXIX dengan proses e-Recruitment (Aplikasi online tanggal 17 s/d 21 Oktober 2009 melalui http://www.rekrutmenbi.com/

P E R S Y A R A T A N :

Warga Negara Indonesia Laki-laki/ Perempuan;

Pendidikan minimal lulusan Strata 1 (S1); dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) baik untuk S1 maupun S2 minimal 3.00 (dari skala 4.00), yang lebih diutamakan dari bidang keilmuan sebagai berikut:

Ekonomi

Manajemen

Hukum

Teknik (Industri, Informatika/ Komputer)

Sosial Ekonomi Pertanian

MIPA (Matematika/ Statistika)

Usia maksimum Per tanggal 1 Oktober 2009:

28 tahun untuk jenjang pendidikan Strata 1 (S1).

31 tahun untuk jenjang pendidikan Strata 2 (S2).

Memiliki kemampuan berbahasa Inggris, ditunjukkan dengan sertifikat ITP TOEFL score minimal 500, atau IELTS minimal 5,5 yang masih berlaku sampai dengan tanggal 1 Oktober 2009. Bagi yang tidak memiliki sertifikat, harus mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia;

Tidak mempunyai Saudara Kandung/ Suami/ Istri yang bekerja sebagai pegawai atau calon pegawai di Bank Indonesia;

Bersedia menjalani ikatan dinas dan atau bersedia melepaskan ikatan dinas dari institusi lain;

Bersedia tidak hamil selama menjalani program pendidikan;

Bersedia ditempatkan di seluruh kantor Bank Indonesia.

Informasi ini telah dipublikasikan melalui Info Terbaru pada website Bank Indonesia dan akan dipublikasikan juga di harian Kompas dan Media Indonesia edisi Sabtu, 17 Oktober 2009.

bonus: Baca entri selengkapnya »


Pengumuman Hasil Tes Psikiatri dan Tes Kesehatan Bank Indonesia

Januari 22, 2008

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pengumuman itu datang juga.

Baca entri selengkapnya »


Jujur adalah Solusi Terbaik.

Oktober 25, 2007

Pernahkah Sahabat salah dalam melakukan tugas? Tentu saja. Saya pun pernah. Namun semoga ndak parah-parah banget sehingga berakibat “besar” bagi perusahaan dan karir Sahabat. 

Atasan saya saat ini, tergolong orang baik. Beliau membolehkan bawahannya berbuat “salah”. Namun tak mentolerir bawahannya melakukan kebohongan. 

Bekerja benar tak harus selalu, namun jujur adalah kewajiban”

 Trik Mengerjakan Psikotes dan Psikiatri 

Begitu pun saat mengerjakan soal-soal tes saat penerimaan pegawai di perusahaan swasta maupun lembaga negara. Jujur adalah kunci utama.

Baca entri selengkapnya »