Iklan
 

Beda Pendapat? Mari Kita Diskusikan

Maret 1, 2011

Bila mengemis itu diharamkan, apakah mengemis jabatan juga bagian dari yang haram itu?

Bila hal terbaik adalah sikap ramah dan senyuman, lantas mengapa terkadang kita respek pada “lawan” atau “musuh” dibandingkan kepada teman kita secara diam-diam? Karena dia lebih jujur dan bersikap ksatria?

Banyak hal yang dapat dipertanyakan, dan lebih banyak lagi yang perlu diperdebatkan. Banyak fakta yang hambar dan banyak prinsip yang diabaikan. Lalu kita sibuk mengulang ingatan, menyusun alasan dan pada akhirnya mengejar kepentingan.

Pernahkah Anda diam sejenak. Mewaktu dan membatu. Tak berproses, tak hidup barang sebentar namun juga tak mati. Bukan malas pun bukan giat. Tak melamun dan tak berpikir. Tak eling juga tak edan. Sekadar melepas kemanusiaan Anda.

Tak berperan sebagai angka Nomor Induk Pegawai, tidak berdiri sebagai suami, tidak berakting sebagai Guru. Tidak memikirkan obsesi, cita-cita, masa lalu, dan keinginan jangka pendek yang membelenggu. Biar kejujuran apa adanya, tanpa bungkus, gincu dan manipulasi semu yang meniadakan esensi kedirian kita.

Jabatan itu palsu, popularitas itu semu.

Beda Pendapat? Mari kita Diskusikan..

🙂

Iklan

Emosi

Desember 26, 2009

"emosi?"

AngRy

Apa sih yang lebih hebat dari emosi manusia, tentu saja selain urusan ketuhanan lho ya?

Mesin bisa diatur setelannya. Rumah bisa dirancang mau jadi apa. Tapi emosi manusia, siapa yang bisa atur?

Bahkan dirinya sendiri pun mati-matian menjaga emosi.

Ane ga ngerti juga apakah emosi disini sama dengan nafsu, plus alam pikiran, plus sikap batin, plus suara hati nurani. Tapi yang jelas emosi yang maksud adalah output/ keluaran yang ada dan mempengaruhi pola pikir, pola bicara, pola tindak dan suasana hati kita.

Bisa jadi seorang bos merasa disegani dengan nurutnya seluruh karyawan saat diperintah. Tapi ia tak tahu kalau 90% karyawannya menyimpan dendam kesumat pada bosnya yang begitu otoriter dan tak pernah mendengar. Lama-kelamaan, karyawan akan melakukan hal-hal yang sejatinya merugikan bosnya. Dari memperlama pekerjaan, mengerjakan tugas asal-asalan, berangkat telat dan pulang “tenggo”, dan masih banyak lagi kelakuan anak buah yang sejatinya adalah bentuk dari perlawanan (diam-diam).

Sikap batin sulit diarahkan. Bahkan diciptakan.

Banyak pencipta robot dan rekayasa mesin apapun yang dapat mengerjakan perintah sesuai “task” yang diminta. Tapi belum ada satu pun engine yang mampu menanamkan emosi pada mesin dan robot secara mandiri. Yang ada hanyalah emosi yang ditanamkan sesuai program. Bisa saja unpredictable, namun sesungguhnya hanyalah hasil randomisasi/ pengacakan dari berbagai “if” yang telah dipersiapakan oleh pencipta.

Apakah emosi sama dengan mood? Baca entri selengkapnya »


Inggris Yang Arogan

Agustus 13, 2009

Inggris Yang Arogan: Tanggapan terhadap Artikel Gordon Brown di Harian bendera_britania-554x443Kompas Berjudul  “Pengadilan Memalukan di Burma”

 

Sejak lahir nama ane Kopdang. Suatu saat, oleh temen-temen, ane dipanggil Ganteng (entah kenapa). Lalu ketika ane sadar bahwa ane gak ganteng-ganteng amat, maka ane minta orang-orang manggil ane Kopdang saja. Karena itu memang nama ane. Tapi temen-temen ane sebagian kecil tetep manggil ane Ganteng. Padahal yang punya nama ane. Tapi ia (temen ane itu), tetap bersikukuh memanggih Ganteng buat ane, walaupun ane sudah secara resmi mengumumkan bahwa nama ane adalah kopdang.

😯

 

Temen ane itu adalah Negara Inggris. Dan Ane adalah Negeri Myanmar.

Coba deh ente baca koran Kompas pagi ini. Dalam kolom Opini (hal. 6 terbitan 13/8), Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown menulis dengan judul besar: “Pengadilan Memalukan di Burma”.

Tanpa melihat isinya, saya justru mengecam gaya arogan Inggris. Kenapa? Karena nama negara itu adalah Myanmar, bukan Burma lagi.

Burma dulu ada karena Inggris menjajah Myanmar. Burma diambil dari Burmese, suku mayoritas negeri Myanmar. Jadi bayangkan saja Inggris menamakan negeri kita dengan sebutan Indies atau Jawa.

Betapa konyolnya gaya Inggris.

😛 Baca entri selengkapnya »


Wangi Di Buntut

Juli 6, 2009

Kalau diminta bagian mana dari pesawat yang menjadi favorit ane, maka jawabannya bagian belakang alias buntut.

Iya buntut.

Lebih ke belakang lagi dari letak lavatory. Isinya bahan makanan dan minuman, tapi yang terpenting: wangi.

Tentu saja wangi para pramugari yang kinyis-kinyis mental mentul itu.

Di sana ane bisa minum red wine ditemani cekikikan mbakyu pramugari. Syukur-syukur dapat nomor telepon, jadi bisa dilanjut untuk kopi darat.

Yap! Benar-benar kopidarat. Sungguhan kopidarat! Baca entri selengkapnya »


SBY itu Seperti Fernando Torres, JK itu Sama Seperti Raul Gonzales

Maret 1, 2009

torres-kb3Susilo Bambang Yudhoyono

Cuy…
Ente pada suka nongton sepak bola kan? Pastinya kenal donk ye ama Fernando Torres, Raul Gonzales, Beckham, Ronaldo atau Anelka..

Mereka pinter banget giring bola, ada juga yang jago ngumpan, ada yang jago cetak gol, tapi juga jangan lupa, mereka pun tak segan-segan menjegal kaki lawan. Gedebruk..klontang-klontang..!

Ente pastinya juga paham di mana mereka bermain. Entah di Liverpool, Madrid, Inter, Milan, MU, Chelsea, atau Arsenal.

Nah, ente juga mestinya paham, mereka punya pelatih di klub masing-masing. Ada Benitez, ada Maurinho, ada si Wenger, dan lainnya. Terkadang pelatih terlihat elegan, pandai membuat strategi namun juga seringkali terlihat arogan.

Mereka membela klub mati-matian. Sikap professional. Biar bisa ngangkat pila kejuaraan, biar ndak dipecat dan biar bisa (tetep) jadi jutawan.

“Lah hubungannya sama SBY dan JK apaan, Boy..?”

Sabar…

Ente juga tentunya suka nongton sampe pagi pan? Begadang, ditemenin kacang, kopi, kemulan sarung, atau bagi yang berduit tentu saja lebih maknyuss kalau dibarengi taruhan duit. Persis kaya kelakuan Herjunot Ali di film “Gara-gara Bola”.

Penggila bola bisa jadi termotivasi kalau timnya menang, atau setidaknya pemain idolanya mencetak gol. Syukur=-syukur malah dapet menag taruhan. Cihuy abizzzz..!

Tapi apakah kita setelahnya terus merasa seneng? Toh esok harinya, paling banter jadi obrolan pagi (hingga berbusa-busa dan beraoma jigong!) dengan teman sekantor, rekan kerja, teman kuliah atau bahan obrolan dengan calon mertua.

Seminggu kemudian?
Sudah lupa…

Begitu pun politik. Baca entri selengkapnya »


TURUNKAN HARGA BBM…!

Oktober 10, 2008

semuanya lagi meranggas...kering! termasuk juga kantong Anda..?

semuanya lagi meranggas...kering! termasuk juga kantong Anda..?

 

 

Maka, ketika iklim investasi sedang ambruk, maka semua orang berduyun-duyun kena getahnya, terpaksa atau dipaksa. Semua kena imbas. Seperti saat ini.

 

Harga saham turun. Semua jadi panik. Bursa saham dihentikan sementara. Tapi pas lihat harga minyak dunia juga turun, kok harga BBM kita gak ikut turun ya. ..?

Temen ane di email bilang begini:

 

“TURUNKAN BBM sekarang juga jangan nunggu deket Pemilu Pak SBY….minyak udah US$ 84/barel.. Asumsi APBN US$ 90/barel…Jangan moneter mulu yang dikejar-kejar…”! Baca entri selengkapnya »


Perang itu perlu…

Juni 16, 2008

 

Sepertinya, kita harus mulai mengasah siasat dan mempersiapkan diri untuk berperang. Ya, perang itu..! Perang yang memobilisasi pasukan dengan persenjataan militer dan baku tembak sepanjang waktu.

 

Sekali-kali kita yang berinisiatif menyerang. Terserah presiden kita mau menyerang negara mana.

 

Atau setidaknya kita ngompor-ngompori negara lain untuk menyerang kita. Baca entri selengkapnya »


Pledoi BA

Januari 30, 2008

BA 

Apakah diam masih menjadi emas, Tuan? Tunjukkanlah bahwa langit jingga yang merapus keemasan itu bukan sekadar tanda terbenam, namun tanda bahwa kebenaran yang bersemayam pada waktunya akan terbit dengan terang- benderang…

Berikut di bawah ini cuplikan pernyataan Burhanuddin Abdullah (BA), Gubernur Bank Indonesia terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Seperti kita ketahui bersama, pemberitaan di media hari ini mengenai aliran dana Bank Indonesia termasuk pemberitaan mengenai saya pribadi begitu gencarnya.

Saya merasa sangat terkejut akan hal tersebut, mengingat selama empat tahun perjalanan ini, kita sama-sama meyakini bahwa apa yang telah kita kerjakan dilakukan dengan tulus dan ikhlas untuk mencapai yang sebaik-baiknya.

Tetapi cerita kehidupan tidak seperti itu. Kita tidak merancang masalah-masalah supaya terjadi dan hal ini telah membuat saya merasa masygul.

Namun saya tidak bisa terus-menerus terbawa oleh perasaan seperti itu. Pada akhirnya common sense harus muncul dan kembali dari rasa kemanusiaan kita.

Kalau tadi malam saya tidak tidur sekejap pun, hal ini mungkin merupakan respon tubuh fisik dalam menyikapi apa yang sedang terjadi. Namun saya tetap berusaha untuk mengembalikan common sense saya.  

Baca entri selengkapnya »


Hidup Bermartabat ataukah Hidup Berkualitas ?

Juni 26, 2007

Peranan media dalam menyorongkan slogan hidup berkualitas agaknya telah terlanjur salah kaprah diartikan kebanyakan orang menjadi mengarah kepada gaya hidup hura-hura (Hedonist) dan konsumtif. 

Baca entri selengkapnya »


Mediasi Perbankan

Juni 18, 2007

JENGKEL dengan bank? Pernah ada masalah dengan bank? Misalnya: kartu ATM hilang dan jumlah uang dalam rekening anda jadi berkurang, transfer salah alamat, dan segudang problem lainnya yang terkait dengan bank?

 nasabah.jpg 

Saat kita membaca koran, di surat pembaca seringkali tertera surat yang menyuarakan aduan betapa lemot-nya bank, nggak becus mengurus rekening kita sehingga kita kehilangan uang, atau sekadar salah-paham yang menimbulkan kerugian materiil bagi kita. 

Eittss, jangan stres dulu, apalagi putus asa! Langkah paling mudah adalah kita mengadukan langsung ke bagian layanan bank tersebut. Setiap aduan secara lisan, baik via telpon atau datang langsung, itu memang aturannya dan bank wajib memberikan keterangan atau jawaban paling lambat 2 hari setelahnya. Itu aturannya. 

Baca entri selengkapnya »


Apakah SMA perlu ada pelajaran filsafat ?

Juni 18, 2007

images-fil.jpg

Selamat Siang dengan kabut yang menggelayut,

Beberapa waktu yang lampau, salah satu kiriman email dari Kusni Jean (bermukim di Prancis) -dalam milis temu  eropa- disentil  masalah “Quo Vadis  pelajaran filsafat  di Sekolah Menengah yang diajarkan di seluruh pelosok negara Prancis”. 

Pada tahapan diskusi yang lebih lanjut, terjadi pro-kontra, sejauh mana filsafat dapat diajarkan pada anak usia sekolah, silabus dengan bobot seperti apa yang disampaikan, dan bagaimana arah kedepannya dengan iklim pendidikan di Prancis – email tersebut mengupas hal ini- berikut wawancara dengan beberapa murid SMA terkait dengan pelajaran ini dan sistem penilaian ujiannya. 

Boro-boro merespon emailnya, Baca entri selengkapnya »


::: Kalau Saya Komandan Pasukan Marinir :::

Juni 8, 2007

~Kalau Saya Komandan Pasukan Marinir~

Jakarta, 8 Juni 2007

Selamat Sore selepas Jumatan..
Cukup mengagetkan sekaligus menggelikan saat membaca berita tentang pelaporan 13 Pasukan Marinir (tersangka) ke Kepolisian dengan isi laporan penganiayaan warga Alas Tlogo (AT). (Jumat,8 Juni 2007). Mengapa?
Karena Marinir memperlakukan fakta sosial dalam permainan matematis versi mereka. Seakan-akan vektor A harus dilawan oleh vektor B untuk menjadi Resultan Z yang mengarah kepada sumbu x dan Y positif bagi Kubu Marinir. Peristiwa Alas Tlogo yang menyudutkan mereka harus dilawan dengan cara-cara hukum yang setidaknya memutarbalikkan arah untuk menyalahkan warga AT.

Sebelum kejadian ini (peristiwa Pasuruan) yang saya tahu, Marinir dekat dengan rakyat. Rembesan peristiwa jaman hangat-hangatnya pro-reformasi 1998, hanya marinir yang dekat dengan rakyat dan mahasiswa. Apakah kesimpulan ini masih berlaku? Sepertinya saya harus berpikir lain.
Marinir beranggapan peristiwa 30 Mei di AT lebih dikarenakan sikap warga yang seenaknya melempari pasukan dengan batu dan sabetan clurit.
Saya jadi bertanya-tanya sejauh mana pasukan yang saat itu patroli dibekali ilmu manajemen konflik yang dibangga-banggakan kaum militer? Sejauh mana kesiapan mental dan kesadaran akal pikiran pasukan saat merencanakan patroli rutin bersenjatakan lengkap ke daerah “abu-abu”? Apakah disikapi dengan mekanisme pra peperangan? Ataukah sekadar jalan-jalan sambil menenteng senjata dan berkeliling –keliling desa naik delman istimewa?
Sudah lah. Tak perlu menunggu hujatan arwah Munir untuk mengakui kesalahan. Juga tak perlu melawan kesalahan dengan kesalahan baru. Rakyat Indonesia adalah bangsa pemaaf. Jika saya Komandan Marinir. Saya beri komando untuk mencabut laporan itu dan mendekatkan diri sebagai Warga Negara, bukan menjadi jati diri Marinir, tentara apalagi centeng penguasa.

Marinir, semoga lekas tahu diri…

salam hangat dari pojok monas pas.

PS: untuk komentar silahkan isi kolom komentar atau kirim ke pegawe@yahoo.com


::: MLM? :::

Juni 6, 2007

Selamat sore,
saya begitu bersemangat untuk membaca tulisan Coenpontoh.

Bukan kenapa2, hanya saja beliau menulis tentang MLM, salah satu musuh saya, yang mulai mendarah daging bagi warga “pemalas” Indonesia semenjak dua dekade lampau.
sederet nama seperti amway, cni, thianshi, goldquest merupakan sederetan nama mlm yang bertebaran di negeri ini.

Apa sih enaknya MLM? bukannya bekerja secara nyata jauh lebih baik?
komoditas utama MLM sekadar mimpi belaka. Menjual harapan dengan menukarkan harapan lainnya bagi para “pemalas” sungguh memprihatinkan.
Saya sendiri seringkali mendapat tawaran untuk berbisnis MLM, tapi kok ya rasanya bodoh sekali apabila tertarik dan akhirnya ikut larut dalam permainan mereka.

Ah, sudah lah..biarkan MLM ada di sini, sampai pesertanya sadar dan kembali ke jalan yg benar..

hehehe…

ada komentar?


::: Senin Pagi, Pagi Sekali, Mari Kita Bersua :::

Maret 28, 2005

Dengan penuh rasa syukur,
Ketika kedekatan kita kemarin, di saat kuliah adalah sebuah rutinitas, kita sendiri-sendiri mencari teman sepermainan yang berbeda.

Ketika saat ini kita melepuh dalam panasnya ritme hidup di dunia masing-masing rasa kangen itu timbul…
Kangen akan persamaan asal sekolah, persamaan memori, persamaan senasib sebagai pekerja pemula..dan tentunya persamaan atas semangat meretas hari esok…
Lalu dibuatlah momen-momen mungil diantara kita..lewat perjumpaan tak sengaja pada acara teman-teman kita, acara kumpul bareng teman satu kelompok, acara reuni satu kota, juga pada hari bahagia di hari raya..

Juga hari ini,
Dengan sungguh-sungguh sengaja kutulis ini, yang sesungguhnya adalah sekadar upaya menyambung rasa, mengingat kisah di lampau semu yang sayup-sayup tetap nikmat untuk diresapi..

Satu titik dalam hidup, akan tetap sebuah titik di hidupnya itu..
Namun tiada suatu kesalahan apabila titik-titik ini menjadi rangkaian garis, menjadi rangkaian lingkaran, kurva, segitiga atau apapun yang sekiranya bisa membikin kita untuk bisa lebih bahagia di saat senja..

Pelan namun pasti, teman-teman kita yang lain akan juga lepas dari singgasana mahasiswa…pusing namun dinanti teman-teman kita akan berubah peran dalam rumahtangganya…kelak pun niscaya memori hari muda akan ada dalam benak tua kita…

Bersyukurlah pada usaha kita untuk selalu bersua berita, menitip pesan, berbagi cerita, mengobrol dan diobrol bahkan untuk hal-hal yang sepertinya hanya menghabiskan waktu saja..

Adalah suatu kebahagiaan apabila setiap saat kita tidak meninggalkan hal-hal lama yang telah berlalu..teman sepermainan di desa, pacar pertama, guru yang pernah menghardik kita, ruang rahasia tempat menyembunyikan majalah dewasa di saat SMA, baju kesayangan kita di saat remaja..
Namun untuk apakah semua ini..atas apa yang telah kita lakukan, kita kumpulkan dan kita simak dari lembar ke lembarnya? Sekadar kenangan..?

Selayaknya kita menempatkan semua ini sebagai jejak langkah, sebagai peniup angin kelupaan kita, menitikkan noktah pada kesalahan kita, sehingga apapun itu menjadikan kita untuk menjadi lebih baik..menjadikan kita sebagai Bapak yang dibanggakan putranya, sebagai ibu yang dijadikan panutan keluarganya..menjadi seorang bawahan yang menjadi incaran atasan untuk menggantikan kedudukannya, menjadi atasan yang selalu dilindungi wibawanya..dan menjadi manusia yang tahu diri di hadapan penciptanya…
Mungkin itu saja..

Hormat Takzim,
~kopidangdut~
Senin, 28 Maret 2005