Iklan
 

Calon Kabinet Blackmagic

Juli 13, 2009

barack-obama-blackberry2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Apa perbedaan antara Barack Obama dibandingkan salah satu pemimpin kita?” Baca entri selengkapnya »

Iklan

SBY itu Seperti Fernando Torres, JK itu Sama Seperti Raul Gonzales

Maret 1, 2009

torres-kb3Susilo Bambang Yudhoyono

Cuy…
Ente pada suka nongton sepak bola kan? Pastinya kenal donk ye ama Fernando Torres, Raul Gonzales, Beckham, Ronaldo atau Anelka..

Mereka pinter banget giring bola, ada juga yang jago ngumpan, ada yang jago cetak gol, tapi juga jangan lupa, mereka pun tak segan-segan menjegal kaki lawan. Gedebruk..klontang-klontang..!

Ente pastinya juga paham di mana mereka bermain. Entah di Liverpool, Madrid, Inter, Milan, MU, Chelsea, atau Arsenal.

Nah, ente juga mestinya paham, mereka punya pelatih di klub masing-masing. Ada Benitez, ada Maurinho, ada si Wenger, dan lainnya. Terkadang pelatih terlihat elegan, pandai membuat strategi namun juga seringkali terlihat arogan.

Mereka membela klub mati-matian. Sikap professional. Biar bisa ngangkat pila kejuaraan, biar ndak dipecat dan biar bisa (tetep) jadi jutawan.

“Lah hubungannya sama SBY dan JK apaan, Boy..?”

Sabar…

Ente juga tentunya suka nongton sampe pagi pan? Begadang, ditemenin kacang, kopi, kemulan sarung, atau bagi yang berduit tentu saja lebih maknyuss kalau dibarengi taruhan duit. Persis kaya kelakuan Herjunot Ali di film “Gara-gara Bola”.

Penggila bola bisa jadi termotivasi kalau timnya menang, atau setidaknya pemain idolanya mencetak gol. Syukur=-syukur malah dapet menag taruhan. Cihuy abizzzz..!

Tapi apakah kita setelahnya terus merasa seneng? Toh esok harinya, paling banter jadi obrolan pagi (hingga berbusa-busa dan beraoma jigong!) dengan teman sekantor, rekan kerja, teman kuliah atau bahan obrolan dengan calon mertua.

Seminggu kemudian?
Sudah lupa…

Begitu pun politik. Baca entri selengkapnya »


Golput Terancam Haram

Desember 13, 2008

 

pks

Terkadang, kita bicara lantang kepada orang lain, sejatinya adalah penegasan untuk diri sendiri belaka. Itulah yang terjadi pada PKS, Partai Keailan Sejahtera.

Partai Keadilan jaman tahun 1999 gak banyak dapet suara, sehingga karena ada aturan threshold minimum kalau gak salah 2,5 persen yang mana partai tersebut ndak boleh ikut Pemilu selanjjutnya (tahun 2004).

Mungkin karena waktu itu saya milih PUDI, Partai Uni Demokrasi Indonesia yang digagas oleh Sri Bintang Pamungkas.

😛

Lalu, karena mereka masih berniat (suci) ingin ikut memperbaiki “system” lewat dalam, maka mereka puter otak di tahun 2004 untuk ikut Pemilu dengan cara mendirikan partai baru (yang sebenernya lama), dengan menambah embel-embel “Sejahtera”.

Sehingga namanya menjadi: Partai Keadilan Sejahtera.

Biar semakin “eye catching”, diberi pulasan warna “golkar” sebagai latar beakang bendera partai. Ya. Bukankah kuning masih identik dengan Golongan Karya?

Ah, ndak tentu kok ya. Kuning pada bendera partai mereka lebih menunjukkan kemakmurannya. Kesejahteraannya. Tidak lagi sekadar adil dan tidak adil. Hitam dan putih.

Tak dinyana! Tahun 2004 adalah momentum yang sangat berarti bagi partai ini. Suara terkumpul banyak dan masuk jajaran partai yang “sangat” diperhitungkan karena “citra bersih-nya dan anti KKN..”. Padahal saya waktu itu Golput.

😛

Wakil mereka di DPR jadi banyak.hingga 45 anggota DPR-RI. Jumlah ini adalah jumlah terbesar ketujuh. Hanya satu tingkat di bawah PKB. Bahkan mantan Ketua Partai, Hidayat Nur Wahid berhasil menjadi Ketua MPR-RI.  Bung Anis pun menjadi penggerak Fraksi.

Bagi sebagian kalangan, merubah system ketatanegaraan dan kehidupan politik yang selanjutnya membangun neger, lewat “dalam”, dengan ikut dalam system adalah manjur. Hal ini berbeda dengan Hizbut Tahrir yang tetap kokoh menjadi oposan tanpa bermain. Sealalu berada di luar system.

Lalu, masyarakat mulai (makin) percaya dan yakin akan partai yang didominasi anak muda ini. Pergerakaan awal mereka dari kampus-ke kampus membuahkan hasil. Pilkada pun mereka kuasai. Buktinya? Jawa Barat dipimpin oleh Gubernur dari PKS. Juga daerah Sumatera Utara.

MULAI NYELENEH…

Tapi entah mengapa tiba-tiba PKS membuat ulah. Menarik perhatian dengan cara instant. Bikin iklan heboh dengan menyertakan Suharto, mantan Presiden RI yang masih saja menjadi “senjata politik” bagi semua kalangan, sebagai kandidat yang disebut Pahlawan.

Masyarakat kaget. Namun ada yang biasa-biasa saja menanggapinya.

Justru yang lebih seru justru reaksi dari kalangan “dalam” partai. Selain kecewa dengan anggota partai yang dianggap mulai “kurang amanah” saat menjalankan posisinya sebagai anggota dewan, yang desas-desusnya memiliki mobil impor sekelas Bentley, padahal kader partai masih banyak yang hidup dengan serba kekurangan, kemunculan strategi baru untuk menggandeng pemilih suara mengambang, dengan lebih berusaha inklusif, menjadi bias dan membingungkan.

Mereka menilai, PKS mulai nyeleneh dan hanya memikirkan kekuasaan. Bahkan gosip miringnya, PKS terbelah menjadi 2 kubu: Faksi Keadilan dengan gaya lama dan konservatif dengan tetap menjalankan prinsip Islam, dan Faksi Kesejahteraan yang mengusung gaya moderat, baru, yang berusaha merangkul massa dan merubah wajah PKS menjadi lebih modern dan “ramah”.

Bagi sebagian kader PKS yang berasal dari Faksi Keadilan, mereka mulai unjuk gigi dan protes dengan mengancam untuk GOLPUT. Mereka lebih menyukai gaya lama: solid di dalam dan menjadikan partai sebagai media dakwah, tanpa embel-embel kekuasaan yang membelenggu dan meracuni itikad baik nan tulus.

USULAN NGAWUR

Tifatul tentu saja uring-uringan. Dia juga manusia. Mau donk ngicipin jadi anggota dewan yang terhormat. Bahaya bila penggembosan partai justru muncul dari dalam. Kayak firewall, tangguh dari serangan luar, namun getas bila diserang dari dalam. Seperti telur. Sejatinya getas. Praaak..! pecah deh…

Maka usulan orang uring-uringan itu ngawur. Tifatul sedang tidak memakai topi PKS, tapi sebagai Pribadi (yang pingin sukses), maka dibuatlah usulan baru yaitu Fatwa haram bagi Golput.

😆

Aha.. Bila iya diwujudkan, berarti bagi kaum perokok, nantikan sahabat baru anda, para Golput yang bernasib sama: Warga Haram..!

😛

Emang ane’ pikirin..!

Artikel terkait:                                                           

http://www.detiknews.com/read/2008/12/13/183038/1053191/10/tifatul-cocok-dengan-hidayat

http://www.detiknews.com/read/2008/07/24/165503/977356/10/hidayat-serukan-tolak-golput

http://www.detiknews.com/read/2008/12/13/162002/1053164/10/pengharaman-golput-meninabobokan-parpol-dan-penyelenggara-pemilu

baca juga inihttp://guhpraset.wordpress.com/2008/12/13/pks-mui-gus-dur-fatwa-haram-golput/

 


PestaBlogger2008 – Pestanya “Bersama Kita Bisa..?”

November 21, 2008

bersama kita bisa? bukannya ituh jargon Beye-Jeka...?

bersama kita bisa? bukannya ituh jargon Beye-Jeka...?

 

Gambar di atas dari koran kompas hari ini, 21 November 2008. Iklan lumayan besar di halaman 53.

Kok ada kalimat “Bersama Kita Bisa..” ya..? Kok hebat bener ya pengaruh kabinet SBY -JK sampe Pesta Blogger pun ikut-ikutan jargon mereka saat PEMILU 2004 hingga kini… Baca entri selengkapnya »


PEMILU Indonesia ..kaya atribut, hanya itu?

November 6, 2008

Sudahlah. Obama sudah menjadi orang nomor satu Amrik. WASP sudah usang. Ide yang tak perlu dibawa pulang, cukup diringkus dan buang ke jurang.

Lalu bagaimana dengan kita? Pemilu yang adiluhung yang konon katanya akan dimeriahkan kontestan baru semisal Sri Sultan dan RM 09.

Kalau saya terus terang saja senang berpolitik. Tapi saya tak senang dan tak berniat mencoblos maupun mencontreng, baik Caleg apalagi Presiden.

Tapi ada baiknya kita harus tetap optimis, seperti teman saya Juned:

“Bayangin nDang, cewek Bandung oke banget euy! Dari 4 cewek yang ane liat, yang cantik ada 5…!”

Busyet!

😛

Oke lah, untuk mengakomodir pembicaraan pemilu maupun pembicaraan mengenai wanita cantik, bagaimana kalau saya posting-kan tulisan mengenai Pemilu, oleh perempuan cantik, ayu, kenes lan ngangeni berikut ini..? Baca entri selengkapnya »


Andaikan SBY jadi Presiden Lagi..

Oktober 12, 2008

 

Presiden SBY

Presiden SBY

Sore tadi saat menyaksikan Seputar Indonesia, beberapa lembaga survey politik menyatakan bahwa popularitas SBY untuk memimpin negeri ini masih besar. Antara 35-39 % rakyat masih menyukai dirinya untuk menjadi Presiden RI. Di urutan kedua adalah Megawati. Popularitasnya antara 20-28%. Di urutan selanjutnya tertera Wiranto, Gus Dur dan Prabowo.

 

Oke lah, bila keadaan ini terus berlanjut di saat Pemilu, apalagi bila SBY mengambil kebijakan popular seperti menurunkan harga BBM yang memang sudah semestinya, dan ia terpilih lagi, maka tentunya SBY harus lebih banyak mendengar dan melaksanakan apa yang sudah menjadi amanat baginya.

 

Plus Minus SBY

Saya kutip dari tulisan Wimar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah orang baik. Modal aslinya bagus. Tapi begitu dia menjadi tokoh besar, malah menjadi pejabat tertinggi di Indonesia, struktur modalnya menjadi tidak jelas. Kelihatannya beliau merasa berhutang pada pihak-pihak yang mendukung beliau, lepas dari baik buruknya pihak pendukung itu. Bahkan pendukung asli SBY yang sejalan dengan pikiran asli beliau banyak yang tergeser Padahal modal SBY terbesar adalah mandat kuat dari hasil Pemilihan Presiden 2004, yang membuat SBY menjadi orang yang meraih suara langsung terbanyak dalam sejarah dunia. Dengan jumlah suara jauh diatas semua saingannya dalam Pemilihan Presiden 2004, SBY tidak perlu terpengaruh oleh orang yang mendompleng pada kekuasaannya, apakah itu politisi, pejabat kabinet atau orang bisnis, apalagi orang yang merangkap ketiganya itu.

Dinilai secara obyektif, SBY punya banyak plus dalam dirinya. Karena itu dia bisa punya karir yang cukup baik dan reputasi positif. Tapi sejak menjadi Presiden, plus beliau tidak bertambah, malah minus jadi banyak. Yang paling mengecewakan adalah kelemahan beliau dalam mengambil keputusan. Kemudian kalaupun mengambil keputusan, seringkali keputusannya salah. Baca entri selengkapnya »


Pak Menteri Itu Caleg atau Pembantu SBY?

Oktober 7, 2008

 

Tukul aja deh yang jadi menteri...

Tukul aja deh yang jadi menteri...

 

Pak Menteri yang terhormat, ane mau tanya kalau bapak punya PRT di rumah, belum pernah mengajukan resign, makan gaji dari Bapak, lalu meminjam laptop milik anak bapak, pinjam sepeda motor milik anak bungsu Bapak, pinjam mobil milik istri bapak untuk kepentingannya buka usaha warteg di samping rumah, termasuk meminjam nama bapak untuk mencari modal, wara-wiri, bolak sana-bolak sini, dan akhirnya modal tersebut terkumpul dengan nama bapak sebagai peminjamnya, apa yang Bapak akan lakukan ?

 

Lalu Bilamana pembantu itu adalah Bapak Menteri sendiri, apa tanggapan Bapak?

Rupanya benar…Pembantu-pembantu itu adalah:

  • Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Bali nomor urut 1,
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Kalimantan Selatan nomor urut 1.
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Papua nomor urut 1,
  • Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy caleg PKB daerah pemilihan Riau nomor urut 1.
  • Sedangkan Menteri Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault caleg PKS daerah pemilihan Sulawesi Tengah nomor urut 1, dan
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali caleg PPP daerah pemilihan Jawa Barat II nomor urut 1. Baca entri selengkapnya »

Presiden Indonesia 2009?Ane Kayaknya Tahu Siapa Dia…

Juli 26, 2008

Strategi menjadi Orang Nomor Satu

Barack Obama, belum menjadi Presiden pun sudah menjadi idola. Caranya berburu dana kampanye, popularitas yang dijual lewat media konvensional dan media maya, pribadinya yang dijual rapi dan menarik perhatian semua warga Amerika, latar-belakangnya yang bersentuhan dengan Indonesia, seakan-akan Barack Obama adalah bagian dari kita.

Kita sedikit lupa. Ia belum jadi “siapa-siapa”yang kita nantikan. Amerika masih milik Bush, belum Obama. Baru di bulan November nanti kita akan menyaksikan apakah Obama memang benar-benar digdaya dan membawa angin perubahan bagai Amerika, dan dunia.

Tapi kita tentu saja kagum pada ia. Seorang senator yang mengumumkan tidak akan memakai dana publik untuk kampanye Presiden, dan ia memilih menggalang dana lewat dunia maya. Dan ternyata berhasil!

SENJATA RAHASIA

Adalah Blue State Digital, senjata rahasia Obama. Hanya dengan biaya jasa konsultasi dan pelayanan lainnya sebesar 1,1 juta US dollar, Obama mampu menggalang dana sebesar $200 juta lewat online, 2 juta dukungan lewat telepon dan ada 850.000 pengunjung setiap harinya yang mengeklik situs barackobama.com serta 50.000 kali acara kampanye Obama digelar [berita dilansir oleh BusinessWeek 16 Juli 2008]. Dan yang terpenting, ia mengalahkan istri mantan Presiden, Hillary Clinton yang kalah dan meninggalkan banyak hutang untuk dana kampanye yang dihabiskan.

Coba bandingkan Blue State Digital ini dengan Fox Indonesia, yang menghantarkan Soetrisno Bachir [SB] hadir di mana-mana, dalam berbagai kesempatan dan media. Sebulan, ongkos yang dikeluarkan sebesar 40 milyar rupiah. Alamak..! Baca entri selengkapnya »