Iklan
 

Demokrasi Kopidangdut

Juni 3, 2016

Demokrasi itu “menopause masyarakat barat”. Sebuah idea yang ditawarkan selepas revolusi. Sebuah istilah yang dinasbihkan Baudrillard.

 

Lalu apakah kita mau menjalankan masa-masa menopause itu? Gairah yang hilang dimakan usia?

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Garuda Puasa Minum

Januari 4, 2010

eagles

burung garuda

Apa pendapat Anda?

###
Minggu, 03/01/2010 16:37 WIB
Tak Angkut Bos Freeport, Garuda Tak Diberi BBM di Timika -Indra Subagja – detikNewsJakarta –

Garuda dengan nomor penerbangan GA 652 rute Jakarta-Denpasar- Timika-Jayapura tidak diberi bahan bakar saat mendarat di Bandara Timika, Papua. Persoalannya hanya karena pilot pesawat itu menolak mengangkut rombongan bos PT Freeport dari Jayapura.

“Rombongan Presdir PT Freeport itu seharusnya naik pesawat GA 653, bukan pesawat GA 652. Kita sudah menjelaskan itu tidak memungkinkan, karena masing-masing sudah ada dokumen dan pesawat sendiri,” jelas Kepala Humas PT Garuda Indonesia, Pujobroto, saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu (3/1/2009).

Pujo menjelaskan, pesawat GA 652 semestinya tidak ke Jayapura, namun ke Timika, sesuai dengan rute penerbangan yakni dari Denpasar ke Timika.

“Karena cuaca di Timika tidak memungkinkan saat hendak mendarat, jadi pergi ke Jayapura lebih dahulu. Setelah cuaca baik, kemudian baru ke Timika,” terangnya.

Nah, saat di Jayapura itulah, rombongan Presdir PT Freeport menginginkan untuk ikut bersama pesawat GA 652, padahal tiket yang mereka kantongi untuk pesawat GA 653.

“Itu tidak memungkinkan, rombongan itu mempunyai dokumen sendiri. Dan tentu itu juga akan membuat delay lebih panjang,” ujar Pujo.

Pesawat yang dipiloti Kapten Manotar Napitupulu itu kemudian berangkat dengan tidak mengangkut rombongan PT Freeport. Namun kemudian, setibanya di Timika dan hendak kembali di Denpasar, mereka tidak diberi izin untuk mengisi BBM.

“Padahal Kapten Manotar sudah menjelaskan kepada pihak Bandara Timika mengenai alasan tidak diangkutnya rombongan PT Freeport. Tapi di pihak bandara tidak mengerti,” terangnya. (ndr/nrl)

###

Makin hebat khan negeri ini?
😀


Privatisasi

Juli 25, 2009

privatization

Mas, privatisasi, washington concensus, dan neo liberalisasi itu opo tho?

Mana nih yang ditanya? Privatisasi apa neolib nya?

Privatisasi deh.. Apaan tuh?

Gini, ndul. Awalnya ada pemikiran di Barat sono bahwa BUMN harus “dikomersialisir” dan dibuat layaknya perusahaan swasta.

Barat? Siapa tuh?

Ya, itu. Mereka yang menghuni Downing Street. No 10. Mereka mulai mengkaji soal “korporatisasi” BUMN.

Wah, berarti negara Barat ya yang pertama gagas?

Hooh. Tapi beberapa orang penting seperti Margaret Thatcher dan Keith Joseph justru beranggapan itu saja belum cukup. Pengelolaan BUMN secara profesional, berorientasi profit, dan dikelola dengan baik bukan itu yang dituju. Baca entri selengkapnya »


SBY itu Seperti Fernando Torres, JK itu Sama Seperti Raul Gonzales

Maret 1, 2009

torres-kb3Susilo Bambang Yudhoyono

Cuy…
Ente pada suka nongton sepak bola kan? Pastinya kenal donk ye ama Fernando Torres, Raul Gonzales, Beckham, Ronaldo atau Anelka..

Mereka pinter banget giring bola, ada juga yang jago ngumpan, ada yang jago cetak gol, tapi juga jangan lupa, mereka pun tak segan-segan menjegal kaki lawan. Gedebruk..klontang-klontang..!

Ente pastinya juga paham di mana mereka bermain. Entah di Liverpool, Madrid, Inter, Milan, MU, Chelsea, atau Arsenal.

Nah, ente juga mestinya paham, mereka punya pelatih di klub masing-masing. Ada Benitez, ada Maurinho, ada si Wenger, dan lainnya. Terkadang pelatih terlihat elegan, pandai membuat strategi namun juga seringkali terlihat arogan.

Mereka membela klub mati-matian. Sikap professional. Biar bisa ngangkat pila kejuaraan, biar ndak dipecat dan biar bisa (tetep) jadi jutawan.

“Lah hubungannya sama SBY dan JK apaan, Boy..?”

Sabar…

Ente juga tentunya suka nongton sampe pagi pan? Begadang, ditemenin kacang, kopi, kemulan sarung, atau bagi yang berduit tentu saja lebih maknyuss kalau dibarengi taruhan duit. Persis kaya kelakuan Herjunot Ali di film “Gara-gara Bola”.

Penggila bola bisa jadi termotivasi kalau timnya menang, atau setidaknya pemain idolanya mencetak gol. Syukur=-syukur malah dapet menag taruhan. Cihuy abizzzz..!

Tapi apakah kita setelahnya terus merasa seneng? Toh esok harinya, paling banter jadi obrolan pagi (hingga berbusa-busa dan beraoma jigong!) dengan teman sekantor, rekan kerja, teman kuliah atau bahan obrolan dengan calon mertua.

Seminggu kemudian?
Sudah lupa…

Begitu pun politik. Baca entri selengkapnya »


Blogger Sahabat Museum

November 30, 2008

                       

Olim miminise iubavit – selalu menyenangkan mengenang hal-hal yang telah lewat.

 

Maka ketika kantor saya melaksanakan kenduri dan diskusi bertempat di Museum Bank Indonesia –Jakarta Kota, pribahasa latin tersebut terasa sangat tepat.

 

Unik memang, ketika diskusi dengan judul “Pemanfaatan Media Online sebagai Sarana Pembelajaran dengan Kemasan Marketing Online” dengan banyak nuansa kekinian-bahkan masa depan, dikupas dan didiskusikan dalam salah satu ruangan dalam museum. Seakan-akan menandakan kerelaan “masa lalu” untuk menyambut “masa depan”.

 

Diskusi ini dihadiri oleh Ninok Leksono, redaktur senior Kompas, Ibu Amalia E. Maulana, Senior Research & Integrated Marketing Communication Consultant, dan Enda Nasution. Baca entri selengkapnya »


WASP

Oktober 14, 2008

Apakah isu WASP (dahulu saya menyebutnya WAP) masih berlaku bagi perjalanan politik dunia barat seperti Inggris dan Amerika? Ketika pada ujungnya yang dibutuhkan adalah sekadar White, Anglo-Saxon dan Protestan…?

Bagi ane’ itu adalah sebuah momok yang menakutkan. Ketika kemungkinan berdemokrasi pada akhirnya berujung pada pilihan tertentu dan tak ada pilihan lain.

Begitu akan sangat menarik dan mendobrak mitos WASP itu, bilamana pada akhirnya tanggal 4 November bulan depan, warga Amerika mayoritas memilih Obama dibandingkan McCain. Hal ini menunjukkan Obama, dipilih oleh warga Amerika yang rasional dan berlandaskan akal sehat untuk membangun peradaban dunia yang lebih baik, mengutamakan pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada masyarakat kelas menengah.

Kita lihat saja bersama-sama, sejauh mana negera yang gembar-gembor meneriakkan demokrasi dapat menerapkannya sendiri.

Lha Indonesia sendiri bukannya JAMUL..?

Apaan tuh..

Jawa, Muslim, dan Lelaki..

😛

Hahaha, bukannya untuk “lelaki” sudah didobrak oleh ibu Megawati..? Dan “Jawa” sudah dibuktikan tidak berlaku oleh BJ Habibie?

Kalau “muslimnya?”

ehh…..

Emang ada yang berani..?
😆


TURUNKAN HARGA BBM…!

Oktober 10, 2008

semuanya lagi meranggas...kering! termasuk juga kantong Anda..?

semuanya lagi meranggas...kering! termasuk juga kantong Anda..?

 

 

Maka, ketika iklim investasi sedang ambruk, maka semua orang berduyun-duyun kena getahnya, terpaksa atau dipaksa. Semua kena imbas. Seperti saat ini.

 

Harga saham turun. Semua jadi panik. Bursa saham dihentikan sementara. Tapi pas lihat harga minyak dunia juga turun, kok harga BBM kita gak ikut turun ya. ..?

Temen ane di email bilang begini:

 

“TURUNKAN BBM sekarang juga jangan nunggu deket Pemilu Pak SBY….minyak udah US$ 84/barel.. Asumsi APBN US$ 90/barel…Jangan moneter mulu yang dikejar-kejar…”! Baca entri selengkapnya »


Presiden Indonesia 2009?Ane Kayaknya Tahu Siapa Dia…

Juli 26, 2008

Strategi menjadi Orang Nomor Satu

Barack Obama, belum menjadi Presiden pun sudah menjadi idola. Caranya berburu dana kampanye, popularitas yang dijual lewat media konvensional dan media maya, pribadinya yang dijual rapi dan menarik perhatian semua warga Amerika, latar-belakangnya yang bersentuhan dengan Indonesia, seakan-akan Barack Obama adalah bagian dari kita.

Kita sedikit lupa. Ia belum jadi “siapa-siapa”yang kita nantikan. Amerika masih milik Bush, belum Obama. Baru di bulan November nanti kita akan menyaksikan apakah Obama memang benar-benar digdaya dan membawa angin perubahan bagai Amerika, dan dunia.

Tapi kita tentu saja kagum pada ia. Seorang senator yang mengumumkan tidak akan memakai dana publik untuk kampanye Presiden, dan ia memilih menggalang dana lewat dunia maya. Dan ternyata berhasil!

SENJATA RAHASIA

Adalah Blue State Digital, senjata rahasia Obama. Hanya dengan biaya jasa konsultasi dan pelayanan lainnya sebesar 1,1 juta US dollar, Obama mampu menggalang dana sebesar $200 juta lewat online, 2 juta dukungan lewat telepon dan ada 850.000 pengunjung setiap harinya yang mengeklik situs barackobama.com serta 50.000 kali acara kampanye Obama digelar [berita dilansir oleh BusinessWeek 16 Juli 2008]. Dan yang terpenting, ia mengalahkan istri mantan Presiden, Hillary Clinton yang kalah dan meninggalkan banyak hutang untuk dana kampanye yang dihabiskan.

Coba bandingkan Blue State Digital ini dengan Fox Indonesia, yang menghantarkan Soetrisno Bachir [SB] hadir di mana-mana, dalam berbagai kesempatan dan media. Sebulan, ongkos yang dikeluarkan sebesar 40 milyar rupiah. Alamak..! Baca entri selengkapnya »


Antara Anggun, Piyu, Kua Etnika dan Mulan Jameela

Juni 30, 2008

Knowledge Economy
Ekonomi berbasis pengetahuan. Sumber penghidupan yang berasal dari kemampuan mengolah gagasan, kesadaran, keterampilan dan kreativitas, budaya suatu individu maupun komunitas.

Sejatinya, gagasan ekonomi sebagai suatu idea, sebagai satu sikap dan sebagai suatu gaya hidup adalah bukan hal baru bagi manusia Indonesia.

Berangkat dari kelompok manusia proto melayu. Meluruh dan saling melengkapi ketika menetap di gugusan nusantara. Manusia-manusia tangguh yang hidup berburu. Perkakas-perkakas diciptakan. Lalu masa berburu tergantikan dengan kebiasaan menetap lebih lama. Bercocok tanam mulai dilakukan. Terciptalah berbagai alat rumah tangga hingga perhiasan yang tercipta di masa perundagian.

Konon katanya baru di abad keempat salah satu kelompok kecil manusia nusantara sudah masuk dalam masa sejarah. Penandaan dari baca tulis. Engkau baca-engkau tulis. Aku baca dan aku tulis. Engkau baca kembali dan engkau tulis lagi. Maka menjelmalah kita menjadi manusia sejarah. Manusia segala zaman yang akan terus terkenang. Baca entri selengkapnya »


Industri Irrasional Nusantara

Juni 19, 2008

INDUSTRI KREATIF NUSANTARA

Saya pikir masalah indutri kreatif sebagai perwujudan ekonomi berbasis pengetahuan sudah lama dilakukan oleh bangsa ini.

Memang betul, untuk menuju nilai ekonomis sebesar-besarnya, kita belum terlalu mengarah ke sana, walaupun sudah banyak dilakukan.

Salah satu contoh nyata dan terlupa dalam paguyuban kreativitas [dan bukannya patembayan kreatifitas] adalah sebagai berikut:

Pojok kanan, aktor kondang dalam kesempatan \

Kelompok sandiwara, ludruk, teater kampung sudah mengurat akar sedari dulu. Mungkin, semenjak sungai Bengawan Solo belum mengalir sampai jauh.

😛

Untuk hitung-hitungan ekonomis, aktivitas paguyuban ini memang tidak dapat dikatakan baik, namun sebagai sebuah gaya hidup sekaligus kultur budaya masyarakat, posisi sandiwara tradisional, ludruk, teater kampung mutlak adanya.

Baca entri selengkapnya »


Perang itu perlu…

Juni 16, 2008

 

Sepertinya, kita harus mulai mengasah siasat dan mempersiapkan diri untuk berperang. Ya, perang itu..! Perang yang memobilisasi pasukan dengan persenjataan militer dan baku tembak sepanjang waktu.

 

Sekali-kali kita yang berinisiatif menyerang. Terserah presiden kita mau menyerang negara mana.

 

Atau setidaknya kita ngompor-ngompori negara lain untuk menyerang kita. Baca entri selengkapnya »


PERANAN MAHASISWA SEBAGAI INTELIGENSIA

Mei 31, 2008

KONSEP CENDEKIAWAN, KEKUASAAN, DAN POLITIK MASYARAKAT JAWA

Saya membuka jendela. Kulihat dunia. Jendela dunia. Prisma. Dengan judul besar “Cendekiawan dan Politik”. Terbitan LP3ES. Lalu saya tiba-tiba pusing. Terlelap. Bermimpi.

ZAAAAP…

Dalam mimpi saya bertemu perempuan cantik. Saya raih ia. ZAAAAP. Tiba-tiba menghilang..! Muncul asap putih. Dari baunya ini bukan asap djiesamsoe yang saya suka. Asap berangsur menghilang dan di hadapan hadir seseorang yang pernah saya kenal wajahnya. Mirip Gie. Ya! Gie yang saya lihat di film Riri Riza. Oh bukan! Ia kakak Gie. Soe Hok Djin. Arief Budiman..! Saya sapa ia.

Halo Bung Arief

Yap.

Boleh saya tanya-tanya Anda? Baca entri selengkapnya »


Jusuf Kalla..Kuhampiri Dirimu

Mei 29, 2008

 

Pak Ucup yang terhormat…

 

Jusuf dalam kitab bangsa Yahudi maupun Kitab Segala Bangsa dianggap dan terdokumentasikan sebagai pria sopan, jujur dan tampan. Saya kira ketampanan Bapak Ucup tak kalah dengan Jusuf yang seorang nabi itu. Suwer deh..

 

Pak Ucup yang pengusaha sukses…

Sebelumnya saya mohon ijin bertandang ke kediaman Bapak yang asri ini. Kebetulan saya baru makan bakso di Masjid Sunda Kelapa dan kebetulan liwat depan rumah Bapak..

Baca entri selengkapnya »


Pak SBY, Terima kasih Berkenan Mampir…..

Mei 27, 2008

 

 

 

 

Bapak SBY,

 

Silahkan Bapak duduk di sini. Luangkan waktu sejenak bersama saya di beranda rumah saya yang mungil dan masih ngontrak ini.

 

Bapak boleh tengok ke belakang, di ujung gang sana, selokan mampet sampah di mana-mana dan ini masih di Jakarta. Tak jauh dari Istana maupun Cikeas.

Baca entri selengkapnya »


Seimbang

Mei 23, 2008

Hidup itu seperti sekotak coklat, kata emaknya Forrest Gump.

“Life’s a box of chocolates, Forrest. You never know what you’re gonna get.”

Ada juga yang bilang kalau hidup itu sekadar rehat minum. Lain lagi yang berpendapat bahwa hidup itu adalah perjuangan. Bagi saya hidup itu seperti balon. Mengkilat, menarik namun getas. Terlalu kencang bisa bahaya, terlalu lembek malah tidak menarik. Harus pas. Proporsional. Seimbang.

Bicara soal seimbang, balon itu volume udara yang terkandung di dalamnya selalu tetap, kecuali balon karbitan dan balon yang bocor. Bila kita pencet satu sisi, maka akan mengelembung di sisi lainnya. Tekan sana, muncul sini. Pletot sini, mumbul sana. Volume yang tetap, hanya bentuknya yang akan acakadut.

Sama halnya dengan permainan jungkat-jungkit anak TK. Satu naik-maka yang satu turun. Kecuali ada anak TK yang obesitas, hanya mampu menikmati jungkat-jungkit dengan lawan dua temannya lain yang berbadan ceking. Ada lawan yang sepadan. Itu yang dibutuhkan.

Merokok pun harus ada lawannya, yaitu api. Rokok tak nikmat tujuh turunan bila di ujungnya tak tersulut api, mau sampai kempot pun. Rokok rupanya perlu api, walau itu mengahabisinya. Demonstran butuh lawan yang mendengarkan. Mana ada mahasiswa yang nekat teriak-teriak hingga turun berok, bila dia berdiri menghadap laut, kecuali menurutnya ratu kidul telah menaikkan BBM semena-mena.

Bila ada kawan, maka biar hidup kita seimbang  carilah lawan. Dengan catatan lawan kita sepadan. 

Begitu pun situasi pri kehidupan manusia Indonesia, dengan segala gundah-gulananya. Bila memang harga-harga harus naik tanpa kecuali dan susah diturunkan, maka sebaiknya kita mencari sesuatu yang memang bisa diturunkan.

Maka dengan prinsip seimbang, maka kenaikan harga harus diimbangi dengan penurunan Bapak-bapak itu. Tak usah saya tunjuk siapa dia.

Makan bakso sama emak di pinggir kali
kok rasanya pedas khas sambal melayu?
Ah Bapak kalau memang minyak naik lagi
Apa boleh buat ane’ ajak Bapak turun yuk.. 
😀


Pernyataan Dewan Gubernur Bank Indonesia 12 Februari 2008

Februari 13, 2008

Pernyataan DG 12 Feb 2008 

Kemarin siang (Pukul 13.00 WIB), bertempat di Kantor Pusat Bank Indonesia, Dewan Gubernur Bank Indonesia menyampaikan pernyataan menyikapi berbagai pemberitaan akhir-akhir ini.

Pernyataan ini dibacakan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Bp. Burhanuddin Abdullah dihadapan segenap pegawai BI yang memadati Loby Menara Sjafruddin Prawiranegara. Berikut petikan lengkap dari penyataan tersebut.  

“Ass. Wr. Wb.

Mempertimbangkan makin beratnya tantangan yang harus dihadapi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan serta menyikapi pemberitaan yang berkembang akhir-akhir ini, Dewan Gubernur Bank Indonesia ingin menyampaikan kepada seluruh pegawai Bank Indonesia dan masyarakat luas hal-hal sebagai berikut:

Baca entri selengkapnya »


Cinta Negara Apakah sejalan dengan Cinta Tanah Air?

Agustus 16, 2007

INDONESIA 62 Tahun

 images-garuda.jpgimagesoma.jpgtopeng.jpgondel.jpgberas.jpgjktnite.jpgjuragan-utang.jpgwayang.jpgcak-nun.jpg180px-liberiawomen1910.jpg

smanda.jpg

bendera.jpg  

Salam hormat,
Semoga hidup ini selalu diwarnai kebahagiaan…

“Untuk menggambarkan Nasionalisme= Cinta Negara” dan “Patriotisme=Cinta tanah air”

Dalam sebuah wawancara dengan harian Nasional Swedia di Stockholm yang disadur oleh TEMPO beberapa tahun yang lampau, Hasan Tiro berujar:

Baca entri selengkapnya »


Kenapa Pejabat Jangan Korupsi ?

Juli 18, 2007

Ingat Ponco dan Ali Mazi? Dua sejoli yang bebas dari hukuman atas perpanjangan HGB dan HPL (Hak Pengelolaan Lahan) yang dikuasai Sekretariat Negara. Bukankah mereka bebas? Lalu pejabat Kepala Kantor Wilayah BPN (Badan Pertanahan Nasional) bagaimana nasibnya? Ia kena hukuman.  

Dari contoh di atas,  pejabat negara rentan untuk dipersalahkan, walaupun niat dan otak korupsi berasal dari pengusaha dan pihak lain. Karena apa? Kekuasaan ada padanya. Power tends to corrupt. 

Saya sedang tidak bicara Korupsi versi undang-undang. Bukan pula versi negara ini. Hanya sekadar versi kopidangdut. 

Korupsi sejatinya Baca entri selengkapnya »