Iklan
 

Tentang UU Penanaman Modal (lagi)

Juni 20, 2007

          SETELAH saya posting-kan masalah UU Penanaman Modal No.25 Tahun 2007 (atau lebih dikenal sebagai UU Investasi), beberapa email masuk dan mengajukan pendapat serta pertanyaan, salah satunya: 

Khusus ttg UU investasi, lmyn jadi bisa ngeliat lebih luas tanpa browsing sana sini hehehehe..matur nuwun..Btw, mau nanya kalo peraturan statusnya masih Perpu udah bisa diimplementasiin blm sih?Soalnya tentang special economic zone di batam tuh masih perpu, nah tevy ditanya udah diimplementasiin blm?mesti jawab apa ya hihihi..kalo perpu udah wajib diimplementasikan, kenapa ada pendapat gini: “semoga Perpu tersebut segera disahkan menjadi UU” tengkyu lagi.. (dari Tevy via email) 

Begini Tevy, Masalah Perpu, perlu saya jelasin sekilas ya: Negera Indonesia secara hukum, (Peraturan mengenai ini lupa, UU-nya lupa) mengatur hirarki peraturan sbb: Baca entri selengkapnya »

Iklan

Apakah SMA perlu ada pelajaran filsafat ?

Juni 18, 2007

images-fil.jpg

Selamat Siang dengan kabut yang menggelayut,

Beberapa waktu yang lampau, salah satu kiriman email dari Kusni Jean (bermukim di Prancis) -dalam milis temu  eropa- disentil  masalah “Quo Vadis  pelajaran filsafat  di Sekolah Menengah yang diajarkan di seluruh pelosok negara Prancis”. 

Pada tahapan diskusi yang lebih lanjut, terjadi pro-kontra, sejauh mana filsafat dapat diajarkan pada anak usia sekolah, silabus dengan bobot seperti apa yang disampaikan, dan bagaimana arah kedepannya dengan iklim pendidikan di Prancis – email tersebut mengupas hal ini- berikut wawancara dengan beberapa murid SMA terkait dengan pelajaran ini dan sistem penilaian ujiannya. 

Boro-boro merespon emailnya, Baca entri selengkapnya »


>> Risalah tentang Pro-Kontra RUU Investasi

Juni 15, 2007

images-garuda.jpg

Selamat siang sembari menanti Sholat Jumatan, 

Entah kenapa, tiba-tiba saya diminta orang kedua di kantor saya untuk membuat kajian masalah RUU Investasi. Disposisi disampaikan tadi pagi jam 08.15 WIB dan harus selesai sebelum Jumatan. Gileeee..!

Tapi untungnya saat menuliskan tulisan ini, kajian tsb sudah saya serahkan baik-baik (tanpa menggunakan kaki, muka dilipet ataupun senyum kecut!) kepada Beliau.

Sebagai bahan bacaan dan menambah wawasan kita sebagai bagian dari pejuang kehidupan di bumi pertiwi, maka saya sertakan tulisan ini (sebetulnya bukan tulisan tapi pointers).

Selamat mencicipi…

RUU Investasi (sebutan khalayak ramai untuk RUU Penanaman Modal) telah menjadi Undang-Undang No.25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. 

1. Latar Belakang:

·         Membenahi iklim investasi di Indonesia (market friendly). Baca entri selengkapnya »


::: Kalau Saya Komandan Pasukan Marinir :::

Juni 8, 2007

~Kalau Saya Komandan Pasukan Marinir~

Jakarta, 8 Juni 2007

Selamat Sore selepas Jumatan..
Cukup mengagetkan sekaligus menggelikan saat membaca berita tentang pelaporan 13 Pasukan Marinir (tersangka) ke Kepolisian dengan isi laporan penganiayaan warga Alas Tlogo (AT). (Jumat,8 Juni 2007). Mengapa?
Karena Marinir memperlakukan fakta sosial dalam permainan matematis versi mereka. Seakan-akan vektor A harus dilawan oleh vektor B untuk menjadi Resultan Z yang mengarah kepada sumbu x dan Y positif bagi Kubu Marinir. Peristiwa Alas Tlogo yang menyudutkan mereka harus dilawan dengan cara-cara hukum yang setidaknya memutarbalikkan arah untuk menyalahkan warga AT.

Sebelum kejadian ini (peristiwa Pasuruan) yang saya tahu, Marinir dekat dengan rakyat. Rembesan peristiwa jaman hangat-hangatnya pro-reformasi 1998, hanya marinir yang dekat dengan rakyat dan mahasiswa. Apakah kesimpulan ini masih berlaku? Sepertinya saya harus berpikir lain.
Marinir beranggapan peristiwa 30 Mei di AT lebih dikarenakan sikap warga yang seenaknya melempari pasukan dengan batu dan sabetan clurit.
Saya jadi bertanya-tanya sejauh mana pasukan yang saat itu patroli dibekali ilmu manajemen konflik yang dibangga-banggakan kaum militer? Sejauh mana kesiapan mental dan kesadaran akal pikiran pasukan saat merencanakan patroli rutin bersenjatakan lengkap ke daerah “abu-abu”? Apakah disikapi dengan mekanisme pra peperangan? Ataukah sekadar jalan-jalan sambil menenteng senjata dan berkeliling –keliling desa naik delman istimewa?
Sudah lah. Tak perlu menunggu hujatan arwah Munir untuk mengakui kesalahan. Juga tak perlu melawan kesalahan dengan kesalahan baru. Rakyat Indonesia adalah bangsa pemaaf. Jika saya Komandan Marinir. Saya beri komando untuk mencabut laporan itu dan mendekatkan diri sebagai Warga Negara, bukan menjadi jati diri Marinir, tentara apalagi centeng penguasa.

Marinir, semoga lekas tahu diri…

salam hangat dari pojok monas pas.

PS: untuk komentar silahkan isi kolom komentar atau kirim ke pegawe@yahoo.com