Iklan
 

Pak SBY, Terima kasih Berkenan Mampir…..

Mei 27, 2008

 

 

 

 

Bapak SBY,

 

Silahkan Bapak duduk di sini. Luangkan waktu sejenak bersama saya di beranda rumah saya yang mungil dan masih ngontrak ini.

 

Bapak boleh tengok ke belakang, di ujung gang sana, selokan mampet sampah di mana-mana dan ini masih di Jakarta. Tak jauh dari Istana maupun Cikeas.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Ihwal Kantuk dan Lelap

Mei 26, 2008

Ketika Kumbakarna akhirnya memutuskan tetap membela Alengka, maka itu adalah perwujudan kebangkitannya dalam menunjukkan rasa patriotisme dan cinta cinta tanah airnya.

 

Namun, yang perlu dicatat adalah kebangkitannya pun bermakna lahiriah, karena sebelum berperang melawan Rama dan pasukan bedhesnya, Bung Kumba memang sedang tertidur lelap dan lelapnya hingga berbulan-bulan.

 

Utusan Rahwana membangunkan Kumbakarna dengan menggiring gajah agar menginjak-injak badannya serta menusuk badannya dengan tombak, kemudian saat mata Kumbakarna mulai terbuka, utusannya segera mendekatkan makanan ke hidung Kumbakarna. Setelah menyantap makanan yang dihidangkan, Kumbakarna benar-benar terbangun dari tidurnya. 

 

Setelah bangun, Kumbakarna menghadap Rahwana. Ia mencoba menasihati Rahwana agar mengembalikan Sita dan menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan kakaknya itu adalah salah. Rahwana sedih mendengar nasihat tersebut sehingga membuat Kumbakarna tersentuh. Tanpa sikap bermusuhan dengan Rama, Kumbakarna maju ke medan perang untuk menunaikan kewajiban sebagai pembela negara.

 

Dalam petikan wiracarita tersebut  termaktub bahwasanya sehabis tidur panjang, Bung Kumba, menasehati Rahwana tentang perlunya segera menyerahkan Dewi Sinta. Biar sumber masalah selesai. Tak ada perang. Tak ada yang terluka. Mungkin, ia pun tak perlu repot-repot memeras keringat untuk maju ke medan laga dan meneruskan tidurnya.

 

Tidur. Kantuk. Mengantuk. Kebutuhan lahiriah dan perwujudan betapa lemahnya makhluk Tuhan. Apakah ada yang sanggup tak tidur selama berminggu-minggu, Bung?

Baca entri selengkapnya »


Seimbang

Mei 23, 2008

Hidup itu seperti sekotak coklat, kata emaknya Forrest Gump.

“Life’s a box of chocolates, Forrest. You never know what you’re gonna get.”

Ada juga yang bilang kalau hidup itu sekadar rehat minum. Lain lagi yang berpendapat bahwa hidup itu adalah perjuangan. Bagi saya hidup itu seperti balon. Mengkilat, menarik namun getas. Terlalu kencang bisa bahaya, terlalu lembek malah tidak menarik. Harus pas. Proporsional. Seimbang.

Bicara soal seimbang, balon itu volume udara yang terkandung di dalamnya selalu tetap, kecuali balon karbitan dan balon yang bocor. Bila kita pencet satu sisi, maka akan mengelembung di sisi lainnya. Tekan sana, muncul sini. Pletot sini, mumbul sana. Volume yang tetap, hanya bentuknya yang akan acakadut.

Sama halnya dengan permainan jungkat-jungkit anak TK. Satu naik-maka yang satu turun. Kecuali ada anak TK yang obesitas, hanya mampu menikmati jungkat-jungkit dengan lawan dua temannya lain yang berbadan ceking. Ada lawan yang sepadan. Itu yang dibutuhkan.

Merokok pun harus ada lawannya, yaitu api. Rokok tak nikmat tujuh turunan bila di ujungnya tak tersulut api, mau sampai kempot pun. Rokok rupanya perlu api, walau itu mengahabisinya. Demonstran butuh lawan yang mendengarkan. Mana ada mahasiswa yang nekat teriak-teriak hingga turun berok, bila dia berdiri menghadap laut, kecuali menurutnya ratu kidul telah menaikkan BBM semena-mena.

Bila ada kawan, maka biar hidup kita seimbang  carilah lawan. Dengan catatan lawan kita sepadan. 

Begitu pun situasi pri kehidupan manusia Indonesia, dengan segala gundah-gulananya. Bila memang harga-harga harus naik tanpa kecuali dan susah diturunkan, maka sebaiknya kita mencari sesuatu yang memang bisa diturunkan.

Maka dengan prinsip seimbang, maka kenaikan harga harus diimbangi dengan penurunan Bapak-bapak itu. Tak usah saya tunjuk siapa dia.

Makan bakso sama emak di pinggir kali
kok rasanya pedas khas sambal melayu?
Ah Bapak kalau memang minyak naik lagi
Apa boleh buat ane’ ajak Bapak turun yuk.. 
😀


Solitude Kopidangdut

April 1, 2008

bikinannya Papabonbon

Dengan penuh rasa syukur,Ketika kedekatan kita kemarin, di saat kuliah adalah sebuah rutinitas, kita sendiri-sendiri mencari teman sepermainan yang berbeda.

Ketika saat ini kita melepuh dalam panasnya ritme hidup di dunia masing-masing rasa kangen itu timbul…
Kangen akan persamaan asal sekolah, persamaan memori, persamaan senasib sebagai pekerja pemula..dan tentunya persamaan atas semangat meretas hari esok…

Lalu dibuatlah momen-momen mungil diantara kita..lewat perjumpaan tak sengaja pada acara teman-teman kita, acara kumpul bareng teman satu kelompok, acara reuni satu kota, juga pada hari bahagia di hari raya..  

Juga hari ini,
Dengan sungguh-sungguh sengaja kutulis ini, yang sesungguhnya adalah sekadar upaya menyambung rasa, mengingat kisah di lampau semu yang sayup-sayup tetap nikmat untuk diresapi..

Satu titik dalam hidup, akan tetap sebuah titik di hidupnya itu..
Namun tiada suatu kesalahan apabila titik-titik ini menjadi rangkaian garis, menjadi rangkaian lingkaran, kurva, segitiga atau apapun yang sekiranya bisa membikin kita untuk bisa lebih bahagia di saat senja..

Baca entri selengkapnya »


Temasek Kopidangdut

Februari 28, 2008

hot 

Ada yang tau Temasek?  

Asal katanya sih diambil dari “Negeri Tumasik”. Perusahaan milik negara Singgapur yang menjadi pemilik ultimate Telkomsel maupun Indosat. Juga yang dulu membeli saham mayoritas SinCorp-nya Thailand, yang membikin PM Thaksin mundur karena dituduh menjual perusahaan yang dapat membahayakan kepentingan Thailand terkait kerahasiaan negara? 

Kalau belum tau juga ya ndak papa..toh gak semua hal harus kita ketahui.. 😉 Konon katanya memiliki dana keloaan sebesar 108 Milyar Dolar Amerika. Didirikan sejak tahun 1974. 

Lalu apakah sampean ngerti Khazanah Nasional BHD? Ini miliknya Negara Malaysia. Yang memiliki Bank Niaga dan satu bank lainnya yang saya lupa. Dana kelolaannya sebesar 17, 9 Milyar Dollar Amerika. Didirikan tahun 1993. 

Mas, mau ngomongin apa to? 

Baca entri selengkapnya »


Pernyataan Dewan Gubernur Bank Indonesia 12 Februari 2008

Februari 13, 2008

Pernyataan DG 12 Feb 2008 

Kemarin siang (Pukul 13.00 WIB), bertempat di Kantor Pusat Bank Indonesia, Dewan Gubernur Bank Indonesia menyampaikan pernyataan menyikapi berbagai pemberitaan akhir-akhir ini.

Pernyataan ini dibacakan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia, Bp. Burhanuddin Abdullah dihadapan segenap pegawai BI yang memadati Loby Menara Sjafruddin Prawiranegara. Berikut petikan lengkap dari penyataan tersebut.  

“Ass. Wr. Wb.

Mempertimbangkan makin beratnya tantangan yang harus dihadapi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan serta menyikapi pemberitaan yang berkembang akhir-akhir ini, Dewan Gubernur Bank Indonesia ingin menyampaikan kepada seluruh pegawai Bank Indonesia dan masyarakat luas hal-hal sebagai berikut:

Baca entri selengkapnya »


Saran Skripsi Hukum

Februari 10, 2008

sarjana

Beberapa komentar dan email menanyakan perihal penulisan ilmu hukum (skripsi hukum). Alih-alih bertanya tentang metodologi penelitian, keselarasan antara rumusan masalah-pembahasan dan kesimpulan (plus saran), Sahabat lebih banyak yang bertanya tentang “judul”.  

Saya sedih.

Baca entri selengkapnya »


Pledoi BA

Januari 30, 2008

BA 

Apakah diam masih menjadi emas, Tuan? Tunjukkanlah bahwa langit jingga yang merapus keemasan itu bukan sekadar tanda terbenam, namun tanda bahwa kebenaran yang bersemayam pada waktunya akan terbit dengan terang- benderang…

Berikut di bawah ini cuplikan pernyataan Burhanuddin Abdullah (BA), Gubernur Bank Indonesia terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Seperti kita ketahui bersama, pemberitaan di media hari ini mengenai aliran dana Bank Indonesia termasuk pemberitaan mengenai saya pribadi begitu gencarnya.

Saya merasa sangat terkejut akan hal tersebut, mengingat selama empat tahun perjalanan ini, kita sama-sama meyakini bahwa apa yang telah kita kerjakan dilakukan dengan tulus dan ikhlas untuk mencapai yang sebaik-baiknya.

Tetapi cerita kehidupan tidak seperti itu. Kita tidak merancang masalah-masalah supaya terjadi dan hal ini telah membuat saya merasa masygul.

Namun saya tidak bisa terus-menerus terbawa oleh perasaan seperti itu. Pada akhirnya common sense harus muncul dan kembali dari rasa kemanusiaan kita.

Kalau tadi malam saya tidak tidur sekejap pun, hal ini mungkin merupakan respon tubuh fisik dalam menyikapi apa yang sedang terjadi. Namun saya tetap berusaha untuk mengembalikan common sense saya.  

Baca entri selengkapnya »


Pengumuman Hasil Tes Psikiatri dan Tes Kesehatan Bank Indonesia

Januari 22, 2008

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pengumuman itu datang juga.

Baca entri selengkapnya »


Tips Bagi Mahasiswa Kinyis-kinyis [Baru]

Januari 6, 2008

Wahai engkau para mahasiswa tampan dan mahasiswi nan jelita selamat datang di kampus barumu. Riang gembiralah. Karena kampus ini akan menjadi daerah kekuasaanmu dalam 4 hingga 5 tahun ke depan.  

Tengoklah apa saja yang bisa kamu perbuat di sana. Telusuri seluruh spot yang kamu anggap terbaik dan menjadi favorit. Carilah tempat nongkrong, bermain gitar, pacaran, membaca novel pilihan, mengerjakan tugas bersama. Lihat fasilitas apa yang diberikan oleh kampus kepadamu.

Perpustakaan, toilet, klinik, kantin, tempat parkir, bagian kemahasiswaan dan tentu saja ruang dosen dan ruang kelasmu.  Sambangi semuanya tanpa kecuali. Tegur sapa kepada semua yang ada di sana. Senior, tukang parkir, penjaga kampus, preman, rekan satu angkatan, hingga pohon dan semak belukar yang menutupi taman dan jalan setapak. 

Temukan kios foto kopi terdekat, penjual stationery yang lengkap, lapak rokok dan minuman yang dapat diutangi. Percayalah ini bukan hal yang sepele. Awalnya kamu akan rikuh dan jaim. Bullying siap mengintai. Senioritas taik kucing tetap saja akan ada. Santun dan terbuka adalah kuncinya. Pertemanan tidak akan cukup hanya dengan satu angkatan. 

Bila ada tindakan semena-mena. Lawan! Jangan pernah setia dengan penganiayaan. Ospek bukan jamannya lagi kamu lari terbirit-birit dan disoraki dengan drama kekerasan yang menjurus kepada pelecehan kemanusiaan. Bangsa ini sudah terlalu kenyang dengan hal begituan.

Baca entri selengkapnya »


Pidana Perbankan: Antara Asas Kolegial dan Vicarious Liability

Desember 28, 2007

Penanganan kasus dugaan tindak pidana di bidang perbankan (tipibank) dalam suatu bank yang berbentuk badan hukum berupa Perseroan Terbatas (PT), perlu dipahami oleh penegak hukum mengenai kewenangan dan tanggung jawab masing-masing organ PT, sehingga batasan tanggung jawab di dalam suatu perbuatan hukum yang memenuhi unsur tipibank dapat dipahami secara tepat dan memudahkan di dalam menentukan para pelaku dugaan tipibank.

Ada perbedaan pandangan para penegak hukum terkait penerapan hukum di dalam penanganan suatu kasus, misalnya dalam hal perbuatan hukum yang dilakukan oleh direksi, dengan beberapa direktur di dalamnya, asas dalam hukum pidana yang menyatakan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya akan kontradiktif dengan asas kolegial dalam hukum perusahaan yang termaktub dalam UU No.40. tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Bagi ahli hukum pidana kecenderungan bahwa hanya pelaku yang secara langsung melakukan “kesalahan” yang akan dipidana dan tidak dapat dialihkan atau dibebankan kepada orang lain. Sedangkan dalam hukum perusahaan, secara jelas dan tegas, setiap pihak memiliki kewenangan dan tanggung jawab masing-masing, sehingga dapat dimungkinkan bahwa karena kewenangannya, suatu pihak, misalnya direksi, harus bertanggung jawab atas nama PT. dalam suatu perbuatan hukum yang telah dilakukan.

Berkembangnya wacana pemberlakuan vicarious liability yang menjadi perhatian sekaligus kekuatiran praktisi perbankan, merupakan kajian menarik dan penting dalam penanganan kasus tipibank. Doktrin yang diadopsi dari common law tersebut menyatakan bahwa

 

“Korporasi/ perusahaan bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan oleh pegawai-pegawainya, agen/perantara atau pihak lain yang menjadi tanggung jawab korporasi. Dengan kesalahan yang dilakukan oleh salah satu individu tersebut, kesalahan itu secara otomatis diatribusikan kepada korporasi. Dalam hal ini korporasi dapat dipersalahkan meskipun tindakan yang dialakukan tersebut tidak disadari atau tidak dapat dikontrol (Prof. Dr. Bismar Nasution, “Kejahatan Korporasi dan pertanggungjawabannya”-2006).  

  Baca entri selengkapnya »


Diproteksi: Psikotes Bank Indonesia

November 6, 2007

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Tips Mengggambar dalam Psikotest

November 6, 2007

Dear mas kopdang,perkenalkan saya R. Puji Tuhan saya lulus tahap III seleksi tes BI, salah satunya berkat membaca blog mas kopdang di injury-time… 🙂

saya butuh pertolongan mas kopdang untuk sudilah kiranya share tips dan trik untuk melalui psikotes yang sering jadi momok itu…! terutama tips untuk membuat gambar 8 kotak, gambar orang , n pohon…. gambar orang sedang ngapain yang terbaik? (sehubungan dg kerja yang dituju adalah BI, apakah saya sebaiknya menggambar orang yang sedang duduk depan komputer atau bagaimana?

tapi, kalau duduk depan komputer, ntar kakinya tidak kelihatan, padahal DENGAR-DENGAR salah satu unsur yang dinilai adalah KELENGKAPAN organ-organ tubuh….. mohon di-share dulu mas kopdang gambar apa, orang lagi ngapain…? hehe…. (secara mas kopdang sudah lulus gitu…)

saya mohon balesannya mas… kalau mas sempat,,,,,,saya mohon dpt dibalas sebelum tanggal 5 mas,,,,,,karena saya tes tanggal 6 nov… tapi kalaupun tidak sempat, mohon tetap dibalas, sebagai pembelajaran buat laiin waktu. 🙂terima kasih banyak…… 🙂 

 Mas Kopdang:

 Ada yang bisa bantu? 

[artikel terkait:]

persiapan FGD (Focus Group Discussion)

pesan sponsor:

Sudah daftar di KARIR88.com, situs forum diskusi karir paling oke buat fresh graduate dan pekerja muda?


Diproteksi: Vendor Panitia PCPM Bank Indonesia Mengecewakan[?]

Oktober 29, 2007

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Jujur adalah Solusi Terbaik.

Oktober 25, 2007

Pernahkah Sahabat salah dalam melakukan tugas? Tentu saja. Saya pun pernah. Namun semoga ndak parah-parah banget sehingga berakibat “besar” bagi perusahaan dan karir Sahabat. 

Atasan saya saat ini, tergolong orang baik. Beliau membolehkan bawahannya berbuat “salah”. Namun tak mentolerir bawahannya melakukan kebohongan. 

Bekerja benar tak harus selalu, namun jujur adalah kewajiban”

 Trik Mengerjakan Psikotes dan Psikiatri 

Begitu pun saat mengerjakan soal-soal tes saat penerimaan pegawai di perusahaan swasta maupun lembaga negara. Jujur adalah kunci utama.

Baca entri selengkapnya »


Diproteksi: Dosen Swasta atau Pegawai Bank Sentral

Oktober 23, 2007

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Pegawai Negeri Vs Pegawai Swasta

Oktober 10, 2007

Ada yang lebih memilih pegawai negeri, namun ada juga yang jauh lebih merasa nyaman menjadi pegawai swasta. Apakah ada perbedaannya?

Sejatinya, bekerja itu untuk memberikan nilai kemanfaatan. Manfaat bagi pekerja, bagi objek yang dikerjakan, tempat bekerja tersebut dan bagi pihak yang memperkerjakan. (*duh, tiba-tiba jadi pusing nih..)

Apa sih yang diminati dari menjadi Pegawai Negeri Sipil ?

  • Mendapatkan uang pensiun?
  • Kerja tak terlalu ngoyo?
  • Bisa korupsi?
  • Keren?
  • ?

Indonesia, berbeda dengan Singapore. Di sana, konon katanya, PNS sangat dihormati dan mendapat perlakuan istimewa. Penghasilannya besar. Bersih dan berwibawa. Justru “orang swastanya” yang sebagian masih seperti mafia atau berandalan kecil.

Baca entri selengkapnya »


Prediksi Test Tahap II PCPM XXVIII Bank Indonesia Terkait Kemampuan Umum dan Kemampuan Khusus

September 27, 2007

PENGUMUMAN

(1) Pengumuman hasil seleksi Tahap II (General Aptitude Test) akan dilakukan pada tanggal 4-6 Oktober 2007
 
(2) Terhitung mulai tanggal 24 September 2007 Layanan Call Center sudah dihentikan

Sumber: http://202.182.57.26/index.php/ 

Ada email yang masuk kepada saya dan berbagai komentar yang menanyakan seperti apa Tes Kemampuan Umum dan Kemampuan Khusus. 

Tes Kemampuan Umum dan Tes Kemampuan Khusus itu sama

Ya, karena sama-sama Tes Kemampuan. Yang berbeda adalah keumuman dan kekhususan masing-masing. Hehe. 

Pasti Saudara paham itu umum. Ya, umum berarti semua orang tahu dan paham. Lalu apa yang biasanya diketahui oleh khalayak sehingga semuanya tahu dan paham? Saya menganggap soft skill itu adalah salah satu dari kemampuan umum ini.   Baca entri selengkapnya »