Iklan
 

Ramadan 2017

Juni 16, 2017

Selfie Ramadan 2017

Iklan

Doa

Juni 13, 2017

Semoga tidak lagi semakin menjadi organisasi jasa konco.


Ajari Anak Menyetir Sejak Dini

Juni 4, 2017


Moralitas Pesta Seks

Mei 23, 2017

Polisi mendapat lampu sorot dengan pengrebekan pesta seks di Kelapa Gading, Jakarta. Ada beberapa hal yang perlu dicermati:

  1. Tidak ada pesta seks, dengan makna hubungan sejenis secara seksual, yang ada adalah tarian telanjang dan mereka tertangkap tangan. (Nasriadi di Mapolres Jakut, sumber)
  2. Pasal apa yang akan dijerat polisi? Pasal 292 KUHP? Meski tidak ada legalitas soal status homoseksual di Indonesia,  aturan pidana terkait hubungan sesama jenis yang terdapat dalam Pasal 292 KUHP yang berbunyi: “Orang yang cukup umur, yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sama kelamin, yang diketahui atau sepatutnya harus diduga, bahwa belum cukup umur, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun” (catatan: syarat belum cukup umur).
  3. Apakah polisi akan menjerat dengan tidak adanya izin Usaha? Salah peruntukan usaha? Pelacuran terselubung?

Di saat kita belum dapat menemukan ketentuan apa yang dapat menjerat mereka secara bijak, masyarakat terlanjut disuguhi soal hegemoni moralitas. Bahwa stigma kaum homo itu penyakit masyarakat berhasil disampaikan oleh polisi dan media yang memberitakan.

Bukankah ini hanya soal tempat usaha yang tidak sesuai dengan peruntukannya? Apakah polisi mengetahui arti Gym dan Fitness, namun digunakan sebagai tempat hiburan.

Ketika pelaku yang dianggap “tertangkap tangan” difoto dan disebarluaskan, sejatinya justru pelaku pemotret dan penyebar foto tersebut secara etika moral tidak dapat dibenarkan.

Homo itu menggiurkan. Jualan paling mudah di negeri ini. Cara receh polisi mendapat nama.

Ada pendapat lain?


sepatu dan shopkins

Mei 15, 2017


Transformasi dan Pondasi

Mei 7, 2017

Banyak perusahaan ingin melakukan transformasi dengan harapan perusahaannya terus berkembang dan tak lekang oleh zaman (dibaca: digilas zaman).

transformasi/trans·for·ma·si/ n 1 perubahan rupa (bentuk, sifat, fungsi, dan sebagainya): Asia Tenggara diliputi suasana transisi dan — akibat kemenangan mereka; terjemahan puisi yang baik kerap kali menuntut — secara besar-besaran; 2 Ling perubahan struktur gramatikal menjadi struktur gramatikal lain dengan menambah, mengurangi, atau menata kembali unsur-unsurnya;

mentransformasikan/men·trans·for·ma·si·kan/ v 1 mengubah rupa (bentuk, sifat, fungsi, dan sebagainya); mengalihkan: Pemerintah berhasil ~ benteng itu menjadi objek pariwisata; 2 Ling mengubah struktur dasar menjadi struktur lahir dengan menerapkan kaidah transformasi
Lantas apakah transformasi adalah pilihan terbaik saat ini untuk mengantisipasi gejolak zaman?  Pertanyaan utamanya sebetulnya adalah apakah benar transformasi diperlukan? Saat kondisi apa transformasi tercipta? Kapan dimulai? Apa syaratnya?
Seorang perempuan gendut akan memiliki kecenderungan lebih mudah ngemil ketika dirinya di tanggal muda baru saja membeli alat olahraga. Dalam benaknya jika ia ngemil sebungkus roti, dia berjanji akan berjalan di atas alat olahraganya sejauh 5 mil. Apa yang terjadi? Ngemilnya lanjut terus, olahraganya nanti-nanti.
Juga ketika fenomena munculnya banyak klab kesehatan jiwa maupun raga, semisal klab Yoga, Pilates, Thai boxing, Pencak silat, Cross Fit, dll. Warga kota lebih tenang menghadapi permasalahan fisik. Namun baru sekadar tenang, belum menjelma fakta untuk berolahraga.
Transformasi pun demikian. Sudahkah kita siap menjadi transformer. Menjadi autobot, menjadi bumble bee. Transformasi utama muncul dari kesadaran diri bahwa perubahan adalah keniscayaan. Ia tak menjadi pilihan, ia adalah mutlak harus dilakukan. Berbenah diri untuk menjadi yang adaptif.
Menjadi terbaik dalam diri sendiri muncul dengan kesadaran kolektif, bahwa perusahaan adalah loka bersama sekadar loka bekerja atau segalanya? Perusahaan adalah bagian dari keluarga masing-masing individu dan menjadi bagian jati diri atau sekadar bagian dari pengabdian atas ilmu yang dimiliki.
Pastikan dahulu pertanyaan-pertanyaan tadi, sebelum kita teriak melakukan transformasi.

let’s sholat dan beli sepatu baru

Mei 6, 2017


Lowongan Kerja di BI // Periode Mei 2017

Mei 6, 2017

[image1.JPG]

http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/bi-dan-publik/karir/Pages/Seleksi-Penerimaan-Pegawai-BI-2017.aspx


Selamat Ulang Tahun Kaka Mare

Mei 6, 2017

IMG_3387IMG_4910IMG_4911IMG_4912IMG_4913IMG_4914IMG_4915IMG_4918IMG_4919IMG_4920IMG_4921IMG_4922IMG_4923IMG_4924

IMG_7268

IMG_9057


kaka zia dan dede cinta

Februari 11, 2017


Statistika

Januari 23, 2017

Jika blog ini tiba-tiba banyak yang mengunjungi, berdasarkan pengalaman karena ada yang kepo.

Sisi positifnya: Banyak yang ingin mengenal saya lebih dalam. Sayangnya, diam-diam. 🙂


catatan kecil juga

Januari 15, 2017

entah kenapa saya sudah tak begitu menggemari menyaksikan pertandingan sepakbola. seharusnya ini ndak berkaitan dengan usia. ini lebih kepada minat saja. saya juga mulai mengurangi waktu baca. padahal untuk menulis yang baik salah satu caranya adalah perbanyak membaca segala.

bisa jadi yang saya baca bukan lagi deretan huruf. bukan lagi buku atau artikel atau tweet atau postingan teman dalam path. saat ini saya lebih menyukai membaca sekitar. berinteraksi dan mengalami. berbicara dengan banyak orang dan banyak situasi.

dari sekian banyak hal yang terjadi di tahun 2016 maka ada baiknya ulangi kebaikannya untuk 2017 dan mengurangi hal-hal jeleknya.

selamat malam senin.


rafting

Januari 15, 2017


Catatan Kecil

Januari 3, 2017

Ramai soal dugaan uang NKRI dicetak oleh swasta?

Sebetulnya dengan membaca ketentuan di bawah ini, akan paham bahwa uang akan selalu dicetak oleh Peruri, kecuali dalam keadaan tertentu.

UU No. 7 tahun 2011 tentang Mata Uang

Bagian Ketiga

Pencetakan

Pasal 14

(1) Pencetakan Rupiah dilakukan oleh Bank Indonesia.

(2) Pencetakan Rupiah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan di dalam negeri dengan menunjuk badan usaha milik negara sebagai pelaksana Pencetakan Rupiah.

(3) Dalam hal badan usaha milik negara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menyatakan tidak sanggup melaksanakan Pencetakan Rupiah, Pencetakan Rupiah dilaksanakan oleh badan usaha milik negara bekerja sama dengan lembaga lain yang ditunjuk melalui proses yang transparan dan akuntabel serta menguntungkan negara.

(4) Pelaksana Pencetakan Rupiah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus menjaga mutu, keamanan, dan harga yang bersaing.

Penjelasan:

Pasal 14

Ayat (1)

Untuk menjaga kualitas keamanan Rupiah, dalam Pencetakan Rupiah, Bank Indonesia meminta masukan dari badan yang mengoordinasikan pemberantasan Rupiah Palsu.

Ayat (2)

Yang dimaksud dengan “badan usaha milik negara” adalah badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang pencetakan Rupiah.

Ayat (3)

Yang dimaksud dengan “tidak sanggup melaksanakan Pencetakan Rupiah” adalah ketidaksanggupan yang disebabkan oleh keadaan kahar (force majeure) dan bencana sosial.

Ayat (4)

Yang dimaksud dengan “harga yang bersaing” adalah harga yang batasannya ditentukan berdasarkan peraturan perundangundangan mengenai pengadaan barang dan jasa.

Bagaimana membuktikannya?

Tinggal mintakan saja kontrak kerjasama antara BI dan Peruri. Termasuk seluruh korespondensi dan risalah rapat rencana pencetakan uang baru.

Juga minta bukti pengadaan kertas oleh Peruri.

Sedangkan di sisi BI dapat membuktikan dari banyak sisi. Semenjak desain akan dibuat, juga rencana pencetakan dan proses kerjasama.

Oleh karena itu, ndak perlu iseng untuk menuduh bahwa uang NKRI dicetak oleh swasta dan merugikan negara atau  memperkaya pihak tertentu.

-=-


hari pertama kembali

Januari 3, 2017

seperti baru lulus kuliah terus dapet kerja. hari pertama kerja itu akan selalu akan jauh lebih menyenangkan.

semoga kita semua sehat selalu.


Kaka dan Dede

Desember 8, 2016


Boleh Juga Liburannya Diperpanjang

Desember 4, 2016

Boleh juga usulan untuk menambah liburan di hari kemerdekaan. Supaya kita merasa jadi warga yang diberi hadiah oleh negara.

🙂

 

 


Demo Aksi Berbeda dengan Demokrasi?

Desember 4, 2016

Sebulan lalu, tepatnya 4 November, demo masak terjadi. Juga dua hari lalu. Demo lanjutan. Menu masakannya sama.

Maka jangan salahkan orang dulu yang bilang bahwa agama dan politik di negeri ini memang sulit dipisahkan. Untuk kepentingan politik boleh bawa-bawa agama. Dan demi kepentingan agama juga sebagian besar bawa urusan politik.

Sebagai seorang birokrat, maka saya pribadi ini adalah sebuah hal biasa. Mesin birokrasi harus jalan terus. Dia apolitis. Siapapun dirijennya, lagu harus terus diputar.