Perkembangan Blog


Apakah blog dan pembacanya tergilas oleh media sosial? Bisa jadi. Namun seharusnya tidak. Blog yang masih bertahan adalah blog niche yang mengutamakan kedalaman, keintiman, dan keleluasaan dalam berdiskusi secara personal.

Blog bisa jadi akan tergoda menjadi sebuah media, misalnya Rama Mamuaya dengan dailysocial.net nya. Atau Mashable.

Tapi blog akan terus bertahan karena sifatnya yang personal dan jarang memperhitungkan soal komersil. Keputusan tetap bertahan atau tidak lebih kepada minat dan niat dari blogger itu sendiri.

Kopidangdut telah berusia 9 tahun. Yipppppy!

🙂

salam,

Kopdang

Iklan

Kajian Singkat Mengenai Bancassurance


Sekadar berbagi dan monggo jika ada yang mau berdiskusi.

KAJIAN SINGKAT MENGENAI BANCASSURANCE

  • Starting point:

UU No.40 tahun 1940 tentang Perasuransian yang mengantikan peran dan mencabut UU. No. 2 Tahun 1992 apakah akan bersinggungan dengan UU Perbankan No. 7 tahun 1992 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10 Tahun 1998 berkaitan dengan Usaha Perasuransian?

  • End point:

Memperoleh kepastian praktek Bancassurance di Indonesia.

  • Awalan:

Praktek bancassurance beroperasi di Indonesia sebagai bagian dari kerjasama antara Bank dan perusahaan Asuransi. Bank mendapat fee based income. Asuransi mendapatkan tambahan bantuan pemasaran atas asuransi.

Ketentuan asuransi dan bancassurance berdasarkan:

  • UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian.
  • Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 426/KMK.06/2003 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi

Dalam pasal 39 dan pasal 40 diatur tentang pemasaran melalui kerjasama dengan Bank. Perusahaan Asuransi dapat melakukan pemasaran melalui kerjasama dengan bank (bancassurance). Perusahaan Asuransi yang melakukan pemasaran melalui kerjasama dengan bank bertanggung jawab atas semua tindakan bank yang berkaitan dengan transaksi asuransi yang dipasarkan melalui kerjasama dengan bank dimaksud.

  • PBI No. 5/8/PBI/2003 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum.
  • SE BI No. 12/35/DPNP Perihal : Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Aktivitas Kerjasama Pemasaran dengan Perusahaan Asuransi (Bancassurance).

 

  • Pembahasan

Walaupun berdasarkan UU Perbankan Pasal 10 huruf b untuk dan Bank Umum dan Pasal 14 huruf b untuk BPR dilarang melakukan usaha perasuransian, bancassurance masih dapat dilakukan karena pada dasarnya kegiatan pemasaran bukan merupakan ruang lingkup dari usaha perasuransian sebagaimana diatur dalam UU No. 2 tahun 1992.

Adapun mengapa BPR saat ini belum dapat melakukan kegiatan bancassurance dimaksud adalah terkait manajemen risiko BPR dan fungsi utamanya untuk menjadi bank intermediasi yang fokus pada menghimpun dan menyalurkan kredit kepada masyarakat.

  • Apa arti Banccassurance?

Aktivitas kerjasama antara Bank dengan perusahaan asuransi dalam rangka memasarkan produk asuransi melalui Bank.

  • Apakah pemasaran bukan merupakan usaha perasuransian sebagaimana dimaksud oleh Pasal 10 UU Perbankan?

UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian tidak memasukkan dan mengkategorikan “pemasaran” sebagai bagian dari usaha perasuransian.

Usaha perasuransian dalam UU dimaksud adalah sebagai berikut:

Usaha perasuransian merupakan kegiatan usaha yang bergerak di bidang:

  1. Usaha asuransi, yaitu usaha jasa keuangan yang dengan menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti atau terhadap hidup atau meninggalnya seseorang.
  2. Usaha penunjang usaha asuransi, yang menyelenggarakan jasa keperantaraan, penilaian kerugian asuransi dan jasa akturia.

Adapun Usaha penunjang usaha asuransi terdiri dari:

  1. Usaha pialang asuransi yang memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung;
  2. Usaha pialang reasuransi yang memberikan jasa keperantaraan dalam penempatan reasuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi reasuransi dengan bertindak untuk kepentingan perusahaan
  3. Usaha penilai kerugian asuransi yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pada obyek asuransi yang dipertanggungkan;
  4. Usaha konsultan akturia yang memberikan jasa konsultasi akturia;
  5. Usaha Agen Asuransi yang memberikan jasa keperantaraan dalam rangka pemasaran jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung.

Sedangkan dalam UU No. 40 Tahun 1940 tentang Perasuransian disebutkan dalam definisinya dalam Pasal 1 angka 4, sebagai berikut:

Usaha Perasuransian adalah segala usaha menyangkut jasa pertanggungan atau pengelolaan risiko, pertanggungan ulang risiko, pemasaran dan distribusi produk asuransi atau produk asuransi syariah, konsultasi dan keperantaraan asuransi, asuransi syariah, reasuransi, atau reasuransi syariah, atau penilaian kerugian asuransi atau asuransi syariah.

Dari definisi dimaksud, diketahui usaha perasuransian salah satunya adalah Pemasaran yang memiliki substansi aktivitas yang sama dengan kegiatan usaha bancassurance. Sehingga secara sederhana definisi UU Asuransi yang baru menjadikan kegiatan bancassurance dilarang dilakukan oleh Bank Umum maupun BPR.

Namun, apakah definisi usaha perasuransian hanya sebatas dalam definisi padahal dalam batang tubuh UU dimaksud tidak terdapat pengertian lebih lanjut mengenai pemasaran.

Oleh karena itu perlu diperhatikan ruang lingkup (scope) dari Usaha perasuransian sebagaimana diatur dalam UU (barunya) dalam Bab II Ruang Lingkup Usaha Perasuransian baik Pasal 3, 4 dan 5. Dalam Bab tersebut tidak disinggung mengenai adanya ketentuan pemasaran asuransi.

Justru dalam Bab tersebut Pasal 5 ditentukan bahwa ruang lingkup usaha asuransi dapat diperluas sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dalam ayat (2) disebutkan bahwa perluasan ruang lingkup usaha asuransi dapat berupa penambahan manfaat yang besarnya didasarkan pada hasil pengelolaan dana. Tetap, tidak ada kalimat yang mengatur terkait “Pemasaran”.

Secara eksplisit, bentuk Pemasaran baru diatur dalam Pasal 18:

Pasal 18

(1) Perusahaan Perasuransian dapat bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka memperoleh bisnis atau melaksanakan sebagian fungsi dalam penyelenggaraan usahanya.

(2) Perusahaan Perasuransian wajib memastikan bahwa pihak lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki izin untuk menjalankan usahanya dari instansi yang berwenang.

(3) Perusahaan Perasuransian wajib memiliki dan menerapkan standar seleksi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.

Atas dasar Pasal 18 tersebut, perusahaan Asuransi dapat melakukan hubungan hukum dengan pihak lain (dalam hal ini dapat diperluas menjadi bank) dalam rangka memperoleh bisnis (pemasaran) atau melaksanakan fungsi dalam penyelenggaraan usahanya (jasa perantaraan).

Atas dasar tersebut dalam POJK No. 23/POJK.05/2015 Tentang Produk Asuransi dan pemasraan Produk Asuransi rumusan Bancassurance masih tetap sama yaitu:

Bancassurance adalah aktivitas kerja sama antara Perusahaan dengan bank dalam rangka memasarkan Produk Asuransi melalui bank (Bab 1 Ketentuan Umum Pasal 1 angka 13).

Adapun mengenai pemasaran produk asuransi diatur secara khusus dalam:

BAB IV SALURAN PEMASARAN PRODUK ASURANSI

Pasal 45

(1) Perusahaan hanya dapat memasarkan Produk Asuransi melalui saluran pemasaran sebagai berikut:

  1. secara langsung (direct marketing);
  2. agen asuransi;
  3. Bancassurance; dan/atau
  4. badan usaha selain bank.

Pasal 46

Perusahaan yang akan memasarkan Produk Asuransi melalui saluran pemasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf d wajib memiliki perjanjian tertulis dengan pihak yang melakukan pemasaran.

Pasal 49

(1) Perusahaan yang memasarkan Produk Asuransi melalui Bancassurance sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) huruf c harus terlebih dahulu memperoleh surat persetujuan Bancassurance dari OJK.

(2) Perusahaan dilarang melakukan pemasaran melalui Bancassurance sebelum mendapat surat persetujuan dari OJK.

  • Kesimpulan:

Berdasarkan uraian diatas, penafsiran mengenai usaha perasuransian dapat didasarkan tidak hanya pada definisi sebagaimana ketentuan dalam Pasal 1, melainkan melakukan penafsiran secara meluas terhadap Bab mengenai ruang lingkup usaha perasuransian yang tidak sama sekali menyebutkan soal pemasaran sebagai ruang lingkupnya (Pasal 3,4 dan 5).

UU Asuransi yang baru tetap dengan semangat yang sama terkait pemasaran bahwasanya pemasaran dapat dilakukan oleh pihak di luar industry asuransi sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UU dimaksud.

Atas dasar tersebut, dengan mempertimbangkan kemanfaatan bancassurance dan pelaksanaannya yang cukup adil bagi bank umum dan perusahaan asuransi, maka untuk kepastian hukum atas keberadaan bancassurance menurut hemat kami masih dapat dilaksanakan, namun dengan catatan perlu diakui bahwa definisi usaha perasuransian dalam BAB 1 Ketentuan Umum Pasal 1 terlalu meluas dan perlu menjadi perhatian OJK, Pemerintah atau DPR RI apabila akan dilakukan revisi UU.

Salam anget,

Kopdang

 

Pertanyaan Seputar Tes Bank Indonesia 2007


Tes Pengetahuan Umum Perbankan

Ass.Wr.Wb

Mas Kopdang,
Salam kenal, saya EN dan kebetulan saya mendapat alamat email ini dari blog Mas.

Mau bertanya sedikit. Kebetulan saya lulus test tahap 2 di
BI dan akan masuk tahap III yaitu test pengetahuan
umum perbankan. Bolehkah minta nasihat sekitar apa saja
yang akan ditanya Mas, maklum saya orang pabrik (sekarang
di Latinusa, KS group sebelumnya di Mitsubishi
Chemical).

Dan saya pernah bertanya di Blog mas (inisial saya AD),
mengenai sistem renumerasi buat karyawan BI seperti
apa (amount, kesehatan, bonus,dll) dan kebetulan saya
melamar sebagai peneliti muda untuk IT (MLE), apakah
MLE akan lebih tinggi tawarannya?

Saya akui perjuangan masih jauh, saya coba dulu saja
siapa tahu rejeki.

Apabila berkenan, mohon informasinya dan informasi ini
hanya gunakan buat pribadi saja.

Terima kasih,
Wasalam,
EN
via email

 

 

TEST Pengetahuan PERBANKAN

 

Allo mas kopdang..
salam kenal..

nama saya N..alhamdulillah hari ini saya dapat imel
dari panitia seleksi BI klo lolos ke tahap selanjutnya
yaitu tes kemampuan pengetahuan perbankan n kemampuan
khusus bidang studi.
ada bbrp hal yg ingin saya tanyakan :

1.    Tes pengetahuan Perbankan itu seperti apa yaa??
jujur pengetahuan perbankan saya minim sekali karena
background saya adalah ilmu komputer.

2.   Saya apply sebagai staf umum..karena hanya formasi
itu yang ada ilmu komputernya. sedang untuk daftar yg
MLE saya merasa kurang pede. klo staf umum itu job nya
gmn? n jenjang karirnya gmana? apa kalo di PNS itu
setara dengan III/a?

3.   Kemaren pas pendaftaran online saya milih
penempatan untuk wilyah semarang-yogya..klo prospek ke
depan/karir apakah daerah juga diperhitungkan? karena
saya dftr sbg staf umum. dan kira2 brp standar gaji
untuk pegawai dari PCPM ? apakah gaji BI berbeda2
tergantung kotanya?

 

Mohon informasinya..

Terima kasih banyak..

 

rgds,

N

via email

 

Komentar Sang Begawan (Solo)

Mas Kopdang:

 

Terima kasih atas email yang dikirimkan. Walaupun menjawab email tersebut saya tidak mendapat THR, namun setidaknya dapat bermanfaat bagi sahabat semua dan semoga hikmahnya menjadikan Mas Kopdang mendapat Lailatur Qodr. Amien! 😉

 

2 (dua) email di atas, pada pokoknya sama. Bersyukur atas kelanjutan usahanya menjadi Calon Pegawai Bank Indonesia dan sekaligus bertanya mengenai Test Pengethauan Umum Perbankan.

 

Saya akan jawab singkat.

Silahkan beli buku Undang-undang:

§         UU No.7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No.10 tahun 1998.

§         UU No.23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU No.3 tahun 2004

Langkah awal, pahami dulu apa itu Perbankan, Bank, Perbedaan antara Bank Umum dan bank Perkreditan Rakyat, Apa itu deposito, kredit, simpanan, nasabah. Pastikan memahaminya.

 

Lalu rajin-rajinlah menabung, sehingga dapat membeli koran Bisnis Indonesia atau Kontan. Bacalah! Banyak istilah perbankan (spesies) dan istilah ekonomi (genus) yang terpapar dalam kolom artikel koran tersebut.

 

Apa itu LDR? Apa itu CAR? Apa itu NPL? Apa itu SBI?. Lalu apa yang dimaksud dengan fungsi intermediasi, kredit macet, kredit lancar, apa itu bunga, apa perbedaan antara bank umum konvensional dan bank umum syariah?

 

Juga mengenai bank gelap, pelajari juga tindak pidana di bidang perbankan. Memang saya jamin tidak mungkin semuanya keluar. Atau bahkan tidak keluar sama sekali tentang apa yang saya sebutkan. Namun setidaknya wawasan Sahabat semua bertambah.

 

Mengenai sistem penggajian. Insya Allah cukuplah. Selama tidak selingkuh maupun beristri banyak. Tidak bergaya hidup mewah dan berfoya-foya. Namun senang beramal secukupnya, gaji menjadi pegawai Bank Indonesia dapat dibilang cukup. Itu saja. Masalah besaran pastinya, sabar saja ya…

 

MLE dan PCPM? Selama grade (golongan)-nya sama (berdasarkan versi SDM, tentu saja gajinya sama. Kecuali pemberlakuan job value telah diterapkan. Kemungkinan berbeda ada. MLE mungkin akan cenderung lebih tinggi dibandingkan PCPM.

 

Hanya saja PCPM akan unggul dalam hal “perkawanan” karena setiap angkatan akan lebih banyak dibanding MLE sehingga dalam hal hubungan kerja akan lebh banyak yang saling mendukung dan menunjang [secara profesional tentunya].

 

Masalah penyetaraan golongan dengan PNS, saya pikir sedikit berbeda, karena sistem grade dan levelnya sangat berbeda dengan PNS. Ehingga tidak dapat kita melakukan penyetaraan golongan antara pegawai Bank Indonesia dan PNS dari lingkungan departemen. Justru kemungkinan Departemen Keuangan akan mengikuti sistem Bank Indonesia.

 

Mengenai penempatan di daerah, tidak ada masalah sama sekali. Memang untuk gaji ada perbedaan indeks konjungtur, yang dilihat dari inflasi setiap daerah. Namun, itu semata-maya membuat adil atas kebutuhan hidup di setiap kota yang berbeda.

 

Kantor Pusat Jakarta maupun di Kantor Bank Indonesia di daerah relatif sama. Hal ini dikarenakan dengan corporate culture yang sama. Hanya saja local wisdom (kearifan lokal) dari masing-masing daerah berbeda.

 

Masih ada pertanyaan lanjutan?

Oh ya, omong-omong siapa yang berniat kirim parsel ke Mas Kopdang? 😉

 

Indonesia dinilai Rating and Investment Information, Inc. (R&I)


Lembaga pemeringkat asal Jepang, Rating and Investment Information, Inc. (R&I), kembali mengafirmasi peringkat Indonesia pada level layak investasi (investment grade) pada hari Senin, 4 April 2016. R&I memberikan afirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB- /stable outlook. Beberapa faktor kunci yang mendukung keputusan afirmasi bagi sovereign credit rating Indonesia adalah perekonomian Indonesia yang tetap stabil di tengah ketidakpastian eksternal yang masih berlanjut serta kebijakan moneter yang akomodatif dan kebijakan fiskal yang proaktif yang akan menjadi pendukung pertumbuhan ekonomi.

R&I Rating Affirmation on Indonesia Sovereign Credit Rating 2016

Belajar


dari buku Liberalisasi Perbankan Indonesia yang ditulis oleh Widigdo Sukarman sebagai Telaah Ekonomi Politik berdasarkan hasil desertasinya, saya banyak menemukan banyak peneliti perankan sekaligus ekonomi yang harus ditelaah, antara lain:

  • Hal Hill, peneliti Australia
  • Steven Radelet, Harvard dan Michigan
  • Anne Booth, Peneliti Australia
  • Jeffrey Sachs,

Senarai Pengamat Fintech


Di Jepang

Shunsuke Hayashihayashi
Shunsuke Hayashi, Business Producer

Joined DI after graduating from Tokyo University, majoring in economics, specializing in finance.
At DI, he is involved in constructing growth strategies and the medium-term management plan, planning overseas strategy development, and developing new businesses in various fields, such as finance, communication, environment and energy, trading, medical, and consumer products. Recently, he has also been focusing on venture capital businesses, and has experience providing investment advice, strategy-making, and execution support in areas such as finance, digital media, environment and energy in Japan and abroad.
From Shanghai, China.

artikel:

FinTech gives rise to the next-generation–
tackling reform in the financial industry

Repository FinTech


Perkstreet
Boom and Bust
Customers loved this online bank, and its generous rewards–which cost too much to sustain. It closed in 2013.

OnDeck
Second Stage
The small-business lender went public in 2014, validating a market for startups that provide high-priced but speedy credit to entrepreneurs.

BitInstant
Flame-Out
This early Bitcoin startup was backed by the Winklevoss twins but came under regulatory scrutiny and shuttered in 2013. Its co-founder is now in prison for money laundering.

Coinbase
Charting New Territory
One of the most successful Bitcoin- related startups, this virtual currency exchange is backed by both VCs and banks.

Square
Escape Velocity
The mobile payments company changed the way small businesses accept payments, but has also struggled with product setbacks and a much-rumored IPO.

WePay
New Trajectory
Launched as a consumer payments company, in 2013 WePay turned to processing payments for crowdfunding sites–and it has soared ever since.

Prosper
Late Recovery
One of the earliest online lending innovators, it faltered under regulatory scrutiny but started a comeback in 2013, and is now worth $1.9 billion.

Betterment
Autopilot
This “robo-adviser” is jockeying with Wealthfront, among others, to build a cheaper, more tech-reliant type of wealth-management firm.

Wesabe
Into Thin Air
A precursor to Mint.com, this personal-finance manager launched in 2006 but lost ground to its better-known competitor and closed down in 2010.

Stripe
Climbing Fast
The five-year-old payment processor, valued at $5 billion, has gotten a lift from such customers as Facebook, Twitter, Apple, and Kickstarter.

Lending Club
Up Up and Away
With its 2014 IPO, the online loan marketplace cemented its role as leader of this fintech generation.

Clinkle
Augering In
The mobile payments startup attracted buzz, and more than $30 million from high-profile investors, before pivoting products and hemorrhaging high-profile executives.

ZestFinance
Aiming High
ZestFinance, which sells pricey consumer loans to people who can’t otherwise get credit, is expanding its data services to China–and is No. 192 on this year’s Inc. 500 list, with $51 million in 2014 revenue.

Swift Capital
Gaining Momentum
The small-business financing company, which provides relatively costly but fast cash advances, is No. 64 on this year’s Inc. 500 list, with $27.5 million in 2014 revenue.
FROM THE SEPTEMBER 2015 ISSUE OF INC. MAGAZINE

FinTech, Shadow Banking dan Masa Depan Perbankan Indonesia


catatan penulis: artikel ini dibuat dengan sistem bertumbuh seiring perkembangan. akan terus ditambah dan disempurnakan agar komprehensif.

 

Sejak 1 Agustus 2015 MAS membentuk divisi baru yang khusus mengurusi soal FinTech & Inovasi (FTIG). FTIG akan bertanggung jawab untuk kebijakan peraturan dan strategi pembangunan untuk memfasilitasi penggunaan teknologi dan inovasi untuk mengelola risiko, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing di sektor keuangan.

Di dalamnya terbagi dalam tiga unit yang mengurusi bidang Pembayaran dan Solusi Teknologi; Teknologi Infrastruktur; dan Laboratorium Inovasi Teknologi .

Apa yang dilakukan oleh MAS, menandakan bahwa Singapura ingin mengambil kesempatan sebagai sumber dan ibukota fintech dunia.

Apa itu FinTech
Financial technology, also known as FinTech, is an economic industry composed of companies that use technology to make financial services more efficient. Financial technology companies are generally startups founded with the purpose of disrupting incumbent financial systems and corporations that rely less on software (Wharton FinTech).

Mengapa perlu Inovasi

Daftar Bank Beku Kegiatan Usaha


BANK BEKU KEGIATAN USAHA
NO. TANGGAL DAN NAMA BANK SANDI NO. TANGGAL DAN NAMA BANK SANDI
       
  Tgl. 13 Maret 1999          
1 PT Bank Sewu   514 20 PT Bank Sahid Gajah Perkasa   150
2 PT Bank Papan Sejahtera   094 21 PT Bank Dana Asia   455
3 PT Bank Indonesia Raya   099 22 PT Bank Yakin Makmur   140
4 PT Bank Ficorinvest   092 23 PT Bank Asia Pacific   074
5 PT Bank Central Dagang   018 24 PT Bank Putra Surya Perkasa   575
6 PT Bank Dharmala   098 25 PT Bank Pesona Kriyadana   024
7 PT Bank Ciputra   549 26 PT Bank Bepede Indonesia   550
8 PT Bank Sembada Artanugraha   557 27 PT Bank Mashill Utama   083
9 PT Bank Aken   476 28 PT Bank Dagang dan Industri   524
10 PT Bank Intan   367 29 PT Bank Indotrade 560
11 PT Bank Alfa   510 30 PT Bank Bumi Raya Utama   556
12 PT Bank Dewa Rutji   329 31 PT Bank Baja   165
13 PT Bank Kharisma   142 32 PT Bank Tata   154
14 PT Bank Umum Servitia   086 33 PT Bank Lautan Berlian Int’l   141
15 PT Bank Arya Panduarta   388 34 PT Bank UPPINDO   065
16 PT Bank Sino   486 35 PT Bank Metropolitan Raya   544
17 PT Bank Danahutama   500 36 PT Bank Hastin Internasional   149
18 PT Bank Budi Internasional   561 37 PT Bank Namura Internusa   143
19 PT Bank Orient   565 38 PT Bank Bahari 078
               
  Tgl. 28 Januari 2000       Tgl. 30 Oktober 2001  
1 PT Bank Putera Multikarsa   401 1 PT Unibank (Devisa)   075
             
  Tgl. 20 Oktober 2000          
1 PT Bank Ratu (ND)   552      
2 PT Bank Prasidha Utama (ND)   532      
               

Daftar Bank Dalam Likuidasi


BANK DALAM LIKUIDASI
NO. TANGGAL DAN NAMA BANK SANDI
 
  Tgl. 14 Desember 1992    
1 PT Bank Summa   017
       
  Tgl. 01 November 1997    
1 PT Bank Harapan Sentosa   096
2 PT Bank Sejahtera Bank Umum   071
3 PT Bank Andromeda   144
4 PT Bank Pacific   021
5 PT Bank Guna Internasional   155
6 PT Bank Astria Raya   538
7 PT Bank Dwipa Semesta   519
8 PT Bank Kosagraha Semesta   534
9 PT Bank Industri   160
10 PT Bank Jakarta   332
11 PT Bank Citrahasta Dhanamanunggal   563
12 PT South East Asia Bank   399
13 PT Bank Mataram Dhanarta   545
14 PT Bank Pinaesaan   430
15 PT Bank Anrico   310
16 PT Bank Umum Majapahit Jaya   413
 
  Tgl. 14 September 1999  
1 PT Bank LTCB Central Asia 043
     
     
       
       
       

 

Daftar Bank Merger di Indonesia


DAFTAR BANK MERGER
NO. NAMA BANK MERGER / PELEBURAN USAHA NO SURAT IZIN TGl/ THN. MERGER KET
           
1 PT.PAN Ind. Bank Tbk. (019) Bank Abadi Djaya   Tahun 1972  
    Bank Lingga Arta   Tahun 1973  
    Bank Pembangunan Ekonomi   Tahun 1975  
    Bank Pembangunan Sulawesi   Tahun 1975  
    Peleburan Usaha :    
       – Bank Kemakmuran ( Tahun 1971 )    
       – Bank Industri dan Dagang Indonesia ( Tahun 1971 )    
       – Bank Industri Jaya Indonesia ( Tahun 1971 )      
           
2 Sejahtera Bank Umum Bank Lampung ( Umasi )   Tahun 1972  
    Bank Umum Niaga Indonesia   Tahun 1972  
           
3 Bank Gemari Bank Sriwidjaja Raya   Tahun 1972  
    Bank Gemari      
           
4 Bank Pelita Bank Sulawesi   Tahun 1972  
  ( d/h Pelita Jacantra ) Bank Tani dan Industri   Tahun 1972  
           
5 Bank Rama Bank Masyarakat   Tahun 1972  
  ( d/h Bank Ramajana ) Bank Ramajana      
           
6 PT. Bank Central Asia (014) Bank Sarana Indonesia   Tahun 1973  
    Bank Gemari   Tahun 1976  
    Indo commercial Bank   Tahun 1979  
           
7 Indo Commercial Bank Malbor International Bank   Tahun 1973  
    NV Commercial Bank   Tahun 1973  
    Bank Umum Banten   Tahun 1973  
           
8 Bank Arta Prima Bank Bank Nusadjaja   Tahun 1973  
  ( d/h Arta Pusara ) Bank Mu’alim   Tahun 1976  
    Bank Tabungan Minahasa   Tahun 1977  
    Bank Tabungan Ujung Pandang   Tahun 1978  
           
9 Bank Pacific Bank Merdeka   Tahun 1973  
    Bank Kalimantan   Tahun 1975  
           
10 Bank Semarang Bank Antara   Tahun 1973  
    Bank Semarang      
           
11 PT. Bank Buana Indonesia Bank Pembinaan   Tahun 1973  
    Bank Kesejahteraan Masyarakat   Tahun 1974  
    Bank Aman Makmur   Tahun 1975  
           
12 PT. Bank Niaga Tbk. Bank Agung   Tahun 1973  
    Bank Amerta   Tahun 1983  
           
13 PT. Bank Unibank Tbk. Bank Dagang Rahardja   Tahun 1974  
           
14 Bank Pancha Dewa Bank Umum Agraria   Tahun 1974  
    Bank Pancha Dewa      
           
15 Bank Umum Nasional Bank Djasa Dana merger dengan   Tahun 1974  
  Bank Umum Nasional    
       
16 Bank Perkembangan – Bank Kalimantan Tengah   Tahun 1974  
  Pelayaran Indonesia    
           
17 PT. Bank Bukopin Bank Umum Koperasi Indonesia ( Bukopin )   Tahun 1971  
    Bank Umum Koperasi Sumatera Utara   Tahun 1974  
    Bank Umum Koperasi Sulawesi Selatan   Tahun 1986  
    Bank Umum Koperasi Jawa Barat   Tahun 1986  
    Bank Umum Koperasi Kalimantan Selatan   Tahun 1986  
    Bank Umum Koperasi Kahoeripan SRB.   Tahun 1987  
  PT. Bank Bukopin PT. Bank BUKOPIN (441) S-1382/MK.17/1993 28 Agsts 1993  
    merger dgn.      
    Bank Sumatera      
    Bank Sulawesi Selatan      
    Bank Jawa Barat      
    Bank Kalimantan Selatan      
    Bank Kahoeripan SRB.      
18 Marannu Bank Bank Rakyat Sulawesi   Tahun 1974  
  ( d/h Bank Antar Indonesia ) Bank Antar Indonesia      
           
19 Bank Summa Bank Dirgahayu   Tahun 1974  
  ( d/h Bank Agung Asia ) Bank Surakarta   Tahun 1974  
           
           
20 Bank Utama / Indaco   Tahun 1974  
  PT Overseas Express Bank / Bank Perkembangan Pelayaran Indonesia   Tahun 1978  
  PT. Bank Pesona Kriyadana Bank Kerajinan Pedjoeang Kemerdekaan   Tahun 1978  
  ( ganti nama ) Peleburan Usaha :      
       – Bank Kota Asri ( Tahun 1974 )      
       – Bank Parahyangan Ekonomi ( Tahun 1974 )      
       – Berjabat Banking Corp. ( Tahun 1974 )      
           
21 PT. Bank Duta Tbk. Bank Dwikora   Tahun 1975  
    Bank Sarma   Tahun 1976  
           
22 PT. Bank Bumi Arta Bank Duta Nusantara   Tahun 1976  
    PT. Bank Bumi Arta      
           
23 Bank Metro Express Bank Umum PTE   Tahun 1976  
    Bank Metro Express      
           
24 PT. Lippo Bank Central   Commercial Bank   Tahun 1977  
  (d/h Bank Perniagaan Indonesia) Bank Umum Asia ( d/h BPEI )   Tahun 1989  
           
25 Bank Tamara Peleburan Usaha :      
  ( d/h Commercial Bank )    – Bank Semarang ( Tahun 1977 )      
       – Taurus Credit Bank ( Tahun 1977 )      
           
26 Bank Perkembangan Asia Bank Surabaya Putra   Tahun 1979  
    Bank Pengayoman   Tahun 1976  
    PT. BP Gunung Arta, Semarang    
           
27 Bank Umum Majapahit Bank Tabungan Sakura   Tahun 1979  
    Bank Umum Majapahit      
           
28 PT. BII PT.Bank Tabungan Umum 1859   Tahun 1979  
    PT. BII      
           
29 PT.Bank Antar Daerah Bank Wisata Balisari   Tahun 1980  
    PT.Bank Antar Daerah      
           
30 Bank Djakarta Bank Sumber Ekonomi Asia   Tahun 1980  
    Bank Djakarta      
           
31 Bank Indonesia Raya (BIRA) Bank Pancha Dewa   Tahun 1981  
    Bank Indonesia Raya (BIRA)      
           
32 PT. Bank Danamon Ind.Tbk. Bank Asia-Afrika Banking Corp.   Tahun 1981  
    PT. Bank Delta   6 Juni 1996  
    PT. Bank PDFCI   20 Des1999  
           
  PT. Bank Danamon Ind.Tbk. PT. Bank Danamon Ind.Tbk. 2/8/KEP.DGS/2000 30 Juni 2000  
    PT. Bank Duta Tbk   30 Juni 2000  
    PT. Bank Rama Tbk   30 Juni 2000  
    PT. Bank Tamara Tbk   30 Juni 2000  
    PT. Bank Tiara Asia Tbk   30 Juni 2000  
    PT. Bank Nusa Nasional ( d/h Bank Nasional )   30 Juni 2000  
    PT. Bank Pos Nusantara   30 Juni 2000  
    PT. Jayabank International   30 Juni 2000  
    PT. Bank Risjad Salim International      
33 PT. Prima Express bank / Bank Bukit Barisan   Tahun 1981  
  Bank Tani Nasional Bank Tani Nasional      
           
34 BDNI Dayin Bank ( Carya Ekonomi )   Tahun 1981  
    BDNI      
           
35 PT.Bank Umum Servitia Tbk. Bank Tabungan Sumatera Barat   Tahun 1981  
    PT.Bank Umum Servitia Tbk.      
           
36 Bank Harapan Santosa Bank Perdagangan Nasional   Tahun 1982  
    Bank Tonsea ( d/h Rakyat Tonsea )   Tahun 1986  
           
37 PT. Bank Universal PT. Bank Perkembangan Asia   Tahun 1989  
    PT. Bank Kredit Universal   Tahun 1990  
           
38 PT. Bank Dharmala Nugraha Peleburan Usaha :      
       – PT. BP Warga Nugraha, Jakarta ( Tahun 1989 )      
       – PT. BP Galuh Pakuan, Medan ( Tahun 1989 )      
       – PT. BP Swadaya Harta, Palembang ( Tahun 1989 )      
       – PT. BP Ngliman, Bandar Lampung ( Tahun 1989 )      
           
39 PT. Bank Bumi Putera Ind. PT. Bank Desa Bumi Harta, Temanggung   Tahun 1990  
    PT. Bank Bumi Putera Ind.      
           
40 PT. Bank Swadesi PT. BP Panti Jaya Ekonomi, Surakarta   Tahun 1990  
           
41 PT. Bank Aken MAI BP Sinar Menara, Denpasar   Tahun 1990  
    MAI BP Panca Dasa Dharma, Ujung Pandang   Tahun 1990  
    MAI BP Swastika Cakra. Mataram   Tahun 1991  
    MAI BP Dana Tabanan, Tabanan Bali   Tahun 1991  
           
42 PT. Bank Swansarindo Peleburan Usaha :      
  International    – PT. BP Gn Sindoro, Samarinda ( Tahun 1990 )      
       – PT. BP Gn Kendeng, Surakarta ( Tahun 1990 )      
           
43 PT. Tata Bank PT. BP Perjuanagan, Karawang   Tahun 1991  
    PT. BP Bantul Sumber Usaha, Bantul Yogyakarta   Tahun 1991  
    PT. BP Gunung Dieng, Surakarta   Tahun 1991  
44 PT. Bank Metropolitan Raya PT.B.Perkembangan Surya Kencana   25 Juni 1997  
    PT. Supreme Bank      
           
45 PT. Bank Nusa Nasional ( BNN) PT. Bank Nusa International KEP.181/KM.17/1998 23 April 1998  
  (d/h Bank Nasional ) Bank Nasional Komersil   23 April 1998  
    Bank Angkasa   23 April 1998  
           
46 PT. Bank IFI PT. Bank Asta KEP. 011/KM.17/1998 05-Feb-98  
    PT. Bank IFI      
47 PT. Bank Arya Panduarta PT. Bank Arya Panduarta   5 Des1995  
    Merger dengan      
    Bank Surya Nusantara      
           
48 First Union National Bank First Union National Bank   15 Mei 1998  
    Merger dengan      
    Corestates Bank N.A.      
49 PT. Bank Artha Graha PT. Bank Artha Graha   26 April 1999  
    Merger dengan      
    PT. Bank Arta Pratama      
50 PT. Bank Mandiri PT. BBD 1/9/KEP.GBI/1999 29 Juli 1999  
    BDN      
    BEII      
    BAPINDO      
51 PT. Bank Korea Comm.Surya PT. Bank Hanil Tamara (063) merger dengan\   24 Des 1999  
    PT.Bank Korea Comm.Surya (068)      
           
52 Fortis Bank (Ktr. Perwakilan) Generale Bank; ASLK Bank;   23 Juni2000  
    Mees Person;USB Bank;      
    Generale Bank Netherlands      
           
53 PT.Bank Sumitomo Mitsui Ind. PT. Bank Sakura Swadharma (055) merger dengan 3/5/KEP.GBI/2001 27 Maret 2001  
    PT. B.Sumitomo Mitsui Ind.(045)      
           
54 PT. Bank Sanwa Indonesia PT.Tokai Lippo Bank (056) 3/10/KEP.DGS/2001 7 Sept 2001  
    Merger dengan
PT. Bank Sanwa Indonesia (049)
     
55 PT.Bank Mizuho Indonesia PT. Dai-Ichi Kangyo Ind. (062) 3/12/KEP.DGS/2001 28 Sept 2001  
    PT. Bank IBJ Indonesia (044) merger dengan      
    PT. Bank Mizuho Indonesia (048)    
56 United Oveseas Bank Limited (UOB) Overseas Union Bank (OUB) -(859-001) dengan;   02-Jan-02  
  Ktr. Perwakilan (870-001) United Overseas Bank Limited (UOB)- (870-001)    
           
57 PT. Bank Permata (PT Bali Tbk.) (013) PT Bank Universal Tbk (073) No.4/159/KEP.DpG/2002 tanggal 30 September  
    PT Bank Artamedia (158)   2002  
    PT. Bank Patriot (369)      
    PT Bank Prima Express (027)      
    PT. Bank Bali Tbk. (013)      
           
58 PT Bank OCBC Indonesia (948) PT Bank Keppel Tat Lee Buana(053) No.5/13/KEP.DGS/2003 Tgl 28 Feb 2003  
    PT Bank OCBC-NISP(948)      
           
59 PT. Bank Century, Tbk (095) PT. Bank CIC Internasional, Tbk (095) dengan; No.6/87/KEP.GBI/2004 Tgl. 06 Des 2004  
  ( d/h CIC Intl’ ) PT. Bank Danpac, Tbk (533)      
    PT. Bank Pikko, Tbk (168)      
           
60 PT. Bank Artha Graha Intl’ (037 ) PT. Bank Artha Graha (085) ke dalam; No.7/32/KEP.GBI/2005 Tgl. 15 Juni 2005  
  ( d/h PT.Bank Inter Pacific, Tbk (037) ) PT. Bank Bank Inter Pacific, Tbk ( 037 )      
           
61 PT. Bank Of Tokyo – Mitsubishi PT. Bank Of Tokyo Mitsubishi ke dalam; No.7/95/KEP.GBI/2005 01-Jan-06  
  UFJ, Ltd ( 042 ) PT. Bank UFJ Indonesia ( 049 )      
           
62 PT. Bank Commonwealth (950) PT. Bank Artha Niaga Kencana (020) ke dalam; 9/65/KEP.GBI/2007 Tgl. 10 Des 2007  
    PT. Bank Commonwealth (950)      
63 PT. Bank Multicor, Tbk (036) PT. Bank Windu Kentjana ke dalam 9/67/KEP.GBI/2007 Tgl. 18 Des 2007  
    PT. Bank Multicor, Tbk (036)      
64 PT. Bank Index Selindo (555) PT. Bank Harmoni International (166) 10/16/KEP.GBI/2008 Tgl. 29 Feb 2008  
    PT. Bank Index Selindo (555)      
65 PT. Rabobank International PT. Bank Haga 10/43/KEP.GBI/2008 24-Jun-08  
    PT. Bank Hagakita    
    PT. Rabobank International      
65 PT. Bank CIMB Niaga (022) PT. Bank Lippo (026) 10/66/KEP.GBI/2008 15-Oct-08  
    PT Bank CIMB Niaga (022)      
66 PT. Bank UOB Buana (023) PT. Bank UOB Buana   (023) 12/45/KEP.GBI/2010 10-Jun-10  
    PT. Bank UOB Indonesia (058)      
67 PT. Bank OCBC NISP (028) PT. Bank OCBC NISP (028) 12/86/KEP.GBI/2010 22-Dec-10  
    PT. Bank OCBC Indonesia (948)    
68 PT. BANK GUNA INTERNATIONAL PT. BANK SANGGA KENCANA KEP-023/KM.17/1997 14-Jan-97  
    PT. BANK GUNA INTERNATIONAL