BI Beri Penghargaan Kepada Pelapor Terbaik LLD dan DHE


BI Beri Penghargaan Kepada Pelapor Terbaik LLD dan DHE  
04 Desember 2013
 
 
 

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyerahkan penghargaan kepada para pelapor terbaik Lalu Lintas Devisa (LLD) dan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Penghargaan ini diserahkan dalam acara Temu Akhir Tahun Pelapor Lalu Lintas Devisa dan Devisa Hasil Ekspor 2013 yang digelar 4 Desember 2013 di Bank Indonesia Jakarta.

Penghargaan ini diberikan kepada bank maupun lembaga bukan bank yang menjalankan kewajiban pelaporan LLD dan DHE. Penilaian LLD ditetapkan berdasarkan jumlah dan variasi laporan, kualitas data, kecepatan dan ketepatan penyampaian laporan, serta kerjasama dan kecepatan respons petugas pelapor LLD terhadap permintaan BI.

Pelapor DHE dibagi dalam dua kelompok, yaitu Bank yang menyampaikan Rincian Transaksi Ekspor (RTE) dan Eksportir. Penilaian terhadap bank RTE didasarkan pada kriteria jumlah penerima DHE dan record RTE, serta dokumen pendukung kesesuaian laporan RTE dengan laporan transaksi. Sementara itu, kriteria yang dipergunakan untuk eksportir pelapor DHE adalah besarnya nilai DHE, rasio DHE terhadap Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)free on board, dokumen pendukung, serta kesesuaian PEB dengan DHE dan dokumen pendukung.

Berikut para penerima penghargaan dimaksud:

Pelapor LLD –Lembaga Bukan Bank (LBB)

 

PT. GARUDA INDONESIA PERSERO, TBK,

PT. TRIMEGAH SECURITIES, TBK,

PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA,

PT. BINASAWIT ABADI PRATAMA,

PT. INDO BHARAT RAYON

Pelapor LLD – Utang Luar Negeri (ULN)

 

PT. SUMMIT OTO FINANCE,

PT. INDOCHEMICALS CITRA KIMIA,

PT. PINDO DELI PULP AND PAPER MILLS,

PT. INDIKA INTI ENERGI,

PT. SUMBER INDAH PERKASA, TBK

Pelapor LLD -Bank

 

CITIBANK, N.A.,

CIMB NIAGA,

DEUTSCHE BANK AG,

PT. BANK INTERNASIONAL INDONESIA, TBK.,

PT. BANK PERMATA, TBK.

Pelapor Bank Rincian Transaksi Ekspor (RTE)

 

THE BANK OF TOKYO-MITSUBISHI UFJ LTD,

PT. BANK SUMITOMO MITSUI INDONESIA,

PT. BANK MIZUHO INDONESIA,

STANDARD CHARTERED BANK,

PT. BANK DANAMON INDONESIA

Eksportir Pelapor DHE

 

PT. ADARO INDONESIA,

PT. INTIBENUA PERKASATAMA,

PT. SIIX ELECTRONICS INDONESIA,

PT. NITORI FURNITURE INDONESIA

“Perkembangan pelaporan LLD dan DHE pada 2013 menunjukkan hasil yang membaik. Hal ini tercermin dari meningkatnya jumlah pelapor dan kualitas data laporan,” demikian disampaikan Perry Warjiyo mengawali acara tersebut.

Bank Indonesia menyadari bahwa pelaporan LLD dan DHE telah menyita waktu dan tenaga lembaga pelapor. Namun perlu kita sadari bersama bahwa data ini sangat dibutuhkan sebagai dasar analisa dan perumusan kebijakan moneter.”Kontribusi pencatatan statistik LLD dan DHE yang lengkap, reliable, akurat dan tepat waktumerupakan amunisi yang diperlukan dalam perumusan kebijakan baik di bidang moneter, makroprudensial dan perbankan maupun sistem pembayaran. Dengan pelaporan yang efektif maka hal ini diharapkan dapat berkontribusi besar pada stabilitas makro ekonomi, sehingga pelaku bisnis yang diantaranya termasuk pelapor LLD dan pelapor DHE juga akan dapat menjalankan roda bisnisnya dengan lebih baik. Untuk itu, dalam kesempatan ini, Saya berpesan agar laporan LLD harus senantiasa dijaga baik kualitas maupun kuantitasnya secara lengkap, benar dan tepat waktu,” demikian Perry Warjiyo menekankan.

Pada awalnya kewajiban laporan LLD dimulai dari LLD bank yang melaporkan kegiatan LLD yang dilakukan oleh Bank sebagai pelaku sendiri maupun nasabahnya. Kemudian berikutnya dikuti dengan laporan LLD–Lembaga Bukan Bank. Demikian pula untuk laporan LLD–Utang Luar Negeri (ULN) yang sebelumnya bersifat sukarela (voluntary) menjadi wajib dilaporkan kepada Bank Indonesia sejak tahun 2000. Dalam rentang waktu hampir 13 tahun sejak diluncurkan ketentuan dimaksud, pelaporan LLD menunjukkan kontribusinya yang semakin signifikan dalam memasok data bagi perumusan kebijakan di Bank Indonesia.

Pada posisi September 2013, jumlah pelapor LLD – Bank, LLD LBB dan LLD – ULN  secara berturut-turut sebesar 120 pelapor, 2.514 pelapor  dan 2.313 pelapor.  Sedangkan pelapor DHE saat ini berjumlah sekitar 11.700 eksportir.

 

sumber: intrenal

Iklan

Amanah


Maka amanah berat dipikul ketika kekuasaan semakin besar digenggam. Perlu kebesaran hati untuk dikritik, mau menerima masukkan dan siap untuk dikoreksi.

Lowongan Bank Indonesia PCPM XXXI


Untuk Putra/Putri terbaik bangsa yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi, komitmen untuk bekerja secara profesional, dan motivasi untuk bersama membangun negeri, BANK INDONESIA mengundang Anda untuk mengikuti seleksi Program Pendidikan Calon Pegawai Muda Bank Indonesia (PCPM – BI).

PERSYARATAN:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Pendidikan minimal S1 dengan IPK minimal 3.00 (dari skala 4.00)
  3. Usia maksimal per tanggal 26 Juli 2013 :
    1. 26 tahun untuk S1
    2. 28 tahun untuk S2
  4. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif
  5. Bersedia menjalani ikatan dinas dan melepas ikatan dinas dari institusi lain
  6. Tidak memiliki saudara kandung/suami/istri yang bekerja di Bank Indonesia
  7. Bersedia ditempatkan di seluruh kantor Bank Indonesia

Periode pendaftaran : 26 Juli – 1 Agustus 2013 
Informasi selengkapnya dan pengiriman aplikasi, silahkan kunjungi: 
https://bi.experd.com

Disclaimer:

  • Keputusan untuk memanggil pelamar dan penentuan hasil seleksi sepenuhnya merupakan kewenangan Bank Indonesia serta tidak dapat diganggu gugat.
  • Selama proses seleksi, Bank Indonesia tidak melayani surat menyurat, email dan sarana komunikasi lainnya.
  • Kepada peserta tidak akan dipungut biaya apapun.

sumber: http://www.bi.go.id/web/id/Ruang+Media/Berita/lowongan_pcpm_xxi.htm

 

JISDOR


(Kolom Gatot)

Selamat Datang JISDOR

 

Dalam keseharian, akurasi indikator bisa sangat menentukan.  Termometer memerlukan akurasi untuk mengukur suhu tubuh. Speedometer perlu akurat untuk memastikan kecepatan kendaraan yang cukup aman. Indikator bias bisa menimbulkan konsekuensi membahayakan.  Speedometer aus menyebabkan kendaraan melesat terlalu tinggi tanpa disadari pengemudi, hingga membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Referensi Nilai Tukar

Pembentukan kurs referensi dimaksudkan sebagai representasi harga spot USD/IDR yang kredibel di dalam negeri. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi pasar keuangan khususnya valas berdasar prinsip kehati-hatian.

Di pasar valas banyak tersebar informasi harga spot USD/IDR, seperti dari Reuters, Bloomberg, kurs transaksi BI, serta kurs pajak dan bea cukai. Informasi tersebut bersumber dari kuotasi yang merupakan penawaran bank untuk menjual atau membeli valas. Kuotasi tersebut hanya gambaran minat bank untuk melakukan transaksi, bukan sebagai realisasi transaksi.

Beruntung otoritas bank sentral mempunyai perangkat sistem untuk menatausahakan transaksi valas secara aktual, yaitu transaksi antar bank atau yang dikenal dengan SISMONTAVAR (sistem monitoring transaksi valas rupiah). Sistem ini dapat mengakses transaksi valas antar bank secara real time untuk menggambarkan realisasi transaksi. Tidak semua negara mempunyai monitoring berharga semacam ini.  

SISMONTAVAR

Bank sentral negara lain lazim mengumumkan kurs sebagai representasi harga pasar. Jenis kurs yang diterbitkan bergantung kesiapan informasi masing-masing bank sentral. Malaysia dan India menggunakan kuotasi transaksi  Reuters sebagai sumber informasi. Sedangkan Philipina dan Korea memanfaatkan data realisasi transaksi sebagai gambaran harga nilai tukar secara faktual, namun dengan jeda waktu 1 hari kerja.

Di dalam negeri, SISMONTAVAR menampilkan harga nilai tukar berdasar realisasi transaksi sebagai representasi harga paling kredibel. Kurs referensi diumumkan jam 10.00 tiap hari kerja, menggunakan rata-rata tertimbang transaksi antar bank sejak pembukaan pasar sampai mendekati pengumuman kurs. Diantara bank sentral, kurs referensi ini tercatat paling kredibel dan real time dalam mencerminkan harga pasar.

Dalam satu hari, transaksi valas mencapai lebih dari 8000 kejadian. Nilai transaksi terbesar dilakukan melalui kegiatan valas antar bank dengan frekuensi lebih dari 200 kali transaksi. Sekian banyak transaksi tersebut menggunakan kurs yang berbeda-beda tergantung credit risk, likuiditas, dan waktu transaksi. Acuan harga kredibel akan meminimalkan asimetri informasi. Nasabah memperoleh harga  secara wajar. Persaingan antar bank terbentuk lebih sehat dan mendukung terciptanya efisiensi harga.

Kredibilitas

Kredibilitas kurs referensi diharapkan membantu proses pendalaman pasar secara sehat. Transparansi harga pasar menumbuhkan keyakinan antara penjual dan pembeli untuk bertransaksi. Kewajaran harganya menjadikan dinamika pasar untuk berkembang.

Kredibilitas harga juga memungkinkan transaksi yang memerlukan referensi kurs menggunakan acuan harga di dalam negeri. Kasus NDF yang mencuat di akhir 2012 menunjukkan kegiatan transaksi di luar negeri dapat mempengaruhi rupiah di dalam negeri. Seperti LIBOR, fixing NDF sempat bermasalah karena pembentukan harga yang diduga manipulatif (Reuters, 27 Januari 2013). Moral hazard terjadi karena pihak yang melakukan kuotasi mempunyai posisi sehingga tidak terbebas dari kepentingan.

Bertepatan hari kebangkitan nasional, tanggal 20 Mei 2013 pukul 10 pagi ini terlahir Kurs Referensi, menandai kebangkitan pasar valas domestik untuk makin berkembang. Pelaku pasar mengenalinya sebagai JISDOR atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate. Pembentukan Kurs Referensi dimaksudkan membangun transparansi pasar valas berbasis kehati-hatian. Kurs Referensi terlahir untuk menyediakan harga pasar yang kredibel melalui kejelasan metode perhitungan dan kualitas sumber data yang terpercaya.

Kemampuan dalam mencerminkan harga pasar yang representatif sangat menentukan kredibilitas JISDOR. Kredibilitas tersebut menjadi jaminan kurs referensi akan digunakan sebagai acuan dalam transaksi valas. Kurs referensi diharapkan mengurangi asimetri informasi yang dapat merugikan nasabah. Variasi harga antar pelaku diharapkan tidak terlampau lebar sehingga mendukung efisiensi harga. Dalam jangka panjang referensi kurs diharapkan menyeimbangkan mikro efisiensi usaha dan makro pasar valas yang berkembang secara sehat.

*****

Mereduksi Oligopoli Bank.


(Kolom Gatot)

Mereduksi Oligopoli Bank

Hampir tiga dekade menjelang, deregulasi perbankan dilaksanakan. Tepatnya 1 Juni 1983 melalui gebrakan Sumarlin. Pagu kredit dari bank sentral dihapuskan. Bank dianggap sudah dewasa untuk menghimpun dana sendiri. Suku bunga deposito pun ditentukan sendiri oleh bank. Bank sentral tidak lagi mematok suku bunga.

Tiga puluh tahun kemudian terjadi kehebohan. Bank dikeluhkan banyak kalangan menggunakan praktek kartel, yang menyebabkan bunga kredit bertengger tinggi. Bahkan bank sentral ikut dicurigai (Harian Neraca, 12 April 2013).

Etika Persaingan

Semua kalangan tahu bank sentral dengan segala cara mendorong bank menurunkan bunga agar kredit mengalir. Bank diminta terbuka menyampaikan suku bunga dasar kredit. Instrumen GWM berbasis LDR juga diperkenalkan untuk lebih mendorong bank menyalurkan kredit. Bahkan, bunga instrumen moneter bergerak di koridor bawah kebijakan suku bunga.

Bank sentral mempunyai keinginan sangat kuat agar kredit mengalir ke sektor produktif. Dana mengendap hanya membebani biaya moneter. Tersalurnya kredit produktif meningkatkan kapasitas produksi nasional, ikut meredakan tekanan inflasi. Tugas bank sentral terbantu untuk menjaga inflasi. Maka dapat dimengerti kenapa bank sentral berkepentingan membuat bunga ramah untuk sektor produktif.

Sayang struktur perbankan dalam negeri masih terkonsentrasi pada beberapa bank. Total aset 16 bank terbesar mencakup 60% dari industri keuangan domestik. Struktur yang oligopolistik yaitu cenderung didominasi beberapa penyedia jasa. Dari sejarahnya, perbankan domestik memang mengidap oligopoli. Tahun 1983, bank persero menguasai 78% dari seluruh total aset perbankan. Saat ini aset bank plat merah mempunyai porsi hanya 35% saja. Tingkat oligopoli sudah jauh mereda.

Persaingan bank tidak bisa dilepas sepenuhnya bebas. Jargon kebebasan laissez faire Adam Smith dicetuskan saat ekonomi merupakan cabang ilmu etika. Amartya Sen dalam bukunya on ethics and economics mengingatkan kebebasan harus disertai rambu etika agar memberi manfaat ekonomi.

Kalangan akademisi internasional telah banyak mengulas dampak persaingan bank, untuk melihat kebaikan dan keburukannya. Hasilnya mengonfirmasi terkonsentrasinya bank menimbulkan efek negatif berupa biaya kredit tinggi (Cetorelli, 2001).

Mengikis Oligopoli

Di dalam negeri langkah mengurangi konsentrasi bank menjadi program yang berkelanjutan. Arsitektur perbankan mendorong bank agar melakukan merger dan konsolidasi. Khususnya bagi bank kelompok menengah dan kecil. Kebijakan konsolidasi berdampak positif menurunkan tingkat konsentrasi bank (Mulyaningsih, 2011). Kondisi berlawanan terjadi di Amerika Latin. Konsolidasi dilakukan inisiatif bank sendiri untuk meningkatkan konsentrasi dan mendapat posisi oligopolistik.

Upaya perbaikan tidak hanya melalui penurunan konsentrasi bank. Mahalnya bunga kredit disebabkan biaya perolehan dana yang tinggi. Nasabah bank terkonsentrasi pada beberapa BUMN dan korporasi besar. Lebih dari 50% simpanan bank dimiliki nasabah dominan yang menerima bunga deposito diatas bunga penjaminan LPS. Dominasi nasabah ini mempunyai daya tawar kuat membentuk oligopsoni, yaitu terkonsentrasi pada beberapa deposan.

Struktur oligopoli bank berhadapan dengan oligopsoni nasabah. Oligopsoni nasabah mengerek biaya dana bank naik. Sedangkan oligopoli bank menahan bunga kredit di level tinggi. Kombinasi keduanya mengangkat biaya kredit semakin mahal.

Bank juga berlomba-lomba merebut hati nasabah ritel melalui program undian berhadiah. Penghimpunan semacam ikut meningkatkan biaya penghimpunan dana. Promosi semacam tidak mendidik mental menabung secara baik seyogianya perlu dilarang. Persaingan seharusnya hanya dalam bentuk layanan dan fasilitas yang lebih baik kepada nasabah.

Di sisi kredit, bank sentral berupaya menurunkan bunga melalui transparansi bunga. Sejauh mana bunga kredit bisa turun tergantung pada bank. Risiko kegagalan penyaluran dana dihadapi bank sendiri. Risiko nasabah diperhitungkan dalam bentuk bunga kredit tinggi. Namun alasan bank menganggap risiko tinggi nasabah dipertanyakan saat non performing loan (NPL) rendah dibawah 2%. Dengan risiko terkendali seharusnya bank mengurangi premi hingga bunga kredit lebih rendah.

Perlu Gebrakan

Pemahaman detil bank kepada nasabah akan terbantu dengan terbentuknya biro kredit, yang menyediakan informasi rekam jejak nasabah secara komplit. Bank menjadi lebih akurat memberi penilaian risiko nasabah. Nasabah yang mempunyai riwayat historis bagus berhak mendapat bunga lebih rendah. Bank tidak lagi menyamaratakan risiko nasabah yang berujung pada bunga kredit mahal.

Bank sentral bertugas membentuk iklim persaingan bank secara sehat. Bank dituntut bersaing kompetitif menyediakan layanan intermediasi, terutama bunga ramah untuk kredit produktif. Bunga kredit produktif memang turun lebih besar dibanding konsumsi. Bunga kredit investasi dan modal kerja turun 76 dan 66 poin, lebih besar penurunannya dibanding konsumsi 57 poin. Inisiasi penurunan lebih didorong kebijakan makroprudensial bank sentral. Ketentuan loan to value ratio dan down payment ditujukan menghambat kredit konsumtif agar lebih mengalir pada kegiatan produktif.

Kinerja bank sangat mengkilap dengan pertumbuhan kredit 22.6% tahun 2012. Non performing loan sangat rendah. Laba moncer dengan tumbuh 23%. Adagium pasar keuangan bahwa risiko rendah diikuti return rendah tidak berlaku. NPL rendah diikuti profit tinggi, indikator yang mengarah pada terlalu besarnya bank mematok marjin keuntungan.

Mengenang ulang tahun ke 30 gebrakan Sumarlin, rasanya Pak Agus Marto juga perlu menggebrak dalam merealisasikan penertiban bunga kredit. Bank dituntut bersaing kompetitif dalam mengemban fungsi penyaluran dana. Sangat disayangkan bila banyak kegiatan usaha potensial tidak terealisasi akibat mahalnya biaya dana.

Sent from my iPad

Menjadi Pembicara


Fraud

itu tidak mudah tapi juga tidak susah. terkadang bukan soal jam terbang. ini soal talenta.

pagi ini saya menjadi pembicara di hadapan hakim, jaksa dan polisi. mereka takzim mendengarkan saya. kira-kira begitu. atau mungkin prakiraan saya. bisa jadi mereka malah tertidur pulas. merasa didongengi oleh saya. atau bicara saya terlalu cepat.

ini masih perlu diklarifikasi. 🙂

saya menyukai hal-hal berbau panggung. ketika bicara di khalayak umum, saya merasa menjadi artis dadakan. mungkin jangan-jangan emang seharusnya saya menjadi guru saja. manggung setiap hari di hadapan murid. tidak.

saya masih lebih menyukai kerja lapangan. bertemu orang baru. bicara pada kenalan yang ditemui dalam perjalanan dari satu kota ke kota lain, di ruang tunggu bandara, hingga di seberang meja.

menjadi pembicara paling mudah adalah berbicara tentang apa yang kita kuasai dan penuh percaya diri. audiens sudah sejak awal diberi beban psikologis bahwa saya memang pantas bicara tentang itu. hal ini adalah yang terjadi pagi ini. saya bicara tipibank. tindak pidana perbankan. hakim, jaksa dan polisi mengangguk-angguk tanda percaya. atau jangan-jangan mereka hanya menghormati saja?

apapun itu yang terpenting adalah tujuan saya tercapai. menanamkan filosofi dasar bank dan mengapa ada tipibank.

tayangan saya buat sendiri. setiap gerakan, setiap gambar saya hapal di luar kepala.

demikian.

 

 

 

Justice Collaborator


Pagi ini saya membaca istilah tersebut di atas dalam sebuah judul artikel harian kompas yang terbit 26 Januari 2013. Selengkapnya, “Justice Collaborator agar dihukum ringan”.

Dalam pemberitaan tersebut dikisahkan bagaimana Kosasih Abbas oleh Jaksa Penuntut Umum yang bertugad di KPK membuat dakwaan relatif lebih ringan untuk dirinya karena telah dianggap bekerja sama dalam mengungkap kasus sejak penyidikan. Diharapkan Hakim Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) dapat sejalan dan terbangun sistem batiniyah untuk juga mempertimvangkan perannya dalam proses penyidikan.

Kosasih adalah Kepala Sub-Usaha Energi Terbarukan Dirjen Listrik dan Pemandaatan Energi (LPE) Kementerian Energi dan SDA, yang bersama atasannya, Dirjen LPE Jacob Purwono, didakwa korupsi dalam pengadaan dan pemasangan listrik perdesaan (solar home system/SHS) pada 2007 dan 2008.

Jacob dituntut pidana penjara 12 tahun dan denda Rp.500 jura subsider 6 bulan kurungan serta harus membayar iang pengganti Rp 8,3 miliar subsider 2 tahun 6 bulan penjara.

Adapun Kosasih hanya dituntut 4 tahun dan denda Rp.250 juta subsider 3 bulan kurungan serta harus membayar uang pengganti Rp.2,8 miliar subsider kurungan 1 tahun. Kosasih sejak awal diterapkan sebagai Justice Collaborator.

Ini adalah suatu hal yang menarik. Sebuah bentuk insentif sosial dalam proses penegakan hukum di Indonesia. Apabila konsep ini diterima dan menjadi sebuah kelumrahan dalam proses penegakan hukum, maka akan lebih banyak kasus pidana yang dapat diungkap dan terungkap.

Kosasih dan jaksa sama sama perlu diapresiasi. Justice Collaborator sudah pasti akan mempertaruhkan nyawanya karena mengungkap sederet nama besar yang diduga terlibat dalam permainan proyek SHS ini, sebagaimana yang diakui Kosasih.

Jaksa juga telah pertaruhkan kredibilitasnya untuk menyatakan bahwa tersangka / terdakwa mendapat perlakuan khusus dan pengurangan dakwaan. Ada alasan yang hakiki yang coba ditawarkan kepada hakim.

Lantas bagaimana dengan peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban?

Dalam pemberitaan tersebut, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Loes Suliastini siap memberikan perlindungan dan selama ini telah dilakukan.

Apa yang sedang disukai minggu ini


saat ini saya sedang menyukai medium.com sebagai bakal calon cara ngeblog baru di dunia media saat ini. tampila sederhana, tapi beberapa artikel penulisnya yang sudah diperbolehkan menulis disitu, begitu ringan, sederhana, namun sekaligus dalam dan bermakna.

selain itu saya masih senang bergelut dengan iPhone 5, termasuk ngutak-ngatik  kelebihan kekurangan iOs 6.0.2.

selanjutnya saya juga sedang menyukai rangkaian media racked.com, eater.com dan curbed.com. sandang, pangan dan papan media.

 

kalau kamu, sedang menyukai apa?

coba belajar ngeblog di blogspot


bagi sebagian blogger, mungkin perbedaan platform wordpress dan blogspot tidak seruncing nikon dan canon bagi para pemotret.

oleh karenanya, saya sekarang lagi belajar ngeblog via blogspot. masih kagok sana sini sih. apalagi soal mengatur tata letak.

perbedaan utama tentu saja soal theme. wordpress lebih banyak pilihan (lebih dari 200 tema) namun kaku. blogspot sedikit pilihan tema namun tata letak lebih mudah diatur sesuai selera. untuk lakukan itu, wordpress hanya mengutak ngatik widget dan header serta background. sisanya harus bayar untuk kostumisasi css.

kelebihan blogspot lainnya adalah kekuatan atau malah kedekatan dengan keluarga besar google sehingga lebih seo friendly.  atau tidak juga? entahlah. saya suka blogspot karena kesederhanaannya. sedangkan wordpress karena kemudahan dan dukungannya

apakah kamu masih rajin ngeblog?

Pengalaman


Pengalaman. Mengalami. Panca indera merasakan, menikmati dan meng-alam-i. bukan sekadar logika dan alam pikiran saja.

Ben Stiller mengalami bagaimana kehilangan waktu bersama keluarga dalam film CLICK. Ia akhirnya menyesal dan diberi kesempatan oleh Morty, Sang Malaikat penyabut nyawa.

Bagaimana dengan Anda?

Saya, Senin kemarin 10 Desember 2012 mengalami apa yg disebut dengan operasi THT.
Saya lupa namanya, namun yg jelas anak lidah, lubang hidung kiri dan langit-langit mulut saya dibedah untuk memberikan ruang yg cukup untuk pernapasan saya.

saya baru tahu bahwa tenggorokan saya tergolong kecil dan menyebabkan tidur saya selalu mendengkur, bahkan seringkali saya terbangun oleh suara dengkuran saya dan seringkali kesulitan bernapas. Efeknya saat bangun pagi, saya tidak sesegar buah buahan di indomaret.

Namun satu hal yang cukup membuat saya takjub adalah soal bernapas ini. Saat ini, pasca operasi, bahkan untuk minum pun saya selalu tersedak karena hidung sama sekali masih mampat dan bernapas menggunakan mulut. Saya harus menahan napas sebelum menelan air minum bahkan makanan sehalus apapun.

Padahal saat saya dalam kondisi normal, bahkan merokok sambil tiduran pun sering saya lakukan. Makan sembari nonton tipi, dan minum sembari berlari.

Terkadang, saat mengalami sendiri atas apa yang sedang terjadi membuat kita jauh lebih menghargai. Bernapas. Minum dengan normal, makan dengan baik dan tidur tanpa mendengkur.

Pengalaman, melebihi kepala sekolahmu. ia bukan saja guru terbaik. ia juga yang mengongkosi segala sesuatunya dengan hikmah. 🙂

selamat malam.

Sent from my iPad

Dokumen Bertumpuk di Meja dan Bagaimana Menanganinya


dalam beberapa kesempatan, saya selalu dikritik soal kondisi meja saya yang tidak mencerminkan seorang central banker. Anda tentu tahu maksudnya. Saya sendiri suka berpikir dari mana datangnya dokumen yang sedemikian banyak nya menumpuk. ada dus, map, file, kertas kerja, catatan-catatan,  buku agenda, laporan, kotak cd musik, kotak makan, majalah, hingga saos tomat.

rupanya ada yang perlu dicermati dan dianggap serius soal “kebiasaan kerja” yang tanpa disadari mengakibatkan meja saya penuh dengan banyaknya dokumen. Mengapa? ini sebabnya:

  1. tidak memisahkan secara tegas barang pribadi dan pekerjaan.
  2. tidak bersahabat dengan mesin racik.
  3. terlalu bersandarkan pada kenangan.
  4. merasa haus akan ilmu.

 

penjelasannya sebagai berikut:

1.tidak memisahkan secara tegas barang pribadi dan pekerjaan.

wilayah kepulauan meja saya semacam daratan eropa. batas antar negara sumir alias tidak jelas. seharusnya meja saya layaknya nusantara. jawa, sumatra, kalimantan terpisah tegas oleh laut. dokumen pribadi saya seperti majalah newyorker, undangan kursus, buku agenda, kotak kartu nama, bahkan buku novel, dibiarkan erlalu erat berhubungan dengan kertas kerja, naskah draft laporan, catatan-catatan, dan beberapa dokumen pendukung dan aktor utama pekerjaan saya.

Seharusnya mau gak mau saya memberikan jarak. ini pribadi dan mana wilayah pekerjaan.

2. tidak bersahabat dengan mesin racik.

Pekerjaan saya secara kualitas, dijamin oleh persetujuan berjenjang. setiap dokumen resmi keluar secara berjenjang dari level siput hingga elang. Kadangkala dalam rantai makanan itu saya melakukan kesalahan penulisan atau bahkan frame arah substansi  laporan. Ini tentunya akan dikoreksi atasan. hasil koreksi, idealnya jika tidak terlalu substantif segera diracik. hilang. musnah. tinggal dokumen “net”.

Nyatanya. bertumpuk juga jasad-jasad dokumen lain yang seharusnya sudah diajak salaman dan ucapkan good bye.

mesin racik, sebisa mungkin berdekatan dengan meja saya. (ini usul! 🙂 )

3. terlalu bersandarkan pada kenangan.

kebanggaan saya tidak pernah membeli bensin subsidi membuat saya sering menyimpan bukti pembayarannya. bahkan kuitansi makan bakso, tiket konser, juga fotokopi surat tugas terkait penanganan permasalahan yang signifikan dan sensitif, sering bertumpuk di atas meja saya.

saya semacam pria yang sulit melupakan masa lalu mungkin? Nope!

saya hanya tidak tahu harus diletakkan dimana itu. seharusnya saya telah memiliki kotak khusus mengenai barang-barang memorabilia (gak jelas) itu.

4. merasa haus akan ilmu

bahan materi mengajar, biasanya juga ada materi bahan seusai ikuti seminar, atau ada bahan materi baru yang saya dapat dari kawan. bisa jadi regulasi baru, atau bahkan sekadar wacana baru. janjinya sih akan saya baca, sebagai bahan tambahan ilmu. Biar gagah. Biar mantep.

Nyatanya, bahan yang bertumpuk dan semakin menumpuk itu hanya terbaca tidak lebih dari 30%nya. Jadi seperti jakarta. semakin padat dan lahan tidak ada lagi.

padahal, kebiasaan membaca e-book melalui laptop, iphone, dan gadget lainnya bisa. hanya saja tidak bisa pamer. orang lain ndak tahu apa yang saya baca.

🙂

 

untungnya, sekarang meja saya (sementara ini) sedang normal. bersih. entah bertahan beberapa lama. semoga saja, tulisan ini menjadi mesin pengingatnya.

 

selamat malam.

 

Gencar Hutang


ccccApakah kamu merasakan hal yang sama dengan saya, bahwa untuk mengajukan kartu kredit semain mudah, semakin murah dan semakin mewah?

1. mudah:

bahkan hanya dengan fotokopi identitas, dan fotokopi kartu kredit yang sudah ada di bank lain, dan mengisi aplikasi, kamu sudah dianggap memenuhi syarat, untuk selanjutnya dilakukan proses klarifikasi.

2. murah:

kartu kredit ditawarkan dengan tanpa iuran tahunan, bahkan hingga seumur hidup.

3. mewah:

sekarang, yang ditawarkan minimal platinum. betul?

inilah kecanggihan para pemasar. melihat kesempatan terakhir di tahun ini bahwasanya (jika tidak salah) pengguna kartu kredit akan dibatasi maksimal hanya 2 kartu di tahun 2013, maka berlomba-lombalah dibuat 3 hal tadi. mudah, murah dan mewah.

ada yg berani menampik?

demo buruh


apa itu demo? kenapa buruh mesti demo jika yang mereka cari adalah kesejahteraan? buruh kasar hanya memiliki skill terbatas. tidak banyak. hanya ala kadarnya. tapi kesungguhan dan kinerjanya bisa dikatakan powerful.  nasib? nah ini dia. dari dulu pos kota sudah membahasnya.

demo buruh apalagi dengan aksi mogok, dapat disederhanakan sebagai “unjuk rasa” atas situasi yang ada. demo sebenernya adalah kebuntuan atas aspirasi yang seharusnya disampaikan melalui kanal manajemen. lewat atasan, lewat mandor atau lewat bagian personalia.

lantas mengapa terjadi?

satu hal yang perlu disampaikan bahwa aksi mogok bukan saja hanya terjadi di negeri indonesia atau negeri dunia ketiga. juga berlaku di negeri pertama. aksi mogok pekerja bandara di prancis, atau aksi mogok para penulis naskah di hollywood, dan masih banyak lagi aksi mogok lainnya.

aksi mogok seharusnya segera ditangkap oleh pemerintah. mereka hrus bergerak, karena aksi mogok intinya caper. cari perhatian. minta diurus, minta ada pihak lain yang mengurusi nasib mereka juga. pemerintah sudah semestinya tanggap. memiliki keberpihakan.

entahlah apa kerja partai buruh jika bukan di musim pemilu. seharusnya partai politik menjaga dan mengawal kepentingan konstituennya. ada celah politis, sekaligus menambah kans. toh simbiosis mutualisme. partai butuh suara, masyarakat butuh didengar.

buruh ada di posisi yang lemah.

zaman hedonis, penuh dengan keperluan materialis, maka buruh yang tidak memiliki modal akan selalu dinomorduakan. tugas dari pemerintah untuk berpihak pada mereka. bukan berarti menekan pengusaha. bukan. tapi fairness. cukup junjung tinggi itu.

dari putaran roda ekonomi aksi mogok itu merugi. pengusaha rugi, buruh rugi, masyarakat rugi, jalanan macet, roda kegiatan terhenti, walau sejenak.

tapi itu memang salah satu manusia terus menjalani sisi kemanusiaannya. kehidupan harus jalan terus. buruh harus menghidupi keluarga. pengusaha juga. tapi intinya: semua ingin sejahtera.

penindasan belum sampai ada, tapi jika kesejahteraan karyawan ditekan sedemikian rupa. ya salam.

revolusi dimulai di meja makan. tapi berakhirnya peradaban karena warga yang tak lagi kerasan.

Debat Cagub


Saya endak bisa lihat debat cagub beberapa jam yang lalu antara Jokowi Vs Foke. Kebetulan saat itu saya masih dalam penerbangan Jakarta – Palembang. Tapi untunglah, YouTube telah sudi menampung video tersebut.


Pertama yang saya lihat: soal Transportasi. Foke terlihat sekali watak dan karakter birokrat jadul. Gak bisa diskusi. Pertanyaan dari Najwa dan perhatian Najwa dianggap batu sandungan. Semprul.

Sedangkan Jokowi mengandalkan otoritas transportasi dan pendekatan komunikasi yang baik antara pemerintah pusat dan DKI.

Lantas soal 2: Banjir dan permukiman.

Djokowi mau geser perumahan. 24 Milyar katanya.

nanti saya update. streaming di sini agak lelet.

Kasus Century Vs Kasus Antaboga.


GUGATAN PERDATA/PIDANA PT BANK MUTIARA/ANTABOGA
No Jenis Kasus Pelapor/Penggugat Eksposur Proses Keterangan
1 ANTABOGA
Kasus Pidana Antaboga dengan pelapor nasabah
 
1) Robert   Tantular (Pemegang Saham) Nasabah Antaboga dengan 3 LP di   Surabaya dan 1 LP di Bareskrim P19 Info Bareskrim
2) Lila   Komaladewi Gondo Kusumo (Direktur Marketing) PN/PT/MA (Inkracht)
3) Gantoro   (Kepala Cabang Surabaya Kertajaya) PN
4) Julius   Syahbana (Koordinator Wilayah Surabaya) PN
4) Siti Aminah   Al Mimin (Kepala Cabang Surabaya Sungkono) PN
Kasus   PERDATA Antaboga (Bank tergugat dengan Pelapor Nasabah
PN Surabaya Wahyudi Prasetyo,dkk              92,171.6 PN
George Fredy                 7,630.0 PT
George Maria                    510.0 PT
PN Jakarta Cahyadi, dkk              12,474.0 PT
YOGYA Veronica L, dkk                 5,400.0 BPSK
BN Gunawan, dkk              33,382.8 PN
PN Surakarta Ziput, dkk.              41,112.7  MA Inkracht
Kasus PERDATA Non Antaboga
(Bank tergugat dengan Pelapor
Nasabah & pihak lainnya)
Jakarta A. Rustan 24,000 MA Inkracht
West LB London USD 26juta PT
Nomura Int’l London USD 14,85jt Proses Mandatory Convertible Bond
USDA USD 22 jt Proses
Makassar A. Rustan Proses Pengembalian dana rekening
(Bank  sebagai Penggugat)
Gugatan pada TellTop Holdings Bank Mutiara USD 156juta di Pengadilan Zurich, Swiss
(Gugatan kepada Pemerintah RI)
Gugatan Kepada   Pemerintah RI oleh eks Pemegang saham PT Bank Century Hesham & Rafat Ali Pembuktian di Int’l Centre for Investment   Disputes
2 A. Kasus Tindak Pidana Perbankan
 
A.Robert   Tantular (Pemegang Saham) : Bank Indonesia Inkracht A. Pemberian Kredit yg tdk sehat   kpd 3 debitur
B. Pencairan dana milik Boedi Sampoerna tanpa izin pemilik.
C. Pelanggaran komitmen  Letter of   Commitment /LOC  (dikaitkan dengan   Surat-surat berharga Bank)
Proses PN JakPus A. LC Fiktif;                                      B.   Biaya Fiktif;                                 C. Rekayasa PenjualanAYDA;                                                    D. NCD 247 Bilyet
B. Hermanus H.   Muslim (Dirut) Bank Indonesia Inkracht Menjaminkan   Surat-surat berharga ke FGAH Ltd, rekayasa pembelian obligasi, pemberian   kredit tanpa melalui prosedur yang benar, dan rekayasa pencatatan keuangan
C. Laurence Kusuma (Direktur ) Bank Indonesia Inkracht Menjaminkan   surat-surat berharga sebesar USD 50 juta,    Menjual SSB sebesar USD 15 juta tanpa realisasi pembayaran, dan   Mengeluarkan dana sebesar Rp 60 milyar untuk membeli obligasi namun tidak   terealisasi
D. Hesham Al.   Warraq & Rafat Ali Rizvi (Pemegang Saham) Inkracht In-   Absentia – Tipikor                  Pelanggaran komitmen  Letter of Commitment /LOC  (dikaitkan dengan Surat-surat berharga   Bank)
E. Hamidy   (Direktur Operasional) Bank Indonesia Biaya Fiktif dan AYDA
F. Dewi   Tantular (Kepala Divisi Int’l) Bank Indonesia PN 18jt US, Biaya Fiktif dan AYDA
G. Linda   Wangsadinata (Kepala Cabang KPO), Arga Tirta Kirana (Kadiv Legal), Joko Indra   (Kepala Divisi Treasury dan Operasional), dkk Bank Indonesia PN LOC, Kredit, 18 jt US, LC   Fiktif, Biaya Fiktif, AYDA, NCD 247 Bilyet
B. Kasus Pidana Lainnya dengan
pelapor nasabah
Erwin Prasetyo   dan Ahmad Fajar (Dir Operasional dan Dir ) Amiruddin Rustan P19 Suspend Rekening A. Rustan
(di Jakarta dan Makassar)
C. Kasus Pidana   lainnya Bank sbg pelapor
Rekayasa Kredit PT Animablu Bank Mutiara Penyidikan
Jika data di atas keliru/ salah/ atau ada perkembangan baru, mohon kiranya dapat menyempurnakan dengan mengisi kolom komentar.

Terima kasih.

Data di atas semata-mata sebagai data statistik dan dalam rangka keterbukaan informasi.

Apabila data di atas dianggap merugikan pihak tertentu, dapat ajukan keberatan.