Hiduplah dengan Seimbang


ini pelajaran berharga yang saya dapat saat saya melakukan pemeriksaan di bank.
banyak kejadian fraud, seringkali disebabkan sifat tamak, kurangnya kompetensi dan terutama integritas yang lemah.

hiduplah seimbang.
tidak ngoyo, tapi juga tidak sekadar nrimo.
🙂

Sent from my iPad

Iklan

Musim Bomb (Lagi)


berita terkini dari negeri norwegia membuat saya terhenyak. Apakah musim Bom lagi?

bbc news menyampaikan:

“Norwegian police confirm that a bomb caused the explosion outside the prime minister’s office – and there are deaths and injuries.”

sebelumnya:

“An explosion hits buildings near the Norwegian prime minister’s office in Oslo, causing major damage and an unknown number of casualties.”

For more details: http://www.bbcnews.com

Sent from my iPad

20110722-235908.jpg

update:
diduga pelaku adalah seorang lelaki berusia 32th penganut kristen dan mason ekstrim. 🙂

https://twitter.com/#!/AndersBBreivik/status/92651821369266176

Apa Yang Rahasia Sesungguhnya?


Pada saat pemeriksaan ke bank, biasanya untu mempercepat alur dokumentasi, saya berkomunikasi dengan bank melalui email. Terbukti selama ini media surat elektronik efektif dalam berkirim dokumen. Tentu saja bagi bank harus mengubah formatnya dahulu menjadi soft copy dengan cara dipindai (scan).

Hal yang menarik adalah terkadang saat saya meminta data berupa rekening nasabah atau data lainnya terkait penjurnalan di pembukuan bank, tanpa ragu karyawan bank mengirimkan kepada saya melalui email kantor bank ke alamat email kantor saya. tanpa enkripsi, tanpa dilindungi password.

Sedangkan saat saya minta data, misalnya daftar gaji pejabat eksekutif atau pegawai setingkat officer ataupun clerk, terkadang orang bank malah melindungi emailnya yang dikirim itu dengan pengaturan password dan malah terkadang dengan sistem perlindungan read only, tanpa bisa dicetak, diforward dan disave.

Mana sih yang lebih rahasia?
rekening nasabah atau gaji pegawai?

Bagi saya, data nasabah justru yang lebih perlu dilindungi, bahkan Undang undang Perbankan mengatur bahwa kerahasiaan bank yang utama adalah terkait data rekening nasabah. Gaji pegawai? ia rahasia juga, bagi karyawan internal saja.

Tak dapat disalahkan juga, toh bagi sebagian dari kita, soal penggajian masih dianggap sesuatu yang sensitif.

🙂

Sent from my iPad

3 Type Pemimpin


Tipe pemimpin.

Berdasarkan pengalaman saya, tipe pemimpin itu cuma ada 3.

  1. Pemimpin masa depan. Biasanya ini pemimpin yang muda, enerjik, punya bakat manajemen, dipercaya, pandai dan jujur.
  2. Pemimpin masa lalu. Biasanya tipe pemimpin masa lalu itu Karismatik, berwibawa, tegas dan berani.
  3. Dan terakhir tipe pemimpin masa gitu.  “Masa gitu kok jadi pemimpin?”

Terjebak dalam dunia digital?


google+ telah diluncurkan. Anda bisa melihat perkembangannya di http://plus.google.com/

Ada yang bilang ini akan mengalahkan facebook. Juga akan lebih menarik dari twitter. Apa iya?

Secara pribadi saya mengikuti segala perkembangan dunia digital, dan saya terhanyut. Mirip manusia analog yang ingin tak tergerus roda zaman untuk mengikuti arah teknologi. Apa iya?

akun twitter saya banyak. akun facebook saya juga banyak. Akun twitter saya followernya ada yang mencapai 3200-an. Itu tentu saja memakai nama samaran. Namun saat ini sepertinya saya sedang kehilangan minat untuk apdet tweet.

Apalagi facebook. Akun itu lebih banyak saya gunakan untuk pekerjaan. Iya pekerjaan saya sebagai investigator di Bank Indonesia. Saya gunakan nama, foto dan alamat palsu untuk mengikuti beberapa profil dalam facebook yang pada waktunya perlu saya ikuti.

Sewaktu saya menjalani pemeriksaan Bank Century, saya mengikuti seluruh kerabat yang diduga adalah sanak family dari Robert Tantular. Saat saya menjalani pelaksanaan investigasi pada bank lainnya, saya pun biasanya melakukan hal serupa.

Dengan bnatuan teknologi seperti bbm, google, twitter, blog, hingga gadget dengan kemampuan luar biasa bahkan berlebih membuat pekerjaan menjadi lebih mudah. Apa iya?

Terkadang malah kita terlena dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk meraih eksistensi di dunia maya.

Cukup.

Saya pikir saya sudah mencapai titik jenuh untuk melakukan pencarian pengakuan di dunia maya. Sebutuhnya saja. Jika memang sedang ingin, ya saya pakai, jika tidak, dunia lebih menarik tanpa kehadiran digitalisasi rupanya.

daun-daun yang jatuh berguguran, bahkan asap knalpot pun menarik bagi saya. Jauh lebih menarik dari sekedar mention, tag, Retweet, reply, follow, unfollow, stalking dan segala LOL-LOL yang bertebaran di linimasa.

Apakah anda termasuk orang yang (pernah) terjebak dalam dunia digital?

 

Sederhana


Apa yang menarik dari sebuah kesederhanaan? Sikap rendah hati. Biasa-biasa saja, tidak mau untuk menonjolkan diri? Saya tidak tahu persis. Namun pada akhirnya kesederhanaan yang membuat saya mengganti theme blog ini dengan tampilan yang sederhana dan pastinya ringan.

Hidup sudah susah dan berat. Termasuk pemakaian bandwidth akses internet kita. Sengaja gunakan theme ini untuk menghemat. Blog ini bisa dibuka dengan ringan lewat henpon, warnet dan koneksi jaringan internet dial up sekalipun.

Pada akhirnya konten akan lebih berharga daripada penampilan. Ini juga menjadi salah satu alasannya.

Terima kasih.

Segera Hapus akun Twitter Anda!


ini serius. Dijamin kehidupan anda akan normal lagi. Tidur teratur, keluarga mendapat perhatian lagi, dan terutama menjaga kesehatan jiwa dan raga.

Dahulu facebook bikin masalah, lantas group BBM, lantas twitter.

Saya punya akun twitter lebih dari lima soalnya.

Semua saya lepas semua. Enggak diutak-atik lagi hingga detik ini. Hidup serasa di surga.

🙂

Berani Kopidangdut


Jadilah pemberani.

Berani tidak ada batasnya seperti kejujuran. Karena jalan lurus takkan berujung. Berani dan jujur butuh energi sangat tinggi.

Jadilah penjilat.

Jadi penjilat itu enak, membual sedikit, rendahkan diri dan buat senang orang lain, maka kamu layak mendapat apa yang kamu inginkan. Mirip kamu ngambil jalan pintas saat berkendara. Saat selamat kamu merasa benar, padahal kamu melanggar peraturan dan menyebabkan banyak pengendara lain kerepotan. JIka kamu mau jadi penjilat silakan. Toh kesuksesan, kegagalan, semua ada di pundak kamu. Tuhan akan membiarkan. Kecuali kamu disyanag, belum apa-apa sudah ditegur dengan berbagai cobaan.

Jadilah orang jujur.

Honesty is the best solution.

Jika kamu sudah mentok, maka ambil jalan kejujuran saja. Dimarahi ya enggak papa. itu memang risiko yang akhirnya ditanggung. Tapi hati kamu tetap semulia intan. Kamu akan selamat secara batin. Kamu orang merdeka sesuai dengan cita-cita Bapak Bangsa.

Jangan malu dengan kenyataan. Jadilah manusia apa adanya. Jika kamu bercita-cita jadi dewa ya silakan. Bicara yang mengawang-awang. Bicara mengenai hal-hal mulia tanpa kerja nyata.

Berani. Berani dan berani.

Hidup sekali, lalu mati.

Jadi suami harus berani. Jadi lelaki harus berani. Jadi karyawan harus berani. Jadi buruh harus berani. Jadi bos apalagi. Jadi pemimpin apalagi.

Khusus bagi kamu yang merasa memimpin sesuatu, apalagi sebuah negeri yang seharusnya gemah ripah loh jinawi cuma ada satu kalimat:

“Berani atau banci”..

Bank Indonesia di Persimpangan Jalan


Saya kerja di Bank Indonesia. Gede, sayang enggak ada ATM-nya. 🙂

Persimpangan jalan? Iya, karena BI akan disunat dengan melepaskan kewenangan pengawasan perbankan yang siap-siap dilebur bersama Bapepam-LK untuk mengawasi lembaga keuangan bank dan non bank, yang meliputi industri asuransi, bank, pasar modal, hingga pasar becek semacam perusahaan leasing.

Central Banker yang akan Menjadi Ojekers.

Bagi saya, status central banker begitu membanggakan. Central Banker itu bergengsi. Apa buktinya? ya buktinya saya, yang merasa (terlalu) bangga dengan ke-central banker-an saya. Sayang-seribu sayang status ini harus dilepas. Pengawas bank diharapkan bergabung dengan OJK, otoritas jasa keuangan. Siapa yang mau?

Saya? tidak mau.

Ada yang bilang Bank Indonesia itu negara dalam negara, terlalu pongah dengan menerbitkan uang yang beredar, mengatur laju inflasi, mengatur kestabilan rupiah, juga ngurusi sistem pembayaran, dan terakhir ngurusi bank. Kebanyakkan!

Ah, siapa bilang.

Jika ada bank kolaps, apa iya masalah ditimpakan pada pengawas? tentu tidak!

Pihak yang paling bertanggung jawab atas kelangsungan hidup bank adalah seluruh pengurus bank itu sendiri. mereka harus mati-matian menjaga kelangsungan usaha. Buat siapa?

Buat MASYARAKAT dong! yang rela menyisihkan uangnya untuk ditabung alih alih buat foya-foya. Uang itu lah yang selanjutnya diputar bank untuk investasi dalam bentuk kredit dan surat-surat berharga.

Bank yang benar yaitu bank yang amanah, yang tidak lupa kucing akan kumisnya. Tahu bahwa uangnya adalah hasil jerih payah masyarakat. Tahu kalau uang itu adalah uang yang harus dikembalikan saat pemilik membutuhkan. Jadi, bank harus menjadi penjaga amanah yang baik. Jika ada yang beranggapan bahwa bank berguna untuk menyalurkan kredit, tidak sepenuhnya benar. Toh, renternir pun boleh memberikan kredit.

Bank menjadi istimewa karena ia boleh menghimpun dana masyarakat.

__

Kembali ke masalah OJK. Siapa yang akan percaya pada OJK jika lembaga itu tidak jelas juntrungannya mau berjenis kelamin apa? Lelaki, waria, atau nenek nenek setengah tua?

Tarik ulur kepentingan, menjadi pangkal-ujung-pangkal-badan-ujung dan  mbuhlah *ruwet*

Otoritas Jasa Keuangan katanya dipicu oleh kegagalan Bank Indonesia dalam menata industri perbankan. Siapa bilang? Lantas mengapa Pemerintah juga ngebet banget ingin ikut dalam proses penerbitan uang rupiah? dipicu oleh apa?

Apa ndak sekalian aja fungsi “lender of the last resort” diambil pemerintah. Eh tunggu dulu pemerintah yang mana ya? Apakah bisa dibuktikan saat ini kita memiliki pemerintah, misalnya lembaga eksekutif dan legislatif yang eksis dan dihayati benar oleh warga? saya rasa tidak, dan saya semakin ragu soal ini. :p

Urusan bank itu urusan rumit namun juga mudah. Asal kompeten dan berintegritas, semuanya lancar. Sayangnya bank banyak dihuni para banker yang “greedy”, mau gampang kaya, mau terkenal, mau ikut mencicipi tampuk kekuasaan, misalnya dari Dirut jadi Menkeu lah gitu. 🙂

Bank jika dihuni para petualang yang semuanya serba numpang, ya susah deh. Bank yang benar-benar menjalankan proses intermediasi dengan menyalurkan secara konsekwen dana masyarakat untuk kepentingan masyarakat? emang ada?

Saya jadi bertanya-tanya, sebetulnya pemerintah ingin mengubah konstelasi industri perbankan dan sistem stabilitas keuangan itu atas desakan siapa?

Untuk apa sesuatu yang sedang tumbuh berjalan sesuai dengan rel-nya harus dikulik dan diutak-atik demi kepentingan sesaat.

Sesaat? iya sesaat dan sesat!

Banyak bank hanya menjadi korban mesin politik memperebutkan kue durjana bernama kekuasaan. Bank Bali, Bank century, bank global, dan bank-bank lainnya selalu bermasalah manakala pemilihan umum akan dilangsungkan.

__

Ada baiknya Bank Indonesia juga berbenah diri. Jangan terlalu asik bermasturbasi dengan teori-teori tak membumi yang diimpor dari swiss sana. Juga dengan banyakanya orang pinter yang mau sekolah, padahal cuma cari uang saku tambahan dan enak mengenyam pendidikan luar negeri. Bank Indonesia harus bekerja. Jangan hanya numpang hidup. Jadi assets dan hindari bersikap malas yang menjadikannya liabilities.

Apakah pegawai Bank Indonesia baik-baik semua? Tegas saya jawab tidak!

Namun saya yakin dan percaya, bahwa itupun sudah sangat baik dibandingkan dengan institusi lainnya yang warnanya serba abu-abu. Bukan berarti suka korupsi, tapi kekembungan menenggak minuman penuh konspirasi. (opo tho iki?).

Selamat malam,

Jika tersinggung jangan diambil hati. Cukup diambil hikmahnya saja.

Hihihihi..

Pelatihan Kopidangdut


Jika kamu karyawan perusahaan, maka biasanya secara periodik kamu akan diminta untuk mengikuti pelatihan. Betul?

Lucunya, pelatihan biasanya diikuti oleh karyawan yang jarang bekerja, spesialisasi pelatihan, banyak waktu luang dan itu-itu saja. Betul?

Bagi karyawan yang hobi kerja, pelatihan sulit dilakukan mengingat pekerjaan rutin yang terus bergiliran duduk manis menunggu antrian. Maka, jatuhnya pelatihan itu pada karyawan santai yang memang waktu senggangnya itu melebihi waktu kerjanya. Betul?

__

Padahal pelatihan bagi perusahaan yang bagus, akan masuk dalam KPI. Biasanya sih masuk dalam kolom continuous learing, termasuk di dalamnya coaching and counseling, juga training.

Misalnya saya, sebagai pengawas atau auditor. maka waktu yang tersita banyak dilakukan di “lapangan”. Mirip wartawan, bekerja sebagai reporter akan banyak dihabiskan mencari sumber berita primer atau narasumber. Nah, sebagai auditor, bagaimana mungkin diminta pelatihan yang panjangnya 2 minggu, lokasi dalam kota dan di saat jam kerja. Mimpi kali yeee?

Anehnya, SDM akan cuek beibeh. Mereka pun dikejar target KPI dalam pemenuhan pelaksanaan KPI-nya sendiri untuk memberikan pelatihan kepada masing-masing karyawan.

Idealnya SDM mendata dan menelaah, adanya kesenjangan kompetensi dan beban tugas jabatan. Jika masih banyak hal yang kurang pada diri karyawan, mbok yao itu karyawan diberi pelatihan dan pemenuhan kompetensi. Terserah bentuknya, bisa kursus singkat, program magang, ikut seminar, pelatihan terpusat, dan lain-lainnya.

Namun kenyataannya terkadang gap atau kesenjangan kompetensi memang didata dan ditelaah, sayangnya pada saat gilirannya, program pelatihan yang cocok bagi karyawan tersebut tidak terlaksana karena si karyawan tidak dapat meninggalkan pekerjaan rutin sehari-hari.

Akhirnya, karyawan yang sedang main soliter, sibuk bbm, haha hihi ngetwit, yang bakalan ketiban duren runtuh untuk berangkat pelatihan. Karyawan rajin? kerja mulu…

Betul?

 

 

Olahraga Kopidangdut


Apakah Anda masih sering berolahraga? Hebat!
Saya tidak.

Dahulu, saya selalu merasa bahwa saya adalah olahragawan berbakat. Bulutangkis, Catur, Sepakbola, Basket, Bola Voli, Bilyard, Renang, Lari, semuanya saya jalani dengan baik dan teratur. SMP, SMA, dan mulai terganggu saat kuliah.

Bukan, sama sekali bukan karena sibuk pacaran sehingga jadual olahraga terganggu. toh pacaran juga olahraga bukan? *eh.

Saya mulai kehilangan gairah berolahraga saat banyak pikiran. Berkecamuk, melesat alam pikiran, membuat kegiatan fisik dinomorduakan. Iya pikiran, bukan kepikiran lho ya.

Dilanjut saat saya bekerja di Jakarta.
Sempat rutin lari pagi sebelum subuh. Tapi, tanpa ada protes dari tetangga, saya putuskan untuk hentikan kebiasaan ini. Saya hanya kuatir jika saya dipersangkakan sebagai maling yang baru saja pulang dinas. 🙂

Lantas,

Untungnya saya memiliki dua putri saat ini. Keduanya semangat sekali untuk renang. Kebetulan istri saya mengenakan jilbab, sehingga, hampir setiap minggu, dua jam saya menjadi induk bebek yang menjaga dua itik bebek yang gegap gempita dalam kegemilangan dunia anak anak yang selalu takjub pada hamparan kolam renang.

Anehnya mereka tak mau menggunakan ban atau pelampung.
Mereka lebih suka saya yang ememgang tubuh mereka agar tidak tenggelam. Terkadang mereka minta dilepas.

“blep..blp..blelep…”
Ya! anak pertama saya, Mare, terkadang bangga atas jumlah air kolam yang masuk ke perutnya tanpa muntah. Ia berani. Sayang, renangnya belum betul juga. Bisa menyelam, tapi masih belum ingat juga cara mengambil nafas.

Lain halnya dengan anak kedua saya, Zia.
Ia lebih bangga dengan bibir keunguan, dan kuku serta jari jemari yang keriput kedinginan.
Diangkat tidak pernah mau. Diajak belajar renang betulan, malah teriak teriak. Jadilah ia hanya berkecipak kecipuk tidak jelas.

tapi kesemuanya itu:

GEmBIRa!!

sesuatu yang makin mahal saja harganya di ibukota.

Selamat malam teman. Bagaimana dengan Anda. Bergembira?
🙂

Sent from my iPad

Forum Digital


aku suka dunia digital. bisa jadi mirip gurauan anak anak twitter. semacam manusia analog yang terperangkap dalam dunia digital.

dengan digitalisasi seluruh ranah kehidupan, membuat hidup lebih mudah. begitu pun dengan semangat transparansi. keterbukaan membuat kita saling menjaga diri. berbuat yang terbaik dan terbiasa mendapat pujian atau saran dan kritik atas hasil kerja kita. enak bukan?

mau cari apapun, termasuk informasi, bisa secepat kilat didapat dari internet atau smartphone. juga bicara piranti. mana ada kamera pake film? hampir semuanya digital. bukan begitu?

nah,
soal digital ini ada yang begitu istimewa dari negeri kita. apalagi soal social media. facebook kita berada di urutan kedua. twitter ketiga. keren bukan.

semua sendi kehidupan bagi masyarakat perkotaan, juga kalangan menengah mengenal dengan pasti apa itu internet, google, fb, twitter, dan hal berbau online lainnya.

ngecek saldo di bank tinggal sms. mau beli tiket tinggal reservasi online. mau pesen buku tinggal daftar. semuanya dipermudah dengan keterhubungan kita lewat sarana internet dan piranti digital.

digitalisasi ini tentu saja mengubah perilaku kita. mengubah kebiasaan kita. dan tentunya akan mengubah budaya kita.

oleh karenanya, saking senengnya pada dunia ini, aku kemarin buat blog sekaligus media forum tempat berdiskusi soal media, digital dan semesta digital lainnya.
dari soal sejarah, jaringan, akses, ekonomi digital, seni dan konvergensinya, serta bahasa yang melingkupi budaya digital ini.

sebetunya sih gak orisinil. aku terinspirasi dari culturadigital -nya kementerian kebudayaan brazil, juga gigaompro.

tapi, ya gapapa lah. nagapain nunggu pemerintah untuk membuat dan mengumpulkan data dan suara warga sebagai dasar membuat kebijakan yang lebih baik.

perlu ada media yang secara agregat mengumpulkan itu semua. gak muluk lah. cuma pelan-pelan aku kumpulin. syukur-syukur ada yang mau ikutan di forum diskusinya.

kita bisa bicara masa depan jaringan pendidikan universitas yang full teknologi. peta jarinagn pita lebar, bicara wimax, teknologi LTE, televisi diital, bicara project seni yang terbantu dengan kemajuan digital, bicara startup dan pertumbuhan ekonomi kreatif dari sektor digital ini.

semoga sih berguna. doakan aja lah ya. namanya forumdigital.web.id alamatnya di sini http://forumdigital.web.id/

silakan cekidot, Gan!
🙂

Sent from my iPad

Karir88: tanpa hoki, karir hanyalah mimpi?


Berdasarkan hail survey atas tulisan di sini: https://kopidangdut.org/2011/04/20/artikel-lowongan-pekerjaan/ yang ditanggapi secara jernih dan konsekuen oleh pembaca sejumlah 567 suara, terutama oleh Sdr. Maula di sini: https://kopidangdut.org/2011/04/20/artikel-lowongan-pekerjaan/#comment-27931

Ya. saya juga suka agak bingung kalau blog makin campur aduk. Makanya perlahan-lahan soal lowongan pekerjaan akan saya alihkan, termasuk tips-tips terkait karir.

Nah, kebetulan pas ada rejeki, saya coba beli lagi akun domain baru dan sekaligus jasa webhostingnya. Belum jadi sih, tapi proses buatnya boleh juga kok disambangi, jika perlu sekalian kasih komentar dan jadi anggota ya?  GRATIS!  🙂

Domain ini akan saya khsuskan sebagai forum diskusi terkait karir. Bisa dimulai pembagiannya berdasarkan kronologi seseorang: misal: Fresh Graduate, Social Climber dan terakhir Self Esteem kali ya. Ya terserah juga sih mau kasih pembagiannya bagaimana.

Atau bisa juga bikin thread khusus terkait bidang karir yang teman-teman geluti, misal: Perbankan, IT, Oil company, PNS 🙂 atau terserah lah apa lainnya.

Rencananya sih seluruhnya pakai konsep Generated User Content, yang mana isinya dari kita oleh kita dan untuk kita. Ya, mirip kaskus gitu lah. Forum. Fora, malah. Fora artinya banyak forum. Jamak.

Ya, yang penting mah eksekusi dulu deh, soal konsep bisa bareng-bareng dikembangin berdasarkan masukkan dan perkembangannya.

Siiip lah.

Oiya, ini alamat forum dimaksud, termasuk seluruh informasi terkait kesempatan lowongan kerja akan saya limpahkan ke sana.

ini alamatnya:

karir88.com

Satu lagi, ada yang bisa atau jago desain grafis gak? bikin logonya karir88 sebagai proyek baru, lucu juga kan ya? 🙂

Investasi dan Asuransi Lewat Bank.


Aku suka kalau bank menulis misalnya seperti contoh di bawah ini, dengan jelas, untuk mengedukasi masyarakat bahwa produk investasi dan asuransi itu tidak dijamin oleh lembaga penjamin dan penuh risiko.

Ini contoh dislaimer yg tercantum pada situs bank of america. http://bankofamerica.com//

Investment and insurance products:

•Are Not FDIC Insured •Are Not Bank Guaranteed •May Lose Value •Are Not Deposits •Are Not Insured by Any Federal Government Agency •Are Not a Condition to Any Banking Service or Activity

© 2011 Bank of America Corporation. All rights reserved.

FDIC itu mirip LPS kalau di sini. Pengumuman model seperti ini penting untuk mengetahui secara pasti risiko yang dihadapi masyarakat.

Hanya tabungan dan deposito yang dijamin pemerintah, itu pun tidak seluruhnya, hanya jumlah tertentu dengan ketentuan pendapatan bungan tertentu pula. Batasan ini berubah-ubah, sesuai dengan ketentuan LPS.

Produk perbankan banyak, juga termasuk produk jasa perbankan yang seolah-olah adalah murni dari bank, yang sesungguhnya hanya lah program kerjasama dengan pihak ketiga. Misal “Bancasurance, Investasi dana pendidikan dan asuransi”.

Para pemilik dana, ada baiknya berhati hati. Jangan sampai, saat untung ada diem, saat buntung anda baru sibuk kesana kemari.  ke semua pihak.

Menabung itu baik. Jauh lebih baik lagi jika untuk investasi. Namun jangan lupa: hati-hati.

🙂