Iklan
 

Gayus, Wig dan Merapi

November 15, 2010

Adakah hubungannya antara tiga kata di atas? Saya tak tahu pasti. Namun yang jelas, ketiga kata tersebut sedang hangat-hangatnya diperbincangkan warga.

Gayus begitu menggoda. Ganteng sih nggak, tapi kalau dilihat dari jumlah duitnya yang masih belum jelas juga berapa jumlahnya, siapa yang tak penasaran. Gayus bikin ulah lagi. Semakin mempersulit posisi Ditjen Pajak. Apa kata dunia?

Ia jalan-jalan di saat masa tahanannya masih berlaku. di ranah twitter, ia dianggap sebagai “the nekat traveller”. Konyol sekaligus lucu. Keluar kandang tapi kok di tempat keramaian.
Entahlah apakah ini berhubungan dengan kehadiran Bakrie di pertandingan tenis di saat yang bersamaan.

Apalagi saat dia ketahuan menggunakan piranti mengelabui warga: Wig. Hihihi. Apa sih yang dpikirkan Gayus dengan sebuah wig. Seberapa hebatkah khasiatnya sehingga ia dengan percaya diri menikmati tenis (atau malah tidak menikmatinya?), dan berada di kerumunan massa.

Ulahnya yang membuat heboh ini tentu saja merepotkan. Bukan rahasia lagi bahwa masa tahanan memang masa yang penuh keragu-raguan. Dengan negosiasi dan angpau sejumlah tertentu orang boleh hilir mudik dengan lasan periksa kesehatan dan alasan lainnya. Tapi apa ya tidak terpikir bahwa Gayus adalah persona istimewa.

Gedung Pajak di manapun akan disebut sebagai gedungnya Gayus. Guyonan anak kecil gak lagi bicara harta karun untuk menunjukkan kepemilikkan uang yang cukup. “ih, Gayus lho..tumben dompet lo tebel, traktir dooong..”.

Wig bukan sesuatu yang menutupi wajah. Ia hanya penghilang ciri khas. Gayus dan orang-orangnya lupa, bahwa wajahnya sudah begitu melekat di hati warga. Ia fenomena. Anak pajak yang kaya raya. Hebat bukan?

Seketika itu juga kita lupa, bahwa masih saja ada warga yang berjuang demi masa depannya. Merapi masih menggelora. Masih mengeluarkan dahak dan sedikit batuk-batuk. Merapi kalah suara dari Mas berwig itu.

Bagaimana pun juga, inilah Indonesia. Penuh cerita romantika. Bahkan yang tak mungkin ada di negeri lainnya. Indonesia, tanah pusaka. Namun juga penuh cerita ria jenaka.

Iklan

Presiden Indonesia 2009?Ane Kayaknya Tahu Siapa Dia…

Juli 26, 2008

Strategi menjadi Orang Nomor Satu

Barack Obama, belum menjadi Presiden pun sudah menjadi idola. Caranya berburu dana kampanye, popularitas yang dijual lewat media konvensional dan media maya, pribadinya yang dijual rapi dan menarik perhatian semua warga Amerika, latar-belakangnya yang bersentuhan dengan Indonesia, seakan-akan Barack Obama adalah bagian dari kita.

Kita sedikit lupa. Ia belum jadi “siapa-siapa”yang kita nantikan. Amerika masih milik Bush, belum Obama. Baru di bulan November nanti kita akan menyaksikan apakah Obama memang benar-benar digdaya dan membawa angin perubahan bagai Amerika, dan dunia.

Tapi kita tentu saja kagum pada ia. Seorang senator yang mengumumkan tidak akan memakai dana publik untuk kampanye Presiden, dan ia memilih menggalang dana lewat dunia maya. Dan ternyata berhasil!

SENJATA RAHASIA

Adalah Blue State Digital, senjata rahasia Obama. Hanya dengan biaya jasa konsultasi dan pelayanan lainnya sebesar 1,1 juta US dollar, Obama mampu menggalang dana sebesar $200 juta lewat online, 2 juta dukungan lewat telepon dan ada 850.000 pengunjung setiap harinya yang mengeklik situs barackobama.com serta 50.000 kali acara kampanye Obama digelar [berita dilansir oleh BusinessWeek 16 Juli 2008]. Dan yang terpenting, ia mengalahkan istri mantan Presiden, Hillary Clinton yang kalah dan meninggalkan banyak hutang untuk dana kampanye yang dihabiskan.

Coba bandingkan Blue State Digital ini dengan Fox Indonesia, yang menghantarkan Soetrisno Bachir [SB] hadir di mana-mana, dalam berbagai kesempatan dan media. Sebulan, ongkos yang dikeluarkan sebesar 40 milyar rupiah. Alamak..! Baca entri selengkapnya »