Iklan
 

Garuda Indonesia dan The Trans Resort Seminyak

Juni 23, 2016

Dua-duanya ndak bagus di tanggal 23 – 24 Juni 2016.
GA413 DPS-JKT yang jam 08.35 PM harusnya berangkat malah sampai jam 23.00 ndak jelas.
The Trans lenah di transportasi. Mau pesan uber ditawari taksi blue bird. Pas angguk mau, eh ditawari transportasi hotel sekali jalan 200 rebu.

Agahhahah. Yak kale.

Iklan

Gayus, Wig dan Merapi

November 15, 2010

Adakah hubungannya antara tiga kata di atas? Saya tak tahu pasti. Namun yang jelas, ketiga kata tersebut sedang hangat-hangatnya diperbincangkan warga.

Gayus begitu menggoda. Ganteng sih nggak, tapi kalau dilihat dari jumlah duitnya yang masih belum jelas juga berapa jumlahnya, siapa yang tak penasaran. Gayus bikin ulah lagi. Semakin mempersulit posisi Ditjen Pajak. Apa kata dunia?

Ia jalan-jalan di saat masa tahanannya masih berlaku. di ranah twitter, ia dianggap sebagai “the nekat traveller”. Konyol sekaligus lucu. Keluar kandang tapi kok di tempat keramaian.
Entahlah apakah ini berhubungan dengan kehadiran Bakrie di pertandingan tenis di saat yang bersamaan.

Apalagi saat dia ketahuan menggunakan piranti mengelabui warga: Wig. Hihihi. Apa sih yang dpikirkan Gayus dengan sebuah wig. Seberapa hebatkah khasiatnya sehingga ia dengan percaya diri menikmati tenis (atau malah tidak menikmatinya?), dan berada di kerumunan massa.

Ulahnya yang membuat heboh ini tentu saja merepotkan. Bukan rahasia lagi bahwa masa tahanan memang masa yang penuh keragu-raguan. Dengan negosiasi dan angpau sejumlah tertentu orang boleh hilir mudik dengan lasan periksa kesehatan dan alasan lainnya. Tapi apa ya tidak terpikir bahwa Gayus adalah persona istimewa.

Gedung Pajak di manapun akan disebut sebagai gedungnya Gayus. Guyonan anak kecil gak lagi bicara harta karun untuk menunjukkan kepemilikkan uang yang cukup. “ih, Gayus lho..tumben dompet lo tebel, traktir dooong..”.

Wig bukan sesuatu yang menutupi wajah. Ia hanya penghilang ciri khas. Gayus dan orang-orangnya lupa, bahwa wajahnya sudah begitu melekat di hati warga. Ia fenomena. Anak pajak yang kaya raya. Hebat bukan?

Seketika itu juga kita lupa, bahwa masih saja ada warga yang berjuang demi masa depannya. Merapi masih menggelora. Masih mengeluarkan dahak dan sedikit batuk-batuk. Merapi kalah suara dari Mas berwig itu.

Bagaimana pun juga, inilah Indonesia. Penuh cerita romantika. Bahkan yang tak mungkin ada di negeri lainnya. Indonesia, tanah pusaka. Namun juga penuh cerita ria jenaka.