Iklan
 

Bertahan

Juni 19, 2016

Ndak sengaja baca kolom komentar dalam beberapa postingan jadul di blog ini. lalu klik beberapa narablog yang tahun 2007-2009 masih getol menulis. Bahkan ada yang masih menulis hingga 2014. Sisanya: selesai.

Hanya sebagian saja yang masih seperi Anjar Priandoyo. Rampok, bahkan menjelma menjadi dailysocial.id.

Blog tergerus oleh media sosial. Bukan soal pembacanya, namun terutama juga penulisnya. Lebih menyukai layanan instan dan langsung mendapat respon.

Ndakpapa.

Iklan

Seberapa besarkah pengaruh blog?

Mei 28, 2014

Jika ditanya apa yang menyenangkan dengan dunia maya? saya tidak akan menjawab perihal media sosial seperti path, twitter atau facebook. Saya lebih menyukai blog. Dunia blogging adalah dunia yang menyenangkan bagi saya. Blog bagi saya dapat menjadi tempat curhat, berbagi dan memperkenalkan diri. Bahkan saya tidak menyadari kekuatan blog sedemikian besar ketika junior saya di kantor lebih mengenal blog saya dibandingkan mengenal sosok saya secara pribadi. 

Persepsi yang ditampilkan, atau konten isi blog ternyata lebih membekas daripada sekadar portal berita atau forum diskusi karena lebih menampilkan sosok narablog. Tentu saja ini semacam pedang bermata dua. Baik buruk. Lucu Menakutkan. Informatif atau ala kadarnya dan menghabiskan waktu.

Dunia anak muda, remaja atau boleh dikatakan bukan kategorisasi usia melainkan faktor ekonomi: kelas menengah, akan didominasi dunia maya. dunia daring. bangun tidur nge-path. komunikasi dengan teman melalui whatsapp. diskusi dengan atasan di bbm group. mendapatkan info terkini dari twitter. undangan reuni melalui facebook. semuanya tak lepas soal gadget, koneksi, alat telekomunikasi.

Blog bagi saya agak berbeda. Dia butuh perhatian lebih dan butuh kesabaran. Curhat-nya pun relatif lebih panjang. Interkasi komentar tidak terlalu intens namun yang diutamakan adalah berbagi informasi dengan lebih rinci. Lucunya nge-blog jadi seperti ritual purba. Agak kuno, kaku dan tidak populer di kalangan anak usia SMA dan Mahasiswa saat ini.

Ketika beberapa hal saya masukkan sebagai materi blog, misalnya soal penerimaan pegawai Bank Indonesia dimana saya bekerja, rupanya informasi ini menjadi sebuah sumber informasi yang cukup dijadikan pegangan. Saya tidak terlalu menyadari itu hingga tiba saatnya ketika junior berkata: “oh, ini mas yang itu”.

JENG JENG.

Maka ngeblog sejatinya sebuah kegiatan yang menyenangkan. Kita bisa saja menggunakan peluang anonimitas. Tapi apakah akan selamanya. Seberapa besar nilai validitas informasi dari seorang anonim di era keterbukaan informasi? Ngeblog juga bisa menjadi jalan tengah dari kesibukkan kegiatan rutin kantor dan keinginan untuk menyampaikan buah pikiran yang tiba-tiba terlintas. Memang ada twitter yang lebih singkat. tapi ngeblog, tetap lebih asyik.

apakah anda masih memelihar blog anda?


ngeblog

Februari 9, 2012

kemarin saya bertemu dengan banyak kawan lama. sembari sarapan, kami berbincang-bincang soal remeh temeh, dan salah satunya adalah perihal ngeblog.

blogging. ngeblog.

apakah remeh?

bagi sebagian menganggapnya begitu, termasuk saya. ngeblog bukan urusan yang penting dan perlu didahulukan. ia dilakukan saat tak ada pekerjaan lain.

dahulu anjar priandoyo, adik kelas smp  rutin ngeblog.  sekarang? silakan saja tengok blognya disini. Juga oktavianus sinaga yang baru pulang dari sekolahnya di seattle sana. ia malah mengubah setting blog-nya menjadi private. hanya yang ia invite yang dapat membaca blognya. 🙂

sepertinya pandangan sebagian orang ini salah, termasuk saya, bahwa ngeblog itu tidak penting. ini dikatakan istri saya. ngeblog ini penting, karena ia sudah dapat menghasilkan uang dari blognya tersebut.  hahaha.

padahal karena blognya jualan. bukan blog tulisan, tapi blog komersil!

🙂


Blogger Sahabat Museum

November 30, 2008

                       

Olim miminise iubavit – selalu menyenangkan mengenang hal-hal yang telah lewat.

 

Maka ketika kantor saya melaksanakan kenduri dan diskusi bertempat di Museum Bank Indonesia –Jakarta Kota, pribahasa latin tersebut terasa sangat tepat.

 

Unik memang, ketika diskusi dengan judul “Pemanfaatan Media Online sebagai Sarana Pembelajaran dengan Kemasan Marketing Online” dengan banyak nuansa kekinian-bahkan masa depan, dikupas dan didiskusikan dalam salah satu ruangan dalam museum. Seakan-akan menandakan kerelaan “masa lalu” untuk menyambut “masa depan”.

 

Diskusi ini dihadiri oleh Ninok Leksono, redaktur senior Kompas, Ibu Amalia E. Maulana, Senior Research & Integrated Marketing Communication Consultant, dan Enda Nasution. Baca entri selengkapnya »