Iklan
 

BlagBligBlugBlegBlog

Desember 11, 2008

Boleh ndak sih kalau kita ngeblog itu tujuannya buat pamer kepintaran kita merangkai kata? Biar masyarakat luas ngerti dan kenal bahwasanya bukan cuma Goenawan Mohamad, Bondan Winarno, Seno Gumira Adjidarma atau Mahbub Junaedi yang jago bikin essay , tapi juga “saya”. Atau setidaknya orang menyadari bahwa GM sudah punya calon penerus.

 

Eitss, bukan saja boleh dikatakan pandai merangkai kata, malah hendak disebut intelektuil sekaligus filsuf. Juga dapat bonus berniat menjadi orang yang tulisannya “berpengaruh” dan dapat “menggerakkan” pembaca. Pokoknya dasyat lah..! Boleh gak sih..?

 

Boleh-boleh saja khan? Toh siapa sih yang tahu apa motif kita repot-repot menulis, bayar sewa akses, menunggu komentar, hingga berharap syukur-syukur ditautkan dalam tulisan blogger lainnya.

 

Atau justru kita adalah pengidap altruisme akut. Pro bono. Non profit. Cuma berbagi. Titik. Bukan mau cari iklan, SEO, statistik sampai efek keartisan. Jiwanya separuh malaikat-setengah lagi nabi. 

 

Ah, saya ndak seperti itu. Saya tergolong orang seperti yang saya paparkan di awal itu kali ya? Suka bicara banyak, bahas ini-itu, pamer analisis A-B sampai Z, sok penyair hingga pengamat politik gadungan. Jangan-jangan itu hanyalah salah satu penyaluran dari sifat latah saya yang sudah terjangkiti penyakit “ingin terkenal-ingin dikenal”.

 

Sama halnya seperti artis film, seperti pejabat negara, atau seperti pelawak.

😛

 

Sampai pajang foto, tulis profil, hingga pengalaman potong kuku pun disampaikan, kejadian kepleset di kamar mandi diceritakan, lobang telinga gatel pun merasa penting diketahui banyak orang.

 

Atau malah menjadi hamba statistik, yang mendompleng isu paling hot dan banyak diperbincangkan orang. Ada kasus artis si A sedang bermasalah, maka dipostinglah urusan itu. Ada cerita mengenai perhelatan akbar yang bikin banyak korban jiwa dan sudah disampaikan harian berita nasional  sehingga bikin heboh masyarakat luas, pun ditulis untuk meningkatkan jumlah pengunjung.

 

Blog menjadi arena pacuan kuda. Persis kaya pembagian rapor jaman dulu. Siapa yang peringkat pertama. Siapa yang menjadi murid tauladan. Siapa yang selalu mendapat juara.

 

Toh blog memang masih merupakan “barang relatif baru” yang ujudnya masih terus dibentuk, dan belum ketahuan, pada akhirnya akan “lebih kuat” untuk menjadi apa bagi siapa dan bagaimana bisa?

 

Mumpung blog masih jadi barang “serba bisa”, maka saya sangat senang memperlakukannya dengan semena-mena., tergantung pada  mood berdasarkan tanggal: Tua atau Muda…

 

😛

 

>>> Nah, kalau anda, para blogger, apa sih yang ingin anda capai dari blog anda?

images

Iklan

Blogger Sahabat Museum

November 30, 2008

                       

Olim miminise iubavit – selalu menyenangkan mengenang hal-hal yang telah lewat.

 

Maka ketika kantor saya melaksanakan kenduri dan diskusi bertempat di Museum Bank Indonesia –Jakarta Kota, pribahasa latin tersebut terasa sangat tepat.

 

Unik memang, ketika diskusi dengan judul “Pemanfaatan Media Online sebagai Sarana Pembelajaran dengan Kemasan Marketing Online” dengan banyak nuansa kekinian-bahkan masa depan, dikupas dan didiskusikan dalam salah satu ruangan dalam museum. Seakan-akan menandakan kerelaan “masa lalu” untuk menyambut “masa depan”.

 

Diskusi ini dihadiri oleh Ninok Leksono, redaktur senior Kompas, Ibu Amalia E. Maulana, Senior Research & Integrated Marketing Communication Consultant, dan Enda Nasution. Baca entri selengkapnya »