Emosi

Desember 26, 2009

"emosi?"

AngRy

Apa sih yang lebih hebat dari emosi manusia, tentu saja selain urusan ketuhanan lho ya?

Mesin bisa diatur setelannya. Rumah bisa dirancang mau jadi apa. Tapi emosi manusia, siapa yang bisa atur?

Bahkan dirinya sendiri pun mati-matian menjaga emosi.

Ane ga ngerti juga apakah emosi disini sama dengan nafsu, plus alam pikiran, plus sikap batin, plus suara hati nurani. Tapi yang jelas emosi yang maksud adalah output/ keluaran yang ada dan mempengaruhi pola pikir, pola bicara, pola tindak dan suasana hati kita.

Bisa jadi seorang bos merasa disegani dengan nurutnya seluruh karyawan saat diperintah. Tapi ia tak tahu kalau 90% karyawannya menyimpan dendam kesumat pada bosnya yang begitu otoriter dan tak pernah mendengar. Lama-kelamaan, karyawan akan melakukan hal-hal yang sejatinya merugikan bosnya. Dari memperlama pekerjaan, mengerjakan tugas asal-asalan, berangkat telat dan pulang “tenggo”, dan masih banyak lagi kelakuan anak buah yang sejatinya adalah bentuk dari perlawanan (diam-diam).

Sikap batin sulit diarahkan. Bahkan diciptakan.

Banyak pencipta robot dan rekayasa mesin apapun yang dapat mengerjakan perintah sesuai “task” yang diminta. Tapi belum ada satu pun engine yang mampu menanamkan emosi pada mesin dan robot secara mandiri. Yang ada hanyalah emosi yang ditanamkan sesuai program. Bisa saja unpredictable, namun sesungguhnya hanyalah hasil randomisasi/ pengacakan dari berbagai “if” yang telah dipersiapakan oleh pencipta.

Apakah emosi sama dengan mood? Baca entri selengkapnya »