Iklan
 

Inul dan Gus Dur

Januari 1, 2010

Entah kenapa, setiap inget Gus Dur, otomatis ane inget sama si goyang ngebor, Inul.

Dua-duanya lucu. Gus Dur lucu karena kepinterannya, dan Inul lucu karena kepolosannya. Dua-duanya dari Jawa Timur. Dua-duanya dekat dengan masyarakat “bawah” seperti ane. Makanya, waktu Gus Dur diberitakan telah kembali, ane merasa merugi.

tebak siapa dia?

inul-ku

Gus Dur itu kocak. Bikin terhibur. Semua hal adalah banyolan. Justru itu ane demen banget dah! Sudut pandang yang indonesia banget. Love melulu. Mangan-ora mangan sing penting haha-hihi.

Setiap orang pasti punya kesan sendiri-sendiri tentang beliau.

Begitu pun dengan Inul. Entah mengapa ia sekarang jarang muncul. Kisah nyata bagaimana puan polos yang menarik hasrat sebagian pria saat berlenggak-lenggok menghibur kita semua.

Saya yakin ia bukan mengutamakan liukan tubuh. Tapi semangat dan enerjiknya yang begitu serta-merta. Mantap! Bukan syahwat yang ane dapat, tapi sekadar hiburan semata. Sungguh. 😀

Gus Dur dan Inul adalah fenomena. Mereka Indonesia banget, tak didapat dan ditemukan di negeri lain. Sama halnya seperti Waljinah, atau Sudjiwo Tedjo. Mereka begitu khas. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Presiden Indonesia 2009?Ane Kayaknya Tahu Siapa Dia…

Juli 26, 2008

Strategi menjadi Orang Nomor Satu

Barack Obama, belum menjadi Presiden pun sudah menjadi idola. Caranya berburu dana kampanye, popularitas yang dijual lewat media konvensional dan media maya, pribadinya yang dijual rapi dan menarik perhatian semua warga Amerika, latar-belakangnya yang bersentuhan dengan Indonesia, seakan-akan Barack Obama adalah bagian dari kita.

Kita sedikit lupa. Ia belum jadi “siapa-siapa”yang kita nantikan. Amerika masih milik Bush, belum Obama. Baru di bulan November nanti kita akan menyaksikan apakah Obama memang benar-benar digdaya dan membawa angin perubahan bagai Amerika, dan dunia.

Tapi kita tentu saja kagum pada ia. Seorang senator yang mengumumkan tidak akan memakai dana publik untuk kampanye Presiden, dan ia memilih menggalang dana lewat dunia maya. Dan ternyata berhasil!

SENJATA RAHASIA

Adalah Blue State Digital, senjata rahasia Obama. Hanya dengan biaya jasa konsultasi dan pelayanan lainnya sebesar 1,1 juta US dollar, Obama mampu menggalang dana sebesar $200 juta lewat online, 2 juta dukungan lewat telepon dan ada 850.000 pengunjung setiap harinya yang mengeklik situs barackobama.com serta 50.000 kali acara kampanye Obama digelar [berita dilansir oleh BusinessWeek 16 Juli 2008]. Dan yang terpenting, ia mengalahkan istri mantan Presiden, Hillary Clinton yang kalah dan meninggalkan banyak hutang untuk dana kampanye yang dihabiskan.

Coba bandingkan Blue State Digital ini dengan Fox Indonesia, yang menghantarkan Soetrisno Bachir [SB] hadir di mana-mana, dalam berbagai kesempatan dan media. Sebulan, ongkos yang dikeluarkan sebesar 40 milyar rupiah. Alamak..! Baca entri selengkapnya »


Ihwal Kantuk dan Lelap

Mei 26, 2008

Ketika Kumbakarna akhirnya memutuskan tetap membela Alengka, maka itu adalah perwujudan kebangkitannya dalam menunjukkan rasa patriotisme dan cinta cinta tanah airnya.

 

Namun, yang perlu dicatat adalah kebangkitannya pun bermakna lahiriah, karena sebelum berperang melawan Rama dan pasukan bedhesnya, Bung Kumba memang sedang tertidur lelap dan lelapnya hingga berbulan-bulan.

 

Utusan Rahwana membangunkan Kumbakarna dengan menggiring gajah agar menginjak-injak badannya serta menusuk badannya dengan tombak, kemudian saat mata Kumbakarna mulai terbuka, utusannya segera mendekatkan makanan ke hidung Kumbakarna. Setelah menyantap makanan yang dihidangkan, Kumbakarna benar-benar terbangun dari tidurnya. 

 

Setelah bangun, Kumbakarna menghadap Rahwana. Ia mencoba menasihati Rahwana agar mengembalikan Sita dan menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan kakaknya itu adalah salah. Rahwana sedih mendengar nasihat tersebut sehingga membuat Kumbakarna tersentuh. Tanpa sikap bermusuhan dengan Rama, Kumbakarna maju ke medan perang untuk menunaikan kewajiban sebagai pembela negara.

 

Dalam petikan wiracarita tersebut  termaktub bahwasanya sehabis tidur panjang, Bung Kumba, menasehati Rahwana tentang perlunya segera menyerahkan Dewi Sinta. Biar sumber masalah selesai. Tak ada perang. Tak ada yang terluka. Mungkin, ia pun tak perlu repot-repot memeras keringat untuk maju ke medan laga dan meneruskan tidurnya.

 

Tidur. Kantuk. Mengantuk. Kebutuhan lahiriah dan perwujudan betapa lemahnya makhluk Tuhan. Apakah ada yang sanggup tak tidur selama berminggu-minggu, Bung?

Baca entri selengkapnya »