Iklan
 

Berani Kopidangdut

Juli 4, 2011

Jadilah pemberani.

Berani tidak ada batasnya seperti kejujuran. Karena jalan lurus takkan berujung. Berani dan jujur butuh energi sangat tinggi.

Jadilah penjilat.

Jadi penjilat itu enak, membual sedikit, rendahkan diri dan buat senang orang lain, maka kamu layak mendapat apa yang kamu inginkan. Mirip kamu ngambil jalan pintas saat berkendara. Saat selamat kamu merasa benar, padahal kamu melanggar peraturan dan menyebabkan banyak pengendara lain kerepotan. JIka kamu mau jadi penjilat silakan. Toh kesuksesan, kegagalan, semua ada di pundak kamu. Tuhan akan membiarkan. Kecuali kamu disyanag, belum apa-apa sudah ditegur dengan berbagai cobaan.

Jadilah orang jujur.

Honesty is the best solution.

Jika kamu sudah mentok, maka ambil jalan kejujuran saja. Dimarahi ya enggak papa. itu memang risiko yang akhirnya ditanggung. Tapi hati kamu tetap semulia intan. Kamu akan selamat secara batin. Kamu orang merdeka sesuai dengan cita-cita Bapak Bangsa.

Jangan malu dengan kenyataan. Jadilah manusia apa adanya. Jika kamu bercita-cita jadi dewa ya silakan. Bicara yang mengawang-awang. Bicara mengenai hal-hal mulia tanpa kerja nyata.

Berani. Berani dan berani.

Hidup sekali, lalu mati.

Jadi suami harus berani. Jadi lelaki harus berani. Jadi karyawan harus berani. Jadi buruh harus berani. Jadi bos apalagi. Jadi pemimpin apalagi.

Khusus bagi kamu yang merasa memimpin sesuatu, apalagi sebuah negeri yang seharusnya gemah ripah loh jinawi cuma ada satu kalimat:

“Berani atau banci”..

Iklan

Pelatihan Kopidangdut

Juli 4, 2011

Jika kamu karyawan perusahaan, maka biasanya secara periodik kamu akan diminta untuk mengikuti pelatihan. Betul?

Lucunya, pelatihan biasanya diikuti oleh karyawan yang jarang bekerja, spesialisasi pelatihan, banyak waktu luang dan itu-itu saja. Betul?

Bagi karyawan yang hobi kerja, pelatihan sulit dilakukan mengingat pekerjaan rutin yang terus bergiliran duduk manis menunggu antrian. Maka, jatuhnya pelatihan itu pada karyawan santai yang memang waktu senggangnya itu melebihi waktu kerjanya. Betul?

__

Padahal pelatihan bagi perusahaan yang bagus, akan masuk dalam KPI. Biasanya sih masuk dalam kolom continuous learing, termasuk di dalamnya coaching and counseling, juga training.

Misalnya saya, sebagai pengawas atau auditor. maka waktu yang tersita banyak dilakukan di “lapangan”. Mirip wartawan, bekerja sebagai reporter akan banyak dihabiskan mencari sumber berita primer atau narasumber. Nah, sebagai auditor, bagaimana mungkin diminta pelatihan yang panjangnya 2 minggu, lokasi dalam kota dan di saat jam kerja. Mimpi kali yeee?

Anehnya, SDM akan cuek beibeh. Mereka pun dikejar target KPI dalam pemenuhan pelaksanaan KPI-nya sendiri untuk memberikan pelatihan kepada masing-masing karyawan.

Idealnya SDM mendata dan menelaah, adanya kesenjangan kompetensi dan beban tugas jabatan. Jika masih banyak hal yang kurang pada diri karyawan, mbok yao itu karyawan diberi pelatihan dan pemenuhan kompetensi. Terserah bentuknya, bisa kursus singkat, program magang, ikut seminar, pelatihan terpusat, dan lain-lainnya.

Namun kenyataannya terkadang gap atau kesenjangan kompetensi memang didata dan ditelaah, sayangnya pada saat gilirannya, program pelatihan yang cocok bagi karyawan tersebut tidak terlaksana karena si karyawan tidak dapat meninggalkan pekerjaan rutin sehari-hari.

Akhirnya, karyawan yang sedang main soliter, sibuk bbm, haha hihi ngetwit, yang bakalan ketiban duren runtuh untuk berangkat pelatihan. Karyawan rajin? kerja mulu…

Betul?