Iklan
 

SBY itu Seperti Fernando Torres, JK itu Sama Seperti Raul Gonzales

Maret 1, 2009

torres-kb3Susilo Bambang Yudhoyono

Cuy…
Ente pada suka nongton sepak bola kan? Pastinya kenal donk ye ama Fernando Torres, Raul Gonzales, Beckham, Ronaldo atau Anelka..

Mereka pinter banget giring bola, ada juga yang jago ngumpan, ada yang jago cetak gol, tapi juga jangan lupa, mereka pun tak segan-segan menjegal kaki lawan. Gedebruk..klontang-klontang..!

Ente pastinya juga paham di mana mereka bermain. Entah di Liverpool, Madrid, Inter, Milan, MU, Chelsea, atau Arsenal.

Nah, ente juga mestinya paham, mereka punya pelatih di klub masing-masing. Ada Benitez, ada Maurinho, ada si Wenger, dan lainnya. Terkadang pelatih terlihat elegan, pandai membuat strategi namun juga seringkali terlihat arogan.

Mereka membela klub mati-matian. Sikap professional. Biar bisa ngangkat pila kejuaraan, biar ndak dipecat dan biar bisa (tetep) jadi jutawan.

“Lah hubungannya sama SBY dan JK apaan, Boy..?”

Sabar…

Ente juga tentunya suka nongton sampe pagi pan? Begadang, ditemenin kacang, kopi, kemulan sarung, atau bagi yang berduit tentu saja lebih maknyuss kalau dibarengi taruhan duit. Persis kaya kelakuan Herjunot Ali di film “Gara-gara Bola”.

Penggila bola bisa jadi termotivasi kalau timnya menang, atau setidaknya pemain idolanya mencetak gol. Syukur=-syukur malah dapet menag taruhan. Cihuy abizzzz..!

Tapi apakah kita setelahnya terus merasa seneng? Toh esok harinya, paling banter jadi obrolan pagi (hingga berbusa-busa dan beraoma jigong!) dengan teman sekantor, rekan kerja, teman kuliah atau bahan obrolan dengan calon mertua.

Seminggu kemudian?
Sudah lupa…

Begitu pun politik. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Andaikan SBY jadi Presiden Lagi..

Oktober 12, 2008

 

Presiden SBY

Presiden SBY

Sore tadi saat menyaksikan Seputar Indonesia, beberapa lembaga survey politik menyatakan bahwa popularitas SBY untuk memimpin negeri ini masih besar. Antara 35-39 % rakyat masih menyukai dirinya untuk menjadi Presiden RI. Di urutan kedua adalah Megawati. Popularitasnya antara 20-28%. Di urutan selanjutnya tertera Wiranto, Gus Dur dan Prabowo.

 

Oke lah, bila keadaan ini terus berlanjut di saat Pemilu, apalagi bila SBY mengambil kebijakan popular seperti menurunkan harga BBM yang memang sudah semestinya, dan ia terpilih lagi, maka tentunya SBY harus lebih banyak mendengar dan melaksanakan apa yang sudah menjadi amanat baginya.

 

Plus Minus SBY

Saya kutip dari tulisan Wimar.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah orang baik. Modal aslinya bagus. Tapi begitu dia menjadi tokoh besar, malah menjadi pejabat tertinggi di Indonesia, struktur modalnya menjadi tidak jelas. Kelihatannya beliau merasa berhutang pada pihak-pihak yang mendukung beliau, lepas dari baik buruknya pihak pendukung itu. Bahkan pendukung asli SBY yang sejalan dengan pikiran asli beliau banyak yang tergeser Padahal modal SBY terbesar adalah mandat kuat dari hasil Pemilihan Presiden 2004, yang membuat SBY menjadi orang yang meraih suara langsung terbanyak dalam sejarah dunia. Dengan jumlah suara jauh diatas semua saingannya dalam Pemilihan Presiden 2004, SBY tidak perlu terpengaruh oleh orang yang mendompleng pada kekuasaannya, apakah itu politisi, pejabat kabinet atau orang bisnis, apalagi orang yang merangkap ketiganya itu.

Dinilai secara obyektif, SBY punya banyak plus dalam dirinya. Karena itu dia bisa punya karir yang cukup baik dan reputasi positif. Tapi sejak menjadi Presiden, plus beliau tidak bertambah, malah minus jadi banyak. Yang paling mengecewakan adalah kelemahan beliau dalam mengambil keputusan. Kemudian kalaupun mengambil keputusan, seringkali keputusannya salah. Baca entri selengkapnya »


Pak Menteri Itu Caleg atau Pembantu SBY?

Oktober 7, 2008

 

Tukul aja deh yang jadi menteri...

Tukul aja deh yang jadi menteri...

 

Pak Menteri yang terhormat, ane mau tanya kalau bapak punya PRT di rumah, belum pernah mengajukan resign, makan gaji dari Bapak, lalu meminjam laptop milik anak bapak, pinjam sepeda motor milik anak bungsu Bapak, pinjam mobil milik istri bapak untuk kepentingannya buka usaha warteg di samping rumah, termasuk meminjam nama bapak untuk mencari modal, wara-wiri, bolak sana-bolak sini, dan akhirnya modal tersebut terkumpul dengan nama bapak sebagai peminjamnya, apa yang Bapak akan lakukan ?

 

Lalu Bilamana pembantu itu adalah Bapak Menteri sendiri, apa tanggapan Bapak?

Rupanya benar…Pembantu-pembantu itu adalah:

  • Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Bali nomor urut 1,
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Kalimantan Selatan nomor urut 1.
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi caleg Partai Demokrat daerah pemilihan Papua nomor urut 1,
  • Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Lukman Edy caleg PKB daerah pemilihan Riau nomor urut 1.
  • Sedangkan Menteri Pemuda dan Olah Raga Adhyaksa Dault caleg PKS daerah pemilihan Sulawesi Tengah nomor urut 1, dan
  • Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Suryadharma Ali caleg PPP daerah pemilihan Jawa Barat II nomor urut 1. Baca entri selengkapnya »

Bolehkan Prajurit TNI Nyoblos Saat Pemilu..?

Juli 29, 2008

Logika itu terkadang dibolak-balik dan terkesan “betul”.

Kalau memang TNI adalah netral, maka memang sudah seharusnya TNI tidak memihak pada salah satu parpol, capres dalam pemilu legislatif maupun pemilu pemilihan presiden tahun 2009 nanti.

Namun, TNI itu tentu saja terdiri dari prajurit-prajurit tangguh dengan level kepangkatan yang berbeda-beda. Mereka tentu saja [seharusnya punya hak berpolitik], punya pilihan sendiri.

Sebagai konsekuensi dihapusnya dwi-fungsi TNI, dan pemisahan antara TNI dan Polri, harus diimbangi dengan pemenuhan kembali HAK SUARA bagi seluruh prajurit TNI. Karena mereka adalah juga warga negara Indonesia. Baca entri selengkapnya »