Iklan
 

Calon Kabinet Blackmagic

Juli 13, 2009

barack-obama-blackberry2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Apa perbedaan antara Barack Obama dibandingkan salah satu pemimpin kita?” Baca entri selengkapnya »

Iklan

Golput Terancam Haram

Desember 13, 2008

 

pks

Terkadang, kita bicara lantang kepada orang lain, sejatinya adalah penegasan untuk diri sendiri belaka. Itulah yang terjadi pada PKS, Partai Keailan Sejahtera.

Partai Keadilan jaman tahun 1999 gak banyak dapet suara, sehingga karena ada aturan threshold minimum kalau gak salah 2,5 persen yang mana partai tersebut ndak boleh ikut Pemilu selanjjutnya (tahun 2004).

Mungkin karena waktu itu saya milih PUDI, Partai Uni Demokrasi Indonesia yang digagas oleh Sri Bintang Pamungkas.

😛

Lalu, karena mereka masih berniat (suci) ingin ikut memperbaiki “system” lewat dalam, maka mereka puter otak di tahun 2004 untuk ikut Pemilu dengan cara mendirikan partai baru (yang sebenernya lama), dengan menambah embel-embel “Sejahtera”.

Sehingga namanya menjadi: Partai Keadilan Sejahtera.

Biar semakin “eye catching”, diberi pulasan warna “golkar” sebagai latar beakang bendera partai. Ya. Bukankah kuning masih identik dengan Golongan Karya?

Ah, ndak tentu kok ya. Kuning pada bendera partai mereka lebih menunjukkan kemakmurannya. Kesejahteraannya. Tidak lagi sekadar adil dan tidak adil. Hitam dan putih.

Tak dinyana! Tahun 2004 adalah momentum yang sangat berarti bagi partai ini. Suara terkumpul banyak dan masuk jajaran partai yang “sangat” diperhitungkan karena “citra bersih-nya dan anti KKN..”. Padahal saya waktu itu Golput.

😛

Wakil mereka di DPR jadi banyak.hingga 45 anggota DPR-RI. Jumlah ini adalah jumlah terbesar ketujuh. Hanya satu tingkat di bawah PKB. Bahkan mantan Ketua Partai, Hidayat Nur Wahid berhasil menjadi Ketua MPR-RI.  Bung Anis pun menjadi penggerak Fraksi.

Bagi sebagian kalangan, merubah system ketatanegaraan dan kehidupan politik yang selanjutnya membangun neger, lewat “dalam”, dengan ikut dalam system adalah manjur. Hal ini berbeda dengan Hizbut Tahrir yang tetap kokoh menjadi oposan tanpa bermain. Sealalu berada di luar system.

Lalu, masyarakat mulai (makin) percaya dan yakin akan partai yang didominasi anak muda ini. Pergerakaan awal mereka dari kampus-ke kampus membuahkan hasil. Pilkada pun mereka kuasai. Buktinya? Jawa Barat dipimpin oleh Gubernur dari PKS. Juga daerah Sumatera Utara.

MULAI NYELENEH…

Tapi entah mengapa tiba-tiba PKS membuat ulah. Menarik perhatian dengan cara instant. Bikin iklan heboh dengan menyertakan Suharto, mantan Presiden RI yang masih saja menjadi “senjata politik” bagi semua kalangan, sebagai kandidat yang disebut Pahlawan.

Masyarakat kaget. Namun ada yang biasa-biasa saja menanggapinya.

Justru yang lebih seru justru reaksi dari kalangan “dalam” partai. Selain kecewa dengan anggota partai yang dianggap mulai “kurang amanah” saat menjalankan posisinya sebagai anggota dewan, yang desas-desusnya memiliki mobil impor sekelas Bentley, padahal kader partai masih banyak yang hidup dengan serba kekurangan, kemunculan strategi baru untuk menggandeng pemilih suara mengambang, dengan lebih berusaha inklusif, menjadi bias dan membingungkan.

Mereka menilai, PKS mulai nyeleneh dan hanya memikirkan kekuasaan. Bahkan gosip miringnya, PKS terbelah menjadi 2 kubu: Faksi Keadilan dengan gaya lama dan konservatif dengan tetap menjalankan prinsip Islam, dan Faksi Kesejahteraan yang mengusung gaya moderat, baru, yang berusaha merangkul massa dan merubah wajah PKS menjadi lebih modern dan “ramah”.

Bagi sebagian kader PKS yang berasal dari Faksi Keadilan, mereka mulai unjuk gigi dan protes dengan mengancam untuk GOLPUT. Mereka lebih menyukai gaya lama: solid di dalam dan menjadikan partai sebagai media dakwah, tanpa embel-embel kekuasaan yang membelenggu dan meracuni itikad baik nan tulus.

USULAN NGAWUR

Tifatul tentu saja uring-uringan. Dia juga manusia. Mau donk ngicipin jadi anggota dewan yang terhormat. Bahaya bila penggembosan partai justru muncul dari dalam. Kayak firewall, tangguh dari serangan luar, namun getas bila diserang dari dalam. Seperti telur. Sejatinya getas. Praaak..! pecah deh…

Maka usulan orang uring-uringan itu ngawur. Tifatul sedang tidak memakai topi PKS, tapi sebagai Pribadi (yang pingin sukses), maka dibuatlah usulan baru yaitu Fatwa haram bagi Golput.

😆

Aha.. Bila iya diwujudkan, berarti bagi kaum perokok, nantikan sahabat baru anda, para Golput yang bernasib sama: Warga Haram..!

😛

Emang ane’ pikirin..!

Artikel terkait:                                                           

http://www.detiknews.com/read/2008/12/13/183038/1053191/10/tifatul-cocok-dengan-hidayat

http://www.detiknews.com/read/2008/07/24/165503/977356/10/hidayat-serukan-tolak-golput

http://www.detiknews.com/read/2008/12/13/162002/1053164/10/pengharaman-golput-meninabobokan-parpol-dan-penyelenggara-pemilu

baca juga inihttp://guhpraset.wordpress.com/2008/12/13/pks-mui-gus-dur-fatwa-haram-golput/