Iklan
 

Saya Suka Ruhut Sitompul

Januari 8, 2010

Kalau Gus Dur masih ada, maka ia akan berujar: “gitu aja kok repot..” Terhadap kelakuan Ruhut Sitompel eh Sitompul. Tapi sayangnya Gus Dur sekarang sedang ongkang-ongkang kaki, nyeruput kopi dan ngerjain Munkar Nakir dengan beribu banyolan tiada tara.

Kalau ane jadi boss mah, Ruhut emang oke. Mana mungkin gag nyaman punya anak buah galak, ngelindungin majikannya, dan berani dicerca, mau jadi korban untuk jadi TOA.

Ia berbakat sebagai Prof, sayangnya prof di sini salah eja. Seharusnya prov. Kependekan dari provokator. Atau ya semacem agitator deh.. Itu juga boleh.

Ruhut itu hebat. Wakil rakyat yang mewakili rakyat entah bagian mana. Ane sendiri bingung.

Sebetulnya dengan gaya bicara, sopan santunnya yang elegan, ia lebih pantas beredar di jam sewa, seputaran kampung melayu tanah abang atau pulogadung. Eits, bukan sebagai sopir tembak lho.. Apalagi kernet, karena dua profesi terakhir itu sangat terhormat (asalkan gak oper penumpang seenak ketiaknya). Ruhut pantas jadi bagian calo penumpang. Tinggal nongkrongin halte, cawe’ pakai tangan, bawain barang sedikit, lantas minta duit. Gag dikasih kernet? Atau duit persenan kurang? Tinggal lempar sendal dan teriak-teriak. Baca entri selengkapnya »

Iklan