Sejarah dan Semesta Peristiwa Silsilah Bangsa

Januari 4, 2010

dari flickr.com

creative commons

Rosihan Anwar mengumpulkan tulisan-tulisannya yang ringkas namun mendalam dalam Sejarah Kecil “le petit historie” yang berjumlah (sementara ini) 3 jilid buku.

Sejarah kecil ini secara sederhana dapat diartikan sebagai kisah-kisah lain yang luput dari garis besar sejarah bangsa. Bukan bagian dari arus utama. Hanyalah anak sungai yang mencabang dalam belantara sejarah Indonesia yang gelap gulita. Cerita tentang si Fulan, tentang si Toyib atau siapapun yang kisahnya asyik untuk diceritakan, walau tidak selalu terkait hal-hal yang besar, yang mengubah arah kehidupan berbangsa dan bernegara.

Beberapa hari yang lalu, ketika di Medan, sembari menyantap sajian makanan laut, ane sempat mengobrol ngalor-ngidul sama sohib ane disana, namanya Ryan. Kami bicara perlunya kita mengambil jarak ketika menelusuri sejarah antara kita sebagai subyek dan pokok bahasan sejarah sebagai objek, sehingga sejarah bukanlah dipandang sebagai sepenggal kisah pembenar atas keunggulan golongan si penelusur, namun semata-mata menyambung puzzle fakta yang terserak dalam berbagai artefak, catatan, buku ekspedisi, tutur lisan yang dapat dipercaya, atau dugaan-dugaan yang selama ini hanya disebut sebagai dongeng belaka.

Dalam kesempatan itu kami bicara sejarah pra kemerdekaan. Bagaimana Danau Toba terbentuk, bagaimana dalam budaya batak terdapat gambar perahu, bagaimana warna kulit dan bentuk wajah orang Aceh sangat khas, berbeda dengan suku Batak. Bagaimana Sriwijaya, konon katanya merupakan pusat perkembangan ilmu Budha dan bukannya negeri China. Lantas cerita Arung Palaka, cerita daerah Angke (Jakarta) yang dalam bahasa Makassar Sulawesi Selatan artinya harta diduga merupakan pemberian Belanda atas bantuannya menguasai Batavia-bersama-sama dengan Kapten Jonker dari Maluku (yang mendapatkan jatah daerah Marunda). Baca entri selengkapnya »