Iklan
 

Hasil Survey Gaji Multimedia Manajer di Indonesia

April 20, 2011

Apakah karir di multimedia menjanjikan? Entahlah saya tidak paham dunia ini, tapi yang jelas, berdasarkan survey dari http://www.activetechpros.com/ menyatakan bahwa gaji multimedia manajer di Indonesia tidak lebih dari Rp.3juta per bulan.

Apa iya? 

This report is based on 175 profiles matching your specified criteria. (Full-time employment status)
Average annual salary for Multimedia Manager in Indonesia = IDR 34,734,540.15

Percent of tech professionals with at least 1 IT certification in Indonesia = 35.43 %

Rank

 IT Certifications

% Mentions

1

 IBM certification

2.86%

1

 Project Management (PMP)

2.86%

2

 Microsoft Certified Solution Developer (MCSD)

2.29%

2

 Network +

2.29%

2

 Certified Internet Web Professional (CIW)

2.29%

2

 Computer Associates Certification

2.29%

2

 Microsoft Certified Application Developer (MCAD)

2.29%

2

 Microsoft Certified System Administrator (MCSA)

2.29%

3

 Cisco Certified Network Associate (CCNA)

1.71%

3

 Server+

1.71%

 

Ada kemungkinan bahwa hasil survey ini hanya mengambil sampling sebagian kecil pekerja multimedia yang juga kebetulan masih berskala kecil di Indonesia dan atau pengisi survey memang rendah hati tak mau hingar bingar dengan gajinya. 🙂

Anda pun dapat mencoba untuk meliha sendiri hasl survey gaji pekerja IT di situs tersebut, dengan sebelumnya melakukan registrasi dan menjawab survey yang mereka sediakan.

Iklan

Berita di Detikcom: Hampir 80% Pegawai Bank Indonesia Menolak OJK

Desember 2, 2010

Wah apakah benar?
http://www.detikfinance.com/read/2010/12/02/170106/1507815/5/hampir-80-pegawai-bi-tolak-gabung-ojk?f9911023
tulisan dari Herdaru Purnomo – detikFinance
Jakarta – Mayoritas pegawai Bank Indonesia (BI) menyatakan penolakannya untuk bergabung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) mengungkapkan dari 473 responden pegawai BI, 76,98% menyatakan menolak bergabung dengan OJK.

“Hasil survei dengan responden sebanyak 473, dimana 61% responden-nya dari jumlah pengawas bank di Kantor Perwakilan, yang menyatakan untuk menolak bergabung di OJK sebanyak 76,98%,” ujar Ketua IPEBI, Agus Santoso kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (02/12/2010).

Agus juga mengungkapkan, hanya sebanyak 14,3% bersedia untuk ditempatkan di OJK dan sisanya 9,89% lebih memilih untuk pensiun.

“Survei ini dilakukan sejak bulan Maret 2010,” tambahnya.

Agus menyampaikan, hasil survei ini disampaikan secara resmi kepada Tim Panitia Khusus RUU OJK DPR-RI ddalam pertemuan pagi tadi di Hotel Aryaduta, Jakarta.

“Kami IPEBI merasa datang kerumah rakyat dan mendapatkan perhatian dan kasih sayang luar biasa. Semoga harapan-harapan itu tidak saja didengar namun dapat dipahami dalam proses penyusunan bentuk koordinasi yang tepat dalam membangun kestabilan sistem keuangan nasional kita,” ungkapnya.

Agus menambahkan, menyatakan karyawan BI bukan menolak OJK namun yang ditolak adalah bila OJK disusun tidak sesuai kebutuhan.

“Dimana bila OJK disusun bukan atas dasar kebutuhan nyata yang urgensinya jelas maka kita tolak,” tukasnya.

Aspirasi Karyawan Bank Indonesia ini diterima langsung oleh Ketua Tim Pansus OJK Nusron Wahid pada pukul 09.00 sampai pukul 10.00 di Hotel Aryaduta.