Iklan
 

Berbahasa dengan Good dan Right

Oktober 30, 2008

Koko

Ditulis oleh Koko diwaktu malam, diuplot di waktu siang.

Setelah ngomong tentang suku, marilah kita berbicara dengan bahasa, mumpung Sumpah Pemuda lagi anget-angetnya.

Ada yang tahu peringatan sumpah pemuda di Atmajaya? Untuk mengenangkan sebuah sumpah yang 80 tahun yang lalu, Universitas Atmajaya bekerja sama dengan Universitas Al Azhar dan Universitas Indonesia mengadakan acara 80 jam non stop memperingati Sumpah Pemuda.

Judulnya : Reborn Indonesiaku. Wadezig! <Memutar lagu Ironic – Alanis Morissette>

Tapi saya pikir lagi, mungkin reborn adalah kata yang tepat. Mungkin kalau judul acaranya “Indonesia Terlahir Kembali” dengan harga lima ribu rupiah per huruf, spanduknya menjadi cukup mahal.

Bahasa menurut saya adalah baju. Jika bajunya sudah tidak sesuai, jangan ubah badan pemakainya, namun ubahlah bajunya. Apakah bahasa Indonesia menjadi baju yang terlalu ketat dan membatasi keinginan kita untuk berekspresi?

Kata mengunduh dan mengunggah dalam konteks download dan upload, belum terdapat di KBBI Daring. Anjuran berbahasa Indonesia yang baik dan benar dengan baju yang sama sejak saya masih SD terus didengungkan, namun tetap saja semua selebritis, politikus, jurnalis, mahasiswa yang mengerjakan tugas akhir dan blogger sekalipun menyisipkan satu dua kata bahasa Inggris dalam ucapannya dan tulisannya.

Ini dilakukan semata-mata anggapan bahwa bahasa Indonesia tidak memiliki kata yang sesuai sebagai pengganti bahasa Inggris tersebut.

Jadi bolehkah memasukkan kata serapan fesyen (fashion), copas dan kupipes (copy and paste), pitalebar (bandwidth), donlot (download), uplot (upload) ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia?

Tapi saya juga mesti mengerti bahwa saya tidak cukup kapasitas untuk mengerti bahasa Indonesia. Wali Kelas waktu saya sekolah pernah bilang begini ke saya, “Ngaku-ngaku orang Indonesia, tapi kok nilai bahasa Indonesianya lebih rendah daripada nilai Bahasa Inggrisnya?”

I don’t know about that..

Iklan